Kamis, 12 Juli 2018







 .. " Andai Betawi Seperti Saat Lebaran " ..
 undangan ber lebaran di Betawi memang punya beberapa alasan .
 di Malang " para pinisepuh " sudah 95% wafat dan
 di Betawi sesepuhnya hanya tinggal dua saja . selebihnya adalah
 generasi saya dan dibawah saya dan generasi para cucu dari
 kakak , sepupu , keponakan dll .
 dan meskipun di Betawi dan Bandung hanya ada 15 / lima belas 
kepala keluarga yang jauh lebih sedikit dibanding yang ada di 
Malang Raya dan luar pulau , saya tetap putuskan
 berlebaran di Betawi karena ingin bertukar atmosfer lebaran 
bersama kerabat disana .
 malam takbiran saya berada dalam pesawat yang nyaris 
melompong dan banyak penumpang yang saling berpindah tempat
 sesukanya .. ini pertanda baik sebab saya sungguh berharap 
hal yang sama akan terjadi selama lebaran nanti . 
dugaan tidak meleset . dari cengkareng hingga tempat menginap ,
 Jakarta lebih mirip jalanan di kota2 kecil seperti Blitar dll yang
 tidak macet dan lengang ... rasanya lega dan udara Jakarta 
terasa lebih sejuk dan sehat ! 
tetapi ternyata seluruh acara saya di Betawi sudah disusun rapih 
dan padat oleh " nyonya dan tuan rumah " hehehe .. 
begini katanya : " dari bandara , tiket sudah disediakan 
untuk nonton pameran seni di museum modern art... " ...

 na lo , kalo baru landing saja sudah
 disiapkan acaranya , 
maka bisa dibayangkan bagaimana dengan besok dan besoknya 
dan besoknya yang sudah pasti sangat padat ! 
naa .. berhubung sudah ada di museum seni modern ,
 maka harus ikhlas antre panjang untuk giliran masuknya 
yang akhirnya harus dipotong untuk berbuka lebih dulu
 di kedai kopi yang ada di museum .
ini adalah berbuka yang terakhir kali dibulan Ramadhan . 
menyempatkan sholat diarea yang sama dan setelah sebelumnya 
menikmati ta'jil di kedai kopi , kami kembali masuk antrean
 untuk melihat karya karya seniman Jepang Yayoi Kusama .
 dalam perjalanan panjangnya sebagai seorang 
seniman seni kontemporer , YK memang luar biasa dalam
mengekspresikan rasa yang bergejolak dalam bathinnya dan
 karya karyanya membuktikan kepiawaiannya dalam
 olah seni baik lukis , patung , instalasi , audio visual , dll . 
 antrean yang hampir dua jam terbalas dengan karya2nya meski
 kaki saya sudah terasa mati rasa hehehe ...
malamnya bergabung pula" tuan dan nyonya rumah " yang satunya ,
lengkap sudah " The A Team " hehehe ..
ber 6 kami makan malam di GI sambil merencanakan detil
 acara esok hari  ( ini untungnya punya " EO " hehehe ... ) .
 malam takbiran memang tidak bisa menikmati suasana yang
 khas seperti halnya di Malang yang berupa barisan
anak anak 
masuk keluar kampung membawa obor atau
 lentera sambil melantunkan takbir ..
 dan pagi hari , rencana sholat IED di Masjid Istiqlal ternyata
 batal karena waktu yang sudah tidak terkejar dan 
dskan untuk sholat IED di masjid terdekat yang pagi itu
 sudah dipadati oleh para jamaah . 
setelah sholat Ied ternyata tidak menemu opor ayam dll 
sebagaimana tradisinya , melainkan sudah tersedia lasagna .. lho ,
 apakah ini lebaran rasa Itali ? apa boleh buat , nikmati saja ..
( ini adalah " gejala " lebaran ala anak2 jaman now hehehe .. )
 sekitar jam 10 kami sudah berkumpul dikediaman sesepuh di
 Jakarta Timur untuk ber halalbihalal dengan segenap 
kerabat di Betawi . naa ... barulah disitu terasa lebaran
 dengan menu menu khas " riyoyo " !
  dalam kesempatan ini sekaligus dibahas bermacam isu keluarga
untuk memotivasi generasi muda keluarga agar 
kedepannya mereka lebih aktiv merekatkan diri satu dengan
 yang lain guna menghindari 
Ketidak Tahuan Antara Keluarga Satu Dengan Yang Lain 
terutama bagi yang berada di
 luar kota , provinsi maupun pulau bahkan negeri !
 pemanfaatan gadget sebagai perekat kekerabatan adalah penting , 
sehingga tidak ada alasan lagi bagi mereka yang berjauhan
 untuk tidak saling mengenal dan " guyub " !
 menjelang sore acara berakhir dengan janji akan bertemu lagi
 pada bulan Agustus ditempat yang sama sekaligus untuk
 melepas perjalanan panjang saya selama sebulan yad ! 
malam harinya kami berkunjung kepada kerabat yang lain
 dan disini kami bertemu menu lebaran khas dari Riau 
antara lain Ketan Srikaya yang yummyyy ... !
benar2 perut dibuat kaget setelah berpuasa sebulan tiba tiba
 sejak pagi nonstop diisi bermacam mamin !
 esok paginya , sesuai " minutes of show " , adalah kunjungan
 ke Bintaro untuk menengok kediaman para 
" tuan2 dan nyonya2 rumah " yang mengundang saya hehehe ...
 setelahnya , kami menghabiskan beberapa jam di IKEA yang
 siang itu lebih mirip sarang semut ! 
 
