Kamis, 12 Desember 2013




 .. Selamat Memasuki Belantara Penyesuaian ! ..

Putri sayang,
saya amat terharu saat bulan yl menyaksikan kalian berdua menjalani prosesi Panggih di resepsi pernikahan kalian, setelah hari hari sebelumnya disibukkan oleh acara 
pengajian, siraman , midodareni dll. maaf sebesar besarnya bahwa akhirnya saya tidak dapat mengejar waktu untuk acara siramanmu seperti yang saya janjikan karena waktu yang sudah cukup larut saat saya mendarat. saya tahu, kamu kecewa.

sebagai anak yang lahir dan besar di kota metropolitan dan saat dewasa juga tenggelam dalam roda kesibukan bisnis di jakarta yang tak pernah tidur, diam diam saya bangga bahwa kalian ternyata masih sangat menjunjung tinggi tradisi. 

saling melempar daun sirih,  menginjak telur dan membasuh kaki suami, sungkeman, kucar kucur dst dst adalah bagian dari rentetan upacara Panggih yang cukup " njlimet " namun sebagai " manusia modern " ternyata kalian tidak alergi pada itu semua!
saya sulit menahan tangis  terutama disaat sungkeman itu.

serasa waktu lewat terlalu cepat dimana baru kemarin rasanya kamu masih berlarian kesana kemari, berebut mainan, merengek, dst. dan sebagai bungsu dari 3 bersaudara, rasanya Putri juga masih seperti dulu, manja, sedikit keras kepala ( hehe ... ) 
namun sangat mandiri dan cerdas ! 

saat remaja dulu saya ingat kamu sering mengeluhkan pertumbuhan bulu bulu ditanganmu yang menurutmu " maskulin " dan " kurang wanita " . sulit aku saat itu meyakinkanmu bahwa 
justru dengan bulu bulu yang ekstra itu kamu nampak sangat sexy 
karena tidak setiap wanita dikaruniai seperti itu, I mean it ! 

lalu sering kali keluarga besar kita memberi julukan bahwa kamu adalah " fotocopy " saya, bukan di wajah lo karena kamu sangat cantik dan saya tidak, tetapi maksudnya adalah karakter. iya to? hehe ... ya wajar saja wong kamu adalah putri dari mas ku dewe hehe ...

Putri yang cantik,

saat ini kamu sudah bukan lagi Putri yang kemarin, kamu adalah seorang istri dan kelak adalah ibu dari anak anak kalian yang semoga lekas dikaruniai yaa... 
honeymoon kalian sudah lewat, maksudku setelah resepsi kemarin kan langsung sambung bulan madu, dan harapan saya itu bukan hanya seminggu tetapi sepanjang hayat kalian! 

kalau dulu Putri dimanjakan ortu, sekarang ada suami yang memanjakanmu dan sebaliknya. kalau dulu ada ortu yang mengingatkan Putri untuk bangun sholat subuh, 
mudah mudahan sekarang kalian bisa saling mengingatkan 
( maklum, pengantin baru hehe ... ). 

kalau dulu Putri suka marah bila ada yang jorok dirumah dengan menaruh kaos kaki bekas pakai atau handuk basah seenaknya diatas tempat tidur, 
mungkin sekarang suami harus mengikuti Putri's rules dan sebaliknya ada juga suami's rules yang belum kamu kenal sebelumnya karena baru sekarang kalian satu atap 24 jam.

Putri sayang,
kinilah saat saat penyesuaian itu. 
dari hal yang paling sederhana hingga yang paling serius ada dihadapan kalian untuk saling di sepakati bersama. perbedaan perbedaan dari kebiasaan di
 lingkungan masing masing, kesukaan atau hobi, selera makan dan menata rumah,
 cara mengatur keuangan bersama dst dst. 




mungkin engkau bisa berkata " aku sudah mengenalnya jauhhhh sebelum menikah " mungkin itu tidak salah. namun dari pengalaman pribadi maupun orang lain, yakinlah bahwa yang
 " engkau kenal " itu terkadang 
" belum engkau kenali sepenuhnya bahkan hingga anak anak lahir dan besar ", 
pernikahan memang menyimpan banyak kejutan.

beruntunglah bila ternyata " kejutan itu tidak terlampau mengejutkan ", tetapi bila iya, maka cobalah bersabar dan memahami. bila engkau tidak mampu menemu jawaban,  berbicaralah kepada suami dengan lembut dan sabar agar engkau peroleh jawaban. 

