Kamis, 25 November 2021

 
 
 
( 03 of 10 )
..  " mBolang 2300km 
Malang - Banten PP " ..
  " Dari Bintaro Ke Bintaro " 
niatan pertama ke Betawi tepatnya TangSel ,
 dilaksanakan pada hari pertama , 
kedua dan ketiga .
 tentu saja reuni kecil dengan elang elang saya 
yang sedang berbahagia dengan hadirnya
 malaikat kecilnya . 
 maka sebuah sunnahpun dilaksanakan dengan
 pemotongan rambut si jabang bayi beserta
 penimbangan rambutnya yang akan menentukan 
besarnya sodaqoh . sesuai tradisinya , 
dalam acara ini menu menu kambingnya menjadi 
hidangan utama . hanya keluarga terdekat yang hadir ,
 dengan pertimbangan bahwa 
dimasa pandemi ini memang sebaiknya ada 
batasan batasan meskipun inginnya semua
 kerabat  di Betawi bisa hadir seperti biasanya
 dalam acara acara keluarga . 
 sebelumnya , saya sudah menyempatkan diri ke 
Jakarta Timur untuk ber kangenan dengan 
beberapa kerabat yang hampir 3 tahun ini tidak
 saling mengunjungi . dan seperti lazimnya
 orang timur , besoknya terjadi kunjungan balasan 
yang tentu saja tidak dihotel saya tetapi
 dirumah rumah elang elang saya yang tak 
saling berjauhan di daerah Bintaro .
 ( yang mau bertanya mengapa saya dihotel 
dan tidak bersama elang elang saya dirumah 
mereka tidak perlu sungkan . 
alasan utama karena saya dari luar kota dan
 untuk menjaga mereka mereka terutama
 si malaikat kecilnya , 
maka hotel adalah yang terbaik meskipun di
 3/tiga hari terakhir saya di Betawi , 
saya mulai boyong kerumah mereka setelah
 " karantina " seminggu di hotel hehehe ... 
pun jarak hotel tidak jauh dari
 rumah rumah mereka , hanya sekitar 8 menit
 dari hotel ) 
 memang tidaklah mudah kunjung mengunjungi 
di Betawi karena jarak yang begitu jauh dan
 lalin yang padat . tapi kedatangan kerabat 
sejauh 700km lebih , yaitu saya , tentu saja 
membuatnya mudah karena rasa kangen 
mengalahkan jarak dan waktu
 ( cieeee .. kok seperti lirik lagu yo ? ) . 
sebagian kerabat tampak
 lebih gemuk , sementara yang lain justru kurusan ,
 dan sebagian anak anak terlihat sudah begitu
 jangkung , sebagian yang lain masih terlihat sama ..
 yang jelas semuanya hanyut dalam 
obrolan dan canda , maklum dimanapun berada
 yang namanya Arema tetap saja berbahasa 
Kromo Inggil hehehe .. 
melihat keponakan keponakan sudah pada SMA ,
 kuliah bahkan kerja dll terasa bahwa
 waktu sedemikian cepat lewat dan yang
 tersisa hanyalah pertanyaan " Kapan " ? 
 naa .. tak banyak yang bisa ditulis disini
 karena reuni reuni kecil ini sarat
 dengan atmosfer kekeluargaan dan dan sebaiknya 
pembaca ikuti saja bagian ke 04/ empatnya 
dari mBolang 2300km ini yang 
pasti lebih seru ! yukkk....
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Nopember 2021 )
keterangan foto :
01 . elang sulung saya sedang memperdengarkan
 adzan ditelinga putrinya yang 
baru saja lahir .
02 . pencukuran rambut sebagai sunnah
 dalam acara Aqiqah .
03 . full kambing , salah satu menu 
04 . Astera Hotel tempat saya 
" karantina " hehehe .. 
05 . dirumah elang bungsu saya , Bintaro , 
bersama kerabat dari JakTim 
( gerobag saya sedang " diistirahatkan " hehehe .. )
06 . mengunjungi kerabat ( 01 )
07 . ( 02 )
bersambung kebagian ( 04 )
.. " mBolang 2300km Malang - Banten PP "
04 of 10 / " Dari Pecel Pincuk Sampai Goulash

