Kamis, 24 April 2014








 .. " Rujak ? Datanglah 1 jam sebelum lapar ! " ..
( Warung Rujak Pojok, Jl. Pejajaran, Malang )

kali ini, sengaja saya " mengublek " daerah Stasiun KA Malang yakni sekitar jalan Trunojoyo dan Pajajaran yang juga padat dengan bermacam kedai, resto, cafe, warung dll yang 
buat saya sama saja sebab semuanya sama sama menawarkan mamin hehe .. 

saya mencari sebuah warung " djadoel " yang sebenarnya sejak jaman saya masih remaja sudah ada disitu, tetapi mungkin saja sudah beda pengelola dan berganti nama, entahlah,
 yaitu Warung Rujak Pojok .

melihat deretan kendaraan yang parkir, saya sudah menduga pasti nanti rujaknya antre ! 
dugaan tidak meleset, diwarung yang berlokasi di pojok an Jalan Pajajaran dan 
depan stasiun KA Malang ini ternyata memang lumayan ramai.

 saya datang dengan perut sudah siap bersantap akibat perjalanan luar kota yang lumayan,
  yang ternyata ini adalah  sebuah kesalahan besar karena saya memesan menu andalan mereka yaitu Rujak Cingur.
 wow ... 10 menit lewat .. 20 menit ... 30 menit ... lho lho lho ... hampir sejam, 
dan dimeja sebelah saya ada anak anak sekitar 10 tahun an yang rupanya " sama menderitanya " dengan saya, mereka mulai protes :
" kok lama seeee ... " hehe, saya merasa " terwakili " ! 



 90% yang datang disitu rupanya sama sama memesan rujak, maka disana sini tampaklah wajah wajah " memelas " menunggu cingur e.. rujak ! 
( naa ... bagi yang tidak ingin bernasib seperti saya , silahkan memesan menu yang siap saji seperti rawon, nasi campur dll ) .

 untunglah disitu ada meja yang menyediakan lumpia, tahu berontak dll maka ( wow ... apakah ini sebuah trik ? ) tampaklah wajah wajah  " memelas " tadi ber bondong bondong kemeja kue dan mencari ganjalan perut sementara dengan lumpia, menjes dll termasuk : saya hehe .. 

tiba tiba : " mbak, rujaknya lomboknya berapa ya?" waduhhh,
 sudah hampir sejam ternyata masih baru ditanya lombok, ber arti saya masih harus menunggu lagi nihh ... o lala, untunglah sebuah lumpia sudah diluncurkan ...

 tapi masih belum selesai rupanya kisah rujak saya, sebab saat pramusaji keluar membawa rujak kok ternyata dibawa ke meja lain yang tamunya  justru belakangan datangnya. lho ?
 waktu saya tanya, dijawab " iya mbak maaf, lomboknya yang ngulek keliru !" ... 



 lengkap sudah penderitaan saya hehe ... tetapi saat cingur e.. rujaknya sudah dimeja saya, semua penderitaan terlunasi sebab memang rujaknya boleh dapat nilai 7.5 , dan saya menduga petis yang dipakai mungkin petis Madura ( waa, nanti jangan2 ada yang mengira saya punya ikatan emosi khusus dengan Madura hehe .. )
 es dawetnya juga boleh dapat nilai 7 sebab santannya asli, lidah saya sulit dibohongi hehe.

 ya sudah, saya tinggalkan warung yang satu ini dengan sebuah pesan ( penting ) buat pembaca :
" datanglah sebelum lapar bila ingin rujak ! ", dan selamat " menderita " hehe ... ( th )

( secara khusus dalam catatan ini, saya ingin menyapa kembali teman teman yang siang tadi berada di tempat yang sama, Mrs. Amir, Mrs. Hardi and friend , 
semoga kita kapan kapan bisa ngobrol2 lagi ) 



( photos by : th, Warung Rujak Pojok, Jl. Pajajaran, Malang, April 2014 )

01. rujak cingur penguji kesabaran
02. lumpia, es dawet
03. es degan
04. warung pojok
05. " peringan penderitaan "
06. daftar menu







 

