Minggu, 06 Desember 2020

 

                  .. " Kapan Harus Patah Hati ? "..  

melewati asam garam kehidupan sudah tentu

 berarti pernah juga melewati yang namanya Patah Hati 

atau PH tapi bukan Pizza Hut lho ..
 PH ini hampir dialami oleh mereka yang pernah
 terlibat dalam urusan SSS/ 3S atau Suka Sama Suka .
 naa .. namanya saja SSS tentu berarti
 ada dua orang tersangkanya , yaitu cowok cewek 
( maaf saya tidak bicara tentang yang diluar ini
 sebab SSS itu sesungguhnya bisa menjangkiti 
siapa saja meski yang sejenis juga ada
 tetapi saya mencukupkan antara mereka yang 
berbeda jenis untuk tidak " glambyar " kemana mana ..
 bukan ambyar lho ! ) . 
 soal usia juga saya tidak tuliskan disini sebab SSS itu 
sebuah virus yang tidak terlihat yang bisa
menjangkiti segala usia bak film Segala Umur .
 naa .. makin sederhana bukan ? 
tapi pertanyaan diatas itulah yang harus saya coba
 jawab disini yaitu : 
Kapan sebuah kasus SSS 
akan melewati sebuah drama PH ? 
 ini ringkasan " rumusnya " kalau mau di tuliskan 
secara lebih " ilmiah " hehehe :
01 . rumus pertama PH terjadi ketika ada 
ketimpangan dalam 3S itu , yaitu
 yang suka hanya sebelah . 
jadi tidak terjadi yang namanya SSS , 
mungkin lebih pas diganti dengan 3S+0S alias
 Sangat Sangat Suka tetapi mendapat 
balasan Zero Suka . 
dalam bahasa Siti Nurbaya
 " batapuak sabalah tangan " .
maka disini PH boleh terjadi dan sah sah saja .
 02 . terjadi SSS diawalnya . 
tetapi dalam perjalanan nya , salah satu diantara 
mereka menikung , sehingga PH juga boleh terjadi .
 03 . juga ada versi SSS lain .
begitu SSS nya sampai2 tidak mungkin terpisahkan 
oleh apapun . tetapi ada suatu keadaan yang 
membuat keduanya tidak dapat melanjutkannya 
ke tahap lebih tinggi sehingga 
menjadikan PH menimpa keduanya .
tragis .
 04 . lha PH versi yang terakhir ini terdengar sedikit
 konyol tetapi terjadi yaitu adanya 
SSS , sangat sangat suka yang platonis . 
biasanya antara penggemar dengan idolanya 
terutama didunia musik yang mana para fans itu
sampai bersedia " melakukan apapun " demi
dolanya bahkan mati ! 
contoh soal misalnya Julius Iglesias yang konon pernah 
berkencan dengan ribuan penggemarnya yang 
sudah pasti mereka ini berani mati alias
 bersedia PH asal pernah dikencani sang mega bintang !
waduh ... segitunya ya !
 
dalam hal penggemar jenis ini ,
 bisa dibagi dua yaitu : mereka yang terang2an 
mengekspresikan rasa sukanya , 
dan mereka yang diam diam ..
 ( saya yakin ditanah air juga pernah dilanda yang
 namanya Patah Hati Nasional ketika
 si cantik Raisa dipersunting Hamish Daud
 yang ganteng itu ) . 
naa .. dari berbagai jenis PH ini silahkan saja
 pembaca mengira kira apakah pernah 
mengalami salah satunya ? 
bagaimana sih rasanya ?
 
konon mirip luka gores yang di 
" kecruti " jeruk nipis ... hiiii... perihhhhnyaaa ...
sampai sini saja dulu tulisan saya tentang PH ,
lain kali disambung tentang bagaimana 
mengobatinya sebab kalau covid19 perlu vaksin 
maka PH juga perlu vaksin ..
apa itu ? tunggu yang berikutnya yaaa .. 
(  Titiek Hariati , 05 . 12. 20 ) 
gambar2 diambil dari google 











