Jumat, 20 November 2020

 
 
 
 
.. " Malang Raya Kaya Dengan Metik Metik " ..
wisata metik apel sudah biasa .
 metik strawberry juga . metik jeruk ya sudah biasa .
 metik apa lagi ? maka saat seorang teman 
menginfokan metik melon / MM ,
sayapun mulai  tertarik sebab " sak jeg jumbleg "
 di Malang puluhan tahun saya 
belum pernah MM ini .
 bukan karena tidak tahu , tapi " selalu kalah " 
dengan tempat tempat " spektakuler " lain di 
Malang Raya yang lebih menantang semisal 
: laut , gunung , danau , hutan , sungai , bukit , goa dll
 nya yang menuntut adrenalin ! 
 tetapi pandemi memang membalikkan keadaan dimana
 pencarian hal hal dan tempat tempat yang aman
 menjadi prioritas dan bukan lagi adrenalin .
terletak sangat dekat dengan rumah saya ,
 hanya sekitar 15 menit , sayapun menyiapkan
 waktu khusus blusukan kesebuah kebun buah . 
 ada jambu , melon dll disana . yang sedang berbuah
 adalah melon . Sengkaling adalah nama desa
 yang populer dan tidak jauh dari 
Wisata Sengkaling inilah kebun melon ini berada . 
masuk gratis , parkir gratis dan metik melon juga gratis
 kecuali saat pulangnya akan lebih dulu ditimbang
 berat petikan kita . 
begitu masuk kedalam kebun yang superluas itu ,
 mata akan tertumbuk dikejauhan pada gagahnya
 Gunung Kawi dan Bukit Panderman yang legendaris !
 melewati area kebun jambu yang baru akan
 berbuah Maret tahun depan , saya masuk diarea
 kebun melon yang nampak buahnya
 " pating nggrandul " dimana batang batangnya 
terlihat mulai keberatan menahan beban berat buahnya !
 ( kebun ini adalah milik provinsi yang dikelola 
oleh petani2 harian ) . wow .. pilih sana sini ,
 metik sana sini , padahal sebenarnya saya tidak ahli , 
akhirnya saya dapat sekitar 9kg melon .
 tetapi berdasarkan warna kulit luarnya ,
saya berharap pilihan saya tidak meleset hehehe ..
 pulang membawa 7/ tujuh buah melon dengan hanya
 membayar 40 ribu rupiah adalah  sebuah 
petualangan kecil yang murah meriah dan
 menyegarkan paru paru ..
tentu kedepan , saya tidak akan abaikan lagi 
acara metik2 seperti ini dan semoga segera disusul 
dengan metik " pohon duit " ups ... ! 
 ( jangan salah , setiap orang adalah penanam 
pohon duit yang lebat tidaknya bergantung 
pada ketekunan , kesabaran , keuletan dan 
doa doanya
 agar buah yang dipanen adalah buah buah
 yang diridhoiNYA , aamiin .. )
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 20 .11. 20 )
keterangan foto :
01 . sejauh mata memandang , cantik ..
02 . tujuh melon hanya 40 ribu
03 . pating grandul ..
04 . menuju penimbangan melon
05 . kandang sapi , simbiosemutualistis ..
06 . kebun melon yang luas 
07 .  diawal jalan masuk adalah kebun jambu
 

Kamis, 19 November 2020

 

 

 

 

 .. " Bebek Pak Untung Yang Untungnya Sepi " ..

