Rabu, 21 Agustus 2013




.. maafkan Den, dan terima kasih ..


siang tadi, disaat makammu telah sepi, saya datang sendiri seperti yang saya inginkan, 
tidak ada seorangpun diantara kita, kamu dan saya .. ujung kerudung saya basah, 
sebasah tanah merah dan kelopak mawar yang menimbuni jasadmu ..

ada sepasang kembar-mayang disitu, pertanda engkau masih lajang ..
 sungguh, ada penyesalan sangat dalam bahwa tak ada berita yang sampai pada saya tentang saat saat terakhirmu di RS dimana empat hari kamu menunggu keajaiban bahwa 
akan ada teman temanmu yang datang menjenguk .. 

sebuah keinginan diakhir hayat yang seharusnya mudah terpenuhi, namun sayang kesibukan menyita perhatian temantemanmu, 
andai saja berita sakitmu sempat lewat di telponku ..

diatas tanah basah ini seolah kita duduk berhadapan seperti halnya hari hari kita 
dikampus PuncakVila Tidar itu .. tawamu yang khas dan kehangatan hati kamu yang 
mampu menyebar diruang kerja kita dulu ..
" pakabar Den?" ... kamu tersenyum lebar dengan wajah bersih cerah .. 
" maaf ya Den, aku terlambat datang .. " , kamu masih tersenyum lebar ..
" sudah bertemu papamu?" .. lagi lagi wajahmu sangat ceria dan mengangguk kecil .. 
" masih ingat Den, saat kamu minta untuk tidak kukirim dinas memakai pesawat? sejauh apapun kamu sanggup jalani asal dengan KA atau kapal laut?" hahaha engkau tertawa .. 

tetapi saat aku mundur dari kampus kita, 2010, aku dengar engkau sudah berani kemana mana dengan pesawat, wow... aku bangga! 
saya ingat betapa saat aku resign, engkau adalah salah satu dari sekian banyak yang memintaku untuk tidak pergi, namun sebuah jabatan dan gaji prestisius tidaklah mampu mencegahku karena telah menyentuh masalah prinsip ..

( dari kamu saya mendapat info saat itu, bahwa jabatan dan meja kursi kerja yang saya tinggalkan ternyata kosong tak terisi selama hampir dua tahun. 
saya diam diam merasa mendapat kehormatan, ah Den, andai saja semuanya berjalan seperti yang semestinya mungkin kita masih seatap seperjuangan, namun hidup kadang memang harus memilih, dan saya telah jatuhkan pilihan untuk pergi meski berat, 
saat itu engkau adalah saksimata betapa sebuah prinsip itu mahal dan tak terbeli uang dan saya tidak akan pernah menggadaikannya dengan apapun dan semenggiur apapun ... )

juga mamamu yang hari ini  bersimbah tangis saat kami berpelukan, beliau bangga bercerita bahwa dalam perjalanan perjalanan dinas darat engkau sering menggantikan pak sopir kita untuk mengemudi jarak jauh, wow .. 

( ingat Den, dulu hal itu sering aku lakukan terutama didaerah Jawa Tengah, aku bangga engkau "napak tilas" ...) .. tetapi Den, begitu hancur hati saya mendengar cerita beliau betapa hari hari terakhirmu di RS engkau selalu melihat kepada jam dinding dan 
berharap ada teman teman kampus yang menjenguk, 
sebuah harapan sia sia hingga akhir hayat dan aku sangat marah mendengarnya ...

bagaimana mungkin ini terjadi? 
kalau saja kita masih seruangan kerja seperti empat tahun kebersamaan itu, 
pasti harapanmu itu tidak sia sia ..aku sungguh tidak habis mengerti ..
lalu Den, aku ingat pameran demi pameran kita disegenap pelosok tanah air, yang menguras tenaga, pikiran dan biaya, namun melihat hasilnya yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, dari angkatan ke angkatan yang lain, rasanya perjuangan  dan kerjakerasmu sungguh tidak sia sia, 
engkau seorang hard-worker yang luar biasa !

aku tahu kita tidak selalu sependapat, aku sadar kadang aku terlalu keras dan disiplin pada kalian semua, tim kita, mungkin aku termasuk leader yang memakai tangan besi, 
maaf Den, 
pasti aku punya banyak perikata dan laku yang kadang menyakiti kamu, 
tetapi percayalah, aku lakukan semuanya untuk tujuan yang lebih besar : kampus kita saat itu ! 

