Minggu, 24 April 2016







.. " Ke Yogya Bukan Karena Kunto Ajie " ..
 tanpa terasa , keponakan keponakan yang dulu masih kuecillll2 tahu tahu sudah pinter mengirim undangan nikahnya ke saya .. 
lho , eee .. kowe wes siap rumah tangga to nDhuk batin saya ketika menerimaundangan dari Yogya sekian minggu yl . 
ya , Intan rupanya sudah siap lahir bathin memasuki
gerbang belantara rumah tangga dan saya tak punya alasan untuk tidak menghadirinya . 
timbang punya timbang , akhirnya milih jalan darat alias nyetir saja , sebab bisa " mondag mandeg " dimana suka , 
apalagi akhir akhir ini saya punya hobi baru yaitu " makan sedikit tapi sering " hehehe .. 
pilihan jatuh pada perjalanan malam hari atawa sebelum subuh menempuh jarak sekitar 500an km lewat
 Pujon dengan lekuk liku jurangnya . saya 100% fokus melihat jalan dan sementara harus
 minus musik supaya ndak " ngglambyar " hehehe , maklum mata saya adalah produk sekian dekade lewat .. 
tapi disisi lain sebetulnya saya juga masih saja  berpikir tentang Dress - Code yang diundangan ditulis
 ( saya terjemahkan bebas yaa .. )
 " kenakanlah baju putih terbaikmu dengan sepatu santai " kira kira gampangnya saja begitu ) . 
namanya saja yang nikah anak muda dan setua saya ini mendapat undangan dengan contoh foto calon mempelai
 memakaibaju putih2 dan celana jeans sertasepatu basket , jadi malah mikir 
" lha lek aku nggawe klambi karo sepatuan koyok iku koyok iku opo gak dikiro pasien RSJ ucul ? " hahaha .. 
maka blus putih tetap saya bawa tapi cadangannya adalah gaun batik klasik Yogya asli ,
 lho , ya harus bawa cadangan to , lha wong Dress Code tadi kan bukan untuk generasi saya hehehe ...
 melewati berbagai kota hingga masuk perbatasan Jateng , 

 saya seperti dibawa mesin waktu ke masa masa kuliah di Yogya dulu dimana kalau
 pas kangen rumah saya biasanya naik bus Anugerah namanya dan membawa blinjo mentah pesanan ibunda almarhumah ..
 akhirnya saya tiba di Yogya pada saat cuaca sudah cukup terik , huh .. panassss ,
dan saya yang tidak suka merepotkan kerabat tentu saja mencari Guest House untuk istirahat . 
pilihan jatuh diarea dekat atau dibelakang Malioboro yang saat ini sudah berubah wajah menjadi Hotel dan Guest House yang
 modern dan bagus2 dan sayapun lumayan pangling .
 tahun lalu saat saya ke Yogya untuk melayat ayahanda dari Intan yang akan menikah besok ,saya menginap di hotel dekat bandara Adisucipto , 
jadi tidak sempat melihat area ini . 
akad nikah berlangsung pagi hari tanggal 02 April 2016 dilanjutkan dengan resepsi pada jam berikutnya .
 pada acara semacam ini yang paling saya suka adalah saat saat berkumpul dan " gojhek-an " ( kata wong Yogya )
 dengan para kerabat dan teman . luar biasa rasanya memiliki sekian banyak 
keponakan , sepupu dll yang siang itu " tumpek bleg " dan jangan tanya soal selfie selfieannya !
diantara mereka ternyata ada satu " seleb " dari Jakarta yang bisa hadir yaitu Kunto Ajie eks Idol yang nge jazz !
namanya juga keponakan , jadi saya wanti wanti
 " masio awakmu seleb tapi iki yo bulikmu lo le " hehehe , suasana jadi padat hahahihi ..
 tidak di sia2kan , sudah pasti Kunto didaulat nyanyi hitung2 " mumpung gratisan " hehehe ...
 dan seperti lazimnya sebuah tradisi keluarga , 
semua ahirnya juga kena gilir nyanyi dan diujung acara kami semua sepakat bahwa
 nanti malam sebaiknya dilanjut dengan family gathering , setujuuu .... !
 tapi ee tunggu dulu , saya mendapat bisikan khusus dari kerabat yang datang dari Jakarta begini 
" mbak , kami ber 5 jadi ke Malang lho dan Senin subuh nyampe di Malang dan stay di Bukit Hijau ya?
 mungkin sampai Jumat baliknya ke Jakarta " ....  
naaa , hitung punya hitung , saya merasa tidak enak kalau mereka datang dan dirumah masih berantakan karena
 memang belum siap untuk kedatangan " rombongan " ..
 maka meski berat dihati saya terpaksa absen ikut family - gathering di IBIS Jalan Godean Yogya dan berpamitan untuk
kembali ke Malang pada jam 16.00 itu ...
banyak protes muncul tetapi saya pikir jauh lebih baik merapihkan rumah untuk tamu2 saya daripada
 mereka datang dalam keadaan rumah " berantakan " alias tidak siap ..
 sebetulnya tak ada yang harus secara khusus dipersiapkan , ini hanya masalah kebiasaan saja bahwa sayasuka menerima kerabat dalam
 keadaan rumah sudah rapih dan bersih hehehe .. 
 