Selasa, 22 April 2014








  .. " Beri Aku Buku, Bukan Mawar  " ..
( Hari Buku Sedunia, 23 April )

abad pertengahan di California ada tradisi memberikan mawar kepada wanita oleh para pria, pada peringatan hari Saint George. secara perlahan, para pecinta buku termasuk pedagangnya, mempengaruhi tradisi ini untuk 
mengganti mawar itu dengan buku. 

dalam perkembangan selanjutnya, UNESCO, pada sebuah Konferensi Umum di Paris tahun 1995 secara resmi menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Sedunia 
atau World Book Day/ WBD .
 di tanah air peringatan ini baru dimulai tahun 2006. 

ini adalah sebuah perayaan yang secara khusus memberikan penghargaan dan kemitraan kepada para pelaku dunia buku, mulai dari pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, komunitas komunitas perbukuan dll . 

mengapa 23 April ? selain sejarah asal mulanya yang tersebut diatas, juga pada tanggal itu nama nama besar didunia sastra tercatat wafat dan juga lahir. Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega, Josep Pia dll . 

memang ada perbedaan pendapat mengenai tanggal lahir  ataupun wafat dari  nama nama besar ini disebabkan penggunaan sistim kalender yang berbeda,
 namun tidaklah mengurangi makna peringatannya sendiri 
( source : wiki )
bagaimana dunia buku ditanah air? 
 pesatnya perkembangan dunia penerbitan dan munculnya angkatan penulis penulis muda berbakat semakin mendorong masyarakat untuk Cinta Buku dan Membaca meskipun disisi lain dikeluhkan masih mahalnya harga buku. 

 

belum meratanya fasilitas buku dan literasi di tanah air memang masih menjadi penyebab utama rendahnya minat baca terutama dikalangan anak anak SD terutama di pelosok2 tanah air. perpustakaan sebenarnya adalah jembatan untuk mempersempit gap antara yang mampu dan kurang mampu membeli buku.

namun sayangnya belum semua daerah ditanah air 
memiliki perpustakaan yang ideal, termasuk perpustakaan di sekolah sekolah yang seringkali koleksi buku2nya sudah sangat kadaluwarsa.

maka merayakan Hari Buku Sedunia ini tidak ada salahnya bila kita menengok koleksi buku dirumah masing masing, untuk kemudian mencoba berbagi dengan yang lain yang juga membutuhkan .

 andai setiap keluarga menyisihkan 1 - 3 buku saja dan 
dikalikan dengan jumlah penduduk yang mampu berbagi buku,
 sebut saja angka 100 juta,
 kita sudah akan mendapat kan sekitar 300 juta buku yang dapat mengisi perpustakaan perpustakaan sederhana di pelosok pelosok tanah air untuk dibaca oleh adik adik dan anak anak Indonesia lainnya !

munculnya berbagai jenis buku " modern " seperti e-book, tidaklah mampu menggeser keberadaan buku buku cetakan dikarenakan karakternya yang khas dan tak tergantikan sejak ber abad abad sebab  buku cetakan dapat dibaca 
kapan dan dimana saja 
tanpa tergantung kepada teknologi apapun bahkan listrik sekalipun, 
selama masih ada sedikit cahaya untuk membacanya.

buku selain sebagai sumber informasi juga merupakan perwujudan ide ide pengarangnya dan membuka peluang penafsiran yang berbeda beda
 dari pembacanya, sekaligus
 memperkaya kita dengan nilai nilai sosial budaya  dan  bisa menjadi 
salah satu Guru Kehidupan.

 kita memang belum se Buku Minded seperti di negara2 maju yang masyarakatnya terukur dari jenis buku apa yang pernah/ sedang/ akan dibacanya.
dan terkait dengan buku adalah Minat Baca yang juga belum tinggi ditanah air karena masih banyak mereka  yang lebih suka 
mendengar/ melihat TV daripada membaca buku.

 mungkin kita mulai bisa membiasakan mengantongi buku bacaan ( apapun jenisnya ) kemanapun pergi untuk tidak membuang waktu secara percuma di 
ruang tunggu dokter/ stasiun ka/ bandara/ dalam angkot/ di kampus dll . 
naaa ...  Selamat Hari Buku yaa ,,, !  ( th )

( photos by : th, " my treasure " ) 