kamulah yang paling tahu saat terbaik untuk berdialog, bermanja, bersantai, dst dan beri dia kesempatan berbicara ( ingat : tidak ada suami yang suka kepada pasangannya yang
 tidak mampu menjadi pendengar yang baik. 
bayangkan adegan adegan film yang mempertontonkan kebawelan isteri yang melelahkan suami, sehingga suami mencari kesejukan diluar sana,  jangan ini pernah terjadi! ).

bila keberuntungan karirmu sedang diatas suami, tetaplah menjadi istri yang berbakti dirumah, karena jabatan hanyalah pinjaman sementara sedangkan isteri itu
 jabatan seumur hidup!

senyuman mu yang segar dengan secangkir teh hangat disaat dia pulang bekerja adalah sesuatu yang akan selalu dia rindukan. jangan lupa, bila perlu tanyakan pada ibunya resep masakan kesukaannya agar suamimu merasa selalu " dirumah " ,
 bersahabatlah dengan mertua.

pertengkaran? 
ah, itu hal biasa, namanya juga dua pribadi yang berbeda dan sedang mencari " warna " bersama. yang penting jangan tertunda tunda bila ada masalah, supaya suasana rumah tetap hangat dan terjaga ! 

Putri " anakku ",
tips kecil ini semoga bermanfaat karena itu terambil dari perjalanan pribadiku yang mungkin kamu tidak sepenuhnya sependapat, tapi aku yakin Putri memahaminya.
 pun bila badai datang tidak terelakkan, badai akan terus bergerak dan berpindah untuk akhirnya pergi dan menghilang!

naaa, semoga kalian mampu menikmati perbedaan perbedaan yang ada dan menemu bahagia karena ternyata perbedaan itu memperkaya batiniah !

Putri,
masuki belantara kehidupan dengan senyuman, sebab kalian akan saling 
mengingatkan dan menguatkan, amin.
doa saya dari jauh : th. 

( keterangan foto, all taken by : th )

01. Putri dan suami usai akad nikah.
02. Putri sungkem Ayah Bunda saat resepsi.

Rabu, 11 Desember 2013

                  
                

.. Sate Gulai ala Tumpang ..


dalam perjalanan pulang ke Malang dari Sumur 7 di arah Bromo, saya menemukan sebuah kedai sate gulai kambing yang terlihat ramai. bak " ada gula ada semut",
 sayapun ikutan jadi semut meski belum tahu seberapa manis gulanya hehe ..

 sepintas spanduk kedai mereka sangat mirip dengan spanduk dari Shake and Steak, 
hitam kuning.  naaa ... kebetulan perjalanan cukup memeras enerji,




maka saya langsung saja " tancap gas " meski soal kambing ini harusnya lebih hati hati karena " konon " banyak efek sampingnya misalnya : rasanya yang enak, gurih dst hehe .. 
( soal kolesterol menjadi nomor sekian , lho .... ? )

soal rasa, seperti lazimnya kambing dimanapun, sate gulai disini memang yummyyyy ... 
maka,  buat yang sedang dalam perjalanan kearah Gunung Bromo dari Malang, bolehlah menunda makan siangnya di Malang untuk
 mencicipi sagulkam  di Tumpang  ini ..... !




 lokasinya adalah sebelum Pasar Tumpang, tepatnya di kompleks ruko " Tumpang Makmur ", mengusung nama kedai " Sate Gulai H. A. Bakar " ...... penasaran? yukkkk .... ( th )

( keterangan foto, all taken by : th, des. 2013 )

01. Sagulkam
02. Ruko Tumpang Makmur, Tumpang
03. H. Abu Bakar
04. Krengseng Kambing




 .. " Sepelot, 100 km  berburu oxygenmu "..
( 12/12 )

kota Malang makin macet, sumpeg, ruwet, siapa bisa membantahnya? maka kalau paru paru sudah makin sesak oleh pembuangan gas beracun dari knalpot knalpot, tidaklah heran bila semakin banyak orang yang menetapkan week-end sebagai 
Hari Berburu Oxygen alias mencari udara segar diluar Malang. 

jumlah kendaraan yang semakin menggila dan umpel-umpelan dijalanan malah tidak membuat orang bisa lebih cepat mencapai tujuan. lha yang lebih cepat malah mereka yang memakai Kaki sebab tidak perlu ikut umpel umpelan. kalau sudah begini, untuk apa orang memiliki kendaraan, bukankah dengan sepeda onthel akan jauh lebih cepat dan ramah lingkungan?