berhubung sudah terlanjur masuk , ya dinikmati saja meski 
harus membatalkan rencana mencicipi " bakso Swedia " karen
 antreannya yang menghilangkan selera lapar .
 oya , IKEA memang sejak jaman Majapahit sudah jadi favorit saya
 karena style nya yang bergaya muda ,
 simpel dan serba praktis . 
bahkan ketika anak2 saya masih balita , mereka sudah akrab 
dengan hal2 berbau IKEA karena desainnya yang 
sangat berpihak pada keselamatan dan keamanan balita ,
 jadi kali ini saya merasa bisa melepas kangen dengan 
kehadiran IKEA di Betawi  
( semoga segera disusul di kota2 lainnya ) .
khusus untuk hari yang  ke 3 ,
 agenda saya tidak  boleh diubah atau ditawar siapapun ,
 yaitu ke Kota Tua atau Old City Jakarta  hehehe ...
 ada bermacam museum disana , Museum Wayang , Museum Pos ,
 Museum Bank Mandiri , Museum BI , Museum Keramik dll
 yang pasti kurang kalau hanya sehari untuk mrlihat semuanya . 
maka saya prioritaskan untuk jeprat jepret di sekitar
 alun alunnya dan Museum  Wayang serta Batavia Cafe
 yang siang itu lumayan padat  di hari ke 3 lebaran. 
saya bersyukur bahwa Jakarta memiliki sisi2  kelestarian budaya
 lewat berbagai upaya seperti
 penyelamatan  gedung2 kuno bersejarah ,
 museum2 , atraksi2 lenong , silat dll yang perlu
 diketahui& diwarisi  
terutama oleh generasi gadget ! 

Batavia Cafe yang terjaga keasliannya menjadi salah satu ikon
 Old City yang seolah menghidupkan kembali suasana 
 kolonial Belanda ditanah air . saya merasa betah disana karena 
pelan2 sudah mulai jenuh dengan berbagai cafe modern
 yang tidak jauh beda satu dengan yang lain meski 
mengusung nama cafe dan mamin yang beda dan aneh aneh .. 
 malam harinya yang sekaligus merupakan malam terakhir 
saya di Betawi , saya nikmati dengan dua kerabat yang berbeda .
 satu dari Bogor dan yang lain dari Jakarta . 
 mengingat banyaknya balita yang ikut , pilihan jatuh ke
 pizza yang relatif populer buat anak anak . 
farewel - party ? bukan , sebab 
setiap perpisahan itu sebenarnya adalah awal untuk perjump
  untuk packing sebab saya mendapat pesawat terpagi ke Malang .
 jam 23.30 baru selesai packing ,
 jam 3 pagi sudah harus bangun karena selambatnya jam 4 
sudah harus berangkat ke bandara .
 lucunya , salah satu dari pasangan " tuan dan nyonya rumah "
 saya di  Betawi juga ikut ke Malang meski beda pesawat ,
 alasannya sederhana :
 " bagaimanapun harus mudik " hehehe ..
 lebaran yang " ngalor ngidul " ini memang tidak harus 
diperdebatkan ,  bukankah dimana mana adalah bumiNYA 
dan bersyukur adalah kuncinya ?
hanya satu yang " ngangeni " yaitu 
lengangnya jalanan2 ibu kota dengan udaranya yang
 lebih sejuk dan langit terlihat kebiruan serasa sedang tidak
 berada di kota 
terpadat & terbising & terpolusi Indonesia ..
 ( Titiek Hariati )
( Writing & Photos by : Titiek Hariati  & Oliver ) 
01 . " buah labu" , karya Yayoi Kusama
02 . leaflet tentang YK
03 . kaca pesawat yang retak2
04 . sebuah toko kosmetik di bandara
05 . di museum macan
06 . " bunga " , karya YK
07 . kemeja , desain oleh YK
08 . blackwhite , karya YK
09 . saya jepret dari luar ruangan pameran YK
10 . sholat IED dilapangan , batal ke Istiqlal
11. bertemu ketupat dll khas Riau
12 . pancious
13 . batavia cafe , khas ala kolonial Belanda
14 . soto betawi
15 . salah satu sudut batavia cafe yang djadoel
16 . kroket londo
17 . atmosfer cafe
18 . iga
19 . lumpia resep djadoel
20 . alun alun Kota Tua Batavia
21 . sup jamur
22 . wayang titi
23 . ondel ondel
24 . farewell evening
25 . dalam perjalanan pulang , Mahameru ( 01 )
26 . Mahameru ( 02 )









