Rabu, 11 November 2020

 
 
 
 
 
  .. " Rumah Susu Panderman Hill " ..
Malang Raya kaya dengan susu .
 Susu ? Iya , secara harafiah :
 susu dari induk sapi hehehe ..
 salah satunya adalah kota Batu . naa .. " saking " 
banyaknya susu , banyak dijumpai tempat2 yang
 menjual susu dengan berbagai produk susunya
 mulai kue2 , yogurt , ice cream dll . 
 Yang termasuk masih cukup gres adalah hadirnya
 " Rumah Susu " di daerah perbukitan yang
 terkenal , yaitu Panderman Hill .
 Sebuah bangunan yang berarsitek " klasik " dan
 tidak mengikuti trend kekinian yang umumnya
 disukai kaum milenial , berdiri megah di kaki
 bukit Panderman yang sejuk bahkan berangin .
 rumah rumah di bukit Panderman ini
 memang umumnya bergaya pertengahan karena
 sebagian besar adalah vila vila yang tidak
 dihuni untuk sehari hari .
 berlantai 3 , Rumah Susu yang saya kunjungi
 sekitar seminggu yang lalu , ternyata juga merangkap 
untuk Guest House disamping cafe .
 naik ke lantai 3 , saya bisa menikmati dengan leluasa
 si tampan Herjuno yang saat itu kebetulan 
tidak tertutupi awan sehingga 
ketampanannya mempesona .. !
 
 maka apalagi yang harus saya nikmati kalau bukan
 Susu Hangat dan Susu Coklat berikut 
Gado Gado yang siang itu ditawarkan pada saya
 karena ternyata memang hanya ada
 Gado Gado dan Nasgor yang bisa disiapkan 
disamping camilan2 ringannya . 
  mudah dibayangkan , seperti apa suasana hati ketika
 makan siang berhadapan dengan panorama
 yang tampan dari Herjuno 
atau Bukit Panderman yang cantik !
 udara siang itu sedikit berangin , 
seperti kata petugasnya 
" disini kami tidak menyediakan AC karena udara
 cukup sejuk " ( olalaaa .. ya iyalah .. hehehe .. ) .
 saya juga sempat diantar melongok kamar2 dari
 Guest House nya yang mulai 200 hingga 500/ night ,
 siapa tahu menjelang Tahun Baru
 bakal ada yang mudik lagi ?
  saya nikmati atmosfer Rumah Susu hingga sekitar
 dua jam . dan buat yang belum pernah kesana , 
jarak dari kota Malang ke Rumah Susu ini
 hanya sekitar 30 menit 
( saat pandemi lho , sebab jalanan sepi hehehe .. ) 
atau hanya sekitar 20an km saja ! 
 naa .. ayo nikmati susu daripada
 minuman2 bersoda yang tidak sehat ... !!
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 11. 11. 20 )
keterangan foto :
01 . Panderman Hill dari teras Rumah Susu
02 . Secangkir susu hangat di teras Rumah Susu
03 . Tidak ada bosannya memandangi
04 . Klasik ..
05 . Teras sebelah , Herjuno ..
06 . Gado Gado
07 . Daftar Menu lengkap ,
tapi hanya ada dua yang tersedia
08 . Sebelah dalam
09 . Jl . Langsep , Panderman Hill


 



 

 

  " Mau Diapakan ( kota ) Malang ( koe ? ) "

subuh tadi , Rabo 11 Nopember 2020 , 

saya " blusukan " ke area Jl . Basuki Rahmad , Malang .

