Jumat, 23 September 2022



 
 
 
 
.. " LAPIDOTH Menutupi PELANGI ? " ..
 
warga kota Malang siapa yang tak tahu 
Hotel Pelangi di Jalan Merdeka Selatan no 3 itu ? 
hotel bersejarah yang berdiri tahun 1916 bernama
 asli Palace Hotel yang lalu dijaman pendudukan
 Jepang berganti nama menjadi Hotel Asoma
 dan setelah kemerdekaan hotel kemudian dikelola oleh
 pengusaha Banjarmasin , Syachran Hoesein 
dan menjadi Hotel Pelangi yang hingga kini 
masih berdiri kokoh dijantung kota Malang itu . 




naa .. kalau kemudian ada 
sebuah bangunan tambahan yang mendadak muncul
 dihalaman depannya sehingga seolah menutupi
 wajah Hotel Pelangi yang legendaris itu ,
 pastilah " ada apa apanya " kok sampai 
" berani beraninya " menghalangi perwajahan 
hotel landmarknya Malang ini ?
 sayang sekali saya tak sempat bertemu dengan petugas
 atau manajer atau siapapun yang berwenang memberi
 informasi pada saya tentang ini 
tetapi saya dengan penuh penasaran malah masuk dan
 cangkruk di bangunan tambahan dihalaman 
Hotel Pelangi ini . 





sebuah bangunan berarsitektur klasik dan mengingatkan
 pada model cafe cafe Eropa yang " konvensional " 
dan bangunan yang memang dibuat bagi 
cangkrukers ini diberi nama " LAPIDOTH " . 
naa .. penasaran kedua saya adalah nama ini , 
apakah ada hubungan dengan sejarah Hotel Pelangi 
atau bagaimana , lagi lagi tak ada yang 
dapat memberi jawabannya pada saya .. 
( kelak akan saya susulkan kalau saya mendapat 
informasi dari reliable sources ) . 
masuk kedalam Cafe & Patisserie ini saya mendapat 
kesan nyaman , klasik , dan homy ! 






dalam ruangan yang tak terlalu gede ini , ada sekitar
 20 an tempat duduk plus disebelah teras luarnya 
yang memuat dalam jumlah yang kira kira sama 
atau lebih sedikit . 
interiornya yang didominasi warna putih dan furniture
 coklat & cream plus foto foto djadoel Tempo Doeloe 
yang menggambarkan perjalanan sejarah 
Hotel Pelangi dan Malang , 
menambah kentalnya ingatan pada suasana 
Alun Alun jaman dulu dan perwajahannya yang lama , 
mulai dari Alun Alun itu sendiri , Masjid , Gereja , dll .
 menu menunya juga menggambarkan Tempo Doeloe 
seperti Es Cendol , Telo Goreng dll meskipun
 dikemas dengan nama nama asing yang 
terdengar keren ! 
makanan ringan hingga yang berat , minuman teh , 
kopi maupun non kopi , semuanya tersedia
 dan bagi penyuka sandwich ataupun salad , 
disini semuanya ada ! 



 
 
harganya standar saja , Americano misalnya , 
23K atau Frappucino 28K, 
Es Kopi Susu Lapidoth 26K dll . 
saya sempat melihat dibagian belakang cafe ini 
sedang ada pembangunan bagian rooftopnya yang 
mungkin nantinya tamu tamu akan bisa 
menikmati lantai atasnya , semoga !
 

 
 
 
naa .. buat warga Malang " mantan milenial " 
saya ( hehehe .. ) Lapidoth adalah salah satu
 pilihan cangkruk yang nyaman untuk bernostalgi,
 terutama bagi kerabat luar Malang yang 
sekaligus ingin menginap di Hotel Pelangi sebab
 letaknya yang ditengah kota adalah strategis
 untuk berbagai tujuan ... naaa , yukkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 22.09.22 )
keterangan foto :  
01 . Hotel Pelangi tersisa wajahnya 
dikanan kiri cafe 
02 . menutupi Hotel Pelangi
03 . saya dipintu masuk cafe
****
04 . atmosfer ( 01 )
05 . atmosfer ( 02 )
06 . atmosfer ( 03 )
****
07 . Hotel bersejarah
08 . membangun rooftop diatas cafe
09 . buat catur ?
****
10 . daftar menu ( 01 )
11 . daftar menu ( 02 )
12 . daftar menu ( 03 )
****
13 . telo goreng
14 . es cendol
****
15 . salah satu ucapan selamat ( 01 )
16 . salah satu ucapan selamat ( 02 )
17 . atmosfer sudut lain ... nyaman
**** 

