Minggu, 06 November 2011

Shinta Obong ala Kasek SD Landungsari 2, Malang



Terima kasih kepada redaksi kabarindonesia.com yang hari ini, Senin 07 Nopember 2011 kembali memuat artikel saya dengan judul diatas, setelah saya absen setahun lebih. Mungkin akan segera disusul dengan tulisan2 yang lain, semoga.

Selasa, 01 November 2011

Hallo Halli Hello Holla Hille .... !! Nopember 2011 :





Hari ini, Selasa tanggal 01 Nopember 2011 sore jam 16.51.


Setahun lebih tidak meng update blog ini. Dari alasan alasan yang saya ingin cari cari, yang paling tepat agaknya cuma ini : s i b u k. Sibuk apa? Ada beberapa macam kesibukan. Tapi yang paling " menonjol " dan paling bisa diterima akal nampaknya yang terakhir yaitu " kesibukan berhajat " . Lho? Lha bagaimana lagi yang bernama takdir nampaknya sudah menggaris bahwa tahun 2011 saya menghantarkan kedua anak lelaki saya menuju kehidupan barunya alias menikah.

Waduh.. lha wong menikah saja kok tahunnya sama dan bulannya cuma terpaut 2/dua bulan, opo ora ngelu hehe .. Tetapi ngelu atau tidak, yang jelas momen keduanya benar benar sudah terjadi dengan " selamat, lancar dan sesuai skenario setidaknya 98,99% " .. Sisanya adalah pernak pernik yang biasa terjadi atau harus terjadi karena sesungguhnya tidak ada hal yang bisa sempurna kecuali ALLAH SWT. 

Sulung saya, 26 tahun, menikah pada tanggal 16 Juli 2011 di Patra Jasa, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Akad di kediaman besan, di Sunter Agung. Menyusul adiknya, 25 tahun, menikah dijalan yang sama e.. maksudnya sama sama di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, di gedung DepTrans, tanggal 01 Oktober yang lalu. Akadnya terjadi pada hari yang sama, pagi nya, ditempat yang sama pula,praktis dan manis @ ekonomis hehe..

Maka, marilah membayangkan kesibukan kesibukan yang saya jadikan alasan tadi, yaitu membawa keluarga dari Malang ke Jakarta termasuk menggendong ibunda tercinta yang sudah 85 tahun naik turun pesawat. Sebuah momen keluarga yang mahal. Belum lagi di Jakarta nya yang konon merupakan embahnya kemacetan, segala urusan tetek bengek mulai fitting baju dan lain lain menjadi kerepotan yang manis karena tidak tiap saat di Malang saya terjebak macet yang panjuanggg dan luamaaa seperti di Jakarta haha .. ( Lho Malang pun beberapa tahun terakhir sudah ketularan virus virus macet yang sepertinya bakal tambah parah pada tahun tahun mendatang sebab kendaraan roda 1,2,3,4,5,6,7,8 makin banyuakkk... )

Alasan lain tersebab lamanya saya tidak meng update blog ini, yaitu L U P A password !! Tidak percaya? Ayo tanyakan anak anak saya bagaimana senewennya ketika mereka saya libatkan dalam mengingat ingat password ini yang tentu saja menyebalkan karena mereka sendiri sudah cukup pusing dengan kesibukannya di kantor masing masing ha ha.. 

Maka setelah ber bulan bulan mencoba sekitar 300 an password, saya semalam seperti diingatkan pada sesuatu yang mirip keajaiban yaitu saat di sebuah pojok buku kumal yang hampir saya buang ada tulisan sebuah kata yang " mak clengggg " membuka memori saya pada password blog ini... Horeeeee !!OMG .. akhirnya !! Maka setelah ini, rasanya akan ada gelombang informasi dan foto foto dari saya yang " menghilang " setahun ini supaya pemirsa ( waduh.. GR ) bisa mengetahui apa saja yang terjadi dengan saya selama menghilang hehe.. Tapi tolong sabar sebab saking banyaknya yang mau ditulis dan di update saya sampe bingung memulainya hehe..

Ada kegiatan reuni, ada traveling, ada hunting foto, ada selamatan, ada pernikahan, ada .. ada .. ada ... pokoknya setahun rasanya cukup kewalahan hehe .. Hari ini saya merayakan " hari penemuan password blog " , jadi tolong biarkan saya bergembira ria dulu sebelum memulai Tour of The Memory nya .. 

