Sabtu, 12 Juni 2021

 
 
.. " Jogging Track ala Saya " ..
kalau biasanya saya naik gerobag dulu
 menuju jogging track tertentu 
yang agak jauh rumah ,
 maka dalam beberapa hari terakhir 
saya memilih yang dekat2 rumah saja
untuk lebih " mengenal " lingkungan
 terdekat hingga radius 3 km dari rumah . 
 yang menarik jika kita ber pindah2
 lokasi , kita dapat melihat dan
 menemukan tempat tempat yang baru
 yang  belum pernah kita lihat
 sebelumnya . 
 kota Batu dan sekitarnya juga 
menjadi favorit untuk jogging terutama
 diarea Panderman Hill yang 
naik turun itu . namun sejak pandemi ,
 harus memonitor berita2
 perkembangan covid sebab area 
zona merah harus dihindari ! 
 hari ini misalnya , Jumat 11 Juni 2021 ,
 area area terdekat dari rumah yang
 dahulunya zona merah telah
 berubah menjadi kuning bahkan ada
 yang hijau di sebagiannya .
saya putuskan untuk memulainya 
seusai sholat subuh dan dalam
 kegelapan pagi saya menuju sebuah 
area dimana hutan bambu dan
 area persawahannya serta jembatan 
jadulnya yang bersejarah itu 
mengundang minat .
 suara gemuruh air sungai dibawahnya
 dan desiran batang2 bambu
 plus jembatan jadul nya yang masih
 gelap menyatu memunculkan 
aura yang membuat merinding hehehe .. 
 tetapi udara bersih dan segar
 serta senyapnya lingkungan , 
membuat semangat ditengah deraan
 virus yang tak kunjung lenyap!
  jalan menanjak menuju jalan raya
 arah kampus UMM melewati
 persawahan dan bangunan bangunan 
untuk kos kos an pagi itu masih
lumayan sepi , mahasiswa belum
 tatap muka .sekitar 2 km dari situ , 
barulah saya menemu gerbang masuk 
kampus UMM dari arah belakang . 
 ada 5 kampus yang dekat dengan rumah
 dan UMM termasuk yang terbesar 
dengan fasilitas yang terlengkap . 
disitu juga ada lapangan untuk para 
pe jogging , pesenam , dll yang pagi itu
 juga masih lengang .
 mengitari kampus yang luas ini sama 
dengan mengitari sebuah jogging track
 sepanjang sekitar 1,5 km . 
ada  sungai lebar disitu , juga ada
 semacam danau buatan .
 sebuah helipad juga tersedia . 
 hutan mini untuk jurusan kehutanan juga memungkinkan untuk dieksplore .
 setelah mengitari area kampus hingga
 jam menunjuk pada 06.30 , 
saya putuskan untuk kearah pulang .
melewati sebuah komplek apartemen yang 
 terbilang masih gres , Begawan , 
saya berbelok dan menjadikannya 
sebagai jogging track karena luasnya area
 dan sepinya suasana . 
 Malang memang beberapa tahun terakhir
 ini dikepung oleh apartemen2 baru 
karena nampaknya tuntutan kepemilikan apartemen meningkat seiring 
Malang adalah Kota Pendidikan 
dan banyak para orangtua siswa yang 
memilih apartemen buat putra putrinya
 dibanding meng kos kan mereka
 di kos2an eksklusif yang mahal . 
juga para eksekutive milenial umumnya
 memilih apartemen sebagai
 langkah awal berumah tangga sebelum 
nantinya memiliki rumah pribadi .
 puas mengelilingi area apartemen , 
saya akhirnya menuju arah rumah .
 beristirahat sejenak , minum teh hangat , menurunkan keringat dan mandi ! 
sungguh rutinitas seperti ini menuntut kedisiplinan pada diri sendiri yang 
tidak selalu mudah karena yang menjadi
 " boss yang memerintahkan kita untuk
 rutin ber jogging " adalah 
diri kita sendiri 
sehingga sedikit saja kita melakukan
" tawar menawar " dengan diri sendiri , 
maka buyarlah segenap disiplin tadi !
 sungguh tidak mudah memerintah
pada diri sendiri dibanding pada orang lain ! maka , senyampang masih ada
 kesempatan dan kekuatan meski bagi
 sebagian orang sudah mulai terbatas 
( usia , kesehatan , pandemi dll ) 
saran saya :
" bergeraklah semampunya " agar
 fisik tetap bugar dan fikiran serta jiwa
 ikut segar pula ! 
 ikut saya jogging tiap pagi juga boleh
 asal tidak mengeluh karena saya
 sering berhenti untuk jeprat jepret 
apa saja yang menarik disepanjang
 jalan yang tiap hari saya 
ganti ganti routenya supaya tidak jenuh !
 siap ? yukkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 12 .06 . 21 )
keterangan foto : 
01 . jembatan jadul saat subuh
02 . saya masih sempet kejepret
 deket jembatan untuk
memulai track saya
03 . sawah penduduk dekat jembatan
04 . jalan menanjak kearah jalan raya
05 . masuk kampus UMM ,
 lapangan olahraga 
dipadati pecahan genteng merah 
06 . mau mencoba jalan diatas
 pecahan gentengnya ? 
07 . danau buatan dalam kampus
08 . sejenak kejepret lagi 
deket danau buatan
09 . kantin kampus yang senyap
10 . sungai dalam kampus
11 . jembatan modern dalam kampus
12 . coretan iseng mahasiswa
13 . hutan kampus
14 . jembatan tua eks milik warga 
kampung yang tergusur kampus 
15 . depan apartemen Begawan
16 . teras belakang apartemen 
yang masih hijau
17 . salah satu cafe di apartemen
18 . baliho berisi 
Janji Manajemen Apartemen
 pada warga sekitarnya yang
 harus dipenuhi
18 . karya pematung diarah saya pulang 
19 . salah satu jepretan
 saat remang subuh 
20 . sawah sepanjang jogging track
 