area ini sejak beberapa waktu berselang

 tertutup rapat karena sedang ada pengerjaan 

 proyek APBN senilai 23 M untuk

 3 proyek yaitu di Koridor Jl . Basuki Rahmad yang 

dikenal dengan Proyek Kayutangan Heritage , 

 Polehan dan Jl . Kauman Heritage .
 konon dalam rencananya , akan ada perbaikan
 pedestrian , ducting pipa dan kabel diatasnya ,
 juga batu ampyang , asesori lampu , 
kursi etnik dan taman . 
soal bagaimana bentuk dan pengaturan lalin nya 
kelak , saya juga belum jelas ,
 termasuk pemasangan batu andesit di 
pertigaan2 PLN dan perempatan Rajabali .
 tentu seperti biasa , terjadi pro kontra .
 tetapi proyek tetap berjalan .
 dan sayapun penasaran seperti apa sih 
" maunya " ? maka dengan seijin dua petugas ,
 subuh tadi saya masuk ke area2 yang
 sedang dikerjakan pembongkarannya yakni 
di depan PLN dan perempatan Basuki Rahmad .
 berdiri diatas bongkaran2 aspalnya itu ,
 membuat saya sejenak " terbang " ke 
masa masa dimana disepanjang jalan 
Basuki Rahmad begitu banyak kenangan 
masa muda terukir ..
 maklum , jaman jaman itu belum dikenal cafe cafe
 ataupun mall mall atau tempat tempat
 orang muda bisa " cangkruk " seperti sekarang ,
 jadi jalan jalan disepanjang Kayutangan 
ataupun Pecinan adalah alternatifnya hehehe .. 
alat2 besar pembongkar jalan dan aspal mulus disitu ,
 pada subuh tadi saya lihat ada di depan PLN  .
 melihat gambar atau foto foto yang
 tercetak di baliho yang dipasang disepanjang jalan
 yang ditutup , saya melihat " contoh soal " 
dari kelak seperti apa yang
 diinginkan proyek Heritage Kayutangan dll ini .
 campur aduk rasa yang ada , 
karena wajah Kayutangan yang saya kenal 
sejak balita sudah pasti akan berubah ..
 sebenarnya , di perempatan Kayutangan itu , 
hanya tinggal beberapa bangunan asli yang 
masih bertahan yang itupun sudah berubah fungsi .
 jadi upaya " mengembalikan ataupun minimal
 melestarikannya " , sungguh saya tidak tahu
 bagian mana yang harus dikembalikan dan
 dilestarikan meski saya Arema Asli .. 
 satu2nya yang bisa saya lakukan hanyalah
 menunggu hingga perwajahan baru tiba
 dan tidak ada lagi ( kesempatan bagi ) 
pertanyaan atau debat disana ..
( Writing & Photos : Titiek Hariati , 
Malang , 11. 11. 20 )
keterangan foto : 
01 . perwajahan kelak dari perempatan Kayutangan
02 . alat berat pembongkar wajah lama
03 . baliho penutup sepanjang Kayutangan
04 . bongkar ... !
05 . petugas jaga sepuh yang memberi ijin saya blusukan
06 . depan McD
07 . depan PLN dan toko Avia 

Senin, 09 November 2020





 
.. " Mudik Saat Pandemi ? " ..
hampir setahun tidak bertemu , 
sudah tentu keinginan mudik tak dapat ditolak
 sambil mematuhi protokol . 
sulung saya beserta istri dan kedua mertuanya 
berencana berlibur di Malang pada sebuah 
longweekend ! dirumah saya ?
 rasanya juga akan sulit 
sebab pandemi mewajibkan berjarak .
  maka tanpa setahu saya , rombongan kecil ini
ternyata malah  sudah check in di satu 
Guest House di Jalan Lasem , NAMU .
 sebuah guest house bergaya modern minimalis
 yang nyaman karena ukuran kamar kamarnya
 yang jumbo . 
surprise , sebab saya pikir keinginan mudik
 hanya sekedar becanda saja mengingat situasi
 masih belum 100% aman baik yang di 
Jakarta maupun Malang . 
 