bicara " per bebek an " memang sulit diabaikan
 meski peringatan akan 
kolesterol sering didengar . 
tetapi seorang pakar berkata 
" tak ada pantangan makanan bagi siapapun , 
yang penting diatur frekwensi dan ukurannya " , 
ini saya setuju .
 maka kalau sudah menyangkut 
Menthog atau Bebek , 
saya harus membuat jadwal pribadi yaitu
 sebulan maksimal 2x mengkonsumsinya hehehe ..
 naa , termasuk ketika sebuah siang saya melewati 
Bebek Untung , sayapun melihat dua peluang :
 01 ) saat itu kedainya terlihat sepi hanya ada 
satu mobil parkir . 
02 ) terakhir saya makan bebek sudah 
seminggu lebih dan sebulan ini
belum dua kali , ups .. aman ?
 tidak ada yang istimewa dari Bebek Untung ini 
selain dari pengamatan saya adalah Gurihnya , 
Ukuran Porsinya dan Sambel Pencitnya !
 soal harga itu relatif sebab kalau di Malang
 seporsi 25-30 ribudianggap mahal , 
 maka untuk ukuran 
pemudik dari Jakarta itu sangat murah .
 ukuran restonya yang sangat luas seperti 
menelan tubuh saya yang kecil ini saking
 sepinya siang itu di bebek Untung .
 entah ini cabang yang keberapa , tapi kedai yang ada
 di Jalan Akordeon Malang ini memang sejak pandemi
 berkurang tamunya . 
jangan bertanya view nya disini sebab yang makan
 disini bukan pencari panorama melainkan
 mencari Rasa Gurih bebeknya , 
sambel pencitnya dan tempat parkirnya yang luas
 dan lega .. so ? yukkk ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 18 . 11.20 ) 
keterangan foto :
01 . bebek pak untung
02 . jalan arkodeon, malang
03 . bersih dan senyap 
04 . hanya ada 3 gerobag siang itu 
05 . gurih .. 

 