 naa ... maka pada hari Minggu kemarin, ditengah cuaca mendung, sayapun tetap nekad berburu oxygen kearah selatan kota Malang tepatnya di selatan Dampit, yakni Tirtoyudho dan masih ke selatannya lagi hingga desa Kepatihan , menuju sebuah pantai yang namanya " aneh " : Sepelot. jadi total kalau dari Malang pantai ini berjarak sekitar 100km ( sebagai perbandingan, dari Malang ke pantai Sendang Biru itu sekitar 80km ). 





 jangan tanya sempitnya jalan pada sekitar 20km terakhir meski dua truk bisa berpapasan tetapi harus pompa adrenalin sebab kemarin sudah saya lihat ada  satu yang  terperosok dan nyaris melorot kebawah!aspal memang cukup terawat tetapi kanan kiri jalan masih tanah 
sehingga disaat hujan cukup becek dan licin , jadi perlu ke hati hatian.

soal view, lumayan meski disini lebih banyak perbukitan dan hanya sedikit jalanan melewati rimba. pada sekitar 5km sebelum pantai, saya mendapat sebuah sudut jepretan yang luar biasa karena sebagian pantai terlihat jauh dibawah dengan begitu cantiknya!

 saya memanjat sebuah tembok yang entah itu bekas apa dan dengan susah payah saya berusaha menjepret dari sudut tak terduga ini, semoga bisa buat oleh oleh sebab cuaca saat itu sangat mendung dan rintik rintik.




 saat sampai di pantai, saya melihat deretan perahu nelayan sekitar 30 buah dalam keadaan dibalik. " pak, apa tidak ada yang melaut?" dijawab " ombak pas agak besar bu, jadi hanya mancing mancing deket deket saja, tapi kalau ketengah biasanya ikannya dibawa ke Sendang Biru dijualnya disana ... " ... oooo ...
 " lho lha  nama Sepelot ini artinya apa to pak?" ... lagi dijawab " ndak ngerti juga bu, sudah dari dulu sih gitu. katanya yang dulu mbabat alas itu orang tua yang kalau ditanya nama pantai jawabnya ya gitu sepelot, jadi orang orang ngikut saja ... " ..oooo....

saat menikmati ombak yang tak seberapa besar dibanding Bajul Mati dll perut saya mulai merasa " kriwik kriwik " dan menemukan Nasi Pecel yang luar biasa disebuah warung kecil yang lumayan resik ( saking bersihnya sampe makan pecel dengan aroma cat sebab warung sedang dicat disana sininya hehe ... ). 

nasi pecel, peyek, tempe, krupuk, ombak dipantai, karang cantik didepan dan disebelah kiri, bocah bocah desa kecil yang bersliweran lucu, keramahan penduduk desa, pisang pisang yang berserakan dipasir karena didesa sedang panen pisang, udara laut yang membesarkan pori pori paru, laaa, apa lagi karunia yang masih kurang? 
sungguh tidak ada, ini sudah  lebih dari yang saya butuhkan, alhamdulillah.....





 bapak yang sedang asyik mengecat warung saya tanya " mboten pados ulam pak?" ( tidak turun mencari ikan to pak?) ... " o ... mboten.ombak ageng. saya ini aslinya kalimantan ... " ... lho?
tanpa ditanya bapak ini bercerita kisah merantaunya hingga ke Sepelot ini, luar biasa ..

terus terang kali ini tidak seperti tradisinya bahwa saya mengejar ombak, karena saya menemukan kecantikan lain dari pantai ini. 
disebelah kiri hingga ujung pantai yang terbatas oleh karang, ada semacam " danau kecil " dengan air yang sangat tenang tetapi masih dimanfaatkan penduduk setempat yang ingin menyeberang keperkampungan sebelah. anjing anjing berenang disitu, kapal kapal semacam kano satu dua kali menyeberangi " danau " ini .