Selasa, 20 September 2022






..  " Dewi Sri , Turun Di Jabung "  ..
( Blusukan Arah Tumpang / 02 )

cukup lama tidak ke daerah Tumpang , 
maka minggu yang lalu saya merasa saatnya sedikit
 menjenguk & melihat apa yang " terjadi " setelah 
sekian lama saya tidak kesana . 
tidak melewati jalan rayanya saja , 
tetapi terkadang jalan jalan desa yang asri adalah
 lebih memikat . maka saat ada di desa Sidorejo , 
Glongsor , Jabung , saya melihat ada petunjuk arah 
" Dewi Sri " . lho apa ini ? 


mengandalkan GPS akhirnya gerobag diarahkan 
ke Jalan KH Ahmad Dahlan 26 , sebuah area 
Agrowisata Padi Unggulan Organik Produktifitas Tinggi !
 wow .. sejauh mata memandang yang 
nampak hanya kehijauan persawahan dengan 
jembatan bambu yang melintas ditengahnya dan ada 
patung Dewi Kesuburan , Dewi Sri yang nampaknya
 sedang dalam penyelesaian . 
kebetulan saat itu hanya ada dua pengunjung 
dan saya benar benar leluasa untuk jeprat jepret 
bahkan menyeberangi jembatan panjang yang
 membelah persawahan hingga keujungnya
 dan berakhir disebuah bangunan pendopo serta ada 
tempat istirahat untuk mamin disebelahnya . 




nafas terasa sangat segar ditengah persawahan yang
 menghijau dan tentu saja ini lebih mirip sebuah 
" pelepasan " kepenatan pikiran , fisik
 dan mental hehehe .. a healing spot !
juga ada  deretan alat alat olah fisik disitu , 
yang awalnya sempat saya pikir itu adalah 
mainan anak anak tetapi ternyata  adalah buat 
mereka yang hobi nge gym !
 disebagian areanya memang ada kesan kurangnya
perawatan terlihat dengan adanya sampah sampah 
pengunjung yang kurang bertanggungjawab dan 
membuang palstik2 seenaknya serta
 beberapa bangunan bambu untuk lesehan yang
juga nyaris roboh .






sangatlah disayangkan sebab area ini sungguh 
punyadaya pikat tersendiri ! semoga nanti dengan 
rampungnya patung Dewi Sri akan ada
 pembenahan dari yang berwenang , sehingga
 area ini akan benar benar menjadi salah satu 
tujuan wisata agro yang dapat diandalkan selain
 yang di Batu , Nongkojajar dll! 



naa .. buat yang jenuh ke cafe cafe atau suasana kota
 yang bising , ini adalah sebuah tujuan wisata 
yang pas buat nge charge hati & jiwa hehehe ..
yukkkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 21.09.22 )
keterangan foto :
01 . pendopo untuk pertemuan/ reunian dll
02 . sejauh mata memandang , hijau ..
03 . jembatan bambu membelah persawahan ..
****
04 . Dewi Sri dalam penyelesaian
****
05 . membelah kehijauan ( 01 )
06 . membel;ah kehijauan ( 02 )
****
07 . jembatan lain
08 . persawahan percontohan
09 . merah diantara hijau
10 . alat alat kebugaran
11 . hijau dan hijau
****
12 . " dijaga Dewi Sri "
13 . pisang ada juga 
****
 
 
 