Senin, 21 April 2014








  " Mendiamkan Perampokan Didepan Mata "
( sebuah renungan Hari Bumi 22 April  )

foto foto diatas judul tulisan ini saya jepret dan saya sendiri kejepret di kawasan Freeport , Timika, Papua, tahun 2000 saat perusahaan tempat saya bekerja  melebarkan jangkauan jaringan komunikasi dan telekomunikasi di wilayah Timur termasuk Papua, Maluku dan sekitarnya sebagai operator swasta I di tanah air .

persiapan perpindahan dari teknologi AMPS menuju CDMA saat itu merupakan tahun tahun penuh kerja keras kami dan saya beruntung berkesempatan menjadi 
salah satu " saksi mata " dari 
berbagai  kerusakan bumi Indonesia di beberapa provinsi. 

di Freeport , saya dan sekitar 10 kolega diijinkan memasuki jantung jantung pusat kegiatan perusahaan perusahaan asing di Indonesia, 
dan kami mendapat suguhan memilukan : 
SDA Indonesia sedang terkikis habis langsung didepan mata orang orang 
Indonesia sendiri !

 betapa tidak? 
para insinyur2 kita yang bergabung di sana, Freeport, Newmon dll adalah putra putra bangsa terbaik, terpandai, namun apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?

saya melihat bukit bukit penuh kandungan berbagai mineral dan biji biji tambang berharga, mulai bergundulan dan tersisa hanya tanah keras dan tandus serta debu plus suara suara mesin pengeruk kekayaan alam Indonesa. 

ingat, adegan itu pada tahun 2000, jadi saat ini janganlah diharap bukit bukit itu masih tersisa, bahkan kerukan semakin dalam sehingga  yang terlihat adalah mirip lobang lobang besar bak serangan meteor dari angkasa ! 

lalu kami dibawa naik ke Grassberg yakni puncak tertinggi di kawasan tambang Freeport, dan sepanjang perjalanan didalam kereta gantung kami semua terdiam menyaksikan betapa Indonesia dibodohi dengan 
kontrak kontrak jangka panjang eksploatasi tambang tambang ini. 

dengan pipa pipa berdiameter besar, hasil tambang tadi digelontorkan langsung masuk kapal kapal Amerika yang sudah siap mengangkutnya ke USA.
 naaa .... salah siapa?

salahkah Amerika?
saya jawab : bukan dan tidak !
salah kita ? jawabnya : PASTI !

 setelah kunjungan yang membuat pilu itu, beberapa waktu sesudahnya, 22 April tahun 2000, kami telah berdiri di perempatan Raya Dharmo Surabaya yang padat lalin, dengan mengerahkan segenap karyawan yang ada, untuk menyampaikan Pesan Hijau pada masyarakat luas. 
kami membagikan gratis ribuan pot pot berisi bibit pohon  disertai gantungan pesan kecil untuk melestarikan lingkungan dan menanam pohon  yang kami bagikan,
 
maka kalau saat ini  kerusakan terumbu karang, kerusakan hutan akibat kebakaran dan penebangan liar, kerusakan ozon akibat kecerobohan 
pemakaian bahan kimia tertentu, kerusakan  kadar oxygen akibat asap asap industri ,
kerusakan kwalitas air sumber dan sungai akibat limbah industri dst dst telah semakin parah, 
ini adalah Kesalahan Kita Semua, termasuk  Anda dan saya !

alangkah pinternya bangsa semacam Amerika yang menjaga utuh SDA nya tetapi 
" memeras " SDA negara negara lain dengan 
kemasan Kerja Sama Bilateral dst dst.
 dan yang lebih parah adalah kita sebagai pemilik SDA yang mereka incar ternyata sangat lemah menghadapi pasal pasal yang tertera dalam kontrak kontrak kerjasama 

mengapa?
 karena sudah pasti kontrak kontrak itu disertai Iming Iming Tertentu Bagi Pejabat Pejabat Yang Terkait ( kasus KPK yang melibatkan perusahaan asing dan pimpinan MIGAS kita 
adalah salah 1 contohnya )


 saat itu saya " mengamuk " sepulang dari Timika, Jayapura, Ambon,  dll sebab kita mendapat pameran sebuah " kebodohan anak bangsa sendiri " dihadapan manajemen asing.
 tulisan2 saya saat itu menandai sebuah protes atas " perampokan asing di Indonesia " ini, namun siapakah saya yang mampu mengetuk nurani pejabat yang berwenang? 
salah salah saya malah bisa mereka cari dan penjarakan akibat tulisan2 yang menggigit itu meskipun itu tidak terjadi. 