satusatunya yang saya sesali adalah tertundanya rencana menuju Air Terjun yang ada di pantai ini. saya berbicara kepada penduduk setempat yang siap mengantar melewati perbukitan,
 tetapi saya urungkan dengan mendung yang cukup tebal bahkan rintik rintik  plus resiko kamera terkena air yang tas kedap airnya kebetulan tidak terbawa. 
( semoga lain kali bisa yaa ... )

 selanjutnya adalah Ritual Rutin Dipantai : tidur ... hehe . .
 perut kenyang dan terkena udara laut membuat siat-siut dan blek , mungkin saya sudah sampai di langit ke 7 hehe ... saat bangun, mendung masih tetep seperti tadi dan jam menunjuk 14.40, saatnya " ringkes ringkes " sebab kalau betul betul " mak bresss " 
pasti si mini saya kewalahan dikepung lumpur hehe .. perhitungan saya tak meleset, dimana mana lumpur mulai bermunculan dari rintik rintik selama berjam jam tadi dan truk truk besar kearah Malang bermuatan tebu dll menambah lambannya perjalanan dengan lebar jalan yang 
begitu sempit ... o lala .. 




( disini keuntungan si mini, tidak khawatir ke gores gores sebab kemungilannya membuatnya mudah berpapasan dengan raksasa2 hehe ... ) . saat berangkat tadi jalanan lebih didominasi oleh area yang menukik turun, maka disaat pulang ya sudah wajar bila jalanan menanjak nanjak terus, bahkan tidak cukup nanjak tapi juga berkelok kelok, 
jadi disarankan untuk selalu waspada berpapasan disaat menikung nikung!

Sepelot, hanyalah salah satu diantara sekian puluh pantai yang ada digaris pantai selatan Malang. ingin rasanya menelusuri semuanya , tetapi ada beberapa yang medannya membutuhkan kendaraan khusus semacam 4X4WD itu, naaa .. siapa mau meminjamkannya kepada saya selama setahun gratis  hehe ....? ( boleh dianggap guyonan juga boleh serius hehe .. )




sisi kecantikan Sepelot memang beda dengan pantai pantai lain di selatan Malang, tetapi saya merekomendir bahwa perjalanan kesana plus di pantai dan ( konon juga ) air terjunnya
 pasti tidak akan mengecewakan ! 

warung warung mamin cukup tersedia, juga wc umum yang gratis, parkiran lumayan aman, dan saya tidak melihat adanya loket masuk alias gratis gratis saja, ada area pepohonan untuk santai, perahu perahu yang dapat disewa untuk berkeliling, 
ombak yang tak terlalu tinggi serta adanya
 " danau kecil " tadi , semuanya siap untuk memanjakan Indra kita , sejenak lepas dari keruwetan dan kemacetan kota Malang yang kian sumpeg .... !
ayoo ..ajak temen temen ramai ramai ke Selepot e.. Sepelot  yaaa ..., siapa tahu ada yang mau ber Tahun Baru menyepi disini? ( th )

( keterangan foto, all taken by : th, des.2013 )

01. breathtaking view of Sepelot ...
02. " the way we were " ...
03. sometimes calm, sometimes wild ...
04. nasi pecel on the beach ...
05. sepelot ...
06. the swimming dogs ....
07. sepelot on kanvas editing ...
08. trees, wave and fresh air , what else we need? ...
09. the waves, not too wild but sending you peacefully atmosphere ...
10. about 5km before the beach, Sepelot from far away ...
  

Selasa, 10 Desember 2013






 ( The Lost Poems )

.. "  cadas  " ..

berabad ..
engkau coba hempaskan aku ..
dengan sepenuh dayamu ..
yang terbungkus dalam muslihatmu,
namun,
tak juga  robohkan dinding dinding ini,
...
mari,
datanglah lagi, 
dengan juta dongeng peri
yang membuatku kepayang, 
hingga aku kelu,
dan tak mampu bicara,
...
namun petir berbisik,
'engkau bakal terhempas  dahsyat '
..
 terpana,
beribu tanya, 
namun waktuku tak banyak tersisa
saat dinding dindingku memerah dalam jawab :

" ... coba saja, 
kikis habis dayamu,
biar tak lagi tersisa muslihatmu,
karena
aku masih disini,
hingga surya enggan terbit 
dan engkau bukan lagi pemilik ombak ... "

( 11 des. 2013, 02.07 am / th )
( foto oleh : th, pantai ngliyep )




.. mau cari ilmu, malah teraniaya ..
( sebuah potret suram dunia PT ditanah air )

hari ini di beberapa harian lokal di Malang diramaikan oleh berita meninggalnya mahasiswa baru ITN, Fikri Dolasmantya Surya yang diduga mendapatkan perlakuan tidak layak dari para seniornya dalam masa ospek.