 




Sabtu, 05 Desember 2020

          

 

       .. " Mang Engking Ada Di mBeji , Batu " ..

sudah sejak lama kulinari tanah Sunda menjelajah hingga ke provinsi2 lain ditanah airtermasuk Jatim . kedai atau warung2 dengan gaya Sunda dan masakan2 khas Sunda sudah menjadisalah satu favorit . terlebih penggemar jenis  lalapan , Sunda adalah jagonya ( tidak heran kalau gadis2 Sunda pipinya meronakarena suka makan sayur , dengan kulitnya yang langsat ) .salah satu yang terhitung gres adalah hadirnya" Gubug Mang Engking " didepan atau  

sebrang dari Jatim Park 3 , mBeji , Batu , Malang .didesain begitu rupa yang membuat tamunya seolah berada di pondok pondok khas Sunda dengan kolam ikannya . maka suasana disitu memang lumayan  

mendukung selera makan .masih dalam suasana pandemi ,tentu saja pilihan pada hari biasa adalah dengan harapan Gubug Mang Engking / GME ini  tidak padat . tetapi .. ups ! ternyata masih saja halaman parkirnya nyaris penuh dan saya sudahakan membatalkan untuk masuk . tetapi ketika  

saya lihat ruang makannya yang ter pisah2 dengan jarak cukup jauh satu dengan yang lain dimanapengunjungnya menempati " saung " masing masing , maka saya berani untuk tetap masuk dan menempati bagian tengah yang nyaris kosong .memang panorama disini tidak ada alias jauh disebelahbelakang yang tertutup bangunan2 lain ,tetapi dengan desain sedemikian rupa maka kekurangan ini tertutupi oleh cantiknya pengaturan ruangan2 disitu .
lesehan atau dimeja, itu pilihan dan semuanya ada didekat kolam ikan . menu khas Sunda sudah jelas ada ikan ikanan dengan gurami sebagai andalannya , ayam2an ,udang , iga dan beragam olahan sayuran yang kaya rasa 
paket paket untuk dua hingga puluhan orang tersedia dalam banyak pilihan .pokoknya di Gubug Mang Engking ini tinggal menyesuaikan saja jumlah tamu dengan paketnya supaya tidak ribet milih2 . tetapi entah kenapa  

siang itu saya malah melenceng ke selera lain yang sebetulnya bukan khas GME karena tiba2 saja saya sedang ingin sesuatu yang lain ( apakah ini akibat dirumah hampir tiap hari ketemu lalapan lele , mujair , dan ayam  

dengan lalapan sak ketapruk plus sambel , entahlah hehehe .. ) . memesan yang bukan khas GME sudah tentu " beresiko " , tetapi saya masih rela memberikannilai 6,5 untuk skala 0-10 ! tidak ber lama2 ditempat yang nyaman ini , saya percepat jeprat jepret dan masih sempat mampir disebelah GME untuk membeli favorit saya : Yogurt Ori ! buat yang penasaran , sangat mudah menemukanGME karena persis ada diseberang  dari Jatim Park 3 atau bersebelahan dengan Kopitiam .. yukk .. 

 ( Writing & Photos : Titiek Hariati , 05.12.20 )

keterangan foto : 01 ." gubug2 " Mang Engking yang asri 02 . lobby . 03 . ruang tengah yang kosong siang itu . 04 . joglo GME terlihat dari jauh .05 . kolam yang mengelilingi GME. 06 . pusat susu dan yogurt disebelah GME . 07 . kwetiauw ala GME . 08 . capcai ala GME . 09 . menu diluar " keahlian " GME . 

note : lagi2 muncul masalah dalam penataan layout , tetapi untuk tidak mengecewakan pembaca , tetap saya tuliskan artikel ini dengan layout yang " sebisanya " sambil mengupayakan untuk kembali pada gaya layout yang biasanya , thanks .