dan saya hanya bisa berharap bahwa kelak akan ada The New Admiministration di tanah air yang betul betul berani bertindak tegas dan 
menghentikan kontrak kontrak gila seperti yang terjadi saat ini ! 
hanya seberapa bagian dari penduduk lokal yang diuntungkan dengan adanya perusahaan  asing didaerah mereka dibandingkan dengan kerusakan permanen dari SDA kita yang sulit dihitung secara angka dan " unrepairable " ini ?

lalu pada pemilu yl kembali gusar hati saya menyaksikan dengan santainya para calon wakil rakyat menancapkan paku paku diatas wajahnya kedalam batang batang pohon !
 kalau mereka memang caleg sejati, pasti tidak akan melakukan ini sebab kesadaran kelestarian lingkungan sudah pasti mewarnai cara mereka berkampanye. 

lha kalau caranya berkampanye saja sudah merusakkan lingkungan, bila benar benar terpilih, apakah tidak semakin merusakkan lingkungan yang lebih luas artinya?

mari, memaknai Hari Bumi 22 April ini tidak sekedar membawa spanduk ke jalan jalan, tetapi memulai kegiatan cinta lingkungan itu dari diri sendiri, 
rumah , kampung, perumahan, desa, rt rw dst dst. 


masihkah kita memakai Hairspray? masihkan kita membuang sampah baterei sembarangan? masihkah kita lebih menyukai tas tas kresek dibanding tas kertas?
 masihkah kita seenaknya " kebal kebul " merokok disembarang tempat? 
masihkah got got didepan rumah kita mampet karena ketidak pedulian kita?
 masihkah kita lebih suka memiliki halaman yang sepenuhnya di semen/ beton dibandingkan tanaman kehijauan yang meresapkan air? 
masihkah kita memiliki kendaraan yang
knalpotnya brangbreng disertai asap yang menyesakkan ? dst dst.

  perubahan harus selalu dimulai dari diri sendiri sebelum merubah orang lain.
Selamat Hari Bumi, semoga bumi tercinta ini tidak semakin compang camping dan lelah menghadapi kebrutalan penghuninya yang tidak beradab.
amin. ( th )  

( foto foto diatas judul tulisan ) 
01. saya menjepret  tim kami di kawasan tambang Freeport
02. bumi Papua saya jepret dari cendela pesawat
03. saya dan seorang kolega dalam kereta gantung menuju Grassberg dan harus memakai 
seragam keamanan tambang : helm, jaket, kacamata, sepatu bot dll.

( foto didalam tulisan diambil dari google  )
01. kerusakan hutan
02. kerusakan terumbu karang direkam oleh tim dari Universitas Bengkulu
03. asap industri
   04. Save The Earth


Minggu, 20 April 2014






.. " 21 April,
 wanita pingitan itu telah bergabung di NASA , 
sebuah potret wanita Jawa " ..

usianya masih sangat belia saat wafat, 25 tahun, hanya berselang 4 hari setelah melahirkan putra I dan terakhirnya, dan putri bupati Rembang bernama Kartini itu tidak sempat menyaksikan putranya tumbuh dewasa pun tidak pernah menyaksikan wanita wanita Jawa yang dulu diperjuangkannya telah melesat bahkan mungkin melampui bayangannya.

sempat mendapat didikan Belanda karena status orangtuanya, yakni di Europese Lagere School/ ELS, Kartini ternyata hanya sampai usia 12 tahun boleh menikmatinya.
 diusia itulah ia harus masuk pingitan. lahir 21 April 1879, sudah tentu ini menyedihkannya karena sangat banyak yang masih ingin diraihnya dalam hidup. 



 penguasaan bahasa Belandanya, membuat Kartini banyak melahap majalah, koran, novel, buku buku sastra yang berat dll yang semakin membuatnya sedih membayangkan betapa bebasnya wanita wanita barat berpikir, berpendapat, bersekolah dan berkarir.  