Rabu, 24 November 2021




( 02 of 10 ) 
.. " mBolang 2300km 
Malang - Banten PP " ..
 " Ngopa Ngopi Sepanjang 782km " 
tepat jam 05.10 pagi meninggalkan rumah 
pada hari Rabo tanggal 03 Nopember 2021 . 
arahnya Surabaya lewat tol Singosari.
 sebetulnya ada dua pilihan . 
pilihan pertama , lewat Batu dulu sampai dengan
 Jombang dan dari situ langsung jablas Betawi . 
hitung hitung sambil menikmati panorama
 Kasembon dst dipagi hari .
 tapi pilihan ini harus dicoret dengan pertimbangan
 cuaca . jadi jablas saja ke arah Surabaya .
 eToll harus sangat cukup sebab tidak selalu
 ditemukan penjualnya dengan mudah .
 bagaimana kalau di tengah2 jalan tol yang 
jauh dari Rest Area mendadak kehabisan ? 
maka jika mengisi eTol hingga 800 ribu , bukan
 sok sok an tapi demi kenyamanan saja . 
di gerbang tol Singosari eTol bersaldo 833.750 . 
jarak ke Jakarta masih menunjuk angka 761 km .
 sarapan " darurat " dalam  gerobag 
tidak perlu dikhawatirkan karena saya siap
 dengan telur godog dan pisang serta susu hehehe ..
jalanan nyaris senyap , 
mungkin belum ada manusia sepagi itu yang
 berniat lewat tol .
 ** ) dan masuk tol di Waru pada jam 06.14 
dengan sisa eTol 775.750 dan jarak ke Jakarta
 menujukkan 742km sedang jarak ke Surabaya 
menunjuk angka 32 km . 
angin keras dari arah samping dan sebuah papan
 peringatan agaknya perlu diperhatikan
 apalagi gerobag saya mini yang mudah
 " mbliyat mbliyut " hehehe .. 
** ) lanjut hingga arah Ngawi , 
penunjuk km di 726 dan sejenak Ngopi di 
Rest Area untuk menghangatkan perut . 
** ) perjalanan lanjut hingga bersisa 695km arah 
Jakarta dan berhenti lagi di Rest Area 
Kedung Mlati untuk keperluan 
panggilan alam hehehe ...
** ) perjalanan lanjut lagi hingga tiba di Rest Area
 Teras Dipa pada jam 07.01 dan penunjuk angka
 di 678km arah Jakarta . 
** ) Kertosono dicapai pada 673km arah Jakarta 
dan bersiap memasuki tol Mantingan , Kertosono .
 pada 621km , ada pantauan kecepatan via CCTV .
 dan sejenak Ngopi lagi di Rest Area 
 arah Solo di 575km yang ada Masjid besarnya ,
 Al Ghoddi . 
** ) pada jam 09.30 pagi , 
gerobag mini sudah mencapai Karanganyar  
memasuki gerbang tol arah 
Solo , Surakarta dan Semarang . 
** ) di Salatiga jam 10.10 dan pada 10.18 sudah 
mengarah ke Ungaran hingga Magelang .
** ) di gerbang tol Banyumanik , 
saldo eTol menunjuk angka 460.750,-  .
  ** ) Rest Area berikutnya adalah pada jam 11.36 
untuk sholat dan lain lain , namanya adalah
 Rest Area Ringinarum dengan Waleri 
sebagai kota yang terdekat .
 menikmati soto daging ala Ringinarum ,
 hitung hitung adalah makan siang 
dan ini sudah masuk di Kabupaten Kendal .
 disini diputuskan untuk mengisi BBM lagi 
supaya tidak kesulitan nanti mencarinya di
 Jakarta yang belum tentu semudah di 
daerah mengingat jarak yang jauh 
dari tempat satu ke yang lain . 
** ) perjalanan lanjut dengan lebih " serius "
 alias menambah sedikit kecepatan mengingat
 masa berlaku Tes Antigen yang akan berakhir
 pada jam 18.00 ( maklum kelewat disiplin , 