naa , dalam perjalanan pulang ke Malang , berhenti sejenak di SOLO untuk makan malam dan 
dilanjut hingga kembali memasuki lekuk liku daerah Ngantang pada sekitar jam 22 yang terlihat gelap dan " seram "
 karena tidak ada lampu penerangan padahal jalanan berliku liku dan berjurang dibeberapa bagian !
saat melewati area Payung di Pujon saya surprise bahwa ternyata disitu masih rame dan terang benderang plus
 suara musik dibeberapa kedai yang lumayan keras ..
 ooo saya baru sadar bahwa itu adalah Malam Minggu dan saya yang nyaris tidak pernah " kluyar kluyur "
diatas jam 20 ini jadi seperti " ndheso " hehehe ...
( tapi saya pikir lebih baik " ndheso " daripada nanti di bilang " clubbers " ? )
sampai rumah sudah sangat pegel linu terutama kaki , maka langsung  blegseg sampai pagi ...
 dan Percaya Tak Percaya , inilah acara pokok saya seharian di hari Minggu yang cerah tanggal 03 April : 
bersih bersih rumah , mesin cuci padat , membongkar dua kamar yang akan ditempati
 kerabat2 selama liburannya di Malang ,
 memasang sepreinya , mengepel , membuat WC " klinchong " dll dll dan
baru berhenti pada jam 15 . 30 sore , huedehhh ....
 WA saya penuh dengan " protes " bahwa semalam rasanya lain minus saya yang konon biasanya jadi " koordinator acara " hehehe
tapi apa boleh buat , yang penting mereka hepi dan saya juga hepi dengan bersih bersih rumah ini hehehe ..
 oya yang pasti meski hanya " sekejap " di Yogya ,
 saya merasa sangat bersyukur bisa menyaksikan pernikahan keponakan dan juga suaminya yang
keduanya berkarir di RCTI ini dan tentu saja saya datang di Yogya karena itu 
( bukan karena mau lihat Kunto Aji nyanyi lo meski dia juga terhitung keponakan hehehe , maap Jie .. )
  naa , tulisan ini tentu saja saya tutup dengan secuil " pesan sponsor " buat Intan dan suaminya :
 dear Intan dan Feddy ,
selamat ya kalian sudah " berani " melangkah ke belantara rumah tangga yang seringkali " menakutkan " bagi
 sebagian orang yang alergi dengan komitmen ataupun bayang bayang tanggung jawab moril materiil ,
 selamat ! 
aku jamin sebenarnya tak ada satupun manusia yang 100%  siap lahit batin untuk menikah , karena selalu saja ada hal hal yang dianggapnya
 " belum siap " entah itu mental , ataupun materiil .. 
tetapi dalam keadaan tidak sepenuhnya siap inilah justru kunci dari hubungan per suamiistrian , menurutku .
maka apa yang suami belum siap diharapkan akan ditemukannya pada istrinya sebagai pelengkap ketidaksiapannya ,
 dan sebaliknya dan seterusnya .
 jadi janganlah berkecil hati bahwa setiap rumah tangga hampir selalu diwarnai dengan hal hal yang
Tidak Sepenuhnya Siap seperti misal
 bangun lebih pagi dari suami untuk menyiapkan sarapannya ,
 membangunkan istri untuk bersama sama sholat subuh dst dst sangat banyak . 
benturan kebiasaan , hobi dll akan kalian temui sepanjang perjalanan perkawinan , maka pandai pandailah saling " momong " supaya
 benturan2 menjadi sebuah sentuhan manis yang mengejutkan . 
misal : tiba2 menemukan hobi suami yang " menyebalkan " yaitu main game berlama lama seolah lupa istri ,
 maka mengapa tidak mencoba bermain bersama dan menikmatinya meski sambil
 memberikan " batas waktu bermain " hingga jam makan malam misalnya ? 
atau suami menjumpai hobi istri yang menjengkelkan yaitu shopping , maka cobalah sesekali ikutlah shopping tapi 
disertai sebuah " perjanjian " bahwa setelah dua jam jalan jalan mereka harus pulang untuk nonton bola di TV rumah ?
mungkin saja kalian tertawa membaca ini karena aku yakin kalian sudah jauh lebih sophisticated , 
sebab menetap dan  berkarir dikota sebesar Jakarta pastilah kalian merupakan pribadi2 tangguh yang sangat tahan uji fisik dan mental .... ! 
naaa , sekali lagi selamat yaaa ,
semoga kalian akan banyak menemukan persamaan2 diantara sekian banyak perbedaan , amin ... 
doa tantemu ,
( th )
 ( photos by : th , Yogya Tour , April 2016 )
01. barista - class di yogya
02 . " sah " ... lega ..
03 . gerbang jatim masuk jateng
04 . sesama penggila jazz , pak dhe dan keponakan , Harry dan Kunto Ajie
05 . kubah masjid unik dekat Solo
06 . tour menikmati lava Merapi
07 . melewati kompleks Gontor for Girls daerah Ngawi
08 . patung petikan kisah agung Ramayana
09 . Tugu , Yogyakarta , siapa yang tidak kangen ?
10 . seorang ibu muda cantik yang hadir dipernikahan Intan
11 . salah satu kerabat yang meng kado lagu untuk mempelai
12 . lha kalau ini " seleb " kita Kunto Ajie , mumpung gratis ya Jie ..
13 . " saya terima nikahnya .... " , terharu ..
14 . menu soto di Solo saat pulang
15 . Warung Adem Ayem Solo
16 . bisa ditiru supaya tidak seenaknya parkir !
17 . ayo kita jaga bersama Macan Tutul ... !
18 . menu lesehan ayam Malioboro
19 . Visit Jateng 2016
20 . pecinta Tembang Kenangan boleh bersuka cita !        


