 kesedihan ini tidak terbatas pada diri pribadinya, namun lebih pada kaumnya, wanita wanita Jawa masa itu yang seolah hidupnya terpasung adat, tradisi bahkan agama. 
bagaimana mereka ini dapat maju atau setara pria apabila begitu banyak " jerat jerat " dilingkungannya sebagaimana adat istiadat, tradisi dll yang umumnya 
" mengkerdilkan " peran wanita ?


kartini remaja tumbuh dalam pergolakan batin yang tak menemu jalan keluar kecuali curahan hatinya lewat surat surat panjangnya kepada beberapa temannya di Eropa antara lain kepada Rosa dan suaminya, Mr. JH Abendanon yang menjabat sebagai 
Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda .

 pemikiran2 besarnya melesat melampui jamannya dan  terkungkung tembok tebal di sekeliling pendopo ayahandanya, Kartini resah dan gelisah.

 penantian panjangnya untuk mendapat ijin menjadi guru di Batavia nyaris tercapai,
 namun pada Nopember 1903 Kartini membatalkan niatnya karena patuh pada kehendak ayahandanya untuk menikah dengan bupati Rembang. 
sebuah kontradiksi mengingat ketidaksetujuannya dengan tradisi pernikahan secara " paksa " dan bukan atas pilihan sendiri.

 beruntunglah Kartini karena ternyata suaminya mendukung cita citanya untuk mendirikan sekolah bagi wanita wanita, yang kelak bernama Sekolah Kartini . 
beberapa tahun setelah wafatnya, Yayasan Kartini yang didirikan oleh Van Deventer membuka cabang cabang Sekolah Kartini diberbagai kota antara lain
 Semarang, Yogya, Madiun, Cirebon, Malang dll.


surat suratnya yang berisikan pemikiran pemikiran seorang Kartini muda yang pada jamannya telah sedemikian maju dan visioner, mendorong beberapa penulis terkenal untuk merangkumnya dalam berbagai buku tentang Kartini. 

nama nama JH Abendanon, Armijn Pane, Pramoedya Ananta Toer, Joost Cote dll adalah mereka mereka yang berupaya keras agar pemikiran pemikiran besar Kartini 
dapat dibaca dan dipahami oleh bangsanya
 terutama kaum wanitanya.

disana kita dapat meraba dan merasakan " penderitaan " Kartini menghadapi kungkungan adat dan tradisi namun disaat yang sama ia juga bersikap patuh terhadapnya dan bahkan
 pernikahan nampaknya telah mengubah pendapatnya tentang adat dan tradisi .

 perubahan pemikiran ini oleh Armijn Pane ditangkap dan di terjemahkan dalam bukunya tentang Kartini yang di baginya dalam 5/ lima bagian " perjalanan pemikiran seorang Kartini " .

saat ini, kita tidak lagi heran melihat wanita wanita Jawa dan Indonesia umumnya, telah sedemikian leluasa memilih isi dari buku kehidupannya.
 sekolah? apapun bisa ! berkarir ? tinggal plih ! menikah atau tidak? terserah. 
pasangan hidup? kalau cocok, why not ? dst dst. 

betapa wanita wanita Indonesia sangat beruntung saat ini, karena pintu terbuka lebar lebar untuk menjadi apapun yang diinginkannya, sesuatu yang dijaman Kartini masih menjadi sebuah mimpi dan angan angan yang hampir mustahil meraihnya !

21 April tidaklah cukup hanya sekedar berkebaya dan bersanggul ala Kartini bila tidak disertai dengan sebuah pemahaman bahwa Menjadi Apapun Yang Dipilih Tidaklah Serta Merta Menjadi Super Woman Yang Kehilangan Kodratnya Sebagai Wanita ! 


 menjadi astronout seperti Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono ( yang karena meledaknya Challenger terpaksa batal meng angkasa ) atau presiden wanita   atau pembalap mobil wanita atau atau atau dst dst, silahkan ... !

namun setinggi apapun bintang dilangit, tetaplah Wanita Jangan Kehilangan Kodratnya sebagai Isteri, Ibu, Kekasih, Tempat Suami dan Anak Anaknya Mendapatkan Kasih Sayang , 
Kehangatan dan Kepedulian Tanpa Akhir, itulah sebenar wanita betapapun diluar rumah ia adalah seorang yang perkasa ataupun berkuasa. 

