Jumat, 23 Mei 2014






.. " Galeri Raos, Mengunyah Rasa " ..

sebuah kota atau daerah, rasanya " belum berbudaya " bila tidak memiliki galeri untuk memamerkan " tingkat berbudayanya masyarakat setempat maupun daerah lain " . 
ini pendapat pribadi lo, jadi silahkan saja dikoreksi hehe .. 

disitu bukan saja kita bisa melihat sebuah pameran karya karya seni tapi sekaligus juga bisa menjadi ajang pertukaran informasi, diskusi dan lain lain.
  galeri itu memang semisal sebuah Rumah Seni dan Seniman, jadi namanya rumah ya 
" suka suka " lah, mau leyeh leyeh, santai ataupun berdebat, itu " sak karepmu " sebab itu adalah rumahmu !

naa, sekian hari yl saya bertandang ke salah satu Rumah Seni dan Seniman di
 Jalan Panglima Surdirman, Batu, Malang. 
saat masuk, saya menjumpai beberapa orang yang mungkin juga seniman sedang santai 
dan leyeh leyeh ditengah galeri dalam artian harafiah dan 
sedang asyik mengerjakan sesuatu yang ( semoga ) berhubungan dengan seni hehe .. 




saya tidak mengganggu kelompok leyeh leyeh ini, tapi saya berkeliling melihat pameran lukis yang saat itu nampaknya sedang mengusung tema " adpertensi djadoel " . 
menggelitik, kepleset sengaja dan bisa di StandUp Comedy kan !

saya tak melihat katalog ataupun salah 1 senimannya, jadi saya tak bisa menulis banyak selain bahwa Batu boleh bangga memiliki bermacam fasilitas yang sekian tahun lalu masih 
menjadi impian, termasuk galeri yang eks gedung KNPI ini. 
beberapa nama besar yang berlevel nasional memang sudah " sempat " dilahirkan galeri ini, sebut misalnya Koebeoe Sarawan. 

akhirnya memang kita tidak mengukur dari besar ruangan galeri maupun kecanggihan lighting dan tata ruangnya, namun sebuah galeri seperti Raos ini patutlah di " jempol " i , 
karena ia hampir tak pernah kosong kalendernya yang membuktikan bahwa 
detak nadi kehidupan berkesenian dan berbudaya di Batu tidak sedang mengalami stroke ataupun penyempitan pembuluh darah, bravo ! 
( th )

( photos by : th, Galeri Raos, Batu, Malang, Mei 2014 )

01.happening art ... ?
02. entrance
03. robot?
04.oo ... serammm
05. robot?
06." dalam cengkeraman " ?





.. " Isi Dobel .. " ..

sebuah trik manis mungkin akan menjadi tren SPBU dimana mana, yaitu meletakkan lokasi  mushola dan toiletnya tidak diarea pengisian BBM yang lazim kita lihat. 
lalu dimana ? 

naa, yang ada di SPBU di daerah nDau, Batu, keduanya itu diletakkan dibelakang Kedai atau warung disebelah SPBU nya. maka mau tidak mau, yang sedang " kebelet " ke kamar kecil ataupun akan sholat di mushola SPBU pasti melalui Kedai ini dan yaaa .....
kalau dalam kondisi seperti saya sekian hari yl,  pasti seusai urusan sholat dan kamar kecil maka dengan suka cita saya " tidak dipaksa " untuk masuk ke Kedai nya. 

mengapa ? 
sebab sepanjang jalan ke mushola dan toilet tadi saya meras
" dipameri " oleh deretan bulatan2 bakso, siomay dll plus disebelahnya menawarkan soto, rawon, pecel lele dll, padahal saat itu jam mendekati 14.00 saat genting buat perut hehe .. 


 dan .. jadilah " jebakan " mereka berhasil !
saya mencoba lalapan lele dan baksonya yang memang lumayan yummyyy ...  dan juice jambu sebagai pelengkapnya. naaa ... dua perut terisi, yang satu isinya bensin, 
yang lain isinya lalapan lele, praktis bukan? 
selamat meniru trik ini ... ( th )

( photos by : th, Kedai SPBU, nDau, Batu, Mei 2014 )

01. kedai mungil
02. lele goreng kering
03. jambu, jambu
04. atmosfer
05. bakso
06. view dibelakang kedai






  .. " Andai King Kong Ada Di Depan Mata " ..

