Selasa, 04 Oktober 2016









.. " Menyusu Di Nongkojajar " ..

Malang Raya memang luar biasa kekayaan alamnya .
 kemarin , saya ingin jeprat jepret diluar Batu dan Malang Selatan yang sudah sangat saya 
hafal lekuk likunya . jenuh ? mungkin tidak , tapi Malang Raya memang  menawarkan ratusan ( ! )
 wisata alam yang tidak habis ditelusuri dalam sebulan bahkan ! 
maka ketika kerabat yang dari luar Malang sering berkata 
" mbak , kalau 3 hari di Malang kan sudah bisa lihat semua ya ? " , saya cuma nyengir sebab 
dalam hitungan saya 3 hari itu memang cukup kalau hanya melihat Museum Angkut dan 
Tubuh atau Eco Park atau Predator , besoknya ke Pantai2 Selatan dan lusanya wisata kuliner mulai
 sarapannya , makan siang dan malamnya nongkrong ngopi . 

jadi memang sangat tergantung , sebab selera juga macam macam .
 ada yang suka ke alam , ada yang ke mall mall , ada yang cari tempat2 jajanan khas dll .
naa , tanpa GPS kemarin saya meluncur ke NONGKOJAJAR ,
 sebuah wilayah yang tak kalah cantik dengan Batu ,
 dan juga tidak terlalu jauh dari kota Malang, hanya sekitar 30 an km dari kota Malang .
Nongkojajar bisa dicapai dari beberapa arah . 
yang tidak suka ruwet tapi mendapat pemandangan kemacetan lalin Malang - Surabaya pada 
hari dan jam tertentu , bisa lewat lurussss saja dari arah kota Malang ke Surabaya dan 
nanti tinggal berbelok ke kanan setelah melewati Lawang . 
pilihan lain adalah lewat Sawojajar lurus kearah JABUNG dan setelahnya kita akan " meninggalkan " 
keruwetan lalin karena sepanjang jalan menuju Nongkojajar hanya 
akan bertemu dengan kehijauan , 
gunung , sawah , kebun , ladang , sungai ,jurang jurang dan jalanan yang meliuk liuk bak ular !


rute ini memerlukan kecermatan mengendarai  karena dengan lekukan yang sering kali hampir 180derajat ,
tidak cukup bagi mereka yang terbiasa mengendarai santai didalam kota .
jalanan juga lumayan sempit meskipun tetap bisa berpapasan , 
jadi sebaiknya tidak bermain main dengan " yang hanya sekedar bisa nyetir " ! 
pada beberapa penurunan yang cukup tajam dan curam , ada remaja remaja lokal yang menawarkan jasa
 memandu lalin yang memang curam agar tidak berpapasan .
dan jangan lupa memberikan sekedar tips untuk tanda terima kasih yaaa .... ! 
adrenalin saya terpacu , dan mirip saat ujian untuk mendapatkan  SIM , sayapun " mleyat mleyot " 
mengikuti alur " Ular Naga Aspal " !
Nongkojajar terkenal dengan bermacam hasil buminya seperti sayur mayur , apel , dll dan naaa 
ini yang sejak dulu terkenal disini  adalah " SUSU SAPI " nya ! 
maka kalau Batu sudah hampir paripurna make-upnya ,
Nongkojajar agaknya mulai berkemas menjadi 
si genit yang akan menyaingi Batu dll . ini terlihat disepanjang jalan yang saya lalui munculnya  bangunan2
 baru dan modern yang lebih mirip " bakal cafe atau guest house " dll .
juga  bermunculannya tempat tempat untuk hangout yang sekian tahun yang lalu belum ada kecuali 
warung warung kecil sederhana . 
disebuah jalanan yang berbelok ke arah kiri tiba tiba sesuatu menyita perhatian saya , 
dan saya bahkan terpaksa putar balik ! 

