Sabtu, 21 Agustus 2010

Grasi & Remisi, Sebuah Ironi.





Terima kasih pada redaksi kabarindonesia.com atas pemuatan artikel Ironi " Grasi dan Remisi, Sebuah Ironi ." Kado ultah RI ke 65 tahun ini memang terasa pahit. Pelecehan Malaysia kepada negara kita plus pembebasan para koruptor kakap rasanya makin menghimpit dada rakyat yang sudah megap megap terhantam kenaikan tarif listrik dan harga harga kebutuhan pokok. Kalau memang pemimpin negeri ini sudah tidak mampu lagi menjaga martabat bangsanya dihadapan negara lain apalagi " hanya sekecil " Malaysia, mengapa masih saja mencekok-i rakyat kecil dengan pidato pidato yang membodohi rakyatnya padahal publik sudah sangat cerdas menganalisa ?

Contoh nyata ketidak mampuan pemerintah mengatasi kasus lapindo hanyalah satu diantara sekian banyak lainnya. Begitu sungkannya menghadapi Bakrie ataukah ada sebab sebab lain sehingga ribuan manusia harus dikorbankan atas nama " persungkanan " ? Mari kita beri jalan selebar lebarnya kepada anak cucu kita untuk memimpin negeri ini lebih tegas, jujur, adil dan konsisten serta beriman untuk menggantikan para pemimpin yang sudah sepuh sepuh dan mungkin lelah atau pikun?

Sejarah senantiasa berulang bahwa pada akhirnya kekuasaan melahirkan keserakahan yakni keinginan untuk tetap abadi di singgasana yang sudah terlanjur nyaman meski rakyatnya banyak yang bunuh diri akibat tekanan ekonomi. Tragis.

( Photo by TH, desa mBawang, Malang )

Jumat, 20 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 11 )




Niatan untuk ber " safari " ke masjid yang lain lagi ternyata tersandung waktu yang sudah mepet sehingga pada akhirnya saya masih kembali ke masjid perumahan seperti hari hari sebelumnya. Saya ambil tempat diteras masjid sebelah luar bersebelahan dengan seorang tetangga yang selalu shalat diatas kursi karena kondisi kesehatannya. Dikanan kiri saya adalah pembantu pembantu para tetangga. Inilah luar biasanya masjid yang mendudukkan manusia pada level yang setara. Padahal begitu keluar dari halaman masjid, manusia kembali ter kotak kotak dalam tatanan sosial yang menyedihkan.

Ceramah ustadz malam ini menarik karena menyentuh masalah tradisi dan budaya yang sering 
" berseberangan " dengan ajaran agama, misal : jenang abang. Membuat jenang abang atau makanan khas Jawa yang dihidangkan dalam peringatan tertentu seperti mensyukuri sesuatu peristiwa, menurut ustadz hendaknya tidak diikuti dengan keyakinan tertentu yang sifatnya bisa menjurus pada hal hal musyrik. 

Juga memilih hari hari tertentu untuk peristiwa peristiwa khusus itu termasuk yang tidak dibenarkan agama, karena pada dasarnya semua hari baik dan Allah menciptakan hari satu dengan yang lain itu sama baiknya. Maka berprasangka baiklah selalu kepadaNYA.

Hal ini penting untuk diingat dan dilaksanakan, agar seluruh amalan baik yang sudah kita lakukan tidak sia sia hanya karena hal hal yang nampaknya sepele atau kecil tetapi ternyata menjerumuskan manusia pada keabadian neraka. Semoga kita sekalian dijauhkan dari azabNYA, amien ..

Catatan dari ceramah subuh 21 Agustus 2010 ternyata tidak ada. Hujan sejak semalam semakin deras menjelang sahur dan shalat subuh. Inilah alasan mengapa saya absen ke masjid yang sebetulnya tidak jauh dari rumah. Sungguh memalukan kalau mengingat betapa Nabi dimasa lampau ber lapar lapar dan haus serta lelah karena harus berjalan atau ber unta menembus padang pasir dalam rangka dakwah tanpa kenal cuaca.. Padahal beliau harus menempuh perjalanan yang bahkan ribuan mil jauhnya bersama para pengikut pengikut setianya. Sungguh alasan hujan ini memalukan, bukankah ada payung yang bisa saya pakai?