 

Selasa, 03 Juli 2018




.. " Selamat Jalan Sahabat Sejati .. " ..
sore tadi sebuah email yang mengejutkan masuk .
 belum habis saya membacanya , saya merasa sesak dan mata saya kabur . 
seorang sahabat sejati , lahir bathin , telah mendahului . 
terakhir kami bertemu adalah tahun 1989 . tetapi sebelum itu , 
sepuluh tahun lebih persaudaraan terjalin antara tiga bangsa dan budaya
 yang berbeda tetapi disatukan oleh kesadaran bahwa sesungguhnya kita 
berasal dari leluhur yang sama .. Austria , Indonesia dan Iraq , 
dan pada setiap perjumpaan terjadi pertukaran budaya lewat
 makanan , bahasa , tradisi dll yang tidak jarang menimbulkan gelaktawa
karena perbedaan2 yang ada 
 jarak rumah kami saat itu sebenarnya lumayan jauh karena saya di distrik 7 dan
 keluarga Buschra ada di distrik 21 . dengan subway , perjalanan kerumah mereka selalu
 menyenangkan sebab melewati banyak panorama " country side " yang dimusim 
gugur pergantian warna dari dedaunan terlihat fantastis .
 sebaliknya , saat mereka kerumah kami , panorama country-side perlahan
 berubah menjadi bangunan2 beton yang konon menurutnya
 " kota itu bising " ... ia benar .
 Buschra seorang ibu yang penuh cinta dan kehangatan , 
dengan putri tunggalnya yang cantik , Dunya yang saat itu sudah remaja belia sementara
 anak anak saya masih balita . ketika saya akhirnya kembali ketanah air , 
Buschra dan keluarganya mengantar hingga lambaian terakhir saya di airport Vienna ,
 dan sungguh saya tidak menduga bahwa itu adalah kali terakhir saya melihatnya ...
 tahun2 awal kontak kami masih lancar melalui surat ,
 tetapi tibatiba saja kontak tidak lagi ada meskipun saya berupaya mengirimnya
 lewat email ketika era internet tiba sekitar tahun 2000 
( belakangan baru saya ketahui bahwa saat itu ia mengalami sebuah kecelakaan tragis ) .
 selamat jalan sahabat dan saudara sejati ,
 sungguh saya sangat kehilangan .. kamulah yang selalu ada disaat saat aku membutuhkan
 tempat berbagi dan kamu juga yang selalu ada disaat rindu tanah air membelit hati dan 
menghiburku , lucunya , bukannya aku mencari teman sebangsa untuk itu ,
 dan kamu dengan ketulusan khasmu sebagai wanita Iraq ternyata 
 membuatku lebih nyaman ber curhat ria .
 selamat jalan saudaraku , semoga perjalanan abadimu menyenangkan
dan penuh kedamaian 
 engkau telah beristirahat setelah cukup lama berjuang diatas kursi rodamu
 dan semoga engkau mendapatkan tempat yang indah disisiNYA 
 aamiin ... 
dalam duka & doa yang dalam ,
Titiek Hariati , Juli 2018.
01 . pemberitahuan yang terlambat ,
tetapi masih lebih baik daripada tidak ada
02 . BUSCHRA yang penyayang dan tulus
03 . DUNYA dengan putri seorang teman 
dan anak anak saya
( Vienna , 1987 )