Minggu, 15 November 2020


 
  .. "  Menemu Coban Kethak di Kasembon " ..
lama tidak ke Kasembon ( diatas Pujon ) 
dan saat pandemi kebutuhan akan udara bersih
terasa lebih besar yang mendorong saya 
untuk kembali menengok area Pujon 
dan sekitarnya .
 melewati Batu , Songgoriti , Coban Rondo dan
 terus naik kearah Kasembon ,
 akhirnya sampai di Desapa Rest Area .
 Desapa Reat Area / DRA ini masuk 
sekitar 100 meter dari jalan raya Kasembon .
 mengapa saya suka area ini ?
 selain berada ditengah alam ,
 rest area ini juga cukup luas sehingga tidak 
terkesan " ngruwel " seperti umumnya rest area .
 kebetulan juga hari biasa ,
 sehingga betul2 saya merasa seolah
 pengunjung tunggal ..
 ternyata ada satu lagi yang saya rindukan di sini 
 yaitu Zuppa Soup nya ! 
 menikmati suara burung dan udara sejuknya 
sambil menikmati Zuppa Soup setelah melaksanakan
 dengan tertib segala protokol
 ( cuci tangan dll ) ,
 saya pun ingin ber lama lama diudara bersihnya .
 hingga saya meninggalkan DRA ini setelah
 sekitar dua jam disitu , tercatat hanya ada dua mobil
 yang datang setelah saya yaitu
 ber nopol H / Semarang dan satu lagi L / Surabaya .
 saya duga mereka singgah untuk beristirahat
 sejenak ditengah perjalanan panjangnya .
 seorang pramusaji bertanya 
" Sudah pernah ke Coban Kethak ? " ..
 saya balik bertanya " Dimana itu , jauhkah ? "
  dijawab " Hanya sekitar 5 menit saja
 dari sini keatas lagi " ..
  .. " Coban Kethak " ..
 Wow , tentu saya tidak akan pernah men sia2kan
 tawaran semacam itu dan rencana balik
 ke arah Malang diubah kearah atas lagi
 melewati jalan yang sama lekuk likunya dengan
 triple triple triple S hehehe .. !
 ternyata Coban Kethak ini berada disebelah
 kanan jalan , sehingga saya harus putar balik
 seperti  kalau akan ke arah Malang . 
dengan hanya membayar 10 ribu rupiah per orang ,
 coban atau air terjun yang satu ini hanya
 berjarak 50 meter dari gerbang masuk .
melewati jalan yang berbatu yang cukup tertata ,
 akhirnya saya melihat air terjun yang cukup cantik
 meski tidak setinggi dan selebar Coban  Rondo .
 berpapasan dengan seorang pria sepuh yang
 memanggul cangkul , beliau ini menyapa 
saya " Sekarang ini sepi , tak ada pengunjungnya ... " 
 saya tidak membantah beliau , 
bukan sepi karena hari biasa tapi dari fasilitas yang
 saya amati disitu , terlihat tidak adanya
 tanda tanda " kehidupan " seperti 
halnya Tempat Istirahat / Warung , 
serta adanya sebuah Panggung Besar
 yang kosong tak terawat  berikut area
 tempat duduk penonton yang berkapasitas besar 
namun juga tak terawat , 
serta wahana mainan anak anak yang mulai 
berkarat karat , 
dan satu2nya petugas hanyalah di gerbang masuk
 untuk memberikan tiket bagi pengunjung . 
 ( saya malah sempat mbathin
 " Kok wani yo mbak iki dewean ? .. ) .
 menilik besarnya panggung yang ada disitu dengan
 area tempat duduk penonton dari semen yang
 berkapasitas sekitar 300 orang ,
 saya menduga Coban Kethak ini punya peran penting
 untuk kelangsungan tradisi desa 
setempat , baik itu kegiatan budaya maupun
 tradisi ritual2 tertentu , 
karena sangat langka saya temukan panggung gede
 dengan area tempat duduk penonton
 yang luas di air terjun yang manapun !
  setelah berkeliling dan jeprat jepret , 
sayapun meninggalkan Coban Kethak yang " mistis "
 ini dengan sebuah harapan bahwa kedepan
 coban ini akan sedikit
 berbenah agar mampu menarik lebih banyak 
pengunjung untuk menghidupkan kembali 
kepariwisataan diareanya . 
dalam tulisan yang lain di blog ini ,
 saya juga pernah mengunjungi Coban Sadang 
di Pujon yang meski kecil tetapi terlihat terawat 
dengan protokol dan fasilitas yang lengkap,
 mulai tempat cuci tangan , ukur suhu ,
 toilet , mushola , cafe , dll !
 bagaimanapun , saya bangga bahwa
 Malang Raya
 ini memiliki sedemikian banyak Wisata Alam 
yang luar biasa dan tidak terhitung jumlah
 Coban dan Gunung2nya serta pantai2nya
 yang spektakuler ! 
masihkah kita mengeluh bahwa
 negeri orang lebih cantik ?
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 13 .11 . 20 )
keterangan foto :
01 . Zuppa Soup Rest Area Kasembon 
02 . Hijau , Hijau
03 . Teduh , Sejuk
04 . Kricik .. Kricik ..
05 . Coban Kethak Yang Mini
06 . Stage Kosong Yang Gede disebelahnya ..
07 . Sejenak ngecharge paru paru ..
08 . Buat yang suka selfie
09 . Nama ..
10 . Sang Coban ..
11 . Lagi , didepan Gunungan
12 . Stage " mistis " ..
13 . Mungil tapi cantik meski airnya 
sedikit kecoklatan ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 16.11.20 )



Jumat, 13 November 2020

 