Ujian ujian kecil begini kalau saya tidak lulus, bagaimana dengan yang lebih besar? Ya Allah semoga Engkau ampuni hambaMU yang lemah ini .. amien ..

( Foto diambil dari google , masjid Lao Huasi Sufi di Lianxi, China )

CATATAN RAMADHAN ( 10 )




Mencoba shalat tarawih dan subuh di masjid luar perumahan, ternyata membawa nuansa berbeda. Pertama, bising, karena letaknya yang persis ditepi jalan besar dan padat lalin. Kedua, supercepat karena doa doanya dipilih yang pendek pendek dan dibaca secara datar dan dengan " high-speed " . Ketiga, tanpa ceramah. Saya tengok jam dinding masjidnya menunjuk angka 19.25 ketika tarawih usai, padahal dimasjid perumahan menimal selesai 20.00 - 20.10.

Kebiasaan " bersafari " ke berbagai masjid untuk tarawih memang menyenangkan, meski tak selalu sesuai harapan sebab masing masing memiliki atmosfir berbeda. Saya ingat sekian tahun lewat di Yogya, saya dan kerabat disana selama sebulan penuh melakukan safari tarawih mulai masjid kampung hingga masjid Agung di lingkungan keraton. Juga ada yang memberikan ceramahnya dalam bahasa Jawa kromo-inggil, maka lengkap sudah suasana Yogyanya.

Oya kembali ke masjid yang saya ceritakan diatas, saya tidak punya catatan khusus dan karena selesai cukup dini maka semalam saya menelusuri arah kota melihat suasana malam dimana tempat tempat jajanan tampak penuh dimana mana. Dalam perjalanan pulang saya melewati warung tahu Campur yang padat pembeli. 

Saya pesan untuk dibungkus, e.. malah ketemu kerabat yang sedang " hangout " disitu, mereka ber 4 : " Lho mbak, ayo sini rame rame, abis tarawih ta? " ... Oallaa, saya mantuk mantuk tapi minta maaf sebab saya bermaksud membungkus tahu campur itu dan tidak " ngandog " disitu . Wah dunia betul betul kecil, rasanya kemanapun kita pergi ada saja yang " memergok-i " hehe ...

Dirumah saya nikmati tahu campur sambil melihat berita soal meteor berlafal ALLAH yang jatuh di daerah sekitar Cirebon .. Maha Suci Ya Allah ... kehendak MU jadilah ... Mengapa harus di perdebatkan antara iya atau tidaknya meteor bertuliskan ALLAH ini? Benda apapun yang turun dari langit adalah kehendakNYA dan kepakaran para ahli bintang itu juga hanya sebuah
" pinjaman " dari Allah, maka marilah dengan iklas kita kembalikan semua kejadian alam ini kepadaNYA .. 

Peristiwa kubah masjid yang terbang dll yang penuh misteri Illahi adalah juga kehendakNYA, benar tidaknya Wallahualam. Isu demi isu adalah sebenarnya mengandung sebuah peringatan kepada kita manusia bahwa hendaknya kita senantiasa ingat kepadaNYA setiap saat dan menjauhi larangan laranganNYA ...

Masih perlukah kita berdebat lagi diusia alam semesta yang sudah makin tua ini? Masihkah kita meragukan bahwa setiap kejadian alam sekecil apapun itu hanya dapat terjadi dengan kehendakNYA termasuk udara yang kita hirup dan nampak sudah sangat rutin ini? Bagaimana seandainya semenit saja seisi jagat raya ini dihentikan peredarannya oleh ALLAH, sanggupkah kita menanggung akibatnya yang teramat dahsyat?