Kamis, 10 Juni 2021

 
 
 
 
 
 

 .. " Selamat Jalan Albert " ..
malam ini berita mengejutkan tiba
di HP saya .
Albert Kumayas telah menghadap 
penciptanya . teman saat di 
SMPN 3 Malang ini punya catatan
 sendiri dalam kenangan saya .
 kami pernah sekelas meski lupa saat 
dikelas berapa . selalu tampil rapih 
dan tidak banyak " tingkah "
 apalagi jahil .
 rambutnya tercukur pendek ala taruna 
akabri dan sering datang disekolah 
ber sama sama dengan Elsye dan Ditje .
 hingga kami berpisah memasuki
 SMA masing2 bahkan hingga kuliah 
 dan selanjutnya 
menapaki jalan hidup
 masing masing , tidak ada 
kontak sama sekali . 
 barulah pada tahun 2018 ( ! ) ketika
 angkatan kami berencana reuni setelah
 sekian puluh tahun tidak saling bertemu , 
kami bertemu lagi .
haru biru , bukan saja rambut mulai
 sama sama memutih tetapi perubahan
 wajah nyaris drastis
 dan sulit mengenali .
 " Hariati yo ? " ... saya agak berfikir 
dan saya yang dia ingatkan 
" Aku Albert ",  dan kamipun tenggelam
 dalam obrolan panjang . 
begitulah wajah reuni , dipenuhi 
kejutan2 karena perubahan wajah 
dan fisik tersebab kesehatan , 
ataupun kesulitan kehidupan bagi
 sebagiannya .. 
Pebruari 2019 Albert masih 
menghadiri undangan saya 
di Java Nine bahkan
 menyanyi karena saya daulat ! 
" Aku gak iso nyanyi , tapi karena
 Hariati yang minta , sekaligus 
iki hadiahku yo .. " , begitu katanya ..
dan pertemanan yang tersambung lagi 
setelah berpuluh tahun hilang 
ditelan arus kehidupan ternyata 
hari ini harus kembali hilang 
karena Albert lebih dulu  
dipanggil menghadap Nya .
 selamat jalan sahabat yang baik , 
semoga damai dalam 
istirahat abadimu , aamiin .. 
dalam duka yang dalam ,
Titiek Hariati , 10  Juni 20121 .
teriring doa yang sama untuk
 dua sahabat lain yang juga telah
menghadap Sang Khaliq
 pada tahun tahun sebelumnya
 setelah pertemuan terakhir 
di reuni 2018 :
01 . untuk Tutik 
02 . untuk Tataq
 