 bahkan menurut artikel di Tribunnews.com perlakuan tidak senonoh para senior Fikri terhadap para maba itu sudah melampui batas. tercatat  misalnya sewaktu melakukan kegiatan di Pantai Goa Cina Malang selatan, para maba dipaksa 

( maaf , mudah mudahan hanya seolah olah ) berhubungan badan sejenis, makan dengan tangan yang terlebih dahulu dibenamkan ketanah sampai kotor dan hitam, dipaksa minum air laut hingga kembung dst dst . 

adapun yang lebih mengagetkan lagi adalah apa yang ditulis lensaindonesia ( @licom/mhbc ) yang saya baca sekian menit yang lalu tentang temuan foto program ospek yang diperkirakan dibuat setahun yang lalu. disitu menggambarkan adanya 
adegan sejenis " pemerkosaan " maba ( saya schock melihat foto ini, karena rasanya tidak mungkin itu terjadi disebuah kampus atau sekolah manapun walau itu adegan rekayasa sebuah ospek namun secara etikanya hal itu sudah sangat diluar nalar normal! ). 

masih belum jelas dimana kejadian dalam foto itu , namun semoga segera menjadi jelas agar kasus serupa tidak akan pernah terulang dimana dan kapanpun. 
kesan apa yang harus diperoleh para siswa/maba ketika cara cara " pembinaan " oleh para seniornya justru meruntuhkan moril?

ini bukan kali pertama kita mendengar perlakuan perlakuan diluar batas kelayakan dari para senior kepada maba di banyak kampus ditanah air.   yang  sadis  semacam yang terjadi sekian tahun lewat di STPDN rasanya hanya  Indonesia yang memiliki program ospek dengan agenda tunggal : " aniaya fisik mental para maba kalau perlu hingga tewas "
begitukah kira kira?

berita berita seputar kehidupan kampus ditanah air pada beberapa tahun terakhir ini memang sangat memprihatinkan. tawuran antar mahasiswa, pembunuhan antar mahasiswa, aksi anarkis mahasiswa, dosen dan guru besar yang koruptor dan yang meninggal saat ospek pun menambah catatan suram Perguruan Tinggi ditanah air.

ada apakah sebenarnya kampus kampus ditanah air ini? mengapa seolah tidak ada sebuah Gerakan Nasional yang mampu mengembalikan fungsi kampus sebagai sebuah Taman Ilmu Yang Penuh Kedamaian dan Kejujuran sebagai sebuah kawah candradimuka nya para calon pemimpin bangsa? wahai, sebenarnya kemanakah para pakar sosiologi, psikologi dan kriminologi kita yang diharapkan dapat mendisain sebuah program nasional yang dimaksud?





dimasa lampau, kekerasan fisik dan mental semasa ospek juga pernah saya alami hingga dua minggu dan berat badan turun cukup drastis. jam 5 subuh hingga lewat tengah malam adalah keseharian yang menguras enerji belum lagi tugas tugas mendadak yang serba rumit dan mencari bahan bahannya pada lewat tengah malam. 
untunglah toko toko tertentu 
di sepanjang malioboro agaknya sudah sangat hafal dengan tradisi ospek ini sehingga mereka rela buka hingga lewat tengah malam untuk melayani berbagai keperluan
 ratusan ribu maba yang malang dan datang dari segenap penjuru tanah air ini.

mata tertutup dan badan diluncurkan keatas lantai disebuah ruangan gelap yang dilapisi kanji / sejenis tepung yang dimasak hingga mengental menyerupai perekat/ lem, maka bisalah dibayangkan kengerian maba sebab semuanya serba gelap gulita dan licin.

tapi itu tergolong masih sangat ringan dibanding  lain lainnya yang lebih keras dan sadis yang dialami teman teman seangkatan saya dari jurusan jurusan lain. tahun itu kegiatan ospek  diseluruh tanah air akhirnya dinyatakan dilarang gara gara tewasnya seorang maba di sebuah kampus di surabaya yang terkena siraman air keras seniornya !

saat " malam pembalasan " sebenarnya saya sudah berniat membalas dendam! tetapi akhirnya luluh karena para senior mendahului meminta maaf kepada para maba meskipun masih ada yang memberikan hukuman pada senior senior yang dianggap kelewat kejam. 