ingat disaat aku memaksamu dalam banyak hal yang engkau masih kurang PD, aku bilang 
" Yes, you can!" yang akhirnya engkau coba dan memang bisa bahkan 
akhirnya engkau sudah menggelinding sendiri dan 
saya saksikan betapa presentasi demi presentasi plus promosi dari provinsi ke provinsi yang lain sudah bisa kau tangani sendiri sepenuhnya, luar biasa!! 

saya telah pernah berikan tongkat itu kepadamu Den, dan engkau begitu cerdas dan tangkas memainkannya, saya bangga kepadamu Den !
juga ada saat saat lain dimana engkau datang sebagai anak yang curhat kepada ibundanya dengan bermacam permasalahan pribadimu hingga 
pernah engkau tersengguk menangis, ah Den, saya seolah kehilangan anak saya sendiri ..

tetapi saat ini, ternyata engkau mendahuluiku dalam perjalanan abadimu .. 
saya merasa begitu kehilangan karena tidak ada saat berpamitan itu.kalau saja kita masih seruangan seperti dulu pasti saya tidak akan tahan memandangi bangku dan mejakerjamu yang kosong dan kertas kertas kerjamu yang penuh diatasnya ..
Nina dan Ita pasti merasakan hal yang sama saat ini, betapa ruang kerja itu akan 
sudah berbeda untuk selamanya .. 

engkau meninggalkan lubang yang tak pernah lagi bisa terisi, dan saya akan membawa nama kamu dalam setiap doa doa saya agar kamu mendapatkan tempat terindah disisiNYA,amin ..

sekali lagi maafkan saya dan terima kasih untuk semuanya Den, pertemuan terakhir kita dirumah kakakmu yang lalu sudah terbingkai dalam kaca dan dinding rumah saya, 

difoto itu kamu duduk disebelah saya, tersenyum lebar,
saya sangat kehilangan, namun kamu memang milikNYA .. ( th )

( foto oleh :th, makam sama'an 21.08.13 )

Selasa, 20 Agustus 2013




.. Selamat Jalan Orang  Orang Tercinta ..

kehilangan 4/empat orang dalam waktu sebulan adalah sebuah pukulan berat, 
karena masing masingnya memiliki catatan khusus dalam hidup saya, 
dan yang terakhir adalah telepon yang saya terima sekian menit yang lalu :
" Bu, maaf berita buruk .... " saya sudah menahan napas .. siang tadi saya sendiri berada di UGD sebuah RS untuk diri saya sendiri yang sejak beberapa hari ini " tidak keruan " rasa badan, dan sebuah pertolongan darurat telah agak membebaskan saya dari rasa ini.
ternyata tidak bertahan lama, kabar kepergian seseorang yang pernah begitu dekat secara profesi maupun pribadi, membuat saya kembali disergap rasa tidak keruan,
 tetapi saya tidak berada diruang UGD melainkan didepan laptop ini..

saya ingin menulis sedikit tentang orang orang tercinta ini :

HS, seorang kerabat. 
mungkin ini yang terbaik setelah begitu lama menderita berbagai komplikasi. ada kenangan2 masa kecil yang indah bersama kerabat ini terutama disebuah rumah di jalan Panglima Sudirman Malang yang saat saat tertentu membuat acara " mencari telur di semak belukar " bersama kerabat lain E.v. Romer disitu.Saya ingat " mas HS " ini begitu saya memanggilnya, membantu mencarikan telur telur yang disembunyikan Mrs. Romer dan keranjang kecil saya ( saat itu usia saya enam tahun ) bisa penuh telur warna warni karena mas HS ini . Ah ya, waktu berlalu cepat tak terhentikan, 
tahu tahu semua penghuni rumah sudah kembali pada penciptaNYA dan mas HS pada saat saat terakhir hidupnya masih beberapa kali bertemu saya di pertemuan keluarga besar. 
Rumah besar ditepi jalan Panglima Sudirman dengan halaman luas dan model klasik Eropa itu selalu mengingatkan saya pada mas HS meski tak terlalu sering bertemu karena ribuan kilometer jarak memisah selama belasan tahun. 
Selama jalan, semoga Tuhan memberikan tempat terbaikNYA,amin ...