Hari ini saya cuma mau meng kado foto foto kupu gajah yang saya temukan di tirai bambu teras rumah sekian hari lalu. Kata orang sepuh sepuh duluuuuu, kupu seperti ini menjadi pertanda akan ada " orang besar " bertamu yang ternyata sampai hari ini tidak ada siapa siapa he he.. Waktu menjepretnya sempat khawatir dia terbang sebab suara prat pret kameranya .. Nah, disini dulu ya ... ( th )

( Photo by : TH ) , Kupu Gajah ini ' menclok ' di tirai bambu teras rumah saya selama beberapa
minggu dan sebelum lenyap atau terbang, saya sempat menjepretnya, luar biasa cantiknya kupu
ini! )

Rabu, 08 September 2010

KESEDIHAN DIUJUNG RAMADHAN .....







Dari catatan Ramadhan saya tahun 2010 atau 1431H kali ini, ternyata terhenti di hari ke 11. Dan baru tersambung kembali hari ini, hari Kamis 09.09.10. Nanti malam Insya Allah malam takbiran. Dan saya tidak ingin menulis alasan mengapa catatan Ramadhan terhenti sekian lama karena pasti akan ada nada " pembelaan dan pembenaran diri " . Kesibukan menjelang lebaran seharusnya tidak menghentikan catatan itu, jadi bagaimanapun saya merasa bersalah dan ' berhutang ' .

Pembersihan rumah adalah yang terbanyak menyita waktu. Bukan karena dibongkar total, tetapi banyak debu dan kotoran yang tersembunyi selama setahun dan baru terjangkau dengan usaha keras memindahkan atau membongkar benda diatas/sebelahnya. Pelepasan kelambu2 ke laundry, bahkan hingga pengecatan beberapa bagian rumah yang mulai kusam/berlumut terpaksa harus turun tangan sendiri karena makin langkanya tukang tukang yang sudah pada mudik lebaran.

Dan tentu saja kedatangan anak saya dari rantau untuk berlebaran, tidak di sia siakan dan saya " manfaatkan " untuk membantu segala pembersihan rumah he he ( seorang tetangga yang kebetulan lewat didepan rumah bertanya : " Lho kok ditangani sendiri to bu ? " ... saya hanya bisa menyengir tetapi juga sempat bingung menjawabnya. 

Terus terang masyarakat kita masih " masih sulit menerima " pemandangan dimana " nyonya rumah " terlihat mengecat atau mengepel sendiri halaman rumahnya apalagi " ogrok ogrok " selokan ataupun membakar daun daun kering dan membersihkan kaca kaca pintu dan cendela. Idealnya yang mengerjakan bagian sulit sulit dan kotor adalah pembantu atau tukang, dan " nyonya rumah " bagian komando.

Lucunya, kebalikannya, ketika saya mengalami penggalan kehidupan di benua yang bermusim 4,
yang terjadi justru sebaliknya. Orang akan ter heran heran kalau melihat tetangganya memotong rumput, mengecat, ogrok ogrok selokan dll memakai tenaga tukang bayaran. Mungkin kita disangkanya sudah kaya atau malas, apalagi yang disebut terakhir itulah yang paling tidak enak. 

Maka adalah merupakan pemandangan yang biasa ketika kita, wanita, terlihat memotong rumput, mengecat rumah dll tanpa bantuan siapapun kecuali suami atau anak anak. Bahkan biasanya tetangga menyempatkan diri membagi kue dengan kita sebagai tanda simpati atas " kerajinan " kita . Sungguh tidak ada yang bisa dipersalahkan karena masyarakat kitapun secara perlahan tapi pasti tampaknya akan semakin mandiri.. Demikian itu perbedaan budaya.

Ramadhan berada diujungnya. Sedih sudah pasti. Bagaimana tidak karena bulan yang penuh kucuran rahmat dan ampunan ini hanya terjadi sebulan dalam kalender tahunan hijriah. Sehingga pertanyaan klasik selalu muncul " Apakah Ramadhan berikutnya aku masih diperkenankanNYA ikut?" .. Mengapa yang ditangisi hanya Ramadhan? Bulan istimewa ini bak sebuah award dalam rentang tahun hijriah kita. Datangnya hanya setahun sekali yang itupun hanya sebulan. Tetapi meski hanya sebulan, nyatanya bulan istimewa ini seolah hadir untuk menghapus dosa dosa kita setahun sebelumnya, demikian yang terjadi setiap tahun. 