yang pernah menyaksikan film King Kong versi lama pasti masih ingat serunya persahabatan antara King Kong dengan si cantik Ann.
tapi kita tak hendak membicarakan mereka karena King Kong yang ada di Batu, sekitar 20km dari Malang ini tidak di kejar kejar sebagai target 
penembakan nomor 1 seperti di film itu,
karena King Kong yang satu ini bersahabat dengan pengunjung pengunjung 
Jatim Park, Batu. 

dan saya yang kebetulan mengambil jalur jalan dibelakang Jatim Park,
 sempat melihat King Kong dari kejauhan. wow .. ternyata dari jarak jauh King Kong ini
 terasa  " lebih hidup  dan nyata " ! 

saya ber imajinasi, bagaimana seandainya betul betul saya hanya berjarak satu kedipan mata dari KK ini pasti sudah " nggeblak " hehe ... 
untunglah kita sudah tidak sejaman dengan binatang binatang purba yang berukuran gedung bertingkat 30, sebab andai masih sejaman pastilah sulit 
bagi kita untuk survive hehe .. 

beberapa ekspedisi dunia memang masih meneliti adanya kemungkinan " sisa mahluk purba " di planet kita seperti Yeti dll namun kalaupun masih tersisa beberapa, semoga mereka tidak mengelana sampai di Malang sebab 
pembaca dan saya pasti tidak lagi tersisa hehe .. ( th ) 

( photos by : th, King Kong, dari belakang Jatim Park, Batu, mei 2014 )
01. King Kong dikejauhan
02. King Kong lebih dekat







 .. " Jejak Saudara Tua di Goa Jepang " ..

mumpung sudah didesa Tlekung, Junrejo, Batu, Malang, sekitar 20 km dari Malang, saya sekalian saja menengok Goa Jepang yang ada disitu.
 sangat mudah ditemukan sebab letaknya terlihat dari jalan yang dilalui dan bisa dilewati kendaraan apa saja. tapi saya yakin dulunya goa ini pasti tersembunyi dan tidak sejelas sekarang, sebab namanya saja tempat persembunyian.

saya tidak memakai guide, jadi tidak berani masuk terlalu dalam karena konon goa ini mempunyai 7/ tujuh lorong yang saling terhubung dan tanpa guide salah salah saya bisa masuk tak bisa keluar lagi hehe .. 
duluuuuu, konon goa ini memang semacam tempat penyimpanan bahan bahan makanan maupun pakaian para serdadu Jepang saat peperangan antara tahun 1942 - 1945 .

pembangunan didalamnya, mengerahkan tenaga lokal dan mereka dibawa dari berbagai daerah seperti Lumajang, Blitar dll. apakah mereka itu tenaga gratisan atau diberi honor, mungkin masih perlu di lacak sebab pada masa itu memang kedatangan Jepang ditanah air membawa bendera sebagai " Saudara Tua " yang pada akhirnya sebenarnya adalah 
Saudara Tua Yang Kejam hehe ...

 keping kecil dari perjalanan sejarah yang kelam ini antara lain dapat dilihat melalui Goa Jepang ini. dalam goa yang gelap dan pengab mereka ber bulan bahkan tahun menghimpun cadangan makanan dan obat obat serta pakaian dan persenjataan,
 pastilah sebuah pengalaman yang pahit bagi
 serdadu serdadu muda Jepang yang harus mempertahankan diri 
ribuan kilometer jauhnya dari kampung halamannya.

 andai saja mereka tidak datang sebagai penjajah namun lebih sebagai Saudara Tua yang bersahabat, barangkali mereka tidak memerlukan goa goa persembunyian seperti ini karena bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang sangat welcome kepada siapapun,
 namun sayang kehangatan dan ketulusan hati bangsa kita ternyata 
dikhianati.


 juga sayang sekali saya  tidak sempat bertemu dengan sesepuh didesa ini yang mungkin masih menyimpan kenangan masa kecilnya pada keberadaan Goa ini 
berikut serdadu serdadunya, 
sebab seorang wanita tua yang saya temui diluar Goa ternyata bukan penduduk asli.

pun dua anak anak desa yang menguntit saya masuk ke dalam goa juga tidak bisa memberi informasi apapun . mungkin sekolah mereka didusun ini belum pernah memasukkan
 goa ini sebagai salah satu jejak sejarah yang perlu di sosialisasikan
 latar belakangnya pada siswa siswanya.

masih banyak goa goa Jepang lainnya ditanah air yang tersebar dibeberapa daerah dan provinsi. mungkin pemkot Batu dapat lebih merawatnya dan menambah Papan Informasi diluarnya
 agar pengunjung dapat membaca sejarah Goa Jepang ini.

 tanpa senter dan guide, saya putuskan untuk masuk hanya sejauh sekitar 20 meter dalam kegelapan dan " mumpung " belum bertemu binatang binatang yang berbisa yang mungkin saya injak dalam kegelapan, saya keluar lagi.