Kartini pastilah bangga dengan semua pencapaian wanita wanita bangsanya saat ini namun sekaligus akan sangat berduka bila kebebasan ini membuat wanita wanita  bangsanya kehilangan kodrat kewanitaannya dan bahkan " menjadi lebih pria dari prianya sendiri " .
semoga tidak terjadi, dan Selamat Memaknai Hari Kartini dengan lebih benar. 
( th ) 



( gambar gambar dari google )

01. Pramoedya Ananta Toer, Panggil Aku Kartini Saja
02. Masa kecil Kartini
03. Siti Soemandari Soeroto, Biografi Kartini
04. Lompatan Gila, pemikiran RA Kartini
05. Cinderamata dari Museum Jepara
06. Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono, charming, genius
07. Habis Gelap Terbitlah Terang

Jumat, 18 April 2014






 .. " Niki Kopitiam, monggoooo ..... "..

 menyandang nama " niki " bisa punya makna ganda.
 dalam bahasa Jawa yang agak kasar, " niki " berarti " ini adalah " atau " inilah " 
atau " ini loo ... " . maka saat ada kedai bernama Niki Kopitiam, juga sama, punya makna macam2, misalnya : "  ini lo Kopitiam ... " atau juga karena  punya sejarah yang berkaitan dengan Niki Echo, sebuah nama terkenal di jagad  catering  di kota Malang .

 jadi kalau kedai ini bernama Niki Kopitiam mungkin artinya kira kira  ; 
" ini adalah anak usaha  Niki Echo yang berkembang menjadi cafe  dan menawarkan Kopitiam pertama di Malang " hehe ( maaf oom, tante, kalau saya salah dihubungi saja ya 
per telepon  hehe ... )


 tapi jangan salah juga, meskipun mengandung kata " kopi " ternyata menu kopinya masih kalah banyak dengan menu menu Chinese Food dan Javanese Foodnya. 
naa ... tempat cangkruk yang satu ini ada di jalan Bondowoso, Malang dan termasuk pelopor2 tempat cangkruk modern ( lha yang ndak modern yang bagaimana?
 mungkin itu warung2 kopi yang masih banyak ditemukan di perkampungan atau desa2 yang menawarkan kopi asli tubruk dengan jajanan kampungnya yang menimbulkan 
air liur seperti pisgor, ketan bubuk dll  ! )

maka kalau ke Niki Kopitiam ini jangan khawatir soal masakannya, sebab pakar pakar catering ada dibelakang dapur e... diruang dapur . atmosfer yang terbangun disini memang cukup hangat untuk ngobrol2, juga pas untuk yang sedang ribut dengan pasangannya ( lho ? )
 sebab sambil ribut bisa menikmati menu menu Niki Echo e .. Niki  Kopitiam yang memang Echo naaa ... nunggu apa lagi? ( th )


 ( all photos taken by : th, Niki Kopitiam, Malang, February 2014 )

01. atmosfer yang hangat
02. hangout?
03. menu menu udang
04. light menu
05. vegetarian?
06. yellow and blue ?
07. 3G : Place, Prica and Food
08. monggooo ... 
09. rapat kantor pindah kesini?
10. tahu berontak, hmmmm ...
11. shake,shake










 


Kamis, 17 April 2014





 .. " Ups ... , ini memang masalah selera ! " ..

bicara soal bakso di kota Malang, tidaklah serta merta berarti semua kedai bakso itu okay. 
dan kalau kali ini saya hanya menulis pendek tentang bakso yang satu ini, yaitu 
Bakso Pak Man 
( hati2, di Malang ada " Cak Man " ada " Pak Man " ) yang berlokasi di 
jalan Cipto, Malang, bukan karena apa apa. 
masalahnya memang kembali pada yang bernama SELERA.