Maka apabila peluang emas ini terlewatkan sia sia alias tidak kita manfaatkan dengan semestinya, kita sebetulnya ada dalam sebuah kerugian yang tiada batas, karena rahasia umur manusia hanya DIA yang tahu yakni pada penganugerahan award berikutnya, Ramadhan berikutnya, kita tidak pernah tahu adakah umur kita masih dicukupkanNYA ... ??

Foto foto dibawah ini semoga cukup mewakili gambaran lebaran 2010 keluarga besar saya yang
sebetulnya kecil tapi karena di gabung2 dengan kerabat yg lain maka akhirnya menjadi besar hehe .. Iklaskanlah hati Anda untuk memaafkan setiap dan semua khilaf yang pernah saya perbuat baik disengaja maupun yang tidak, semoga pahala yang berlimpah menjadi balasanNYA kepada Anda, amien .... ( TH )

( Foto diambil dari google )




Sabtu, 21 Agustus 2010

Grasi & Remisi, Sebuah Ironi.





Terima kasih pada redaksi kabarindonesia.com atas pemuatan artikel Ironi " Grasi dan Remisi, Sebuah Ironi ." Kado ultah RI ke 65 tahun ini memang terasa pahit. Pelecehan Malaysia kepada negara kita plus pembebasan para koruptor kakap rasanya makin menghimpit dada rakyat yang sudah megap megap terhantam kenaikan tarif listrik dan harga harga kebutuhan pokok. Kalau memang pemimpin negeri ini sudah tidak mampu lagi menjaga martabat bangsanya dihadapan negara lain apalagi " hanya sekecil " Malaysia, mengapa masih saja mencekok-i rakyat kecil dengan pidato pidato yang membodohi rakyatnya padahal publik sudah sangat cerdas menganalisa ?

Contoh nyata ketidak mampuan pemerintah mengatasi kasus lapindo hanyalah satu diantara sekian banyak lainnya. Begitu sungkannya menghadapi Bakrie ataukah ada sebab sebab lain sehingga ribuan manusia harus dikorbankan atas nama " persungkanan " ? Mari kita beri jalan selebar lebarnya kepada anak cucu kita untuk memimpin negeri ini lebih tegas, jujur, adil dan konsisten serta beriman untuk menggantikan para pemimpin yang sudah sepuh sepuh dan mungkin lelah atau pikun?

Sejarah senantiasa berulang bahwa pada akhirnya kekuasaan melahirkan keserakahan yakni keinginan untuk tetap abadi di singgasana yang sudah terlanjur nyaman meski rakyatnya banyak yang bunuh diri akibat tekanan ekonomi. Tragis.

( Photo by TH, desa mBawang, Malang )

Jumat, 20 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 11 )




Niatan untuk ber " safari " ke masjid yang lain lagi ternyata tersandung waktu yang sudah mepet sehingga pada akhirnya saya masih kembali ke masjid perumahan seperti hari hari sebelumnya. Saya ambil tempat diteras masjid sebelah luar bersebelahan dengan seorang tetangga yang selalu shalat diatas kursi karena kondisi kesehatannya. Dikanan kiri saya adalah pembantu pembantu para tetangga. Inilah luar biasanya masjid yang mendudukkan manusia pada level yang setara. Padahal begitu keluar dari halaman masjid, manusia kembali ter kotak kotak dalam tatanan sosial yang menyedihkan.

Ceramah ustadz malam ini menarik karena menyentuh masalah tradisi dan budaya yang sering 
" berseberangan " dengan ajaran agama, misal : jenang abang. Membuat jenang abang atau makanan khas Jawa yang dihidangkan dalam peringatan tertentu seperti mensyukuri sesuatu peristiwa, menurut ustadz hendaknya tidak diikuti dengan keyakinan tertentu yang sifatnya bisa menjurus pada hal hal musyrik. 

Juga memilih hari hari tertentu untuk peristiwa peristiwa khusus itu termasuk yang tidak dibenarkan agama, karena pada dasarnya semua hari baik dan Allah menciptakan hari satu dengan yang lain itu sama baiknya. Maka berprasangka baiklah selalu kepadaNYA.