maka apabila tradisi " kejam " dan " tak berguna " ini ternyata masih dilanjutkan hingga saat ini, rasanya sangat Norak bahkan Tidak Layak Dilakukan Mahasiswa sebagai panutan adik adiknya yang masih di SMU dll. 

masih banyak cara lain yang lebih positif kalau yang dimaksud adalah  untuk membina mental dan fisik para maba. kegiatan kegiatan semacam 
outbond misalnya, atau pengenalan pada SDA tanah air dengan segala permasalahannya untuk membuka cakrawala berpikir sebagai mahasiswa pengawal kekayaan alam tanah dan airnya ! 

mengajak mereka menjaga kelestarian terumbu karang, tanaman bakau sepanjang pantai, menanam pohon pohon dibukit bukit gundul, 
membina anak anak jalanan agar gemar membaca dan berbahasa asing, dll dll adalah jauh lebih bermanfaat daripada acara bentak membentak serta tendang menendang yang bisa berpotensi pada gangguan fisik, mental bahkan dapat berakibat fatal : kematian !

keinginan para senior untuk menjadi yang Superior dihadapan para maba, dapat dialihkan dalam bentuk bentuk yang lebih sesuai dengan level intelektual mereka. seminar, training, workshop dll merupakan ajang dimana para senior sebenarnya
 dapat menjadi mentor mentor yang handal bagi para maba dan justru akan mengundang respek dibanding bentakan2 yang hanya mengundang rasa dendam dan sakit hati.

mungkin telah saatnya para Rektor PT ditanah air menyatukan kesepakatannya untuk menghapus atau mengubah bentuk ospek kesuatu program yang lebih bermanfaat bagi semua pihak, bagi kampus itu sendiri dan bahkan bagi masyarakat serta
 pemberian sanksi berat bagi pelanggarnya?

 tidaklah berguna bila para pelaku yang menyebabkan tewasnya maba mendapat hukuman sementara program ospek yang berpotensi kekerasan fisik mental masih boleh berlangsung dari tahun ketahun.

mungkin ada baiknya  kita tengok sejenak bagaimana program ospek di kampus kampus luar negeri sebagai perbandingan. mereka mengarahkan para maba nya menjadi calon calon leader yang sophisticated dan memberikan banyak " bekal " 
( melalui kuliah umum, workshop, bazar, seminar, kunjungan ke sesuatu tempat, dll ) agar maba mengenali kehidupan kampus dan tata cara  efisien sebagai mahasiswa.

 harapannya adalah  maba dapat memanfaatkan waktu dan fasilitas kampus sebaik baiknya untuk bekal mereka nantinya terjun ke masyarakat luas baik sebagai pelaku bisnis maupun pemerintahan dll. tugas tugas semasa ospek benar benar diarahkan untuk membina kemandirian dan memupuk rasa tanggung jawab serta entrepreneurship para maba.

tidak ada acara bentak membentak apalagi hingga kearah arah yang melanggar etika  . 
tugas tugas ospek umumnya membuat penulisan atau journal, juga summary dari diskusi diskusi, laporan dan tugas tugas presentasi kelompok. 
sederhana, namun berbobot. 

anehnya, justru di negara kita  yang mengaku memiliki adat ketimuran, lha kok malah ospeknya penuh aniaya dan bahkan mengarah ke hal hal berbau porno, apakah memang kita sudah kehilangan " ketimuran " ?

monggo poro bapak ibu dosen , punapa sampun cekap anggenipun
 panjenengan sami " sare "? 
( th )
( gambar atas diambil dari oke-lagi.com dan tribunnews.com )


  

Caleg, Calon ( penghuni )
Lembaga Gangguan ( Kejiwaan )


Hari ini, 10 Desember 2013, di Harian Surya Jawa Timur, ada artikel tentang data para caleg yang pada Pemilu 2009 ternyata memunculkan 7.376 OGB/Orang Gila Baru. Maka pada Pemilu 2014, dikhawatirkan angka diatas akan meningkat jika ongkos Pemilu dan politik uang masih menjadi tradisi.

Saya mencoba mencari beberapa penyebab yang mungkin saja sudah dan belum disebutkan diartikel yang sama yaitu :
(  ini adalah penyebab yang disebutkan  di artikel diatas )
01. keluarga dan ekonomi berantakan gara gara ambisi caleg dari suami/istri.
02. perceraian.
03. terlilit hutang untuk biaya kampanye dll.
04. gagal sebagai caleg.