 rombongan kecil ini kali ini mengambil Jalan Darat
 karena singgah dibeberapa kota disepanjang 
Jakarta Malang PP , al Solo dll . 
dan seperti " lazimnya tuan rumah " , saya siap 
dengan beberapa spot wisata yang saya pilihkan
 cukup aman dari kerumunan . 
tetapi mana ada yang sepi disaat liburan longweekend ?
 maka strategi nya adalah 
" Datang Terpagi dan Pulang Terawal .. ! "
 
 wisata kuliner Malang  dari tahun ketahun
memang tak banyak  tidak berubah .
 Rawon Nguling , Rawon Rampal , Rawon Brintik , 
Ronde Titoni , Cwimie Jalan Kawi Atas ,
 Pecel Kawi , Sate Ponorogo 
( meski bukan Arema Asli ) , Bakso Bakar , 
Bakso Gun yang berpanci , dll yang khas Malang .
 Cangkruk ngopinya terpaksa bolak balik
 Java Dancer karena beberapa yang lain
 selama pandemi ini ternyata tutup 
( atau bangkrut ? .. ) . 
 
 Pasar Oro2 Dowo juga disasar , 
ada kue lumpur dll . Kearah Batu dan Pujon , 
saya bawa ke Santerra de la Ponte 
dan Royal 360 didepan Jatim Park 3
 menikmati view Batu dan Herjuno dll . 
memang ada permintaan untuk tidak terlampau 
" menguras tenaga berwisata " , 
sebab Jalan Darat Jakarta - Malang PP
 memerlukan stamina meski sudah ada jalan tol . 
sayapun maklum . 
 pesatnya pertumbuhan wisata Malang Raya
 terutama Batu , membuat mereka kagum 
karena pada kunjungan terakhir sekian tahun yl
 masih belum sebanyak saat ini pilihannya 
terutama wisata kuliner nya ! 
jangan heran jika pemudik2 suka " boros njajan "
 di Malang , misal komentar begini : 
" waa.. di Malang masih ada ya nasi pecel 
dibawah 10 ribu , disana minimal 25 ribu belum lauk "
 .. ( opo tak dodolan pecel ae aku ndik kono , 
bathin saya hehehe .. ) . mungkin mereka 
bahkan akan nggeblak pingsan kalau 
tahu masih banyak nasi pecel 5 ribuan !
 demikianlah isi dunia .
 wisatawan ke Malang Raya tertarik kulinerannya
 dan murahnya harga , sebaliknya kalau kita 
ke Betawi misalnya , lebih untuk 
mengunjungi tempat2 wisatanya ,
 bukan kulinernya . 
 bagi saya yang penyuka jeprat jepret , lokasi2 semacam 
Kota Tua Jakarta , Pelabuhan Sunda Kelapa ,
 Museum2 dan peninggalan2 sejarah Betawi
 sangatlah menarik . jadi masing2 memang 
punya magnet sehingga terjadilah arus
" ngalor ngidul ngetan bali ngulon "  hehehe .
 naa , ini ada sedikit hasil jeprat jepret 
longweekend yang lalu yaa .. 
( Writing & Photos : Titiek Hariati , Malang , 09 . 11. 20 )
keterangan foto :
01 . dokter anak yang sedang beristirahat
 di Malang bersama ibundanya , 
di Santerra de la Ponte , Pujon
02 . besan dan menantu saya yang 
saya bawa ke Pujon
03 . ruang kamar Namu Guest House
 Jalan Lasem Malang yang lapang dan nyaman
04 . lobby
05 . jalan darat bebas mampir2
06 . guesthouse disukai karena
 tidak terlalu banyak tamu dan tenang
07 . cwi mie Jl. Kawi Atas
08 . cangkruk ngopi sambil ngemil
09 . saya ajak menjajal tempat 
setarbak baru di Ijen
10 . bermain 41 dll sambil ngopi
11 . besan saya di gerbang Santerra , Pujon
12 . menantu saya dan ibundanya di Pujon
13 . kangen warung2 rawon jadul di Malang
  antara lain Brintik ini 
( dua kali ke rawon Rampal sudah kehabisan
 padahal masih jam 10 pagi ! )
14 . favorit saya : Affogato ... !