padahal belum tentu si pemeriksanya
 akan sangat teliti hihihi .. ) .
** ) alkisah ( sedikit saya dramatisir ) , tiba di
 gerbang Palimanan yang sudah bersisa beberapa
 puluh kilometer dari Cikampek , 
hari sudah menjelang Ashar sekaligus 
sholat di Rest Area terdekat . 
saldo eTol menunjuk angka 227.750 . 
** ) perjalanan hingga Bintaro di 
Tangerang Selatan / TangSel dimana di 
Hotel Astera sudah dibooked untuk seminggu penuh , 
masih membutuhkan enerji dan waktu 
yang bahkan lebih melelahkan ,
 karena padatnya lalin dan hujan lebat
 sehingga GPS tak banyak membantu dan bahkan
 kadang malah membingungkan karena 
belokan2 yang cukup banyak dan 
" kecenderungan " GPS untuk 
" membisu 1000 bahasa " disaat ada pertigaan 
atau tikungan yang membingungkan ..! 
" yok opo mbah google iki kok malah meneng ngene , 
iki belok kanan opo kiri ? gawat .. " .
 nahh.. bisa dibayangkan kalau kebablas 
di jalanan yang nggak jelas dimalam hari 
dan Jakarta bukan Malang yang jaraknya 
relatif pendek2 , maka sampai di
 Astera Hotel , Tangsel 
sudah " pegel linu " sekujur tulang akibat 
mbah google yang ruwet seruwet lalinnya ,
 weleh weleh  ... 
dan lebih menyebalkan lagi ternyata 
resepsionis hotel sama sekali tidak menanyakan 
tes Antigen seperti informasinya saat booking ,
 padahal di " bela belain " ngebut
 supaya masa berlaku 24 jam terpenuhi , 
oalaaa ... 
ya sudah , alhamdulilah disyukuri saja sudah 
selamat tiba di tujuan meski sedikit sebel , 
dan elang sulung saya mencoba mengobati 
kejengkelan saya dengan sambutan
makan malam pertama bersama di TangSel ..
 selanjutnya , di hotel saya mengguyur 
kejengkelan saya dengan ber lama2 " kungkum " 
melemaskan punggung yang nyaris
 seharian tegak lurus ..
 Rabo malam ini adalah malam pertama saya 
di Betawi , tepatnya di Bintaro . 
saya tadi sempat mencatat sisa eTol terakhir di
 gerbang gerbang tol memasuki Bintaro ,
 yaitu 170.100,- ( saat start di Malang ,
 saldo eTol adalah 833.750,- jadi total eTol yang
 terpakai dari Malang hingga TangSel 
adalah 663.650,- .
semoga informasi ini sedikit membantu pembaca
 yang suka mbolang lewat darat ) . 
harap maklum bahwa dari Jakarta ke TangSel
 ( Bintaro ) melewati beberapa gerbang tol 
dan beruntunglah jika kita tidak membuat
 kesalahan arah , jika ya maka berarti harus
 membayar tol lagi hehehe .. ) . 
saya sudahi bagian dua dari kisah mbolang
 ini disini , silahkan ikuti bagian
 ke 3/ tiga nya ya di :
.. " mBolang 2300km Malang - Banten " ..
03 of 10 / " Dari Bintaro Ke Bintaro  "
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Nopember 2021 )
keterangan foto : 
01 . arah bandara Soehat
02 . arah Kuningan
03 . mendekati Betawi
04 . disebuah Rest Area ada stan Al Farizy ,
 apakah milik pemain AFC ? 
05 . masjid disebuah Rest Area
06 . warung Empal Gentong Cipali
07 . Rest Area Cipali 
08 . didepan Masjid Al Ghoddi
09 . peregangan otot di Rest Area
10 . disalah satu Rest Area
11 . Ngopi , sekaligus " mendinginkan " gerobag