 

 

 

 

 
 
 

 .. " Selamat Jalan 
mBak Syahandari dan mBak Syahartini " ..
laksana mimpi ,
 pandemi ini merenggut begitu banyaknya
 orang orang yang terdekat atau yang kita kenal 
sebagai mereka yang terbaik .
kerabat dekat , tetangga , sahabat , teman , dll tanpa
 pandang bulu bak Tsunami yang menyapu bersih 
apa yang dilaluinya .. sedih ? sudah pasti , 
tetapi apa daya manusia berhadapan
 dengan kehendakNYA ..
masih terkenang obrolan kita ber 3 sekian bulan 
yang lalu dirumah mgbk , mulai topik kesehatan ,
 lingkungan hidup , komunitas2 kita 
terutama WIC dan banyak lagi . 
juga obrolan lucu tentang masa masa mbak mbak
 di New York untuk study dan bekerja termasuk 
perjumpaan mbak mbak dengan mas saya disana ,
 Prof. Dr. H . Dimyati Hartono SH ( alm ) . 
mbak Syahartini yang pakar dibidang kesehatan , 
adalah juga  seorang penulis ,
sementara mbak Syahandari bekerja disebuah bank di NY .
" kami sempat makan rawon bersama 
mas Dimyati lo disana " begitu tuturnya ,
 dan saya hanya menganguk angguk saja karena 
mas Dimyati belum pernah bercerita tentang itu .
 kami " gayeng " dalam obrolan yang
 mengasyikkan siang itu . tetapi siapa sangka itu 
adalah yang terakhir kali saya melihat keduanya .
diteras rumah besar di Jalan Tangerang 25 itulah 
sesaat sebelum saya berjalan keluar pagar
 beberapa bulan yl, mbak Syahandari menyerahkan
 segunung berkas2 WIC pada saya sambil berkata :
 " mbak Titiek , ini berkas2 WIC , saya harus 
mengulang lagi ya bahwa saya punya harapan besar
 agar mbak membantu pemikiran2 untuk WIC , 
saya ingin istirahat dan rasanya mbak lah
 yang pas untuk melanjutkannya .. " ..
saya tidak menjawab apa apa hanya menerima berkas2 
tersebut dan tidak tahu harus berkata apa sebab
 saya tidak ingin berkesanggupan yang 
melebihi kemampuan saya .. 
mbak Syahandari , mbak Syahartini ,
 semestinya kita masih memiliki banyak ide ide 
dan pemikiran yang belum terwujud , 
tetapi Allah lebih merindukan kalian dan menginginkan
 untuk segera bertemu ..
 bisa apa kami dihadapan kehendakNYA yang 
adalah terbaik meski dalam hitungan manusia 
tidak selalu sama .. 
 kalian pasti sudah kembali berjumpa 
dan berbahagia
 dapat menapaki perjalanan abadi secara
 ber sama sama sebagaimana dahulu kalian 
selalu bersama sama didunia ..
maafkan ya mbak bila selama persahabatan kita ,
 saya mungkin pernah khilaf ataupun mengecewakan , 
karena saya ternyata masih belum mewujudkan 
harapan mbak2 untuk WIC dll 
selamat jalan , semoga perjalanan mbak mbak 
penuh dengan kemudahan dan keindahan , 
aamiin ... 
 sungguh hanya masalah WAKTU saja yang masih
 memisahkan kita , dan tidak seorangpun tahu
 Kapan , Dimana dan Bagaimana nya
 cara IA memanggil umatNYA untuk  kembali 
menghadapNya .. Ya Allah , terimalah keduanya
 dengan kasih sayangMU , ampunilah segala 
dosa dosanya dan berikanlah tempat istirahat
 terbaikMU bagi mereka dan 
semoga keduanya husnul khatimah ,
 aamiin .. YRA ..
semoga husnul khatimah , aamiin .. YRA ..
( Titiek Hariati , 04 . 12 . 20 ) 
 keterangan foto : 
01 . mbak Syahandari , ke 3 dari kiri , 
( sebelah yang baju putih ) 
saat ultah saya Pebruari yl 
di Royal 360* , Batu
02 . SMC Gathering , Jl . Kawi , Mlg
( mbak Syahandari jilbab merah )
03 . dst diambil dari google .
 