Minggu, 08 November 2020



.. " Tuhan Tersenyum 
Menciptakan Tumpak Sewu " ..
menunggu usainya covid19 bak menunggu
 orang tercinta yang tak kunjung tiba hehehe .. 
padahal saya sudah " ngempet " lama 
untuk menengok ( The Great ) 
Tumpak Sewu Waterfall .. !
 maka tidak menunggu usainya covid , saya nekad
 kesana pada hari bukan weekend dengan
 kesiapan full ptotocol .
 jarak air terjun yang tersohor ini dari Malang sekitar
 75km arah Kabupaten Lumajang lewat Dampit 
. disebut sebagai air terjun terindah dan menurut
 saya bahkan " termistis " tersebab curahannya
 yang setinggi 120 meter ( ! ) itu seolah
 menggerojok hati !
 tiba disana masih relatif pagi dan sepi ,
 setelah diperjalanan yang juga senyap saya hanya 
cukup berkecepatan 60-80 saja meski sepi .
 mengapa ? karena medannya yang lebih mirip
 ular me liuk2 dengan tepian yang curam , maka
 yang belum terbiasa sebaiknya lebih ber hati2 .
Malang - Bululawang - Turen - Dampit -
 Ampelgading - Pronojiwo adalah rute yang saya pilih
 menuju Coban atau Tumpak Sewu ini . 
( yang sudah sering ke JLS Malang Selatan dengan 
17 pantainya , pasti rute ini tidak lagi sulit dilalui
 meski me liuk2 dan curam ) .
 tiket masuk per orang 10 ribu dan parkir 5 ribu adalah
 harga yang relatif murah untuk sebuah
suguhan alam yang dahsyat ! 
 dan bagi yang bernyali untuk turun ke 
dasar air terjun , akan dikenakan lagi biaya 10ribu
 dan 10 ribu lainnya bagi yang melanjutkan ke
 sebuah goa disitu yang dikenal dengan nama Goa Tetes .. !
 jalan turun dari tempat parkir menuju
 sebuah dataran untuk 
melihat air terjun dari atas , hanya berjarak 
sekitar 250meter berjalan kaki . tetapi bagi yang
 ingin menikmati " grojogan " air secara dekat ,
 bisa turun lagi melalui jalan sempit yang 
curam dan licin sepanjang sekitar 100 meteran .
 konon bagi yang sudah berusia 60 tahun keatas
dengan riwayat kesehatan tertentu , 
ini tidak disarankan bahkan dilarang! 
 naa .. bagaimana suasana hati saya sesaat berada
 dihadapan ciptaanNYA yang luar biasa ini ?
 air terjun setinggi sekitar 120 meter ini membentuk
 sederetan grojogan yang fantastik sekaligus
 menggerojok hati .. ! 
 konon ini terbentuk dari aliran sungai Glidih yang
 berhulu di Gunung Semeru ..! bak sebuah
 tirai raksasa yang lebar , air terjun ini jatuh 
kesebuah lembah curam sehingga kalau dilihat 
dari atas lebih mirip animasi film film fiksi
 semacam Avatar itu .  
 ( andai saja ada drone , pasti akan terlihat dahsyat
 sebagaimana pernah saya saksikan di 
Youtube serial Tumpak Sewu karya bule 
tentang perjalanan mereka di sana bersama 
" mbak Tina Bule " hehehe .. ) .
 rasanya tidak ada puasnya jeprat jepret karena 
diambil dari sudut yang manapun, 
Tumpak Sewu tetap terlihat spektakuler ! 
kalau dunia mengenal Niagara yang dahsyat itu , 
biarlah saya berbangga dengan Tumpak Sewu
 meski tidak selebar dan debit airnya tidak 
segede Niagara , karena bagi saya kecantikan
 Tumpak atau Coban Sewu ini memiliki 
karisma tersendiri ! 
istirahat sejenak setelah berjalan menanjak disaat
pulang kearah parkiran , saya menuju sebuah
 warung sederhana untuk ngopi dan menikmati 
pisang goreng dan hweci yang baru diangkat
 dari minyak panas !