 .. " CHALET , Perancis Boyong Ke Jabung " ..
( Blusukan Ke Arah Tumpang / 01 )
 
selera internasional tidak hanya diketemukan di 
cafe cafe tengah kota atau kota kota besar . 
siapa bilang kalau rasa Perancis tidak ada di dusun 
terpencil Jalan Cincing Dusun Sukopuro ,
 Jabung , Malang ? 
didusun yang jalan " rayanya " sangat ngepas untuk 
satu mobil ini rasanya sulit dipercaya ada 
sebuah French Restaurant And Lounge berjuluk 
" CHALET " yang artinya kurang lebih
 adalah pondok . 


maka kalau panji panji Perancis sudah dikibarkan , 
tentu saja disitu kita akan menemukan pacel atau
 cendol atau pete . sayangnya saat saya tiba disitu
 minggu yl, rupanya agak kepagian dan
 Chalet masih tutup ! 
( semula saya pikir bakal bertemu Breakfast Brunch 
atau menu paket sarapan yang umumnya 
tidak mahal hehehe .. ) .
menunggu dua jam sudah tentu akan sia sia
 meskipun disitu panoramanya bagus , maka 
saya minta ijin satpam untuk jeprat jepret saja dulu.
 dan kapan kapan saya  akan kembali untuk menjajal
 menu menunya buat bahan blog ini . 


diluar dugaan satpam menjawab :
" maaf bu , disini dilarang mengambil foto foto 
selama restaurant masih tutup . bagaimana kalau 
ibu saya bantu saja ya untuk memfotokan , 
ibu tunggu diluarnya saja . 
ada kamera yang mengawasi dan sudah pernah ada
 satpam yang dipecat karena ini " .. 
wah , surprise juga ! 
padahal maksud saya hanyalah berkeliling dengan 
kawalan satpam untuk jeprat jepret , 
terutama yang dibagian lembah kebawah karena
 panoramanya bagus ! 


akhirnya demi mendapatkan gambar untuk blog ini ,
 saya mengalah dan satpam mengambil HP saya
 dan saya bergeser keluar pintu gerbang untuk
 menunggu hasil jepretan sang satpam hehehe .. 
tentu saja bathin saya begini :
" waduh , ketat banget , padahal hanya 3-5 menit saja 
dan itupun dikawal satpam untuk jeprat jepret 
diarea kolam renang dan lembah dibawahnya , 
kok seperti protokoler Istana Merdeka saja hihihi .. " 
 tetapi aturan tinggal aturan , 
mungkin ada pertimbangan keamanan atau apa
 saya tidak tahu .. maka jika dihalaman ini terlihat 
kurang lengkap atau bagus, 
mohon dimaklumi karena saya hanya dapat 
mengandalkan hasil jepretan satpam dan jepretan
 saya sendiri adalah yang hanya ada
 di  halaman luar ! 
teman seperjalanan saya nggrundel 
" waduh , wong asing iki kok ketat se , 
iki duduk negorone lho , wong cuma jeprat jepret ae
 kok gak oleh " hehehe ... 
( pengalaman  saya 13 tahun hidup di Eropa , tidak
 satu kalipun saya pernah mengalami hal yang
 serupa bahkan seringkali saya dikira wisman 
jadi jeprat jepret diijinkan & dimaklumi hehehe .. ) . 


maka info tentang rasa  & ragam menu, 
harga maupun atmosfer serta layanannya belum
 dapat saya sertakan disini selain bahwa di
 internet disebutkan oleh beberapa pengunjungnya 
sebagai Restaurant dengan 
Harga Menu Menunya Selangit ! 
bisa dimaklumi jika sebagian besar bahan bahan 
masakannya berasal dari Perancis atau disamakan 
dengan harga harga di Perancis dalam  Euro ? 
ambil contoh Milk Tea & Expresso 50K dan 
Chocolate Chalet Signature 60K , itu baru minuman 
" pembuka " dan dengan main course plus dessert 
mungkin per orang butuh sekitar 200-250K jika 
ingin betul betul menikmati sensasi atmosfer dan 
rasa Perancis menu menunya ! 
disitu ada kolam renang bagi yang suka renang 
malam hari ditengah suasana kawasan Bromo yang
 pastinya cantik dan kalau beruntung bisa 
melihat Milky Way ?
mari sedikit mengintip sebagian daftar menunya 
di internet : 
Croque Madame 85K , Salmon asap Blinis 80K,
 Salada Laut 65K, Quiche Lorraine 45K . 
atau dessertnya misalnya Profiterole 65K , 
Lava Coklat Gusto 65K . atau dilapangan bermain juga
 ada misalnya : Saus Magret de Canard dengan
 Balsamique 165K , Fillet de Beef Sauce Bleu 225K dll .