Dan saya ingin menambahkan sedikit dari yang diatas yaitu:
adanya sikap Tidak Realistis dan Ketidak Seimbangan  Mental.

Ketika ditanah air masih marak politik uang, dan seseorang memaksakan diri ikut arus meskipun ia tidak berkemampuan secara materiil, maka sebenarnya ia telah masuk ke area " dreamland " yang berpotensi gangguan kejiwaan, terlebih bila akhirnya gagal. 




  Atau bisa saja seseorang mampu secara materiil dan pengerahan massa pendukungnya juga tak masalah namun berakhir kecewa karena ternyata banyak " pendukung palsu " alias tidak mencoblosnya di HH dan semata hanya tertarik pada amplop nya. 

Masyarakat telah makin cerdas untuk memilih yang benar benar capable, sehingga uang saja tidaklah cukup untuk menggerakkan alat coblos.

Beberapa kejadian mulai gangguan mental hingga bunuh diri dan juga ada yang merampok untuk bekal maju caleg, semuanya ini terjadi karena adanya ketidak seimbangan secara mental, sehingga menghadapi tekanan maupun kegagalan seseorang cenderung mengambil jalan keluar secara pintas, contoh : merampok, bunuh diri, dll.

Lalu apa sebenarnya yang menarik menjadi Caleg atau nantinya Wakil Rakyat, padahal tidak ringan  tugasnya? Apakah hanya sekedar absensi, duduk dan tidur sepanjang rapat, menunggu perjalanan dinas yang menarik secara materiil dan moril 
( anggap saja pesiar gratis?) ? 

Benarkah mereka sanggup memperjuangkan aspirasi rakyat dan bukan memperjuangkan kepentingan pribadi seperti mobdin baru, bonus, dll ? Juga sanggupkah mereka menahan segala " iming iming " yang datang dari berbagai pihak yang ingin memuluskan kepentingannya dengan persetujuan para wakil rakyat ? 

" Iming Iming " ini sekaligus diperhitungkan sebagai " Ganti Rugi " ongkos pencaleg annya yang bisa saja berasal dari hutang, penjualan aset, dll.

Bila kursi Wakil Rakyat hanya dipandang sebagai sebuah sumber penghasilan  ataupun prestige, bahkan ada yang mungkin melihatnya sebagai " daripada menganggur " maka sebenarnya ini sudah melenceng jauh dari makna " wakil rakyat " . 

 Dan kedepan, rasanya  diperlukan sebuah Redesign dari sistim rekrutmen caleg yang lebih memadai, sehingga caleg tidak hanya mereka yang sudah dipilih partai masing masing , tetapi setelahnya mereka juga masih harus melewati serangkaian seleksi 
yang memadai , ketat dan  credible serta transparan untuk menghindari KKN.

Lha kalau pen caleg an itu berpotensi gangguan kejiwaan, mengapa makin banyak saja yang tertarik untuk jadi caleg? Dan apakah satu saat pen caleg an akan juga masuk di Job Fair  kampus kampus, sebab caleg sudah menjadi salah satu peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap? 

Maka disisi lain yang tidak kalah penting sebenarnya adalah kita kita sebagai pemilih para caleg,  agar dapat lebih selektif memberikan suara.
Bukan karena amplop an , kekerabatan atau pertetanggaan, tetapi 
sebuah kesadaran bahwa suara yang kita berikan akan berpengaruh kepada nasib bangsa apabila ternyata kita memilih caleg yang sama sekali tidak tepat atau layak.

Siapkah kita memilih yang terbaik dan bukan yang terakrab  bahkan
 yang terbanyak isi amplop nya? ( th ) 
( gambar dari google )





Senin, 09 Desember 2013







.. " ketika para wanita berkesendirian " ..
( tragedi Bintaro, penutup tahun 2013 )



hanya satu kata yang dapat menggambarkan peristiwa kecelakaan KRL vs truk Pertamina kemarin, 09 Desember 2013 : " ngeri ". bak sebuah kado pahit menjelang akhir 2013, sekali lagi kawasan Bintaro mencatat peristiwa kelam. 

kemarin, seorang penumpang wanita  yang selamat, menuturkan detik detik peristiwa naas itu di Metro TV dan saya mendengarnya sambil membayangkan betapa Tidak Berdaya nya manusia disaat bencana terjadi. ini sebagian penuturannya