Goa Jepang, keping sejarah serdadu serdadu yang malang .. mari kita mulai kenali tapak tapak sejarah disekeliling kita yang cukup banyak tapi terlewatkan dari perhatian ( th )

( photos by : th, Goa Jepang, Tlekung, Batu, Mei 2014 )

01. lobang goa dibalik rerumputan tebal
02. pintu goa
03. anak anak penguntit saya
04. biar pakar fotografi yang menjelaskan tentang asap ini
05. masih sama, asap dalam goa yang saat terjepret tidak tampak ada asap sama sekali, saya yakin ini hanya sebuah bias cahaya yang bisa dijelaskan secara teknis









.. " Yang Kemayu Itu Memang Coban Putri " ..

tidak semua wanita sertamerta kemayu, sebab tipe wanita itu banyak. 
lha yang sudah terlanjur kemayu ya sulit untuk tidak kemayu dan sebaliknya, sebab mereka memang tidak akan pernah sama. 
kebetulan saya berada dideretan yang tidak ayu dan tidak kemayu, bagaimana " sempat " kemayu kalau urusannya lebih banyak diarea dunia pria yang umumnya keras dan 
 tegas kalau tidak ingin terlindas dan babakbundas, lho, kok mirip pantun hehe .. 

maka saya suka " mlonga mlongo " kalau menyaksikan para wanita yang bisa " sangat wanita " dengan segala kekenesannya yang nyaris genit, saya merasa seperti 
" bukan wanita "
 karena sungguh mati saya tidak akan pernah bisa seperti itu.


 seorang teman dekat pernah berkomentar begini " kamu itu dingin, meskipun saya tahu dibawah lahar dingin itu umep ...  " waaa, seperti dukun saja kok tahu2nya hehe .. 
naaa, sudah terlanjur bicara soal kemayu ini, sekian hari yl saya bersinggungan dengan sesuatu yang ayu dan kemayu di dusun Tlekung, Junrejo, Batu, sekitar 20km dari Malang.
 namanya Coban Putri. 

kemayunya sudah saya rasakan diawal rute kearah coban yang ternyata tidak bisa dilewati kendaraan normal kecuali dengan jenis OffRoad.
 saya dipaksanya untuk berjalan kaki sekitar 2km, dijalanan yang " pating pecotot " dan berlumpur. hebatnya saya melihat bekas ban gedeeee yang saya duga adalah jenis jeep 4X4, wow asyikk ... ya sudah saya nikmati saja jalan kaki ini sambil 
sesekali jeprat jepret view yang memang ayu ! 



 saat jalanan menanjak, saya mendengar suara gemericik air, horeee ... e ... ternyata bukan air terjun tapi sungai dibawah saya dan cobannya masih jauh o la la ..
 jurang nampak disebelah bawah dan diam diam saya bersyukur bahwa saya berjalan kaki 
dan tidak diatas kendaraan hehe ..

 setelah sekitar 50 menit berjalan kaki, kali ini saya mendengar gerojokan air ... naaa, itu rupanya si ayu yang kemayu, Coban Putri ! 
entah kenapa dinamakan Coban Putri padahal wajahnya berbatu batu.
 adakah legenda tertentu? saya tidak tahu, karena siang itu tidak ada seekor manusiapun disitu yang bisa ditanyai tentang nama ini.

 air terjun ini merupakan coban tunggal alias hanya satu2nya dan tidak terlampau tinggi 
( bandingkan dengan Coban Rondo dimana si janda ini sangat jangkung ! )

mengamati Coban Putri dari jarak dekat, lama lama saya temukan juga
 kecantikannya sebagai " wanita " . 
batu batu yang dilewati airnya terlihat begitu " mulus dan licin " dan genangan air dibawah gerojokannya memang tak terlalu luas tetapi sepertinya nyaman untuk 
" mandi mandi para bidadari yang sedang galau " dan menunggu nunggu sang pangeran mencuri selendangnya agar ia tak usah kembali ke sorga hehe ... namanya saja imajinasi, maka siang itu saya dibuatnya berfantasi ! 