 
 .. " Bebek Kerto " Ngungsi "  ? " ..
 saya sebetulnya penyuka bebek goreng 
atau bakar atau kare . tetapi harus tahu diri ketika
lampu hijau menjadi kuning karena
 potensi kolesterol dll meski belum sampai kena 
semprit dokter hehehe ..
 maka ketika beberapa warung bebek favorit saya 
ada yang tutup , bangkrut ataupun berpindah tempat ,
 sayapun " merasa kehilangan " .. 
ada satu favorit saya yang tetap bertahan tetapi 
" nun jauh di sebelah Wendit " , 
jadi harus ada waktu khusus kesana .
 " alkisah " , satu siang saya harus mengambil bibit
 tanaman di Batu dan mengambil jalur
 Karang Ploso sebab jalur Sengkaling padat merayap.
 tiba di desa Tawangargo Karang Ploso ,
 dikiri jalan saya  menemu warung Bebek yang 
pernah saya cari2 : Bebek Kerto ! 
wow .. maka urusan di Batu tertunda sejenak , 
saya ingin " bernostalgi " dengan warung yang satu ini . 
bebek goreng adalah yang saya cari , 
meski disitu ditawarkan 1001 olahan bebek juga ayam ,
plus bermacam sayuran untuk pelengkapnya .
dan atmosfer warungnya yang berlokasi didekat
 kebun2 sayur membuat makan siang bertambah nikmat .
 dengan halaman parkir yang luas dan
 warung yang juga lapang ,
kontras dengan awal saya mengenal 
warung bebek ini sekian tahun silam di dekat
 rumah saya yang terkesan " sempit " .
 oya buat yang berdomisili di Malang Selatan , 
ada satu lagi Bebek Kerto di Kepanjen , di Jalibar
 ( jalan kembar ) . bagaimana pun saya 
senang bahwa ternyata
 sang bebek tidak ( jadi ) hilang hehehe ..
sungguh selera adalah hal yang memang tidak perlu
 diperdebatkan , karena ada puluhan
 warung bebek di Malang Raya , 
tetapi konsumen memang punya hak memilih ..
 yukkk ...
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 13.11.20 ) 
keterangan foto :
01 . menu favorit saya
02 . panorama yang menemani makan siang
03 . logo khas
04 . sayur2 pelengkap
05 . view cantik dibelakang warung
06 . menikmati kesenyapan atmosfer
07 . satu2nya pengunjung dihari biasa










 

Kamis, 12 November 2020

 
 