 
 .. " Malang @ Nite dari atas 101 " ..
The 101 Malang OJ begitu nama hotel
yang di Jl . Cipto , Malang ini ,
 adalah salah satu tempat favorit untuk
 kumpul kumpul , reunian dll .
 mengapa ? karena rooftopnya memberikan 
 keleluasaan untuk sedikit membuat
 kebisingan dengan live music 
yang wajib ada pada setiap acara kumpul2 .
 
maka pada 2018 ,
 sedikitnya berkumpul sekitar 50 orang
 ex teman SMPN 3 Jl . Tjipto Malang
 yang saat itu masih belum 
terkepung pandemi . 
dari berbagai kota dan provinsi dalam 
dan luar Jawa kami berbagi kegembiraan
 hingga cukup larut karena
 kumpul2 seperti itu tidak bisa
 setiap tahun ! 
 jangan permasalahkan kwalitas suara
 yang nyanyi , sama sekali tidaklah perlu
 karena ini bukan ajang the Voice ,
 kami ubleg album2 lawas mulai
 Ebit , Koes Plus , Godbless dll se suka2nya . 
 maka pada Sabtu Malam
 tanggal 07 Juni 2021 yang lalu , 
saat saya berada di rooftop yang sama , 
seolah semua lagu lagu itu terngiang
 lagi ditelinga .. 
saya tenggelam dalam kenangan 2018
 antara bahagia dan sedih karena beberapa 
 diantara kami yang hadir saat itu
sudah mendahului menghadapNya ..
 tiba tiba : " mbak , nyanyi lho yo .. " ,
 saya terbangun dari kesedihan
dan dihadapan saya adalah reuni kecil
 dengan kerabat kerabat dari
 Kupang , Bandung , Surabaya 
dan Balikpapan . 
live music malam itu mengiringi kami 
pada pilihan lagu masing masing
 dan sayapun ( seperti biasa ) 
memilih nomor lawas saja hehehe ... 
 fettucini chicken dikombinasi dengan
 wedhang jahe yang pramusajinya
 tidak tahu bahwa itu
 wedhang jahe bergula merah / aren
 dan ia berkeras bahwa itu
 adalah ginger brown sugar hihihi ..
 ( untung supervisornya segera menengahi
 dan meminta maaf karena 
si pramusaji ternyata adalah siswa
 yang sedang magang ) .
kota Malang terlihat indah diwaktu
malam dari lantai atas 101 ini
 dan sayangnya karena pandemi
 maka live music hanya sampai jam 21
 dan rooftop ditutup pada jam 22.00 ..
 tidak ada pertemuan yang tidak
 punya akhir , saya tinggalkan
" The 101   Malang OJ " dengan 
bermacam
 adukan rasa bahwa adakah reuni reuni
 seperti malam ini dan seperti 2018
 itu masih bisa terulang lagi 
atau pandemi ini akan selamanya
 mengepung kehidupan umat dibumi ini ?
angin malam ternyata tidak
 membawa jawabannya ..
( Writing by : Titiek Hariati , 
Photos by : 101 staff ) 
keterangan foto :
01. kenangan reuni ex smp3 , 
2018 di " 101 " 
02 . sekelompok tamu bule2 
ikut bergabung njoget .. ( 2018 ) 
03 . poco poco tengah malam
04 . yo ngemC yo nembang hihihi..
05 . 07 Juni 2021 , rooftop " 101 "
06 . reuni kecil ..
07 . The Voice dari Kupang , 
sang Hakim Tinggi ini juga penyanyi lho ! 
 
