Minggu, 23 Maret 2014





 .. " Tidak sempat? Kesini saja ! " ..

" perbanyak minum vitamin C secara teratur, agar tubuh, kulit, dan pastinya jiwa ikut sehat ! " , demikian sering kita dengar, tetapi sempatkah kita melakukannya? terutama bagi yang super sibuk baik di kantor, kampus, dll bahkan 
yang dirumahpun kadang " tidak sempat " peras memeras nya. 

yang berupa minuman siap minum maupun tablet, rasanya masih kalah dengan yang fresh. maka kalau tidak sempat memerasnya sendiri , sekarang di Malang sudah bertebaran Jeruk Peras. dengan 5000,-/ gelas kita akan langsung menikmati 
sari 5/ lima jerukmanis yang segar dan sehat !

lha kalau yang beginian juga tidak sempat, ya baiknya didalam tas kita selalu sedia tablet vitamin C atau jeruk segar, jadi kalau pas berhenti di lampu merah bisa 
" dikerokoti " hehe ... selamat ber vitamin C !


( photo by : th, Jeruk Peras Segar , Malang, Maret 2014 )





.. " Monopoli, " kekurangan " nampan ? " ..

mungkin ini standar layanan termodern yang entah dicomot dari mana atau negara mana, saya yang jadul hanya " mlonga mlongo " sewaktu pramusaji 
membawakan pesanan menu kemeja saya tanpa nampan alias piring menu dipegang langsung dan diletakkan diatas meja.

itupun antara 2/ dua pramusaji yang berbeda , cara meletakkannya juga beda. yang pertama agak " kemlotak " jadi terkesannya " niii .. makan ", 
sedang pramusaji kedua sangat sopan dan meletakkannya perlahan sambil mengatakan " silahkan buu ... "

lepas dari adegan apa saja didapur seorang Chef yang bisa terjadi dalam menu pesanan kita, tapi rasanya " kurang sreg " saja menyajikan pesanan mamin tanpa nampan di satu tempat sekelas Monopoli Jalan Guntur  ini meski mungkin 
supaya terkesan " casual dan akrab " bak bro and sis pada tamunya . 




lha apalagi kalau piring tersebut berisi saus atau kuah, maka bisa saja jari jari pramusaji tersentuh saus/ kuah dan membuat rasa lapar berkurang atau 
bahkan hilang 
( tergantung kuku si pramusaji bersih apa enggak hehe .. )

pramusaji ke 3 kebetulan cewek yang mengantarkan minuman menjawab pertanyaan soal nampan ini :
" kalau makanan hanya satu piring memang disajikan tanpa nampan, kalau lebih dari 1 baru memakai nampan, tapi minuman selalu pakai nampan " .....

inilah problemnya orang jadul masuk cafe anak muda! 
pasti tidak ada seorangpun yang mempermasalahkan ini kecuali saya, tetapi ternyata tidak juga, sebab gerutu yang sama diutarakan oleh tamu lain yang tergolong masih muda sebetulnya, begini gerutunya :
" apa bedanya 1 piring atau lebih, nampan itu tidak membedakan isinya, tapi nggak enaklah kalau makanan apalagi berkuah disajikan tanpa nampan " ....

adegan itu terjadi di cafe atau resto atau apalah namanya, Monopoli, di pojok jalan Guntur atau Merbabu, Malang. saya sengaja kesana pada siang hari sebab pada malam hari rasanya sudah " sesek " sebelum masuk, selalu tampak bejubel ! 

siang itu hanya sekitar 30 orang sehingga saya bebas jeprat jepret dengan seijin staf disitu. cafe ini merupakan group dari Ria Jenaka yang ada dijalan Bandung maupun yang ada di daerah nDau, Batu. 
saat ini Monopoli juga membuka cabang baru di Jalan Soekarno Hatta yang 
sama ramai dan bejubelnya !

tak jauh beda dengan Ria Jenaka, menu menu di Monopoli ini juga beragam, 
mulai yang Chinese Food, Western, Indonesia, dll. 