  saya melihat ada semacam Kampung Grafiti disitu ! nama desa atau kampungnya adalah ANDONOSARI
kampung ini  terletak beberapa ratus meter sebelum Pasar Nongkojajar .
luar biasa bahwa disini kaum mudanya mendapat kebebasan  ber ekspresi lewat karya karya grafiti 
disepanjang tembok masuk desa !
 pesan pesan tertentu tampak ditampilkan dengan cukup apik .
 saya jeprat jepret disitu sepuasnya meskipun sayang sekali siang itu saya tak
 menemui seorangpun yang bisa memberikan informasi tentang aktivitas melukis grafiti ini .
saya memang tidak punya tujuan khusus di Nongkojajar selain untuk jeprat jepret dan
 melihat perkembangannya setelah beberapa waktu tidak saya kunjungi . 
dan panggilan alam pun tiba , perut mulai " kriwik kriwik " ..!
pilihan jatuh pada sebuah warung yang dibangun diatas ketinggian dari sebuah hutan pinus , 
disitu saya meredakan adrenalin dengan Ayam Bakar dan Ketan Duren ! 
waaa , saya memang sempat " terhipnotis " para pramusajinya yang berpromosi begini :
" disini yang biasanya dicari tamu adalah Ketan Duren disamping Ayam Bakar .
 tapi untuk minumnya yang khas ya SUSU SAPI HANGAT " ....
bak kerbau dicocok hidung , ke 3nya saya pesan semua sebab kebetulan gerimis jadi saya sudah
 " memperhitungkan " besarnya rasa lapar hehehe ditambah Ular Naga Aspal yang menguras adrenalin ! 
wow , ternyata cukup pusing melihat ketinggian kedai ini yang  akar pohon pohon pinus dibawahnya itu
 berjarak sekitar 40 meteran dari tempat saya berdiri , rasanya " mbliyut " hehehe ... 
udara sejuk mengalir sebab kedai ini tidak bercendela , 
dan saya puaskan jeprat jepret termasuk menu menunya .. ! sebetulnya kombinasi ke 3 nya terhitung berat,
 tetapi apa boleh buat, sesekali boleh yaa hehehe .. 
dalam perjalanan pulang , rute yang diambil adalah jalan raya protokol Surabaya Malang untuk berganti atmosfer . pada rencana yang berikut , saya akan lebih " punya tujuan " ke Nongkojajar , 
salah satunya adalah ke tempat pembuatan Teh Apel Celup  .

 kali ini saya masih lebih banyak ingin menikmati alam Nongkojajar yang cantik itu , 
dan satu2nya tujuan saya yang jelas sebenarnya adalah " Ingin Nyusu " di Nongkojajar , 
dan itu sudah terkabul ! 
dengan hanya 6500 rupiah per gelas susu hangat , dan 7500 rupiah ketan duren serta 
15 ribu rupiah nasi plus ayam bakar dan lalapannya plus sambalnya yang sedep , 
siapa yang bisa menolaknya ?
Nongkojajar , Nongkojajar , aku pasti kembali ( lagi ) ... ! 
( th )


( photos by : TH , Nongkojajar , September 2016 )

01. kedai RIDA di dekat pucuk2 pohon pinus ini
02 . kampung grafiti
03 . hijau , rimbun , sejuk
04 . tak kalah cantik dengan yang lain
05 . masuk desa Kemiri
06 . tenteram
07 . grafiti 01 )
08 . grafiti 02 )
09 . grafiti 03 )
10 . pojok atas kedai RIDA , hutan pinus dibawahnya
11 . ayam bakar dan susu hangat 
12 . salah satu sudut lesehan nya
13 . lantai atas kedai RIDA
14 . nama kedai RIDA ditepi jalan
15 . ketan duren
16 .  view samping kedai
17 . hutan pinus dibawah kedai , mbliyuttt ... 

























 






.. " Kupu Gajah , Siapakah Kamu ? " ..

 duluuuuu , orang mempercayai segala sesuatu gejala alam sebagai simbol dari sebuah pesan . 
dan diantaranya adalah Kupu Gajah yang diyakini sebagai simbol dari " orang besar " yang akan
 bertamu maupun akan  ditemui dalam waktu dekat .
 sesuai ukuran kupunya yang memang besar , maka " orang besar " tersebut memang disimbolkan melalui 
kupu besar yang disimbolkan lagi dengan gajah sebagai salah satu hewan yang besar . 
naa , pertemuan saya dengan Kupu Gajah inipun tidak sengaja ketika
 disebuah siang angin bertiup kencang dan seekor kupu gajah yang tampaknya terbawa angin hinggap
 didekat saya yang kemana mana ( hampir selalu ) menenteng kamera .
 maka sungguh sangat tidak perlu saya pikirkan simbol dari apa atau siapa , 
yang jelas saya sampai " ndodhok ndodhok " untuk menjepret posisinya
 yang tidak keruan dihembus angin hehehe ..
 alam memiliki bahasanya sendiri , 
jadi biar saja perjumpaan lewat angin kencang dengan Kupu Gajah ini mengurai pesannya sendiri , 
karena segala sesuatunya memang telah diatur sesuai rencanaNYA .. 
( th ) 
( photos by : TH , September 2016 )