 ( jangan ingatkan saya tentang kolesterol karena
suasana disekitar saya " tidak mengijinkan " itu
 dan cangkruk sambil mendengarkan
 suara grojogan air
 pastilah sebuah hal termudah untuk melupakan
 kolesterol hehehe .. ) .
 si pemilik warung menjelaskan kopi yang saya minum 
" itu kopi hanya tumbuh disini bu , 
bukan Arabica buka Robusta , 
buahnyapun tak banyak dan tidak bisa dipanen masal
 karena tumbuh sedikit .. ini lho bu pohonnya " ! 
saya berdiri untuk menjenguk pohon kopi yang
 dimaksud yang tampak 
hanya ada dua batang pohon saja ..
 berat rasanya meninggalkan area Coban Sewu yang
 cantik ini , andai saja ada area camping 
ataupun penginapan rumah penduduk , 
saya ingin menikmati suara grojogannya 
sepanjang malam , pasti seru ... ! 
bagaimanapun saya lega sudah terkabul keinginan
 menjenguknya , dan semoga seusai pandemi 
saya masih berkesempatan menengoknya lagi ..
 oya sebetulnya didekat Tumpak Sewu ini ada
 beberapa air terjun lain , tetapi ketika saya men cek 
salah satu area dari mereka , 
ternyata jalannya belum serapih ke Tumpak Sewu 
( mungkin kalau dengan kendaraan 4WD saya
 berani hihihi .. maklum gerobak saya masih
 kelas standar hehehe .. ) . 
oya ada satu area lagi yang sempat saya tengok
 yaitu Oro Oro Ombo , sekitar 5 km dari Tumpak Sewu .
 itu adalah area yang konon kalau tidak sedang
 mendung atau berawan , panorama Semeru 
akan jelas terlihat , juga bekas aliran lahar 
yang saat ini berbentuk batu batu gede 
disepanjang jalannya .
 saat sudah mendekati Oro2 Ombo , ternyata 
saya justru " terjebak " ditengah rombongan 
komunitas Pajero Sport yang saya perkirakan
 berjumlah hampir 150 mobil ! 
waduh .. apes !
 saya harus putar balik ketika area memasuki
 jalanan yang bergelombang dengan bebatuan
 yang menonjol ... maka saya terpaksa tidak dapat
 bercerita lebih dari ini sebab kalau saya nekad
 meneruskannya , pasti
 rombongan Pajero tadi bakal kerepotan
 membantu gerobak saya yang mungkin saja 
kesangkut sangkut hahaha .. 
 ( semoga ada Undian Berhadiah Hummer
 dari Indosat atau Indihome kelak hihihi .. ) .
 Tumpak Sewu yang spektakuler saya tinggalkan
 dengan adukan rasa .. 
( Writing & Photos by : Titiek Hariati ,
 Malang , 25 . 10 . 20 )
keterangan foto :
01 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 01 )
02 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 02 )
03 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 03 )
04 . Tumpak Sewu Menggerojok .. ( 04 )
05 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 05 ) 
06 . Saya dan Tumpak Sewu .. ( 06 ) 
07 . No Mesum .. setuju !!
08 . Jalan turun setelah gerbang masuk 
09 . Jalan turun menuju dasar air terjun
10 . Dilarang memberi makan satwa
11. Usia 60 tahun keatas dilarang turun ke dasar
12 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 07 )
13 . Batas Area yang boleh dimasuki
14 . Tumpak Sewu menggerojok .. ( 08 )
15 . Gorengan sambil cangkruk 
16 . Kopi khas Tumpak Sewu
17 . Wastafel ada dimana mana
18 . Baliho digerbang masuk
19 . Oro2 Ombo , area bekas lahar Semeru
20 . Batu2 besar eks lahar Semeru
21 . Sejenak bertukar oxygen di Oro2 Ombo
22. Tumpak Sewu menggerojok .. ( 09 )
23 . Jangan lupa sampah2 mamin dll dibawa kembali !