Minggu, 17 April 2016






.. " Sate Sederhana yang tidak sederhana " ..

Karangploso tampaknya mulai menggeliat mengejar ketertinggalannya dengan daerah Sengkaling hingga Batu 
Sebagai jalan alternatif ke Batu , Karangploso mulai berbenah terutama untuk wisata kulinernya . 
Memang masih jauhhhh dibanding nDau misalnya , 
tapi setidaknya sudah ada upaya kearah sana . Diantara yang berbenah ,
ada satu warung sederhana yang juga berjuluk " Sate Sederhana " yang ada di Raya Karangploso
tepatnya di Jalan Perusahaan 28 Karangploso . 
Tidak perlu mengharap view atau atmosfer warung tertentu seperti umumnya warung warung yang
 " menjual panorama Batu " sebagai andalannya , disini yang penting adalah :
 lapar , pesan dan makan hehehe ..
Dengan Kambing sebagai ikonnya , maka segala perkambingan dapat dijumpai disini ,
 mulai sate , gulai , krengseng , dll yang serba kambing . 
Juga ada gulai sumsum kambing , sate goreng kambing dll .

  Naa .. saya termasuk yang pecinta kambing meski mulai waspada dengan usia hehehe , jadi " sederhana " saja
 pesanannya yaitu Nasi Gulai dan Sate Kambing , lho ? 
Lha bagaimana lagi kalau sudah " terlanjur " masuk warung kambing masak harus pesan gurami hehehe ..
 Maka yang saya maksud Tidak Sederhana adalah disegi Rasa , 
saya harus akui nilai 7 untuk warung yang sederhana tapi tidak sederhana dalam rasa ini !
 Apalagi disegi harga juga standar , sebab Sate Kambing Tanpa Lemak ternyata juga hanya 30 ribu sama
dengan yang ada dimana mana pada umumnya ..
Na , boleh saya rekomen buat pembaca ?
 Silahkan mencoba ... 
( th )
 
 ( photos by : th , Warung Sate Sederhana , Karangploso Malang , April 2016 ) 
01 . nasi gulai dan sate kambing ..siapa yang tahan ?
02 . yummyyy ...
03 . mudah menemukannya
04 . tampak luar di Jalan raya Karangploso Malang












 






 .. " Datanglah Diam Diam , Berbagilah Tanpa Suara " ..

seringkali kita melihat , mendengar , membaca , bagaimana susah payahnya kerumunan kaum duafa untuk mendapatkan pembagian zakat atau amplopan terutama menjelang atau 
dihari hari besar keagamaan ditanah air .
 sampai sampai seringkali yang sudah manula harus ke " pletet2 " dan keinjak injak bahkan
 pingsan untuk mendapat amplop an 20 , 50 ribu an atau sembako . 
maka makna berbagi kepada mereka menjadi berkurang nilainya ketika korban berjatuhan dan
 penderitaan akibat antrian berjam jam dalam panas terik .
 mengapa harus terjadi seperti itu ?
mengapa tidak dicari jalan yang memudahkan kaum duafa ini ? 