( Foto diambil dari google )

Rabu, 18 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 9 )




Ceramah tarawih malam ini, 18 Agustus 2010, menyinggung tentang azab kubur. Tema ini tidak pernah membuat jemaah dimanapun jenuh apalagi mengantuk tersebab imajinasi manusia yang amat terbatas tentang azab kubur, membuat kita selalu terbayang pada siksaan siksaan " ala manusia " seperti halnya dihantam, dipukul, dibakar dan banyak lagi. Seperti itukah? Dan seperti apakah wajah para malaikat yang menyiksanya? 

Pertanyaan pertanyaan seputar ini bahkan bisa ditemukan di internet plus video video yang menggambarkannya. Seram? Sudah pasti. Namun manusia tidak akan pernah mampu melukiskan yang sebenarnya karena keterbatasan pengetahuan kita sekalipun teknologi mencoba untuk " menembusnya " dengan berbagai cara. Siapa yang dapat menggambarkannya secara tepat? Tak seorangpun.

Tetapi benarkah hanya siksaan yang ditemui disana dan bagaimana halnya dengan yang mendapat kenikmatan kubur? Dikisahkan oleh penceramah bahwa " saking " tidak teganya Nabi Muhammad SAW ketika mendengar dan menyaksikan azab kubur, beliau memohon kepada ALLAH SWT untuk memberikan keringanan kepada mereka. 

Harapan kita sebagai seorang muslim adalah memperoleh kemudahan dunia dan akherat. Tetapi sebuah keimanan itu senantiasa akan diuji oleh NYA sebagaimana pendahulu pendahulu kita, sebelum dinyatakan " lolos sensor neraka " alias langsung menjadi penghuni surga. Mudahkah? Hampir pasti : tidak, sebab surga tidak akan diisi oleh orang orang yang munafik, musyrik, ingkar dan semacamnya.

Maka berbagai ujian kehidupan akan menentukan tingkat keimanan seseorang untuk dinyatakan layak dan tidaknya menghuni surga setelah sebelumnya terbebas dari azab kubur setelah matinya. Para malaikat pencatat amalan baik dan buruk dikanan kiri manusia,tentunya tidak akan pernah lalai sedetikpun mencatat amalan manusia yang nantinya pada pengadilan tertinggi dihari akhir catatan ini akan menentukan nasib kita : rapor penuh angka biru ataukah merah? 

Semoga kita sekalian masuk dalam golongan yang dimudahkan ketika harus melewati jembatan setajam pedang yang lebarnya bak rambut dibelah tujuh dengan api yang menjilat jilat dibawahnya .. Allahu Akbar ..

Pada ceramah subuh, penceramah mengajak jemaah berintrospeksi akan apa yang sudah dicapai selama hampir 1/3 Ramadhan ini. Apakah kita sudah merasakan ada peningkatan keimanan selama puasa ini, ataukah biasa biasa alias masih seperti sebelum Ramadhan atau justru lebih parah dari sebelum puasa? Yang dapat menjawab adalah kita sendiri sebab hanya kita yang tahu apa yang telah kita lakukan selama Ramadhan ini, disamping tentunya Sang Maha Tahu, ALLAH SWT. 

Bermacam jenis ibadah dapat dilakukan selama berpuasa. Mulai matahari terbit hingga terbenam kita dapat melaksanakan berbagai jenis ibadah yang disunnahkan. Membaca Al Qur'an hingga tamat, shalat tarawih, memberi makan kaum dhuafa, serta memberikan berbagai jenis zakat yang diwajibkan. 

Harapannya tentu saja semua ibadah ini akan melatih dan membiasakan kita diluar Ramadhan untuk selalu mengamalkan hal yang sama sehingga ini akan menjadi HABIT dan membentuk akhlak mulia seseorang.

( Foto diambil dari google )


Selasa, 17 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 8 )




Waktu serasa " terbang ", Ramadhan memasuki hari ke 7 atau menjelang 8. Saya tidak selalu dapat langsung mengupdate blog ini segera setelah selesai tarawih atau subuh, sebab terkadang berbagai hal diluar rencana terjadi, misal dua hari terakhir ini banyak tamu yang datang kerumah. Minggu sore yang lalu misalnya, saya menjamu buka bersama tiga remaja teman anak anak saya dan sekaligus setelahnya kami maghrib dan tarawih bersama dimasjid perumahan. Teman anak anak saya ini mengantar undangan pernikahan mereka, jadi saya dengan suka cita ber reuni setelah lama tidak bertemu. 