 .. " Elpico Food Park , 
Pemanjaan Mahasiswa ? " ..
trend baru saat ini adalah bahwa kampus kampus pun
 diramaikan oleh cafe cafe kekinian dan
 bukan lagi kantin kantin seperti pada jaman saya 
kuliah dulu .
 kalau dulu kantin atau
 warung warung mahasiswa adalah cukup sederhana
 dimana kami para mahasiswa bisa bersantai
 selepas kuliah atau sebelum kuliah ,
 cukup dengan camilan gorengan atau sekaligus
 sarapan atau makan siang
 dengan pecel atau soto murah meriah atau 
mie kuah atau mie goreng . 
 minumnya cukup teh saja . 
kopi pada jaman itu adalah kopi tubruk atau 
kopi susu yang itu sudah terbilang mewah ! 
saya yang kos didaerah Terban atau Jalan C . Simanjuntak ,
 harus berjalan kaki atau naik sepeda ke
 kampus di Bulak Sumur yang berjarak sekitar 1km .
 uang saku ? jangan tanya , sebab masalah 
ke warung atau kantin itu sudah termasuk 
pengeluaran ekstra , 
jadi umumnya kami anak anak kos lebih banyak 
masak sendiri atau
 membeli lauk di warung terdekat
 ( nasinya menanak sendiri ! ) . 
 naa .. maka kalau saya perhatikan kehidupan 
mahasiswa jaman now , saya diam diam berhitung 
" kira2 uang saku rata2 para mahasiswa kita saat ini
 berapa juta ya perbulannya ?" .. 
mulai untuk membayar kos2annya yang super mewah
 bahkan ada yang tinggal di apartemen pribadi ,
 kemudian style life nya yang rutin nongkrong
 di cafe cafe atau resto resto , 
belum lagi acara " dolan " nya yang tidak cukup 
dalam negeri , tapi juga LN . 
dalam fashion , mereka juga terbiasa dengan 
brand2 mahal atau belanja online , pesen makan 
gofood , panggil goclean dll dll yang tidak
 terbandingkan dengan jaman saya dulu . 
 mana ada mahasiswa saat ini yang bersedia ke
 kampus dengan sepeda pancal ? masihkah ada
 mahasiswa yang saat ini bersedia cangkruk 
cuma di tempat kos saja dan 
tidak rame rame cangkruk di cafe cafe ? 
maka kalau di masing2 kampus saat ini kita temukan 
cafe cafe mewah , adalah karena karena memang 
jaman sudah berubah !
 tidak ada lagi camilan gorengan atau warung rujak
 disekitar kampus , daftar menu di cafe cafe kampus
 sudah berisi nama nama menu asing ..
 naa ..  salah satunya yang kita akan tengok adalah
  Elpico Food Park yang ada di depan kampus
 Universitas Ma Chung / UMC di 
 Vila Puncak Tidar Malang .
 sederet cafe dan resto disitu menampilkan kelasnya 
yang jelas bukan ala kantin2 . 
 suasana perbukitan Tidar yang sejuk dan kehijauan
 dimana mana , membuat nyaman untuk 
sekedar bersantai ataupun makan .
 ada sederetan pilihan cafe disitu . 
ada resto ataupun cafe yang khas Korea , Jepang ,
 Sumatra , Jawa dll dengan tampilan fisik menarik ,
 modern dan unik sehingga rasanya ingin
 mencoba nya satu persatu ! 
saya sengaja memilih cafe Mellacca atau Mallaca 
atau Malaka , bukan karena saya pernah
 blusukan ke Malaka Malaysia sekian tahun yang lalu ,
 dimana saya makan Nasi Lemak disana ,
 tetapi sekedar penasaran saja . 
 juga sekian tahun yang lalu , saat saya masih
 bergabung di Universitas Ma Chung / UMC itu 
sebagai " tukang keliling " kebeberapa provinsi
 ditanah air untuk " menjual " UMC , 
area foodpark ini belum ada kecuali beberapa
 kantin dilantai bawah dari UMC sendiri 
dimana saya sendiri hampir selalu makan siang 
disana bersama staf2 saya . 
 perobahan yang cepat ini sudah tentu bukan sebuah
 kebetulan tetapi ini adalah " tuntutan jaman "
 dimana tempat cangkruk bukan lagi sekedar
 tempat untuk makan tetapi sudah berobah menjadi 
sebuah kebutuhan sosial yakni 
tempat dimana para mahasiswa atau dosennya
 atau pegawai2 di kampus disitu bisa saling
 berinteraksi  secara nonformil diluar jam2 formal
 dengan secara nyaman .. ! 
kalau dulu di jaman saya kantin adalah tempat 
untuk " SMP / Setelah Makan Pulang " , 
maka saat ini cafecafe kampus itu adalah 
" SMP / Sebelum Makan ( adalah ) Perbincangan " ...
 Jaman berubah ! 
 dengan lama tinggal di cafe rata rata adalah 1 - 2 jam ,
 maka sudah pasti pengelolanya tidak ingin merugi 
bahwa secangkir kopi untuk keperluan duduk 1-2 jam 
haruslah bisa  mencapai 20-40 ribu rupiah !
 bandingkan dengan jaman kantin dimana secangkir
 kopi saat itu hanya sekitar seribu rupiah tetapi
 pengunjungnya cepat pulang / seperlunya saja 
di kantin alias tidak ber lama2 ! 
naa .. fungsinya juga sudah bergeser bukan sekedar 
tempat makan atau jajan tetapi bergeser 
menjadi tempat bersosialisasi ....
oya, untuk layanan , ragam menu , rasa dan harga ,
 saya rela memberikan 7 dari skala 0-10 buat Mellaca !
 naaa , penasaran ? 
silahkan menemukan Elpico Food Park di komplek 
perumahan elit Vila Puncak Tidar yang cantik itu
 .. yukkk ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 13 . 11. 20 )
keterangan foto :
01 . salah satu cafe
02 . tempat parkir yang cukup luas
03 . gerbang masuk 
04 . Korea
05 . Kwetiau
06 . Nasi Kambing  Malaka
07 . pilihan menu
08 . salah satu dinding di Mellaca
09 . manis
10 . pilihan lebar untuk beragam selera
11 . Gerbang UMC
12 . Resto Mellaca
13 . jalan jalan disepanjang Elpico
14 . menu menu Malaka