maka tidak perlu diperdebatkan panjang lebar kalau saya ternyata kurang sreg dengan rasa bakso bakarnya di Pak Man ini. mengapa ? entah saat itu kebetulan atau memang seperti itu adanya, buat saya bakso bakarnya ber aroma seperti obat ! ( moga2 saat itu hanya meja saya yang kebetulan mendapat aroma ini dan hanya terjadi saat itu saja )


 ini saya lo, sebab saya lihat yang lain2 juga asyik2 saja menyantapnya sementara saya terpaksa harus berhenti pada bulatan bakso bakar yang ke dua!
naaa ... kerabat yang semeja dengan saya lain lagi keluhannya, 
yaitu saat meminta tambahan kuah dijawab " ambil sendiri aja mas ... " dengan nada Kurang Ramah ( layanan mengambil sendiri ini sebenarnya menyenangkan asal disampaikan dengan nada suara yang ramah dan bukan nada memerintah atau ketus ! )

saat pulang dan menunggu kembalian pembayaran dan ditanya soal kembalian ini dijawab lagi2 dengan nada Kurang Ramah " tunggu aja dulu mas ... " 
lhooo, menunggu itu maksudnya bagaimana, apakah menunggu sampai ada yang membayar uang yang sesuai dengan kembalian itu atau sampai berapa lama? 

layanan kurang ramah agaknya belum disadari sebagai sebuah nilai minus dijaman persaingan ketat ini, tetapi apa boleh buat kalau memang seperti itu " standar layanan " nya .. 
mungkin saja pembaca punya kesan yang sama sekali berbeda, sangat mungkin, tetapi saya harus menulis apa adanya bukan? ( th )

( photos by : th, Bakso Bakar Pak Man, April 2014 )

Selasa, 15 April 2014





 .. " Bertemu Kang Dadang di Bumbu Desa " ..

siang atau tepatnya agak sore itu, saya bertemu Kang Dadang di Bumbu Desa,
 jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Malang. dari namanya, memang khas Sunda, dan Kang Dadang ini putih bersih dan sedikit kemerahan di dasarnya. 
lho, pasti saya dikira bertemu orang bule hehe .. yaa, Kang Dadang berada dalam sebuah gelas yang siang atau sore itu menemani menu Jangan Asem plus goreng ayam saya.

berlokasi ditepi jalan raya yang termasuk jalan padat lalin, warung Bumbu Desa ini mengusung warna khas Sunda dengan musiknya yang juga khas. 
tapi sepertinya hanya staf cowok yang agak " berbau Sunda " pada kostumnya meskipun padanan TShirt putih dan kopiahnya kurang pas hehe .. " tapi hari lain kami memakai kostum yang seperti di gambar dinding itu ", jelasnya oooo ... 


 maka setting warung inipun di " Sunda Sunda " kan seperti misal ada hiasan wayang golek dan copet e ... cepotnya, lalu juga deretan cerek atau kethel2 yang menarik. 
dan disini memang ditata secara prasmanan alias tamu dipersilahkan memilih sendiri menu menunya di meja prasmanan, kecuali minuman dipesan dimeja makan tamu.

lha namanya saja ayam, biarpun kita berkeliling sejagad raya dengan olahan bermacam rasa/ bumbu ya akhirnya tetap berasa ayam termasuk di Bumbu Desa ini. 
mungkin Jangan Asem nya yang saya suka karena banyak mengandung buah belinjo didalamnya. 

sambal ?
 ooo ternyata sudah disiapkan di mangkuk2 plastik kecil2, ada sambal hijau dan merah. 
ini agak saya sesalkan wong harapan saya sambal2 itu nanti saya colak colek dari cobek/ cowek, ternyata diambilnya dengan sendok, sayang sekali ! 
( apa bagian dapurnya males ngulek2 ya padahal pengalaman makan di kedai2 ala Sunda ini cobek nya khas, jadi nilai keseluruhan cukup 6 saja yaa  hehe .. )

tidak ada view yang bisa dinikmati ditengah kota seperti ini, jadi jangan berharap ada sawah atau hutan kecuali digambar gambar dindingnya, mungkin tanaman2 kehijauan perlu ditambahkan yaa .. naaa ... saat piring2 sudah bersih, akhirnya Kang Dadang harus saya tinggalkan saat mendung makin gelap sore itu.
( th )


( photos by : th , Bumbu Desa, Malang, April 2014 )

01. cerek cerek unik
02. menu prasmanan
03. copet e.. cepot
04. beberapa ekor ikan mas
05. jangan asem
06. cerek cerek cantik
07. atmosfer warung
08. kang dadang
09. atmosfer sudut lain
10. card menu
11. kasir bercerek