naaa .. penasaran ? 
datanglah setelah jam buka dan siapkan minimal 
didompet minimal 300 - 500 ribu atau 
dua orang sekitar 700 ribuan.
 yukkk ...
( Titiek Hariati , 19.09.22 )
photo oleh satpam CBR&L dan 
photophoto saya hanya yang berada
 dihalaman luarnya .

Minggu, 18 September 2022

   

 
 
" Cow Cow Steak , Rasa Hotel Harga Rakyat " 

dengan motto " Steak Hotel Harga Merakyat " , 
nampaknya kehadiran warung steak di 
Jalan Simpang Wilis Indah , Malang , ini cukup berhasil
 menyedot pengunjung meski baru dibuka 
dalam  bilangan hari ! 
bahkan bukan disebuah ruko atau bangunan 
permanen tetapi lebih tepat disebut sebagai 
 " PKL Mewah " hehehe .. 
 

 

 pun saya tetap merasakan kenyamanan didalamnya 
dengan tatanan mejakursinya yang cukup 
untuk sekitar 30an kastamer . 
meski berjuluk " steak " yang umumnya adalah sapi , 
tentu saja di CCS ini juga ada steak ayam yang 
tentu saja  tidak sama dengan Wiener Schnitzel . 
soal " Harga Merakyat " sebagai slogannya , 
tentu saja ini juga bergantung pada pilihan menu 
dimana " selapis dengan yang berlapis lapis  steak " 
pastilah beda hehehe .. 
 
 
maka untuk LHAR 
( Layanan , Harga , Atmosfer dan Rasa ) skala 1-10 
saya berikan 6 , sebuah angka " standar " 
mengingat saus dari steak juga menentukan rasa ,
 dan saya masih berharap bahwa kedepan akan ada
 peningkatan rasanya ! 
 
 
bagaimanapun , CCS sudah hadir untuk merebut hati
 steak lovers yang ingin menikmati 
Rasa Steak Hotel Berbintang di tepi Jalan 
Simpang Wilis Indah Malang ! 
penasaran ? yukkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 18.09.22 )

Jumat, 16 September 2022

 
 
 
 
 
 .. " AADP ? " ..
( Ada Apa Dengan Ponpes ? )

berbagai peristiwa mengenaskan akhir akhir ini 
terjadi seolah beruntun dan TKP nya adalah justru 
Pondok Pesantren yang diyakini sebagai 
sebuah tempat para santrinya menimba keilmuan 
yang sarat nilai kebajikan guna membekali 
para santrinya dengan nilai nilai positif dalam 
menjalani kehidupan dunia dan pembekalan bagi 
kehidupan akherat . 
tetapi bayangan ponpes sebagai sebuah tempat 
menggali pengetahuan spiritual dan keimanan , 
menjadi coreng moreng ketika berbagai kasus justru
 muncul secara ironis dibeberapa ponpes
 yang bahkan sudah sangat ternama .
 sebut saja banyaknya kasus kasus pelecehan seksual
 oleh para pengajar atau ustadznya kepada 
santriwatinya , dan yang terakhir bahkan tragis 
karena adanya kematian salah satu santrinya akibat
 penganiayaan para seniornya di ponpes Gontor . 
miris dan memprihatinkan . 
 