minuman? 
waa .. ini hanya pinter pinternya meramu dan memberi nama saja, jadi kalau ada puluhan jenis minuman dengan nama nama unik bin aneh rasanya ya tidak perlu bingung sebab kalau sudah terhidang di meja, "ramuannya " ya itu itu juga, 
hanya kombinasinya di " wolak walik " jadilah ada yang bernama :
 Es Kumbokarno, Es Punakawan Punch dll. 



nama nama wayang disini memang lumrah sebab group Ria Jenaka ini nampaknya memang kental dengan falsafah wayang terutama Semar sebagai tokoh sentralnya.
disalah satu banner misalnya tertulis falsafahnya yang terkenal yaitu :
" Urip Kuwi Mung Mampir nGguyu "
( Hidup itu Hanya Sekedar Persinggahan Untuk Tertawa  )

 sebuah falsafah yang amat dalam maknanya, dimana rentang waktu seseorang 
saat tertawa hingga selesainya itu sangatlah singkat. 
tidak ada orang yang tertawa terus menerus seharian. 
paling lama mungkin 1 - 2 menit kecuali kita menonton komedi yang inipun tertawanya tidak terus menerus tetapi terhenti sebelum tertawa lagi dan terhenti lagi demikian berulang ulang.

maka sesungguhnya hidup ini sangatlah singkat dibandingkan keabadian nantinya.
 dan hidup yang singkat ini hendaknya terisi oleh hal hal yang  bermanfaat 
baik bagi diri sendiri maupun orang lain agar dalam keabadian nantinya kita 
tidak berada dalam sesal.

oya kembali pada menu menu, Ayam Betutu disini menurut saya nilainya ada pada 6.5, sedang Iga yang bersaus paprika menurut saya ada pada 7 tetapi terpaksa dikurangi lagi 1/2, jadi 6.5. kenapa ? 
karena pada bagian tertentu daging iganya masih agak alot dan tidak diberikan pisau sehingga kesulitan untuk memisahkan daging dari otot/"kulit"nya. 

" mbak, apakah iganya tadi diambil dari freezer?" ... " iya, mengapa ya buu ?" .. 
sedikit masukan saja bahwa ada baiknya dipersiapkan  2-4 porsi iga beku yang dikeluarkan dari freezer dan diletakkkan di pendingin biasa agar tiap saat tersedia  iga yang siap dimasak, 
supaya tidak " alot " dan tamu tidak menunggu kelewat lama.

" apa yang membuat Monopoli ini kalau malam kok sampai meluber luber pengunjungnya ?", saya penasaran, apa ada makanan/ minuman khusus atau apa? 
" ndak bu, ya anak anak muda aja suka nongkrong2 disini, juga musiknya " .... 
oooo ... 

naa  .. seperti halnya Ria Jenaka, disinipun kita temui banyak barang barang antik, seperti gramaphone, radio, iklan iklan jadul dll.
sebuah tempat hunting foto yang mengasyikkan terutama buat fotografer penyuka  benda benda jadul.

ya sudah begitu saja kesan saya tentang Monopoli ini. 
atmosfernya yang " casual " nampaknya menjadi salah 1 daya tariknya, juga ada area lesehan bagi yang suka " duduk bawah " .

dan dengan penataan kursi  meja yang demikian padat 
hampir tak berjarak, pada malam hari, dari jauh tamu tamu resto ini  terlihat mirip 
 " ikan pindang dikeranjang", alias padat merayap hehe .. 

naaa ... yang punya nampan berlebih bolehlah " disumbangkan " ke Monopoli ya hehe ...
( kepala sama isinya , pendapat boleh beda to ? ) 
( th )




 

 ( photos by : th, Monopoli Resto, Merbabu, Malang, March 2014 )
01. menu dari/ buat Big Bro dan Bang Toyib hehe ..
02. ayam menggerutu e.. betutu
03. sugeng rawuh dan sugeng lesehan
04. belahan jiwa e.. iga
05. atmosfer di teras taman
06. awas jangan salah baca !
07. menu menu ala Ria Jenaka
08. es Kumbokarno
09. hidup memang sangat singkat !
10. robinson
11. mainan?
12. pojok jalan guntur