 
 .. " Mlungsungi , Raja Bally Ke La Fayette " ..
seangkatan saya pasti tahu Raja Bally
 yang terletak di perempatan jalan utama
 kota Malang atau Kajutangan atau 
saat ini adalah Basuki Rahmat
dan atau
 juga bisa masuk ke Jalan Semeru no 2-4 . 
duluuuuu .... , 
gedung ini terkenal sebagai toko penjual
 barang2 antik dan langka seperti misal
 batu batu permata, perak dll juga 
pedang2 samurai , keris dll yang pada
 jamannya masih digemari
sebagian besar masyarakat kita .
lama tidak terdengar lagi karena sayapun 
 merantau ke benua seberang , 
saat pulang ternyata sudah dihuni oleh
Dunkin Donuts ( mungkin sebelum itu 
bisa jadi oleh yang lain yang lepas
 dari pengamatan saya ) .
dan nama Raja Bally sendiri saat ini 
masih terlihat disamping belakang 
dari gedung utamanya tetapi
 sudah berganti usaha
 sebagai Money Changer . 
 masa kecil hingga remaja saya di Malang , 
 menjadikan gedung megah ini sebagai 
salah satu landmark Malang 
karena letaknya yang istimewa ditengah
 jantung kota .
tiba2 saja saya lihat Dunkin Donuts yang 
sudah cukup lama berada disitu , 
menghilang namanya .
 dan satu siang saya melihat sebuah nama
 baru yang asing , 
La Fayette , Coffee & Eatery , 
muncul menggantikan nama DD . 
wow .. betapa sejarah tak pernah berhenti 
 menuliskan penanya dan sayapun masuk
 dalam golongan yang penasaran
 akan cafe baru ini . mengapa ? 
karena sejak saya lahir hingga dua anak2
saya sudah pada menikah ini ,
 saya belum pernah berkesempatan 
melongok dalamnya gedung yang ikonik ini . 
sulitnya tempat parkir diberikan
 jalan keluar dengan cara 
Parkir Valet sehingga 
sayapun merasa sangat terbantu .
 dua kali saya menelusuri gedung ini ,
yaitu yang pertama bersama seorang teman 
di WIC dan kali kedua reuni kecil
 bersama kerabat dari 
luar Malang dan luar pulau . 
daya tarik lain adalah adanya rooftop 
dilantai 3 sehingga disaat pandemi ini cukup 
 melegakan karena cangkruk
diudara terbuka dengan jumlah pengunjung
 yang masih terbatas , 
menjadi salah satu pengamannya .
 tidaklah diragukan bahwa atmosfernya 
memang cukup nyaman karena 
gedung2 jadul pada umumnya memiliki
 ventilasi udara yang bagus .
 daftar menunya juga cukup lengkap
 mulai yang ringan hingga yang berat . 
sebut saja Nasgor Jawa , Ayam Cabe Garam , 
 Spaghetti Sambal Matah dll 
maupun deretan pastrynya yang
 terlihat menggoda !
 penggemar steak juga dimanjakan 
dengan tenderloin steak dan bermacam 
kopi yang ditangani para barista handal .
 jika datang sebelum jam jam " lapar " 
mungkin pembaca lebih nyaman
 dapat memilih tempat cangkruk yang tidak
 padat dan ini adalah 
salah satu strategi dimusim pandemi untuk 
 menghindari " kruwelan " ... 
 untuk tujuan apapun pembaca datang
( kencan , reuni , sekedar ngobrol kosong , 
bikin kerjaan dengan laptop dll ) 
La Fayette saya rekomendasikan .. !
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
diposting pada 10 .06 .21 ) 
keterangan foto : 
01 . atmosfer tempo doeloe dalam ruangan
02 . rooftop yang segar ..
03 . wajah asli Raja Bally tempo doeloe
04 . wajah saat ini 
05 . Raja Bally dalam kenangan 
menyisakan ruang kecil untuk
 Money Changer 
06 . baru sekarang saya bisa melongok
 ruang dalam gedung ikonik ini ..
07 . dating , chatting etc .. silahkan saja ..
08 . reuni kecil sekian hari yl ..
09 . perempatan Kajutangan 
yang legendaris 
10 . para barista yang sibuk
11 . gedung jadul yang
 tak termakan jaman ... cantik !