 saya istirahat disebuah bangunan yang mirip garasi karena tidak ada apa2nya yang letaknya berdekatan dengan air terjun. saya baca di papan pemberitahuan tentang 
proyek pembangunan dari " garasi " ini yang konon menelan biaya 72 juta ! 

saya heran, dimana letak 72 jutanya? tapi ya sudahlah, itu urusan akherat masing2 hehe .. 
lha saya kesitu memang bukan untuk inspeksi, tapi untuk menikmati kecantikan alam air terjun yang satu ini. puas jeprat jepret dan istirahat dialam terbuka, 
saya bersiap untuk kembali ke jalan raya. 



 baru berjalan sekitar 15 meter dari air terjun kearah jalan setapak, tiba tiba 
" blummmmm .... " 
saya kaget 1/2 mati dan menoleh kearah air terjun! 
semak semak ditepi air terjun bergoyang keras yang saya tidak tahu kenapa dan apa itu tadi, tetapi suaranya yang keras yang mirip mercon bumbung 
itu sempat menciutkan nyali karena saya berpikir tentang tanah  longsor ! 

sungguh saya tidak ingin melihatnya dari dekat meskipun sangat penasaran .
 sepanjang jalan setapak kearah jalan raya, saya masih terus berpikir tentang 
" blummmm.... " tadi.



 ada beberapa kemungkinan, yakni gugurnya beberapa batu besar, atau longsoran sebagian tanah dekat air terjun, atau ada binatang terpeleset ke bawah coban, atau :
 inikah kemayunya si Putri? 
wallahuallam .... ( th )

( photos by : th, Coban Putri, Tlekung, Batu, mei 2014 )

01.  dari papan petunjuk ini, masih sekitar 2,5 km ke coban
02. dibalik semak inilah air terdengar menggerojok
03. Coban Putri ..
04. sebuah mata air disisi jalan setapak
05. kolam dibawah coban
06. lobang ular?
07. jalan setapak menuju coban
08. coban terlihat dikejauhan
09. " blummmm .... " ( ?? )
 



Selasa, 20 Mei 2014






 .. " Berlian Terakhir di Batu " ..


bicara tentang berlian, orang akan membayangkan batuan mulia yang sulit didapat dan mahal. sulit karena ia harus melalui proses pencarian dan pengolahan yang lama 
serta mahal karena alasan keduanya.
  maka ketika di kota Batu, sekitar 20 km dari Malang arah Pujon, masih ditemukan 
' berlian berlian ' , ini adalah sesuatu yang luar biasa.

naa ... namanya berlian, pasti ada yang belum dan sudah diasah. yang belum diasah dan dipoles aura kecantikannya masih tertutup . lha yang sudah diasah, 
ia akan memancarkan sinar yang penuh pesona. 
 dan inilah yang saya temukan disepanjang Jalan Panglima Sudirman, Batu . 

' berlian berlian ' ini adalah peninggalan sejarah jaman kolonial Belanda semasa masih berkuasa di tanah air . dan Batu seperti halnya Bandung dan Malang agaknya menjadi area favorit penguasa Belanda waktu itu sebagai tempat istirahat atau ber weekend.


 yang dimaksud sudah jelas adalah rumah rumah eks petinggi Belanda yang masih tampak kokoh dan cantik disepanjang jalan Panglima Sudirman, Batu. beberapa diantaranya 
memang kosong tak berpenghuni serta kurang terawat . 
beberapa yang lain terlihat setengah terawat, 
jadi belum sepenuhnya memancarkan auranya yang anggun.

adapun yang terlihat berpenghuni dan terawat, adalah bak Menghentikan Mesin Waktu disaat orang memandangnya, karena terlihat sangat cantik dalam aura Tempo Doeloe nya ! 
bahkan kita bisa membayangkan betapa " noni2 Belanda " asyik dihalaman dan taman rumah rumah itu sambil membawa keranjang bunga atau menikmati
 matahari pagi di teras rumah rumah itu ... 

sayang sekali ada beberapa rumah yang sudah berganti wajah dengan hotel dan ruko atau cafe dan menghilangkan wajah aslinya sehingga Jalan Panglima Sudirman yang mestinya menjadi area Cagar Budaya dengan mempertahankan wajah kolonialnya agaknya 
mulai berubah wajah.