Sahabat PU. 
Bak halilintar menyambar siang hari, saya lemas saat mendengar berita itu. 
Bagaimana mungkin sebab dalam reuni di PADI yang lalu, engkau masih begitu semangat dan menyita perhatian dengan setumpuk banyolan dan " kendablegan " khas mu sampai kita semua sakit perut ! Ini sms terakhirmu  :
" Pakabar, tahes yo?Sibuk gawe masakan buko a ? Met poso!" ( 081 3303000.. )... 
Terakhir kali kerumah adalah bulan Juni 2013 menjelang reuni, kami duduk bersama diteras depan sambil hahahihi mengingat saat saat sekolah ..
Selamat Jalan sahabat, semoga ALLAH SWT membalaskan budi baikmu dengan tempat yang terindah buatmu,amin...

Budhe ERL. 
Budhe, hanya dua hari sebelum lebaran, budhe dengan anak,menantu, cucu kerumah dan saya foto ramai ramai dengan ibunda. Saya lihat hasil fotonya agak heran,
 mengapa mata budhe di foto kok biru, tidak hitam, padahal bude dari Sumatra, bukan bule? Berita yang datang setelah lebaran itu bak badai diudara cerah, 
budhe telah pergi selama lamanya .. aduh, padahal lebaran yl saya sowan budhe dan kita masih guyon guyon.. Saya akan kenang masakan masakan budhe yang lezat, 
sup merah, nastar, kastengel, dll dll  dan senyum budhe yang begitu renyah dan 
selalu sibuk mengeluarkan toples toples kue kalau saya datang ..
Saya ingat kata2 budhe " Diantara sekian banyak keponakan, kamu yang terdekat, entah kenapa, budhe bisa begitu terbuka pada kamu padahal ke yang lain tidak " ah budhe berlebihan, tetapi terima kasih budhe, sebuah pujian untuk saya yang tidak ada apa apanya ini..
 Budhe sudah meninggalkan kami semua, 
semoga Budhe diberikan kegembiraan berlipat ganda disisiNYA,amin...

"Anakku, temanku, sahabatku, D " ... 



telepon siang tadi tak terduga, kamu sudah pergi, saya limbung dan mules karena saya juga dalam keadaan " ambreg " sekeluar dari UGD tadi .. 
Ah ini pasti bergurau, tapi tidak, kamu benar benar sudah pergi...
Sekian tahun kita bekerja bersama dalam satu atap, satu ruangan dan satu visimisi meski terkadang berbeda pendapat.. Usiamu masih terlalu muda untuk pergi, 30 , bahkan belum menikah ! Saya ingat dalam perjalanan2 dinas kita, kamulah yang sering menjadi " bahan ledekan " karena satu2nya cowok saat itu diantara tiga cewek sebelum ada I. 


Tiap hari, saat saya memberikan morning-briefing, 
kamulah yang sering menolak untuk memimpin berdoa dan harus dipaksa paksa meski sebenarnya doadoamu ternyata bagus!
Lalu saat engkau tiba2 pingsan dan diangkut ke klinik kampus, saya suapi kamu, saya coba hibur kamu, saya ingin kamu kembali bersemangat dan kuat .. Lalu ada saat kau mengundangku untuk pembukaan bisnis pribadimu. Aku senang. Dan banyak hal yang kita sharingkan saat itu, itulah pertemuan terakhir kita ..

Aku sering nasehati kamu, memotivasi kamu, memarahi kamu sekaligus menyemangati bak anak sendiri,aku ingat kata kata yang selalu kamu ucapkan setelahnya " Iya bu, ibu benar, saya harus masih banyak belajar ", saya sangat terharu bahwa 
masa masa itu begitu cepat lewat padahal empat tahun kita seatap seperjuangan sejak kampus belum berdiri hingga diresmikan 2007 dan saat saya berpamitan karena 
perbedaan visimisi 2010 tetapi kamu masih sering kerumah .. 

Selamat jalan anakku, aku dalam kesedihan yang sulit terlukiskan, tetapi engkau memang milikNYA dan kepadaNYAlah engkau memang akan kembali, Den : senyumlah dalam perjalanan abadimu ..