Senin, 17 Maret 2014






.. " Yang Mencoba Bertahan " ..
 
jaman saya kecil dulu ( hahaha, silahkan hitung sendiri ya .... ) yang namanya Tukang Patri atau tukang soder itu sesuatu yang banyak ditunggu oleh ibu ibu rumah tangga.
 ada saja yang bisa dipercayakan pada TP ini. mulai panci, cerek, rantang, dll yang bocor apalagi kala itu belum mengenal jenis jenis peralatan dapur canggih seperti sekarang yang 
hampir tidak memerlukan lagi keberadaan TP.

tetapi ternyata saya masih dengan setia memakai beberapa panci jadul yang terlanjur enak dipakainya meski kompornya sudah beda. kalau dulu minyak tanah sekarang gas. 
lha ternyata sepertinya " power " nya gas ini berdampak pada panci panci jadul tersebut yaitu lebih rentan pada kebocoran dibagian bawahnya hehe ..
 maka sayapun berharap semoga dijaman seperti ini masih ada TP yang bisa 
menambal panci kesayangan ini.


lhoo ... ternyata doa terkabul ! 
suatu pagi, saat saya santai membuka buka halaman koran diteras rumah, saya dikagetkan oleh suara : " patriiiii .... patriiiii " ..... woiiiii, pakkkkkk patriiiii, 
saya setengah berlari mengejar bayangannya hehehe ....

 dan sebuah pemandangan langka saat saya menyaksikan TP ini  menambal panci saya dan diam diam saya membayangkan berapa anggota keluarga yang menunggunya dirumah 
setelah seharian memburu panci panci yang bocor, saya terharu ..

 ( tapi siapa tahu justru pak patrinya yang mungkin diam diam merasa " terharu " melihat panci jadul saya yang sudah sangat ketinggalan jaman hehe ..
 panci panci yang lain yang tersusun rapih di dapur dan jarang dipakai itu bagian bawahnya relatif mulus.beda dengan yang sedang ditambal ini, 
warna bagian bawahnya sudah " abstrak " dan bentuknyapun
 sudah " pating pletot "  hehe .. ) 

demikian hikayat panci yang hampir seusia saya ini, semoga kehadiran orang orang seperti pak patri ini masih akan terus mempertahankan usia panci yang satu ini ...


 siapa yang juga kebetulan punya panci kesayangan dan sedang menunggu hadirnya pak patri, boleh menanyakan alamat email beliau pada saya hehe .. 
" patriiiiiii ....... " ...... ( th )

( photos by : th, Tukang Soder 01/ 02/ 03,  February 2014 )

Minggu, 16 Maret 2014











 " Brawijaya , ( m )Batu Ketularan ( m )Bali ? " ..


perlahan tetapi pasti, kota Malang dan Batu berbenah mengejar ketertinggalannya dari Bali atau Yogya dibidang pariwisata. tertinggalnya memang cukup " parah " sebab
 baru dua tahun terakhir ini keduanya seolah " bangun dari tidur panjang " . 
ya sudahlah, daripada tidak bangun bangun masih mending terlambat bangun hehe ... 

hotel hotel berbintang, wisata kuliner, wisata alam, wisata budaya dll mulai menggeliat di Malang dan Batu. yang paling menonjol adalah menjamurnya hotel hotel berbintang plus dunia kuliner yang keduanya seolah bersaing ketat.

 


apalagi Batu punya kelebihan dibanding Malang dalam hal " kesejukan udara " yang sebetulnya ya sudah tidak sejuk lagi, terus juga view nya dan  bermunculannya berbagai ikon bertaraf internasional di Batu seperti Museum Museum, Secret Zoo, Eco Park dll.

 naa .. " virus " Bali dan Yogya nampaknya mulai menjalar juga di Batu, antara lain dengan  hadirnya Pusat Cenderamata terpadu, yaitu
 Istana Oleh Oleh dan Cenderamata Brawijaya. 





disitu wisatawan tidak perlu jauh jauh ke berbagai wilayah di tanah air, karena tersedianya bermacam souvenir dari beragam pulau di Indonesia.
 ada dari Yogya, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll di lantai II. 