 ( mudah mudahan Walikota Batu tidak tergesa merubah perwajahan PangSud ini sebab sisa sisa berlian yang tidak banyak ini sesungguhnya bisa menjadi 
daya tarik tersendiri bagi 
Tujuan Wisata Nostalgia utamanya buat turis turis dari Belanda ) .

 andai saja kita bisa mencontoh Malaysia dengan Red City nya yang seolah
 Menghidupkan Kembali Masa Lalu yang menjadi bagian sejarah bangsa Malaysia dibawah penguasa Inggris saat itu serta mencontoh bagaimana mereka menjadikan perwajahan masa lalu menjadi sebuah ikon wisata budaya, 
pastilah berlian berlian di kota Batu ini tidak tergesa untuk di hancurkan dan diganti dengan bangunan bangunan masa kini yang tidak " memiliki ruh " 
alias hanya sekedar bangunan fisik an sich.

tidak jauh beda dengan kota Malang, yang penggerusan bangunan bangunan bersejarahnya amat cepat dan brutal, sehingga Malang secara perlahan tapi pasti tidaklah lebih dari sebuah kota dengan deretan ruko ruko dan bangunan bangunan modern 
" tanpa sukma " .

satu saat, anak cucu kita sudah pasti kesulitan untuk menemukan peninggalan fisik sebuah sejarah, kecuali lewat foto foto di internet atau buku buku sejarah.

sepanjang jalan PangSud di kota Batu mungkin sudah akan berubah menjadi deretan hotel dan cafe modern, dan kisah kisah romantisme jaman kolonial dimana sejarah mencatat 
keberadaan Belanda di rumah rumah itu, 
hanya tinggal kenangan di halaman buku buku sejarah atau internet . 

tidaklah terpungkiri bahwa peminat bangunan bangunan jadul ini lumayan tinggi, namun disaat pertimbangan bisnis lebih mengemuka, maka menghancurkannya bukanlah sebuah kemustahilan.

perlahan tapi pasti, berlian berlian ini memang  akan lenyap dari pandangan mata. 
berapa lama lagikah sisa sisa kecantikan dan peninggalan sejarah secara fisik  ini 
masih akan bisa dinikmati ? 
( th ) 

( photos by : th, Jalan Panglima Sudirman, Batu, Mei 2014 )

01. Bella, Bella
02. apakah pemiliknya dulu eks nakoda kapal Belanda ?
03. klasik, dilengkapi breathtaking-view dibelakangnya
04. plengsengan tinggi, sangat khas
05. ornamen atap dan cendela yang cantik
06. halaman luas yang menjorok masuk, lega dan lapang
07. terawat, semoga bertahan lama
08. tidak terawat, semoga tidak dihancurkan
09." minimalis jadul ", kotak kotak

Senin, 19 Mei 2014






 " Lilin Lilin Ukir Yang Dikagumi Kangguru "

saat James Sondakh ( atau Sondah ? ) mencipta lagu Lilin Lilin Kecil di era tahun 77 an, era itu memang belum dikenal yang namanya Lilin Ukir. 
kalau sudah dikenal pasti James membuatnya menjadi Lilin Lilin Ukir Kecil hehe .. 

naa, lilin ukir ini memang cantik, tetapi mungkin banyak juga yang belum tahu bahwa di Malang ternyata ada beberapa seniman Lilin Ukir. 
salah satunya adalah mas Dedi yang bersama beberapa rekan rekannya 

sejak sekitar 2010 men seriusi bisnis Lilin Ukir . 
tidak hanya menjualnya, tetapi sejak proses awal hingga siap jual semuanya dikerjakan sendiri. 

ukir mengukir lilin bukan hal yang mudah, karena pengerjaannya memerlukan ketepatan waktu serta temperatur agar diperoleh hasil maksimal. 



dengan harga jual antara 7500 hingga sekitar 75.000 untuk ukuran tertentu, kelompok anak muda kreatif di Jalan Danau Matana Sawojajar Malang ini ternyata sudah mampu 
menembus pasar manca, misalnya Australia. 

menemukan sebuah usaha yang prospektif dan menguntungkan bukan disulap dalam semalam, tetapi melalui proses Jatuh Bangun yang butuh ketahanan mental. 

pemesanan dalam parti kecil maupun besar juga disediakan secara on line disamping yang langsung datang kealamat workshop mereka. naa ... bagi yang berencana mau menikah, mungkin souvenir Lilin Ukir bisa menjadi alternatif pilihan apalagi kalau 
inisial nama pengantinnya di ukir disana? ( th ) 

( photos by : th, Lilin Ukir Sawo Jajar, Malang, Mei 2014  )