Selasa, 23 November 2021



( 01 of 10 ) 
 .. " mBolang 2300 km 
Malang - Banten PP " ..
 " Malang -  Banten Menjajal Tol " )
dengan judul Menjajal Tol ,
 sudah tentu tak banyak ceritanya karena ini 
adalah perjalanan biasa yang serba " jablas " 
alias " lurus lurus saja " sepanjang 742 km
 hingga Betawi .
 keinginan itu memang sudah lama karena 
lewat darat selalu saja lebih banyak yang bisa
 ditemukan dibanding pesawat yang " mak nyuk "
 tanpa kesan kecuali pemandangan 
atas awannya yang spektakuler ! 
 lalu rencana tertunda tunda oleh banyak hal , 
maklum saja menyesuaikan jadwal antara 
yang berangkat dengan yang dituju bukan hal
 mudah sebab pandemi sudah merubah segalanya !
 mundur dua bulan dari rencana semula ,
 maka " mbolang " kali ini disatukan alasannya
 dalam satu paket yaitu 
berhimpunnya tiga niat dalam 1 paket !
niat pertama adalah
 menyaksikan hadirnya si malaikat kecil , 
niatan kedua adalah 
menyaksikan elang yang memiliki sarang baru 
dan niat ketiga adalah 
reuni kecil diantara kerabat yang sudah
 hampir tiga tahun tidak bertemu . 
niat keempat adalah tambahan yang ( tetapi ) 
 harus saya garis bawahi karena justru disinilah
 " saya yang sesungguhnya saya " 
( iki opo to ? hehehe .. ) 
yaitu mencari bahan bahan tulisan blog ini !
niatan sudah dipak jadi satu , 
maka persiapanpun dilakukan . 
ada telepon masuk : 
 " Jangan lupa lho tes Antigen , 
diperlukan dimana mana dan antisipasi 
pemeriksaan dijalanan " . 
yo wes , persiapan " standar " dilakukan :
01 ) cek spooring balancing dll 
02 ) bbm penuh 
02 ) tes Antigen yang berlakunya hanya 1x 24 jam
 maka tesnyapun saya " mepetkan " dengan
 jadwal berangkatnya . 
kebetulan dekat rumah ada klinik khusus
 untuk layanan berbagai tes covid . 
jam 18.00 hasil tes selesai , tentu saja negatif
 ( kalau positif tulisan ini tak bakal ada hehehe .. )
03 ) koper dan kebutuhan dijalan mulai
 masuk bagasi dan pemeriksaan ini itu agar rumah
 selama ditinggalkan cukup aman .
04 ) naa .. ini yang tak kalah penting :
 ada tiga ekor kucing liar yang rutin datang 
diteras saya tiap pagi, siang , sore untuk 
mendapat jatah . maka saya menitipkan makanan 
kucing secukupnya pada pak Satpam 
dan meminta bantuannya menjatah 
kucing2 ini 3x sehari 
( pak Satpam bebas masuk pagar rumah yang
 tidak saya gembok ) .
05 ) setelah mencek pedulilindungi dan 
pulsa penuh serta e-toll juga penuh , 
saya berusaha tidur lebih awal ( jam 22 ) sebab 
pada subuh hari sudah harus berada diaspal . 
Betawi menelpon , dan kita sepakat akan saling 
kontak selama diperjalanan sebab cuaca
 bisa se waktu2 ekstrem dan jika perlu perjalanan
 dihentikan ditengah tengah agar aman .
( ini pasti ada yang terkekeh kekeh membacanya
 " waduh koyok atene racing ae ..sante bro ! " ..
 bener , saya berusaha sante kok hehehe .. ) 
99% persiapan sudah ok ,
 sisa 1% nya ternyata malah yang terpenting
 dan Maha Penting yaitu : 
D O A !
( bersambung ke :
.. " mBolang 2300 km " ..
02  of 10 (  " Ngopa Ngopi Sepanjang 782km " )
Writing & Photos : Titiek Hariati , Nop. 2021
keterangan foto : 
01 . gerbang tol Singosari 
02 . Sungai Bango
03 . arah Surabaya
04 . beton & beton
05 . lempeng ... 
06 . linatasan beton 
07 .  doa ....
bawalah Al Quran kemanapun pergi ..