sedang dilantai bawah pengunjung dapat memuaskan hasrat membawa Oleh Oleh nya diantara beratus jenis makanan / minuman ringan yang khas Batu, Malang dan sekitarnya. 
beratus jenis kripik buah maupun sayur, kacang kacangan, krupuk krupuk-an, kue kue kering, dodol dodolan dll.

buat yang membawa rombongan dan ingin menikmati view alam pegunungan Batu yang cantik, dapat terlebih dahulu melakukan reservasi sebab di basement dari gedung ini terdapat tempat lesehan yang luas dan mampu menampung sekitar 200 bahkan lebih tamu. 

di Pusat Oleh Oleh  yang sangat luas ini, semoga wisatawan yang berkunjung ke Batu maupun Malang, pulang dengan buah tangan khas yang sudah ditunggu tunggu 
" orang rumah " ! 
Oya, lokasinya ada di Jalan Diponegoro 74, Batu, Malang 
(  sebelah kiri jalan raya arah Batu ke Malang ) . 

naa .. sebelum ke Brawijaya, selamat membuat daftar panjang dari orang orang tercinta
 yang akan dibelikan oleh oleh khas Batu/Malang ... ! ( th  )



( photos by : th, Brawijaya Istana Oleh Oleh, Batu, Malang, March 2014 )

01. batik batik berbagai provinsi
02. mr. dower
03. asesoris
04. tas tas " blaco "
05. silahken ..
06. rombongan bis bis
07. atmosfer dalam toko


Sabtu, 15 Maret 2014









 .. " Soto Klaten, apa masih " sepupu " Pak Min Klaten ? " ..

sampai saya pulang dari warung yang satu ini ternyata belum sempat atau tepatnya lupa bertanya apakah Soto Klaten ini masih' mambu dulur '
dengan warung Pak Min Klaten yang terkenal dengan Sop Klaten nya? mengapa? 

sebab selain Soto dikedai ini  juga menjual Sop Klaten , bedanya disini tidak ada kata " Pak Min " nya, lho, bingung? ya sudah daripada bingung bingung lain kali saya akan bantu menanyakan dan kali ini kita langsung saja melihat menu menunya yaa ..

lokasi warung atau kedai bertajuk " Sop dan Soto Ayam Khas Klaten " ini ada di Jalan Raya Patimura Batu , komplek ruko, atau tepatnya jalan raya kearah kota Batu yang kalau dari Malang ada disebelah kiri jalan, berdampingan persis dengan warung " Mama's Kitchen " yang sudah saya tulis di blog yang sama sekian bulan yang lalu.



dengan  menu menu sop ayam pilihan yang " mak plek " dengan kedainya Pak Min Klaten,  maka  kedai ini menurut saya adalah 
" kloning " nya Pak Min e .. kedai Pak Min Klaten yang ini juga sudah saya tulis sebelumnya di blog yang sama ( silahkan menemukannya )

soal harga bolehlah kita mentraktir teman, sebab disini Soto Campur plus nasi 6000,- hingga yang termahal yaitu Sop Pecok Paha plus nasi 16.000,- . jadi harga sop ayam plus nasi yang pecok pecok : 
kulit, uritan, rempelo ati, ceker, paha, sayap, brutu dll ada diantara kedua harga tersebut. untuk minuman @ 2500,-

 

 soal Pecok Mempecok ini memang cirikhasnya. 
 jadi kita tidak perlu kesulitan menggigit nya karena sudah" di pecok/ di potong potong " kecil. dengan halaman parkir yang " nggedablah " kedai ruko ini memang nyaman untuk yang membawa kendaraan sendiri, 
juga jarak ke jalan raya yang cukup jauh membuat kita tidak bising. 

naa .. buat yang akan ke Batu atau dari Batu kearah Malang, silahkan mencoba dipecok e ...Sop Ayam Pecok ini dan kalau tertarik  ingin melihat bagaimana mereka meng " eksekusi " ayam ayam itu ya boleh
 saja melihat tangkasnya " pemecok-an " hehe .. ( th )

( photos by : th, Sop Soto Ayam Klaten, March 2014 )