mengapa harus pada terik matahari dan ditempat terbuka agar publik tahu bahwa 
si dermawan membagikan rizkinya untuk ribuan orang ?
 mengapa harus dipamerkan ?
mengapa bukan si dermawan yang mendatangi kampung kampung duafa pada malam hari dan
 membagikan rizkinya dengan ikhlas tanpa publikasi serta mengetuk pintu2 kaum duafa dengan tenang ?? 
bukankah ALLAH tidak pernah tidur dan mengetahui amalannya meski dilakukannya pada
 tengah malam sementara banyak manusia yang sudah berkalang selimut ? 
di Malang Raya sendiri , cukup banyak kaum duafa yang bahkan tidak memiliki pelindung saat tidur alias 
beratapkan langit . kalau penasaran ingin mengetahui dari dekat ,
berkelilinglah setelah jam 22 keatas ke daerah daerah seperti Pecinan Kecil atau
 jalan lebar arah Belakang Pasar .
 naa , disitu kita akan melihat " kepadatan " kaum duafa memenuhi " emper emper " toko yang tutup .
mulai yang masih muda dan kuat , 
sampai yang sudah manula , renta dan mirip " suster ngesot " semuanya ada disana ! 
tapi mengapa pada siang hari mereka tidak terlihat atau tidak ada ?
siang hari adalah saat mereka bertebaran ke " wilayah masing masing " dan malam hari adalah saat mereka
 istirahat serta mencari sepotong tempat untuk tidur meski mungkin hujan atau angin mendera .
 lucunya , mereka seolah sudah " memesan kavling masing masing " sehingga kapanpun kita tengok , 
masing masing akan tetap pada tempatnya " booking " dan memudahkan kita untuk menghafal dan mencari 
duafa tertentu terutama yang sudah renta . 
tidaklah perlu menunggu Ramadhan atau Idul Qurban , 
karena sesungguhnya setiap saat dan hari adalah peluang peluang untuk bercocok tanam diladang ladang amal .... ! 


tidaklah perlu membawa ribuan amplop atau nasi kotak atau apapun ,
 sebab yang kecil kecil yang ada pada keseharian dan berlebih , 
itu lebih berarti untuk dibagikan daripada mengumpulkannya menjadi ribuan tetapi akhirnya " menyengsarakan " yang diberi ,bukankah kita ingin membahagiakan orang lain ? 
maka datanglah dengan langkah perlahan dan tanpa suara , 
sementara hati dan tangan kita bekerja membagikan rizki karuniaNYA , 
" dan janganlah pernah takut manusia lain tidak melihatnya , karena langkah perlahan dan diam diammu
 tadi sungguh sangatlah dicintaiNYA ...."
masihkah kita berpikir ulang untuk berbagi dengan keikhlasan atau
 masihkah kita ingin orang banyak menilai ketidak jujuran hati kita yang beramal demi pujian ?
 dan sesungguhnya , itu adalah pilihan ..
( th ) 