" kebetulan gerbong yang saya tumpangi untuk wanita, jadi semuanya wanita dan anak anak. saat kejadian, saya berada dibawah penumpang lain karena diluar cendela saya adalah aspal jalan. entah siapa yang memecahkan kaca cendela disebelah atas saya, 
mungkin penduduk setempat, akhirnya kami keluar dari cendela pecah tersebut .... " 
sebuah keajaiban, karena ledakan terutama dari truk pengangkut gas itu tidak terelakkan.

sebagai wanita, saya juga senang dengan adanya gerbong Khusus Wanita yang notabene untuk kenyamanan dan keamanan wanita itu sendiri. apalagi pada jam jam sibuk dimana pengalaman naik krl ataupun mrt  pada gerbong campuran ( priawanita ) sering terjadi ketidak nyamanan
oleh berbagai sebab.

tetapi, disaat bencana terjadi, haruslah diakui adanya keterbatasan kemampuan fisik wanita dibanding pria, misal soal memecah kaca cendela ka yang relatip tebal itu atau hal hal lain yang membutuhkan kekuatan ekstra dari fisik. 

faktor lain adalah " pengendalian emosi " dimana wanita dalam situasi darurat atau menekan, seringkali lebih mudah panik daripada pria. kepanikan inilah yang justru sering mengundang lebih banyak masalah .

maka, bagaimana sebaiknya para wanita yang secara rutin harus memakai jasa sejenis krl dll yang umumnya berpintu/cendela otomatis/hidraulik dan ketebalannya sulit dipecahkan disaat darurat serta berada digerbong atau tempat khusus hanya wanita dan anak anak?
tips kecil ini mungkin tak banyak bermanfaat tetapi bisa saja disaat darurat menjadi berguna, semoga :

01. bawalah selalu didalam tas kerja/ santai disaat bepergian dengan bus/krl/mrt/dll yaitu palu/ hammer yang kecil/ sedang/tak terlalu berat, sebab tidak semua transpotasi umum memiliki fasilitas untuk situasi darurat.

02. bila tak ada palu kecil/sedang, obeng/ pengungkit kecil juga bisa.

03. pastikan HP dalam keadaan fully-charged.

04. bawalah semacam syal yang dapat dipakai untuk menghentikan perdarahan sementara bagi siapapun disaat darurat.

05. jangan lupa botol kecil berisi air mineral yang dapat untuk bertahan hingga pertolongan datang.

06. cobalah untuk tetap mengendalikan emosi disaat darurat agar dapat berpikir jernih untuk mencari solusi dari keadaan yang tak diharapkan.

bila terperangkap dalam timbunan bahan bangunan ataupun kerangka kendaraan/ka dll yang masih membutuhkan waktu untuk menemukannya, maka palu sekaligus berfungsi sebagai penanda dengan mengetuk ketukannya agar tim penolong cepat tanggap.

hp dalam keadaan fully-charged akan bermanfaat untuk menghubungi kerabat agar pertolongan segera datang dititik yang tepat tanpa terlalu banyak membuang waktu pencarian.

 dan air sebagai penopang hidup paling vital, sangatlah penting sebab bila musibah terjadi secara meluas ( gempa bumi misalnya ) maka pertolongan biasanya lebih lamban datangnya, dan dengan tetes tetes air sudah cukup bagi kita untuk bertahan beberapa 
waktu, hari, bahkan ada yang sampai minggu.

tidak ada yang berharap harap bencana dengan persiapan persiapan diatas, tetapi bila itu sudah menjadi rutinitas didalam tas kita, tak akan terasa sebagai beban, dan mungkin saja itu semua justru bukan untuk kita sendiri namun dipersiapkan alam untuk 
menolong sesama kita disaat orang lain menemu bencana, kita juga tidak pernah tahu.

semoga para korban musibah Bintaro diberikan tempat terbaik disisiNYA dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan. amin.

sesungguhnya, setiap segala sesuatu, baik buruk, anugerah musibah, senantiasa meninggalkan hikmah dan renungan bagi kita, manusia, bahwa 
Tidak Ada Satu Mahluk Apapun Di Alam Semesta Ini Yang Mampu Mengetahui Nasibnya Bahkan Sedetik Kedepan , dan kesiapan menghadapi panggilanNYA pada setiap detik yang ada itulah yang terbaik ! ( th )

( gambar dari tempo )