Hal ini penting untuk diingat dan dilaksanakan, agar seluruh amalan baik yang sudah kita lakukan tidak sia sia hanya karena hal hal yang nampaknya sepele atau kecil tetapi ternyata menjerumuskan manusia pada keabadian neraka. Semoga kita sekalian dijauhkan dari azabNYA, amien ..

Catatan dari ceramah subuh 21 Agustus 2010 ternyata tidak ada. Hujan sejak semalam semakin deras menjelang sahur dan shalat subuh. Inilah alasan mengapa saya absen ke masjid yang sebetulnya tidak jauh dari rumah. Sungguh memalukan kalau mengingat betapa Nabi dimasa lampau ber lapar lapar dan haus serta lelah karena harus berjalan atau ber unta menembus padang pasir dalam rangka dakwah tanpa kenal cuaca.. Padahal beliau harus menempuh perjalanan yang bahkan ribuan mil jauhnya bersama para pengikut pengikut setianya. Sungguh alasan hujan ini memalukan, bukankah ada payung yang bisa saya pakai?

Ujian ujian kecil begini kalau saya tidak lulus, bagaimana dengan yang lebih besar? Ya Allah semoga Engkau ampuni hambaMU yang lemah ini .. amien ..

( Foto diambil dari google , masjid Lao Huasi Sufi di Lianxi, China )

CATATAN RAMADHAN ( 10 )




Mencoba shalat tarawih dan subuh di masjid luar perumahan, ternyata membawa nuansa berbeda. Pertama, bising, karena letaknya yang persis ditepi jalan besar dan padat lalin. Kedua, supercepat karena doa doanya dipilih yang pendek pendek dan dibaca secara datar dan dengan " high-speed " . Ketiga, tanpa ceramah. Saya tengok jam dinding masjidnya menunjuk angka 19.25 ketika tarawih usai, padahal dimasjid perumahan menimal selesai 20.00 - 20.10.

Kebiasaan " bersafari " ke berbagai masjid untuk tarawih memang menyenangkan, meski tak selalu sesuai harapan sebab masing masing memiliki atmosfir berbeda. Saya ingat sekian tahun lewat di Yogya, saya dan kerabat disana selama sebulan penuh melakukan safari tarawih mulai masjid kampung hingga masjid Agung di lingkungan keraton. Juga ada yang memberikan ceramahnya dalam bahasa Jawa kromo-inggil, maka lengkap sudah suasana Yogyanya.

Oya kembali ke masjid yang saya ceritakan diatas, saya tidak punya catatan khusus dan karena selesai cukup dini maka semalam saya menelusuri arah kota melihat suasana malam dimana tempat tempat jajanan tampak penuh dimana mana. Dalam perjalanan pulang saya melewati warung tahu Campur yang padat pembeli. 

Saya pesan untuk dibungkus, e.. malah ketemu kerabat yang sedang " hangout " disitu, mereka ber 4 : " Lho mbak, ayo sini rame rame, abis tarawih ta? " ... Oallaa, saya mantuk mantuk tapi minta maaf sebab saya bermaksud membungkus tahu campur itu dan tidak " ngandog " disitu . Wah dunia betul betul kecil, rasanya kemanapun kita pergi ada saja yang " memergok-i " hehe ...

Dirumah saya nikmati tahu campur sambil melihat berita soal meteor berlafal ALLAH yang jatuh di daerah sekitar Cirebon .. Maha Suci Ya Allah ... kehendak MU jadilah ... Mengapa harus di perdebatkan antara iya atau tidaknya meteor bertuliskan ALLAH ini? Benda apapun yang turun dari langit adalah kehendakNYA dan kepakaran para ahli bintang itu juga hanya sebuah
" pinjaman " dari Allah, maka marilah dengan iklas kita kembalikan semua kejadian alam ini kepadaNYA .. 

Peristiwa kubah masjid yang terbang dll yang penuh misteri Illahi adalah juga kehendakNYA, benar tidaknya Wallahualam. Isu demi isu adalah sebenarnya mengandung sebuah peringatan kepada kita manusia bahwa hendaknya kita senantiasa ingat kepadaNYA setiap saat dan menjauhi larangan laranganNYA ...