 ( photos by : th , April 2016 , Letjen . S . Parman , Malang )
 01 . " langitku , rumahku " 
02 . kebaikan tidak memerlukan pujian

Jumat, 15 April 2016







.. " Cahaya Dibalik Kobaran Api " ..

catatan :
tulisan ini secara khusus saya peruntukkan buat  " adikku " IM di Surabaya , 
yang pada tanggal 10 April 2016 yang lalu melewati saat saat bahagia namun juga sekaligus duka di saat yang sama . tulisan ini hanya sekedar pengingat apa yang terjadi pada tanggal tersebut ,
sebagai sebuah peristiwa sekaligus pengalaman luar biasa yang menunjukkan kebesaran NYA bahwa
apapun dapat terjadi dengan kehendakNYA . 
 " adikku " ,
dari jarak 100km aku datang dengan sebuncah kegembiraan bahwa tanggal 10 April 2016 yang
 lalu engkau menghantar si bungsumu ke gerbang hidup barunya disamping
 orang yang dicintainya , bukankah itu indah ? 
gedung resepsi malam itu sudah terhias cantik dengan kilatan laser dan bunga bunga serta para 
tamu yang mengalir bak air . aku terharu bahwa " adik kecilku " ternyata sudah siap
 melepas elang elang nya mengudara dan meninggalkan sarangnya ! 
ditengah suka cita itu , aku meng kado mu dengan sebuah lagu dan dari arah panggung pelaminan engkau yang sedang mendampingi mempelai terlihat surprise dan mengacungkan jempol kearahku . 


lo ? ternyata aku " ketahuan " padahal semula aku pikir kalian tidak menyadarinya ..
tapi maaf sekali bahwa setelah itu aku harus berpamitan karena  jam sudah menunjuk angka 21.00 .
maka aku tinggalkan semua kelezatan suasana , makanan dll disekelilingmu sebab aku tidak ingin memaksa

 mataku bekerja ekstra keras dalam kegelapan jalan raya Surabaya - Malang terutama di tol ,
 maklum mata sudah mulai periode " expired " hehehe .. 
 aku putar radio SS untuk mencari teman musik diperjalanan dan sekaligus info info kemacetan dll .
 tiba tiba sang penyiar memberitahukan sesuatu yang mengejutkan
 " atas laporan tetangga yang berdekatan , telah terjadi kebakaran di rumah Jalan ....... no ...... daerah ........
 dan api kelihatannya berasal dari belakang yang saat ini sudah melalap hampir
semua lantai bawah dst dst .... " ....
 lho lho ... aku kaget , apa tidak salah dengar atau penyiarnya salah menyebut alamat ?? 
aku berusaha menghubungi radio SS berkali kali tapi gagal ..
 akhirnya aku putuskan menelpon salah satu kerabat yang tadi masih hepi hepi di gedung resepsi
 " hallo , aduhh maaf mengganggu , saya denger berita di radio SS tentang kebakaran di jalan .... dst ...
 apa sudah ada yang denger juga diresepsi ini atau tolong cek ke radio SS  ya ? " ...

jawabannya menambah kecemasan saya 
" iya mbak , bener 100% , alamat nggak salah , ini kami semua sedang meluncur kesana "
 aku lemas , aduhhhh , bagaimana mungkin dua peristiwa yang bertolak belakang terjadipada saat dan jam yang sama ?
 Allahu Akbar ... aku merinding .
 sementara itu aku telah dekat Gempol ,sulit untuk kembali sebab jalan putarnya lumayan jauh .
 maka aku putuskan terus pulang ke Malang denganrasa campur aduk .. dan jam 24 aku berusaha menghubungi
 kembali kerabat yang tadi saya telpon , 
tapi sia sia , tak ada jawaban dan sampai subuh aku sulit memejam mata ..
 aku tidak ingin menelpon langsung ke HP mu sebab sudah pasti kamu dalam situasi bingung , lelah dst ..
 akhirnya aku hanya bisa berharap bahwa esok pagi akan ada berita lebih jelas tentang semuanya 
rupanya  ALLAH mengabulkan , 
ada dua kerabat lain yang kerumah dan ikut menjadi saksi saat mendampingimu menyaksikan 
perjuangan Dinas Pemadam Kebakaran memadamkan api rumahmu .
 penuh antusias aku mendengarkan detil ceritanya , aku terharu bahwa menurutnya kamu 
terlihat begitu tabah meski aku tahu dalam hatimu saat itu  berkecamuk jutaan rasa yang tercampur aduk . 