Malang, 20 Agustus 2013
dalam duka yang amat dalam,
th
( gambar: google )
 

Kamis, 15 Agustus 2013



 .. Garudamu, Garudaku, 68 usiamu ..


apa yang sudah ( pernah ) masing masing kita, berikan pada Indonesia? 
sebuah pertanyaan yang menggelitik bahwa setiap warganegara Indonesia wajib menjawabnya. sesungguhnya, sekecil apapun peran dan kontribusinya, tidaklah menjadi soal.
dari ribuan profesi yang ada, kesemuanya berujung pada sebuah nama, Indonesia. sebut misalnya : guru, petani, buruh, pegawai negri dan swasta Indonesia,ibu ibu rumah tangga,
militer, dll dll.

bagaimana dengan yang masih belum beruntung? sebut saja para pencari kerja, anak anak jalanan, anak anak putus sekolah, korban PHK, dll dll . apakah mereka juga dapat ikut 
mengisi kemerdekaan dengan kesetaraan ? atau apakah " lapisan yang kurang beruntung " ini justru adalah " tumbal kemerdekaan "?

maka, 68 tahun adalah sebuah usia yang " semestinya " telah memiliki sebuah tingkat pencapaian  lebih dari apa yang bisa dilihat, dinikmati dan dirasakan oleh segenap lapisan masyarakat pada saat ini.
lebarnya jarak antara kedua lapisan, beruntung dan kurang beruntung, 
telah menimbulkan sedemikian banyak permasalahan yang belum teratasi sampai sekarang.
kita catat misalnya, tingginya angka pengangguran dan kejahatan,
 semakin meluasnya wilayah pasar dan pangsa narkoba, dll.

itu agaknya masih belum cukup. 
" pencapaian " yang sangat nyata adalah bahwa Indonesia masuk sebagai salah satu negara terkorup dunia.sebuah " prestasi " yang membuat miris, 
karena para pelakunya adalah justru mereka yang berada di lapisan yang " sangat beruntung " baik secara finansiil maupun moril. 

kkn, kolusi, yang kesemuanya bermuara pada tindak korupsi baik secara individu maupun 
" berjamaah " adalah menjadi lagu keseharian dinegeri tercinta ini.
yang membuatnya makin parah adalah bahwa saat kebenaran akan menyentuh lapisan VVIP, kasus demi kasus seolah hilang bak debu yang tertiup angin ...

kesederhanaan gaya hidup yang dicontohkan para pemimpin kita diawal awal perjuangan menuju Indonesia merdeka, tidak lagi menarik. 
dari harta harta sitaan KPK yang terlihat dilayar kaca, kita semua dapat menarik kesimpulan bahwa sebuah jabatan harus identik dengan kepemilikan beberapa rumah dan 
kendaraan supermewah.
tidak ada lagi kisah dimana seorang pejabat cukup puas dengan rumah dan kendaraan dinas. 

negeri ini telah sedemikian " kaya " sehingga tak ada lagi dongeng pejabat naik angkot atau onthel.itu cuma dongeng antaberantah.

rindu dengan pemimpin2 yang bersahaja namun penuh dedikasi untuk negara dan bangsanya, dihalaman ini dimunculkan wajah wajah " tempo doeloe " yang berbicara 
tentang kejujuran dan pengabdian. 

dimanakah pemimpin pemimpin seperti itu saat ini? 
dahulu, orang masih berharap bahwa pemimpin pemimpin yang " bersih " itu banyak tersembunyi dikalangan akademisi dan kampus kampus terkemuka yang 
tidak tersentuh birokrasi.

namun kasus demi kasus kkn ,kolusi dan korupsi telah memporak porandakan pilar ini dan kita sekalian kembali bertanya dalam kebingungan " dimana mereka ?" ....

siapa yang mampu menjawab? 
bagaimanapun: 
" Dirgahayu Indonesia, Semoga Ultah Ke 68 ini 
menjadi tonggak perubahan kearah yang lebih baik " .
Selamat .... !! ( th )

( gambar dari unofficial-logo dan google )

01. garuda, 68 tahun.
02. soekarno, fatmawati, guntur/guruh?
03. keluarga bung hatta.
04. soekarno-hatta, duo proklamator.









.. hello again ! ..

beberapa waktu tidak bertemu dihalaman halaman blog ini, rasanya sudah begitu lama. 
ratusan foto selama lebaran yl menunggu untuk diedit. 
maka mohon dimengerti bila " kisah kisah lebaran " sedikit menunggu karena 
meng edit selalu makan waktu cukup banyak. 
rumah telah kembali sepi dari beragam tamu, dan dengan ditemani beberapa toples kue sisa lebaran, malam ini saya akan mulai mengurai foto foto sebelum " mendongeng " hehe ..
apa kabar semuanya? 
semoga liburan yang lalu membawa semua pembaca blog ini lebih segar, ceria dan semangat ! sampai jumpa .. ! salam : th.