Masih perlukah kita berdebat lagi diusia alam semesta yang sudah makin tua ini? Masihkah kita meragukan bahwa setiap kejadian alam sekecil apapun itu hanya dapat terjadi dengan kehendakNYA termasuk udara yang kita hirup dan nampak sudah sangat rutin ini? Bagaimana seandainya semenit saja seisi jagat raya ini dihentikan peredarannya oleh ALLAH, sanggupkah kita menanggung akibatnya yang teramat dahsyat?

( Foto diambil dari google )

Rabu, 18 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 9 )




Ceramah tarawih malam ini, 18 Agustus 2010, menyinggung tentang azab kubur. Tema ini tidak pernah membuat jemaah dimanapun jenuh apalagi mengantuk tersebab imajinasi manusia yang amat terbatas tentang azab kubur, membuat kita selalu terbayang pada siksaan siksaan " ala manusia " seperti halnya dihantam, dipukul, dibakar dan banyak lagi. Seperti itukah? Dan seperti apakah wajah para malaikat yang menyiksanya? 

Pertanyaan pertanyaan seputar ini bahkan bisa ditemukan di internet plus video video yang menggambarkannya. Seram? Sudah pasti. Namun manusia tidak akan pernah mampu melukiskan yang sebenarnya karena keterbatasan pengetahuan kita sekalipun teknologi mencoba untuk " menembusnya " dengan berbagai cara. Siapa yang dapat menggambarkannya secara tepat? Tak seorangpun.

Tetapi benarkah hanya siksaan yang ditemui disana dan bagaimana halnya dengan yang mendapat kenikmatan kubur? Dikisahkan oleh penceramah bahwa " saking " tidak teganya Nabi Muhammad SAW ketika mendengar dan menyaksikan azab kubur, beliau memohon kepada ALLAH SWT untuk memberikan keringanan kepada mereka. 

Harapan kita sebagai seorang muslim adalah memperoleh kemudahan dunia dan akherat. Tetapi sebuah keimanan itu senantiasa akan diuji oleh NYA sebagaimana pendahulu pendahulu kita, sebelum dinyatakan " lolos sensor neraka " alias langsung menjadi penghuni surga. Mudahkah? Hampir pasti : tidak, sebab surga tidak akan diisi oleh orang orang yang munafik, musyrik, ingkar dan semacamnya.

Maka berbagai ujian kehidupan akan menentukan tingkat keimanan seseorang untuk dinyatakan layak dan tidaknya menghuni surga setelah sebelumnya terbebas dari azab kubur setelah matinya. Para malaikat pencatat amalan baik dan buruk dikanan kiri manusia,tentunya tidak akan pernah lalai sedetikpun mencatat amalan manusia yang nantinya pada pengadilan tertinggi dihari akhir catatan ini akan menentukan nasib kita : rapor penuh angka biru ataukah merah? 

Semoga kita sekalian masuk dalam golongan yang dimudahkan ketika harus melewati jembatan setajam pedang yang lebarnya bak rambut dibelah tujuh dengan api yang menjilat jilat dibawahnya .. Allahu Akbar ..

Pada ceramah subuh, penceramah mengajak jemaah berintrospeksi akan apa yang sudah dicapai selama hampir 1/3 Ramadhan ini. Apakah kita sudah merasakan ada peningkatan keimanan selama puasa ini, ataukah biasa biasa alias masih seperti sebelum Ramadhan atau justru lebih parah dari sebelum puasa? Yang dapat menjawab adalah kita sendiri sebab hanya kita yang tahu apa yang telah kita lakukan selama Ramadhan ini, disamping tentunya Sang Maha Tahu, ALLAH SWT. 

Bermacam jenis ibadah dapat dilakukan selama berpuasa. Mulai matahari terbit hingga terbenam kita dapat melaksanakan berbagai jenis ibadah yang disunnahkan. Membaca Al Qur'an hingga tamat, shalat tarawih, memberi makan kaum dhuafa, serta memberikan berbagai jenis zakat yang diwajibkan. 

Harapannya tentu saja semua ibadah ini akan melatih dan membiasakan kita diluar Ramadhan untuk selalu mengamalkan hal yang sama sehingga ini akan menjadi HABIT dan membentuk akhlak mulia seseorang.

( Foto diambil dari google )