01. suasana dalam warung
02. daftar harga
03. sop rempelo ati
04. es jeruk
05. ruko Jalan Patimura , Batu, Malang
06. soto klaten





Jumat, 14 Maret 2014





.. " Gelas Retak, Ditambal atau Dibuang? " ..

nasehat kuno mengatakan : " apabila engkau minum dari sebuah gelas retak, berhati hatilah sebab mungkin saja engkau akan terluka karena ada sisa retakan tajam atau bahkan pecah ketika engkau memegangnya " . 
 maka sebaiknya diapakan?
ditambal? bila masih mungkin, tetapi butuh perakat yang ekstra kuat sebab gelas retak ini tidak akan lagi pernah sama dengan dulu saat masih utuh, ia menjadi sangat rentan ketika diisi dengan cairan dingin, hangat apalagi panas. ia telah merapuh.
 ia sudah berbeda.
 maka, daripada :
bibir kita terluka terkena goresan gelasnya, atau tangan kita berdarah terkena pecahannya, atau bahkan melepuh saat gelas retak berisi air panas dan berkeping keping ditangan,pilihan terbaik nampaknya memang hanya satu :
membuangnya,
betapapun ia adalah gelas kesayangan yang bahkan hanya ada 1 didunia karena keunikannya.
lalu ada yang mencoba menawarnya : 
" bagaimana kalau setelah ditambal ia tidak lagi dipergunakan dan hanya disimpan di bufet dapur sebagai koleksi/ kenangan?"
tentu tidak salah, boleh saja. 
 tetapi namanya saja " koleksi atau kenangan " yang setara dengan museum, ia tak lebih dari sebuah sejarah bahwa ia pernah ada.
namun ia sudah tidak menempati posisi sebagai " yang diperlukan ", 
ia telah tergeser.
 demikian hikayat pendek gelas retak, yang bisa saja ia bersedih karena telah menjadi retak dan tak lagi " dipedulikan atau dibutuhkan ", apa boleh buat, sebab keretakannya berpotensi membahayakan si pemakainya.
 hanya kebesaran hati dan jiwa yang akan mampu menerimanya, bahwa keretakan sebuah gelas bukanlah akhir segalanya, 
tapi masih ada pilihan untuk mencari yang utuh dan meletakkan yang retak dalam album riwayat semata karena pertimbangan " keamanan " .
yang demikian itu lah " harga " sebuah keretakan.
( th )


( gambar gambar dari google )

Senin, 10 Maret 2014








.. " Khilaf atawa Karakter ? " ..

Khilaf itu manusiawi. Khilaf itu dapat menimpa setiap kita, tidak ataupun disengaja. 
Khilaf itu tidak terjadi setiap saat atau hari. Khilaf itu bila tidak disengaja, merupakan sesuatu yang sangat bisa dimaafkan betapapun beratnya kesalahan.
dan bila  Khilaf itu disengaja, pun masih mungkin bisa dimaafkan karena " motiv " nya biasanya tidak jauh jauh dari sikon yang mendesak/ darurat,
 kecemburuan, sakit hati, dendam, marah dan sejenisnya, yang inipun tidak terjadi secara rutin atau sering, namun lebih bersifat spontan, namanya saja Khilaf.

lalu ada jenis " khilaf rutin " namanya. ini mahluk apa ? ini adalah jenis Khilaf yang terjadinya tidak sesekali, tetapi Berkali Kali bahkan nyaris " rutin " . 
contohnya ? seorang pria berkata sambil bergaya " memelas " dan " penuh penyesalan " pada pasangannya  :

" aku tahu ini bukan kekhilafanku yang I, aku memang salah karena mengulangi kejadian yang sama dengan yang sudah sudah. namun tolong beri aku kesempatan memperbaikinya lagi, percayalah ini adalah yang terakhir kalinya " ....
 ( persis naskah sinetron hehe ... )

lha si wanita sejenak dua jenak " ketap ketip sambil mengelus dada yang tidak segede Jupe " , dalam benaknya berkecamuk antara Pemberian Maaf untuk yang kesekian puluh bahkan ratus kali atawa memberikan Surat Pemecatan Tidak Hormat . 