Senin, 22 November 2021

 
 
 
...  " Roma Boyong Ke Ijen 91 " ...
 pada Oktober 21 yang lalu , 
saya betul betul menyempatkan diri ke 
Jalan Ijen  91 Malang . mengapa ?
 karena terniat sudah lama , hanya kesempatannya
 yang belum datang . maka disatu siang yang
 tak begitu terik , saya sudah berada disitu 
untuk sejenak " berwisata " ke 
Kota Tujuh Bukit alias Roma yang juga dikenal
 sebagai Eternal City , Kota Abadi .
 pertama yang menarik adalah tampilan 
" kedai " nya yang membuat sejenak lamunan
 melayang ke Eropa . dan ketika masuk , 
musik musiknya juga sangat Italy dengan lagu lagu
 abadi yang tak lekang jaman seperti 
O Sole mio , te Quiro alias 
ailapyu ! 
 lalu juga ada Volare yang khas dan sempat 
dipopulerkan oleh kelompok Gypsi Kings ... !
" volare oh oh .. Cantare , oho hoho ..
Nel blu dipinto  di blu .. Felice di stare  lassu .. " .. 
yang membuat saya ikut bersenandung 
dan menggoyang kaki .. 
 serasa di Italy ? belum ! jelas belum lengkap 
kalau belum memanjakan lidah dengan 
menu menu khas nya ..
 seabreg pilihan ada disitu .. 
sebut saja Classico yang memang klasik , 
Cotoletta , Chicken Pesto , dan salah satu ikonnya
 yaitu Signor , Salsicia e Crauti, Frittata ,
 Tegamino dll ...
 dideretan minumannya ada bermacam kopi , 
juga yang non kopi seperti Lemon Tea , 
Orange Soda , 
Frappe al Cioccolato dll .. 
harga ? rasanya jika disoal rasa sudah okay , 
maka tidaklah perlu ditulis sebab pepatah
 mengatakan " Ono Rego Ono Rupo "
 ( yang ini tentu saja bukan bahasa Italy ) .
 jika kita butuh sekitar 22 jam lebih ke Roma dari 
Indonesia , maka kali ini cukup 10 menit saja 
dari rumah saya dan benar benar saya
 menikmati atmosfer yang berbeda 
dengan cafe cafe lainnya . 
 kebetulan siang itu saya berkesempatan mengobrol sejenak dengan owner nya 
yang masih belia dan cantik , 
Tamara , Sarjana Tehnik Mesin 
yang konon " kesasar enak  " kearah 
kuliner hehehe ..
 dari seorang ibu berasal dari Palembang dan
 ayah yang asli Italy rasanya memang Tamara benar benar terlahir dengan dua budaya indah yang
 diwarisi dari ortunya.. !
 naa .. lengkap sudah bahan tulisan saya tentang 
" kedai Italy " Signor Panino yang melengkapi
 kota Malang sebagai kota dengan 
Wisata Kulinari Internasional 
 ( catat saja resto : China , Korea , Jepang , 
Malaysia , Singapore , Amerika , India , 
Swedia , Thai , Timur Tengah , Mexico , 
Belanda , Perancis etc etc dapat ditemukan di Malang ! )
 saya pilih dua menu yang berbeda untuk
 sejenak bernostalgi di Italy ...
dan akhirnya saya tinggalkan Signor Panino
 siang itu dengan sebuah janji : 
" saya pasti akan kembali " 
 ( soal " kapannya " itu yang saya sungguh
 belum tahu hehehe .. ) . 
terimakasih atas keramahannya Tamara , 
semoga Signor Panino makin " beranak pinak " 
di Malang Raya...
" Ci vediamo e successo .. ! " ..
( Malang , diposting pada 23 . 11 . 21 )
Tulisan & Foto Foto : Titiek Hariati
 




 Dear pembaca Blog ini ,
mohon maaf jika cukup lama tidak menulis . 
alasannya , saya sedikit " mbolang "
 arah Banten dan dua minggu penuh
 mencari bahan bahan tulisan .
 juga maaf buat Tamara ( Signor Panino )
 yang tidak saya tepati
 waktu penulisan dari Ijen 91 , 
semoga setelah ini saya dapat mempostingnya . 
nah .. selamat membuka oleh oleh saya
 nanti ya .. 
Warmest regads , 
Titiek Hariati
 ( Malang , 23 Nopember 2021 )
foto : Starbucks Kota Lama Semarang
Nopember 2021