 
pertanyaan yang timbul adalah : 
" apakah Kemenag dalam hal ini tidak memiliki 
semacam sistim pengawasan pada periode tertentu 
terhadap ponpes ponpes yang jumlahnya puluhan ribu 
ditanah air ini serta seberapa jauhkah
 wewenang Kemenag terhadap kasus kasus yang
 terjadi di ponpes ponpes ? " . 
lebih spesific lagi adalah pertanyaan 
" apakah Kemenag tidak menetapkan semacam 
sertifikasi bagi ponpes ponpes sesuai level nya ? " . 
jika misalnya ada peng level an dari ponpes , 
semacam akreditasi yang kita kenal selama ini
 di kalangan Perguruan Tinggi , 
mungkin akan membantu masyarakat membuat 
penilaian dan pilihan mana mana ponpes yang 
memang layak , 1/2 layak dan kurang atau 
tidak layak untuk disebut sebagai sebuah ponpes . 
 
 
itu tidak saja meliputi kurikulumnya keagamaannya , 
tapi juga secara menyeluruh yang meliputi program
 program Character Building nya ! 
Iman dan Ilmu seyogyanya berjalan sejajar 
beriringan secara berimbang untuk 
membentuk manusia seutuhnya . 
maka adalah memilukan ketika pelecehan seksual 
terjadi justru disebuah lembaga yang mengajarkan 
nilai nilai kehormatan dan martabat wanita
tetapi ditempat yang sama justru 
para wanitanya dilecehkan harkat dan martabatnya ! 
 
 
 kemudian pada kasus penganiayaan seorang 
santri hingga tewas , juga memperlihatkan lemahnya 
pengawasan dan peraturan para pengelola ponpes
 sehingga terjadilah keleluasaan bertindak 
para santri senior kepada para santri baru .
 lebih tragis lagi bahwa pada awalnya para 
pengelola ponpes justru berupaya menutupi dan 
memanipulasi kematian santrinya dengan 
alasan alasan yang bahkan dikuatkan oleh keterangan 
dokter yang penuh kebohongan . miris !
 para santri yang datang dari berbagai daerah 
dipenjuru tanah air , adalah dipenuhi 
cita cita dan harapan bahwa kelak mereka akan
 kembali kekampung halamannya dengan 
membawa ilmu yang bermanfaat bagi lingkungannya 
serta masa depannya . 
cita cita dan harapan ini hancurlebur ketika yang
 diperoleh adalah justru kenistaan dan bahkan 
kematian . 
apakah ponpes memang sebuah lembaga steril yang
 tidak memperkenankan para orangtua santri 
mengikuti perkembangan putra putrinya 
selama dalam masa pendidikan ? 
 
 
 bentuk bentuk komunikasi seperti apakah sebenarnya
 yang ada di ponpes ponpes yang memberikan 
peluang bagi para santrinya untuk berkomunikasi 
dengan keluarganya ? 
beribu pertanyaan muncul dan semoga saja kasus 
terakhir yang terjadi di ponpes tersohor Gontor
 dapat menjadi momentum " pembongkaran " sistim
 yang selama ini dinilai kurang / tidak lagi 
relevan dengan tuntutan jaman dan tidak 
memberikan Rasa Aman bagi para santrinya 
terutama yang baru masuk / bergabung di ponpes . 
keterbukaan dan kejujuran para pengelolanya 
terhadap  kasus kasus yang ada dalam lembaganya 
adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat 
di tawar dijaman digital ini , 
karena " mata gadget " ada dimana mana dan 
masyarakat berhak tahu apa sebenarnya yang terjadi
 disetiap kasus yang muncul untuk 
menghindarkan peristiwa yang sama terulang 
dimasa depan . 
 
 
sedih dan prihatin sudah pasti , hanya 
pertanggungjawaban secara kesatria dari para 
pengelola ponpeslah yang akan sedikit mengobati luka
 keluarga para korban meskipun luka ini 
tidak akan pernah disembuhkan . 
pertanyaan selanjutnya barangkali adalah 
" benarkah ponpes satusatunya lembaga yang dapat
 membentuk sebuah karakter utuh dan seimbang
 antara Imtaq ( Iman dan Taqwa ) dan Iptek 
( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ) ? " .
sayangnya , saya tak punya jawabannya .....
(  Titiek Hariati , 17.09.22 )
gambar dari google