Rabu, 27 Juni 2018







.. " Perginya Sang Kekasih .. " ..
baru saja kita ditinggalkannya dalam kesedihan yang dalam .
 betapa tidak ? setiap kali kita ditinggalkannya , 
kita diliputi pertanyaan besar :
" adakah tahun Hijriah yang berikutnya aku masih diberikan usia ? " 
 dan mengapa kita sedemikian takut dan khawatir ? 
adalah tersebab HANYA dibulan Ramadhan itulah kita 
mendapatkan " diskon " bahkan " cuci gudang " untuk
 kesalahan dan dosa dosa kita !
kesempatan dan peluang serta keistimewaan2 untuk 
mengurangi bahkan mungkin menghapuskan dosa dosa itu laksana
  pakaian pakaian kotor penuh noda yang dimasukkan 
dalam mesin cuci dengan program  paling berat mengingat
 kotoran kotorannya yang sudah terlanjur rekat melekat . 
dan karena program mesin cuci ini terberat , 
ia membutuhkan Waktu , Air , Deterjen , serta Putaran yang
 dan Cuci Bilas yang ber ulang2 sebelum akhirnya
 berhenti dan dikeluarkan dari mesin cuci dalam keadaan 
sudah bersih dan wangi ...
 demikian kira kira perumpamaan kita agar 
kerak kerak hati dan jiwa  rontok dan hilang ! 
maka merasakan lapar dan dahaga saja memang tidak cukup , 
tetapi dibarengi dengan laparnya jiwa dan rokhani pada
 amalan amalan yang baik dan 
dahaganya qolbu pada ampunan2NYA ... ! 
bahkan pada malam malam 10 hari terakhir , 
nyaris memiliki ritme tidur yang terbalik  antara
 tidur pagi dan terjaga sepanjang malam hingga mencapai 
ujung dari Ramadhan , 
dengan penuh ratapan bahwa 
ALLAH akan akan memberikan ampunanNYA .. 
semuanya tadi kini telah berlalu , hitungan dosa dan
 pahala telah kembali 
" normal tanpa bonus dan diskon ataupun cuci gudang " 
 kemana lagi kita berharap lipatan pahala yang berganda 
atau ampunan yang bisa melahirkan kita kembali 
bak bayi yang baru dilahirkan ?
kapan lagi kita berharap turunnya malam terindah yang 
bernilai sama dengan ibadah seribu bulan ?
bukankah terkadang dalam bulan Ramadhan ini kita justru
 masih sering khilaf dengan sesekali ghibah meski ringan
 atau ber suudzon atau berbohong atau menjalankan 
sholat wajib tidak tepat waktu atau 
berkomentar yang 
tidak bermanfaat di sosmed atau satu dua kali absen
 ber tarawih atau pada malam malam yang penuh rahmat
 justru tertidur pulas dll ?
bagaimana mungkin kita berharap kembali bersih bak bayi
 diakhir Ramadhan sementara kita masih 
belum sepenuhnya ikhlas 
Mencucikan Diri Kedalam Mesin CuciNYA yang
 dahsyat dan bernama Ramadhan ini ?? 
 sungguh kita hanya dapat berdoa dan berharap ,
 agar rapor rapor kita tidak terlampau merah meski 
disana sini ada hasil Ulangan dan Ujian yang tidak maksimal .
 yah ..  HARAPAN adalah satu satunya yang dapat kita lakukan
 disamping berdoa , bahwa 
kita digolongkanNYA kedalam mereka yang 
mendapat ampunan dan bukan golongan yang dimurkaiNYA .. 
usia adalah rahasiaNYA , tidak seorangpun mampu 
untuk tahu tentang batas hidupnya bahkan tentang
 Ramadhan mendatang yang bisa jadi 
sudah tidak akan pernah lagi kita jumpai  ..
dan sebagaimana yang tertulis dalam
 Surah Al Baqarah 185 : 
" Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya 
dan hendaklah kamu bertaqwa pada Allah atas petunjukNYA
 yang diberikan kepadamu , supaya kamu bersyukur "
selamat jalan Ramadhan yang terkasih ..
( Titiek Hariati )