 
  .. " ONSEN " , Jepang KW " ..
kalau pembaca tidak bingung biarlah saya saja yang
 merasakan bingungnya . yaitu ketika menemu
 kampung ala Jepang di Songgoriti , Batu , Malang 
yang sudah ada sejak sekian tahun silam ,
 namanya " ONSEN " .
 saya sebut kampung karena memang dibuat ala 
sebuah perkampungan Jepang yang asri dan bersih
 seperti khasnya bangsa Jepang . 
tetapi memang bukan kampung biasa karena untuk 
menikmati atmosfer ala Jepang , semalam kita 
harus keluar duit 3 juta untuk sebuah cottage 
dengan 3 kamar dan tempat mandi 
" kumkum " bersama diterasnya ! 
 sebagai imbalannya , silahkan pembaca menikmati 
panorama ala Jepang , resto dan budaya mandi
 barengnya dll yang membuat pembaca serasa
 di Osaka atau tempat2 lain di Jepang ! 
sekian hari yang lalu saya ber reuni kecil disitu dengan
 kerabat dari Kupang , Bandung , Balikpapan
 dan Surabaya , jelasnya kami ber 8 saja ,
 jumlah maksimal saat pandemi !
tentu saja saya tak ikut menginap disitu
dan selaku " host " yang tinggal di Malang , 
saya " berkewajiban " menjenguk 
dan menyambutnya  ! jeprat jepret disitu tentu saja 
menyenangkan tetapi diam diam saya 
" dilanda rasa sedih " :
" lha laopo wong wong iki kok nggawe resort
ala Jepang , kok gak ala Toraja ,
 ala Bali ,ala Lombok dll 
sing gak kalah eksotis e ? " 
( terjemahan bebasnya " mengapa harus bikin resort 
ala Jepang padahal kita punya kekayaan budaya yang
 tak kalah indahnya misal 
ala Bali , ala Toraja ala Lombok dll yang 
tak kalah eksotisnya ? " ) .
 sebaliknya , apakah kira kira kalau di Jepang ada 
resort ala Toraja atau ala Bali bisa selaku
 " Onsen " di Batu ini ?
 tentu saja kalau bikin resort ala Toraja dll disesuaikan
 dengan standar bintang 4 atau 5 sehingga 
tamu tetap merasa nyaman .. 
 maka sayapun hanya bisa menikmati keindahan
 yang artifisial alias tidak 100% alami di ONSEN ini 
dengan satu mimpi bahwa :
kelak akan ada  para investor dibidang pariwisata
 khususnya perhotelan yang akan lebih bersedia
 mengangkat kekayaan budaya bangsa sendiri
 dibanding meng import budaya asing .. ! 
 (  bahkan jika diingat sejarahnya ,
bangsa Jepang ini pernah " mencicipi " bangsa Indonesia
 sebagai " budak " nya diawal awal 
perjuangan kemerdekaan kita selama beberapa tahun 
dengan catatan kelam kekejamannya  .. )
 tentu bukan itu alasan utamanya , 
melainkan : 
" Cintai Budaya Sendiri Jika Ingin
 Bangsa Lain Menghargai Budaya Kita " ! 
 (  Writing : TH , 
Photos : Titiek Hariati  & Irawan , 
Mlg 10 .06.21 )
keterangan foto :
01 . " kampung " Osaka
02 . resto ala Jepun
03 . tempat " kumkum " di teras
 masing2 cottage
04 . rombongan " Jepang KW " ..
Arigato Gozaimashita !
05 . saya dan kerabat dari Bandung
( yg lain masih tidur ... ! )
06 . saya didepan " gubug " ..
07 . sejenak serasa di Jepun
08 . jembatan khas ..
09 . ini Songgoriti , bukan Kyoto ..
10 . saya bersandar di tempat 
" kumkum " diteras cottage