Betul betul waktu itu bak terbang dan melayang, tahu tahu satu persatu teman teman anak anak saya melangkah ke pelaminan, alhamdullilah... " Datang lo tante ya, nanti kalau Oliver lebaran dateng kan bisa bareng tante " , saya mengiyakan .. Saya memang cukup akrab dengan beberapa teman anak anak saya sejak SD hingga selesai kuliah. Jadi beberapa diantara mereka ya masih saja suka kerumah meskipun anak anak saya sudah pada merantau, terutama saat ini dimana dalam dua tahun terakhir ini sudah 5/lima teman anak anak saya yang mengantarkan undangan pernikahannya untuk saya..alhamdullilah..

Terus Senin sorenya kerabat dari Denpasar datang yang membuat saya tidak bisa langsung menulis di blog ini setelah tarawih atau subuh tersebab berbagai aktivitas dadakan. Jadi umumnya saya catat dulu didalam ingatan tentang inti ceramah, dan mencari waktu lain untuk menulisnya.

Inti ceramah malam kemarin adalah pembahasan tentang hadist Nabi Muhammad SAW : " Puasalah, karena puasa itu sehat dan memperpanjang umur " . Waduh, betul2 saya beberapa hari terakhir ini mendapat siraman rokhani yang luar biasa tentang hikmah puasa bagi kesehatan jasmani dan rokhani. Sehingga saya semakin yakin bahwa puasa itu justru merupakan sumber kesembuhan jasmani rokhani . Maha Suci Ya Allah ...!

Dan beribu maaf bahwa subuh tadi saya absen. Saya tidak tahan melihat tumpukan daun daun kering yang berguguran diluar pagar rumah dan oleh paskun ditempat kami rupanya terlewatkan atau apa. Biasanya subuh begini saya juga menyapu dan mengepel sendiri halaman dan dalam rumah, tapi subuh tadi betul betul saya tidak tahan godaan melihat daun daun yang berserakan. Gagal sudah niatan ke masjid, saya mendahulukan menyapu sampai bersih dan dilanjutkan mengepel. Pas adzan subuh selesai, sayapun pas selesai menyapu dll. Jadi saya tidak bisa bercerita apa apa, semoga Allah mengampuni, amien...

( Foto dari google )

Senin, 16 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 7 )




Malam ini saya agak dikejutkan dengan nada suara penceramah shalat tarawih yang melengking, keras dan selalu dalam nada tinggi. Rupanya jemaah lain merasakan hal yang sama, dan entah bagaimana kok tidak lama kemudian secara tiba tiba sound-system melemah sehingga suara penceramah menjadi otomatis juga berkurang kerasnya hehe ... 

Pada intinya, kita, manusia, dihimbau untuk meyakini segala sesuatu yang telah tertulis di Al Qur'an walaupun pembuktiannya belumlah semuanya bisa dilihat sekarang. Contoh : kejadian hari akhir nanti, bagaimana membuktikannya? Maka yang terpenting adalah MEYAKINI KEBENARAN Al Qur'an, itulah yang paling utama karena isi Al Qur'an bukan buatan manusia.

Tetapi meyakini " tanpa bukti " membuat sebagian orang justru kemudian ingkar karena ketidakpuasannya. Maka salah satu ujian keimanan seseorang adalah seberapa dalam keyakinan
nya akan hal hal yang belum dialami atau terjadi sebagaimana halnya kematian dan hari akhir. Pengingkaran akan kebenaran kebenaran yang " belum terjadi " ini memiliki konsekwensi dunia dan akherat yang azabnya sungguh amat pedih sebagaimana digambarkan didalam Al Qur'an.

Dan entah bagaimana, kok ternyata saat ceramah subuh tema yang dipilih seolah merupakan sambungan dari ceramah tarawih, yakni masih seputar masalah yakin meyakini ini meskipun dengan pembicara yang berbeda. Bagi mereka yang lebih mengandalkan ratio daripada keyakinan, sebenarnya Al Qur'an sarat dengan hal hal yang logis. 