 
 
 
 

 

Kamis, 03 Desember 2020

 
 
 
 . " Nendes Kombet Yang Tersembunyi " ..
berawal dari sebuah ketidak sengajaan melewati
 sebuah komplek perumahan " Oma Sulaiman " , Malang ,
saya melihat sebuah bangunan unik 
ditengah perumahan dan sekaligus disamping sebuah
 tanah atau kebun luas ber tuliskan " NK " .
 ternyata tulisan ini singkatan dari " Nendes Kombet " . 
 
 bahasa alien ? bukan . 
yang mengaku Arema atau Asli Malang pasti sudah
 senyum2 sebab nama ini sebenarnya adalah 
kebalikan dari " Senden Tembok " alias 
" Bersandar di Dinding " ! pusing ?
 ngga perlu juga sebab bagi tamu yang baru beberapa
 hari di Malang saja sudah pasti tahu bahwa 
bahasa khas arek2 Malang adalah " walikan "
 alias di balik2 itu !
 
  tapi nama diatas tergolong masih mudah dipahami 
sebab tinggal dibalik saja untuk membacanya .
 yang sulit adalah karena banyak juga yang 
" keluar rumus " alias tidak sekedar dibalik
 tapi dimodifikasi sedemikian rupa agar atau
 bahkan diciptakan istilah2 baru yang
 tidak ada di kamus manapun ! 
nah.. disini baru boleh mulai pusing .
 contoh sederhana : ojir ! ojir atau raijo adalah 
istilah untuk Duit ! lho .. dibalikpun nggak akan 
ketemu kata " duit " , jadi ya hafalkan saja hehehe ...
 
  tetapi maaf tulisan saya kali ini adalah 
untuk rasan rasan
 tentang resto keren Nendes Kombet tadi , 
dan bukan untuk membicarakan soal bahasa Arema . 
berdiri diatas lahan yang super luas dengan yang 
masih terpakai sekitar 25% nya untuk resto ,
 maka NK ini rasanya akan berpotensi untuk
 mampu bersaing !
memang masih terbilang gres dan masuk hitungan
 Midle Class Resto . iki opo se ? 
 