 

Kamis, 29 September 2016











The Lost Poems
.. " Meja Kita Di Brunetti " .. 
( 02 )
 hujan menggulung di Victoria street,
antara rel rel dan aspal licin,
bak perawan pingit aku berlarian ,
mencari keping hangat diVictoria Arcade ,
sumpah ,
aku lega menemu Brunetti ,
yang menawarkan kopi dan sepotong roti ,
lalu ,
aku sodorkan cangkir padamu ,
engkau teguk basa basi ,
mungkin engkau takut tagihan kasirnya ,
atau segan berbagi ?
tak banyak kita bicara ,
mungkin memang tidak lagi perlu,
ketika  hati melimpah karsa ,
tiba tiba ,
" excuse me , is this free ? " 
wanita bule tua mencari kursi ,
Brunetti yang padat  harus mengantri ,
  didepanku adalah kursi ,
" sure , please ... " aku berjawab ,
cangkir kopi kutarik lagi,
bayang wajahmu tak lagi didepanku ,
berganti wajah wanita bule tua ..
ah .. Brunetti ,
salah apakah aku dimejamu ,
ketika  kau tekuk aku dalam gulung rindu ..
( photo by : TH , Brunetti Cafe , Melbourne , August 2016 , for B )  









The Lost Poems
.. " Aku berpikir di Flinderstreet .. " .. ( 01 ) 
Agustus 2016 pagi ,
tulangku bergemeretak diterjang halimun pagi ,
alas kaki tak lagi mampu menghangati jemari ,
basah ..
mulut tenggelam dalam balut balut tebal leher jaket berbulu ,
masih saja tak berguna ,meski bulu binatang negeri bersalju ,
lalu ada sebuah sapa ,
begitu saja tanpa nyana ,
" hi .. " ( tolong baca " hai " )
selanjutnya cuma basa basi tiada guna ,
bicara cuaca atau keadaan negara , yang tak butuh kita ,
yang tak peduli omongan " man on street " segoblok kita 
 lalu akhirnya, bertukar nomor WA ( ini juga hal biasa dijaman tanpa tata krama )
dan saat wajahnya muncul di layar WA, 
suka cita aku jawab dengan " BLOKIR " ..
karena aku sedang berpikir lain ,
mengembara pulang ke sebuah nama nun disebuah jalan ,
yang jelek dan macet di kotaku ,
tak sebanding dengan Flinderstreet tempatku melamun ,
yang tak kenal macet dan tilang ajaib ,
aku mengenangnya , aku membayangkannya duduk berhadapan , dan lalu ,
kami berbagi kopi dan kisah kisah konyol , 
seputar pertemanan yang ganjil ,
dan 
seperti tidak waras , 
aku tersenyum sendiri di Flinderstreet ,
beberapa yang tak kukenal bahkan membalas senyum ajaib ku ,
dan 
kepada sebuah nama dijalan jelek nan macet dikampung ku ,
sungguh aku berpikir nama mu di Flinderstreet 
(  photo by TH , Flinderstr , Melbourne , August 2016 , for B )
 

Rabu, 28 September 2016







The Lost Poems
.. " The Truth of Lies " .. 

revenge
anger
betrayal 
selfish
paranoid
great pretender
arrogant
jelousy
moody
and 
liar 
are the truth of yours
so , just enjoy your new home of lies ... !
( th , for B , Sept. 2016 ) 
 

 

Selasa, 27 September 2016










( The Lost Poems )
.. " from the dark to dawn .. " .. 

 here we are
walking in the dark
like the wolves in the deep winter ,
frozen ..
and still .. frozen .. 
even already dawn .. 
( th , September 2016 , for  B )