" khilaf kok ber ulang ulang dengan kesalahan yang sama dan dalam rentang waktu yang pendek? dua tahun terakhir ini saja terhitung sudah terjadi puluhan kali, belum lagi kalau dihitung mundur, weleh, mungkin kalender bisa penuh dengan bulatan2 merah yang
 menandai terjadinya kekhilafan rutin ini " .

maka, daripada berurusan dengan dokter Spesialis Jantung dan masuk UGD, si wanita lebih memilih menandatangani SPTH/ Surat Pemecatan Tidak Hormat  seraya berkata :

" saya ingin melihatmu bahagia dengan sepenuh kemerdekaanmu. kamu tidak perlu lagi setiap kali minta maaf dengan sangat memelas itu, 
karena itu hanya memanfaatkan sisi lemah saya sebagai wanita
nikmatilah kebebasan yang kamu selalu inginkan, karena ratusan kali kesempatan yang sudah pernah saya berikan ternyata tidak membuatmu bahagia, padahal saya ingin kamu bahagia, sebagaimana saya sendiri yang juga menginginkan hal yang sama.
 marilah kita sama sama membuat Kekhilafan Yang Terakhir Kalinya yaitu 
Mengambil Jalan Masing Masing. 
mungkin saja ini bukan hal yang benar, tapi bisa saja inilah yang terbaik " .


naa .. itu cuma sekedar contoh adanya Kekhilafan Rutin yang sebenarnya adalah sebuah Karakter Permanen. si pria kebetulan adalah tipe " penikmat rumput hijau di halaman tetangga maupun dihalaman tetangga luar komplek perumahannya " yang tiada mengenal batas akhir. 

tetapi si pria masih ber argumen bahwa :
 " kekhilafan rutin itu sudah ada dalam DNA saya alias warisan dari sononya yang
 tidak ter elakkan " ( cieeee .... ) .
soal waris mewariskan ini bisa saja seperti itu, tetapi manusia juga sekaligus diberikan 
Akal dan Kemampuan Mengontrol Diri agar tidak se level dengan 
si Meong atau si Hung Hung ... inilah bedanya!

dalam rak buku saya ada bermacam ensiklopedi Psikologi, juga ada bapak anak, Sigmund Freud dan Anna Freud ( Die Schriften der Anna Freud, 10 buku ) . 
namun saya tak hendak ber teori muluk2 sebab akan menjenuhkan bagi yang tidak suka psikologi. maka bahasa yang saya pakai sungguh adalah bahasa temuan saya sendiri, untuk memudahkan hal yang ruwet, dan bukan meruwetkan hal yang mudah hehe ... 

maka taklah perlu heran bila ada pasangan ber label " Cinta Sejati " tapi kok tiba tiba  terjadi Pemecatan Sepihak, lha inilah sebabnya, Kekhilafan Rutin.

 jadi kalau merasa sulit untuk menjadi Malaikat Terus Menerus  yang dituntut penuh kesabaran dan sangat pemaaf terus menerus, sebaiknya diadakan Konferensi Terbuka untuk
 menetaskan keputusan keputusan yang adil bagi semua pihak 
( Win Win , bukan pak Winarno lho ... ) . 

sama halnya dengan KDRT, sekali pernah memukul, masih bisa dianggap khilaf, lha tapi kalau itu rutin tiap bertengkar selalu ada selingan " live KDRT " ( bukan live - music ) 
ya sebaiknya secepatnya dikeluarkan SPTH sebelum gegar otak !

 adakah orang orang terdekat kita yang berpotensi KR/ Khilaf Rutin ini ?bila ada, seberapakah kita sanggup hidup berdampingan fisik mental didekat mereka ? 
setiap manusia memiliki Hak Untuk Bahagia dan Hak Untuk Memiliki 
 Ketenteraman Lahir Batin, maka :

" persiapkanlah SPTH bila memang perlu untuk siapapun mereka, karena
 penganiayaan mental dan psikis itu lebih berat dibanding pisik ! "
selamat mengetik SPTH! ( th )
( gambar2 dari google )