 ya ini adalah istilah saya pribadi untuk membagi
 market dimana dalam pengamatan saya di 
Malang ini ada 3 jenis market , yaitu 
01 ) resto atau cafe kelas mahasiswa atau anak kos
 yang banyak bertebaran di area2 kampus terutama .
 02 ) midle , yaitu diatasnya no 01 tetapi masih
 terjangkau mahasiswa atau anak kos .
 03 ) midle up , yang biasanya lebih banyak 
dikunjungi " mapaners " ( orang2 yang sudah 
merasa dirinya mapan ) . 
mengapa saya mengedepankan mahasiswa atau 
anak kos sebagai barometernya ? ya iyalah lha wong
 saat ini Hidup Matinya usaha kuliner di Malang
 itu 90% dari anak sekolah atau mahasiswa .
 terlihat kalau pas liburan apalagi sejak pandemi ini ,
 banyak sekali cafe atau resto
 ( untuk kalangan mahasiswa ) yang 
bergelimpangan alias bangkrut ! 
naa .. di NK ini saya lihat marketnya sudah lebar 
yaitu bukan melulu anak sekolah atau mahasiswa 
tetapi juga keluarga yang siang itu saya saksikan
 sangat menikmati atmosfer NK
 yang memang nyaman .. !
 berlantai dua atau tiga ( ? ) mempunyai dua akses 
jalan masuk yang perlu diketahui yaitu :
  yang lewat dari dalam perumahan Oma Sulaiman
 akan masuk lewat bangunan bebatuan cantik yang
 lumayan tinggi ! 
jadi yang merasa tidak nyaman , masuk saja dari 
jalan raya diluar perumahan Oma Sulaiman
 dan akan melewati lahan kebun luas menuju restonya
 tanpa ada tangga . 
pemilik resto ini memang sekaligus pengembang 
perumahan OS disitu jadi tidak usah heran 
kalau restonya " nylempit " diperumahannya 
( seperti Jati Lounge yg ada ditengah PBI ) . 
 saya memilih ke lantai teratas untuk lebih bisa
 menikmati panoramanya yang memang lumayan
 hijau dimana NK dibuat seolah ada 
ditengah " hutan kota " .
 beragam menu disitu . 
ketimuran atau kebaratan atau sekedar cangkruk 
ngopi juga sah2 saja .. tetapi jam 15.40 menjadikan
 saya ragu antara light meal atawa
 sekedar ngopi sebab masih bukan jam makan ,
 tetapi terlanjur suka dengan atmosfernya
 jadi ya tetep disitu dengan pilihan ringan :
 pisang goreng dan Affogato .
 sebetulnya ini adalah pencuci mulut setelah makan ,
 tetapi anggap saja makannya tadi sudah lewat 
jam 13.30 dan cuci mulutnya di NK ini pada
 jam 15.40 hehehe ..
 kalau orang Itali menterjemahkan Affogato ini 
kira2 seperti " es krim yang tenggelam 
dalam lumuran espresso " hehehe ..
( terjemahan bebas ala saya lho ini .. ) . 
pisgor nya adalah Gedhang Kepok yang ketika 
dikombinasi  dengan Affogato rasanya 
kok ya okay2 saja sebab kalau menuruti pakem
 bisa2 yang lebih cocok adalah Kopi Tubruk !
 naa .. menikmati suasana sore dilantai atas NK
 adalah sebuah cara " nge charge " lahir bathin
 sejenak ditengah pandemi 
kebetulan tidak rame karena bukan weekend tetapi
 juga mungkin jamnya bukan jam makan .
 dengan luasnya resto ini , 
maka tamu tamu bisa " dipecah " dibeberapa area
 dan ketentuan menjaga jarak saat
 pandemipun terpenuhi sempurna .
sejam lebih saya menikmati NK plus jeprat jepret , 
dan ketika ada dua mobil lain masuk dihalaman parkir, 
rasanya saatnya saya harus pulang karena
 saya tidak ingin " berbagi oxygen " ..
yang penasaran bisa mempercayakan GPS nya
 untuk mengantar ke Nendes Kombet 
yukkk ..
 ( Writing & Photos : Titiek Hariati ,
 Malang 23.11.20 ) 
keterangan foto : 
01 . lantai bawah 
02 . makin keatas makin cantik
03 . menuju lantai dua
04 . gerbang dari Oma Sulaiman
05 . gerbang terlihat dari atas
06 . mau lewat sini ? silahkan ..
07 . hitung2 olahraga 
08 . " rubanah " yang hijau ..
09 . lantai teratas , 
dilatar belakang adalah pembangunan 
guest housenya
10 . tangga masuk bawah terlihat dari lantai dua
11 . pisgor sore hari
12 . duduk2 sore hari bertukar oxygen
13 . parkir menuju tangga dari jalan masuk utama
14 . yang ingin menghindari tangga , 
bisa lewat kebun ini dan parkir di sebelah kebun
15 . ruangan lain
16 . entah apa yang dilamunkan gadis cilik ini ..
17 . saatnya saya pulang ketika tamu2 lain
 mulai bermunculan , safe is safe ..