Contoh : tinjauan berpuasa selama sekitar 14 jam/ hari selama sebulan per tahunnya, adalah merupakan " pembersihan " dari berbagai macam zat yang dapat mengganggu kesehatan, sehingga puasa justru menyehatkan tubuh secara jasmani dan rokhani. Pembuktian secara medis ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai pakar, apalagi pendapat yang mengatakan bahwa orang dapat mati karena berpuasa amatlah tidak benar.

( Foto diambil dari google )


Minggu, 15 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 6 )





Tidak terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke 6. Shalat tarawih malam ini tadi ada yang lucu dimana anak anak kecil " pating kemriyek " di teras luar masjid sehingga sebelum memulai shalat, imam meminta para jemaah untuk menempatkan putra/i nya disamping ibu/bapaknya masing masing supaya mereka tidak membentuk " gang " diteras masjid. 

Maka ada pemandangan yang tidak biasa yaitu anak anak kecil " ditangkapi " para jemaah dan dimasukkan masjid untuk dicarikan ortunya masing masing dan anak anak ini harus ikut shalat disisi ortunya supaya tidak membuat kegaduhan hehe ( namanya saja anak anak, meskipun sudah dikembalikan ke ortu masing masing ternyata juga masih saling ledek di punggung ortunya hehe.. ) .

Bahasan ceramah sore tadi menarik karena membahas hikmah puasa Ramadhan dari sisi medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama Ramadhan, orang akan jauh lebih sehat karena " seluruh cadangan dibawah kulit manusia " dipaksa keluar termasuk zat zat yang beracun, sehingga diakhir Ramadhan kita akan merasa sangat enak dan sehat. 

Keluhan2 yang biasanya muncul justru hilang selama puasa. Demikian ini sesungguhnya membuktikan kebesaranNYA sebagai Grand Designer dalam mengatur siklus kesehatan manusia yang sayangnya tidak selalu disadari oleh kita dan banyak yang memandang puasa justru sebagai sebuah beban.

Dan pada ceramah subuh hari ini, Senin, 16 Agustus 2010, diuraikan seputar rukun Islam serta kemampuan kita mengaplikasikannya. 

Rukun I, Membaca Syahadat, ternyata masih banyak yang tidak mempraktekkan ucapan syahadatnya, terutama mereka yang menyekutukan Allah dengan hal hal lain misal : mengaku Islam tetapi ke dukun. 

Kedua, Shalat. Banyak yang masih lalai menjalankannya.Misal : sering tidak tepat waktu secara sengaja, tidak khusuk, dll. 

Ketiga adalah Puasa. Bagi yang mampu yakni sehat jasmani rokhani adalah wajib, tetapi kenyataannya meski sehat jasmani rokhani banyak yang lalai dan dengan sengaja mengabaikan meskipun mereka mengetahui sanksinya terutama dikelak kemudian hari di akherat. 

Keempat, Zakat. Masih banyak orang merasa sayang mengeluarkan zakat karena takut berkurang hartanya atau bahkan jatuh miskin. Mereka ini tidak meyakini kebenaran janji Allah bahwa tidak ada orang jatuh melarat karena membayar zakat, melainkankan semakin bertambah harta dan rizkinya.

Kelima, Naik Haji. Juga masih banyak mereka yang belum menunaikan ibadah haji walau sebetulnya mampu secara finansiil dan fisik maupun mental padahal diwajibkan. Kelima rukun ini masing masing memiliki sanksi yang berbeda beda di akherat sebagaimana digambarkan dalam kitab suci Al Qur'an. Maka sebelum saat itu tiba kepada kita, marilah saling mengoreksi apakah kita sendiri sudah menjalankan ke lima limanya dengan baik dan sempurna? 

Hari demi hari adalah kesempatan untuk selalu meningkatkan kwalitas ibadah kita dan sebaiknya tidak men sia siakannya.

( Foto diambil dari google )