( gambar dari google )

Selasa, 06 Agustus 2013





.. Tolong, Lahir dan Bathin, Ikhlaskan ..

Sungguh sangat berat meminta maaf ataupun memberi maaf disaat Ego berkata 
" jangan, dialah yang lebih bersalah kepadamu " .. siapakah yang belum pernah mengalaminya? 

Maka diatas semua rasa yang ada, 
saya mencoba berikhlas hati, untuk mendahului Meminta Maaf yang sebesar besarnya, 
\kepada Siapapun Dimanapun Kapanpun yang merasa pernah saya lukai, atau singgungi, sengaja atau tidak, terutama pada saat yang paling tepat ini, Idul Fitri.

Semoga kebesaran hati dan jiwa para pemberi maaf ini mendapatkan balasanNYA yang setimpal serta pahala yang berlipat ganda, amin.
Sebaliknya, sayapun berusaha dan mencoba memaafkan meski sangat tidak mudah, agar saya tidak " memiliki beban " lagi . Semoga ALLAH SWT senantiasa memberkati dan memberikan ampunanNYA  kepada kita sekalian, amin.

( gambar : Blue Mosque, google )







.. Selamat Jalan Yang Terkasih ..

Untuk yang kesekian puluh kali, rasa kehilangan menggayut. 
Hari ini Ramadhan terakhir, dan malam tadi adalah Sahur Terakhir untuk 1434 H.
Sedih. Pasti. 
Rasanya rapor masih merah semua. 
Pertanyaan yang sama selalu muncul : 
" Adakah Ramadhan berikutnya saya masih diberikan kesempatan ?" .. 
hanya Sang Pencipta Yang Maha Tahu. 
Menggapai ampunan sungguh tidaklah mudah. Dan seberapa besar ampunan diperoleh, 
juga tidak terjawab hingga liang lahat. 

Hanya keikhlasan menjalaninya yang membuat hati tenang, selebihnya tidak ada yang mampu menjawab karena  buku rapor itu akan terbuka pada saatnya, tidak sekarang. 
Dan manusia yang jumawa dengan mengatakan bahwa " raporku telah biru semua " 
adalah muskil karena " angka angka tiap mata pelajaran " itu sungguh mutlak rahasiaNYA.

Mungkin ketenteraman jiwalah satu satunya jawabannya diakhir Ramadhan, 
bahwa menggapai ketenangan qolbu itu juga salah satu hasilnya ..

Selamat Jalan Yang Tercinta, tolong beri aku sekali lagi kesempatan menjumpaimu pada pertemuan yang berikutnya, Ramadhan 1435H, wallahualam ... ( th )

( gambar fenomena alam luar biasa, aurora, diambil dari auroramax, google )




... Brul .. Brul .. Menjelang Lebaran ..


" gejala gejala " arus mudik sudah nampak sampai kerumah. 
kerabat luar kota mulai berdatangan di malang plus kerumah meski belum lebaran. 
alasannya bagus : 
" kalo pas lebaran nanti pasti dirumah sini banyak tamu2 dan kita ngga bisa hahahihi seperti sekarang, jadi mending ketemuan lamanya sekarang ... " ... 

serombongan kecil dari jakarta kemarin siang sudah memenuhi rumah, dan hari inipun saya masih harus ke bandara menjemput yang lain, jakarta , jakarta, 
pasti asik saat ini jalan jalan disana, sepi, lengang, tidak macet ... 
(  saya baru sekali mengalami lebaran di jakarta, mirip kota blitar sepinya hehe .. )

kemarin dulu dan kemarinpun saat berbuka saya tidak dirumah sebab permintaan yang mudik adalah mencari " buk duro " jalan kawi , ronde titoni, the gun di depan smp I dll.



memang malang punya magnet luar biasa  disisi kulinernya dan kalo yang dicari masakan2 diluar rumah maka yang enak sebenarnya saya sebagai tuan rumah hehe ..


hari ini hari terakhir Ramadhan, saya akan tulis tersendiri tentang ini .. cerita cerita
lain seputar " mudikers " ini akan disambung setelah lebaran ya ..

( photos by: th, at home )