 adikku , 
maka kemarin , tepatnya hari Rabo 13 April 2016 , aku sengaja ingin menemuimu di Surabaya meski
 tidak yakin harus kemana sebab sudah pasti kamu tidak berada dirumah yang terbakar .
 dan saat berangkat aku sempat berdoa 
" Ya Allah , pertemukanlah kami siang ini meski tidak tahu dimana sebab kedatanganku tidak perlu diketahuinya , aku bukan bertamu , tetapi hanya ingin menyampaikan belasungkawa dan 
dorongan semangat , tentu saja dengan perkenan MU " amin .. 
dengan hanya berkecepatan 60 - 80 saja , aku akhirnya sampai dipagar rumahmu dan bertemu seorang wanita seusiamu yang menjelaskan bahwa kamu ada diruang paling belakang ... 
Alhamdulillah , terima kasih ya Allah ,
 ternyata begitu mudah aku bertemu yang semula kupikir akan mencarimu di kampus atau lainnya yang
 tidak jelas . aku melewati beberapa pekerja yang sibuk membersihkan puing2 rumahmu
 dan beberapa pickup siaga mengangkutinya .. 
melewati pintu depan yang nyaris utuh bahkan gosongpun tidak , 
tiba tiba aku mendapatkan pemandangan yang kontras , hampir 95% bangunan yang ada telah hangus ,
 roboh ataupun hancur sebagian atau seluruhnya ..


kobaran api meninggalkan bekas yang " menyeramkan " bahwa tak ada satupun yang dapat 
 menyelamatkan diri daripadanya kecuali dengan kehendakNYA , ya Allah ..

 aku lihat kamu keluar dari sebuah kamar yang " nylempit " dibelakang dan kita berpelukan sambil aku berusaha
 memberimu semangat " Yang tabah ya , Allah menyayangimu dengan ujian ujian ini ... "
sekitar 30 menit kita mengobrol di teras depan yang masih utuh ,
 aku lihat engkau memang tampak begitu tegar dan pasrah ..
juga engkau yang aku kenal sebagai penyuka traveling dan pengkoleksi kristal dalam berbagai bentuk ,
 aku lihat lemari lemari penyimpan kristal mu itu melompong kosong .. 
ada satu chandelier kristal yang masih tergantung ditempatnya tetapi telah gosong ..
" mereka tidak terlalap api mbak tapi hancur ketika terkena tekanan air dari 
pipa pipa pemadam kebakaran " ooo ... 
adikku , 
ada beberapa Syurah dan ayat dalam kitab suci Al Quran yang memberikan penjelasan 
sekitar makna musibah yang seperti engkau sedang alami . 
aku tidak bermaksud mengguruimu karena aku belum berilmu disitu , 
tapi semoga kutipan kutipan dibawah ini dapat sedikit memberimu semangat betapa sebenarnya ALLAH bekerja untuk keselamatan mahluk mahlukNYA didunia dan akherat meski manusia terkadang
 melihatnya sebagai sebuah bencana , contoh : Tsunami .


aku mencoba mengutipnya beberapa :
 01 . Asy Syura ayat 30 :
" Dan apa saja musibah yang menimpa kamu , maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri dan Allah 
memaafkan sebagian besar ( dari kesalahan kesalahanmu ) " 
 02 . Al Hadid ayat 22 :
" Tiada suatu kemampuan yang menimpa di bumi dan ( tidak pula ) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis 
dalam kitab ( Laihul Mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya . 
Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah "
 03 . At Taghabun  ayat 11 :
" Tak ada satu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah dan
barangsiapa beriman kepada Allah niscaya DIA akan memberi petunjuk kepada hatinya dan 
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu " 
 04 . Al Baqarah ayat 156 :
" yaitu orang orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan
 Inna Lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun "
adikku ,
ALLAH mencintai mahlukNYA dengan bermacam cara yang kita sering tidak sepenuhnya memahami ,
 karena dibalik semua ujian ujianNYA sesungguhnya IA menghendaki kita sekalian menjadi
yang lebih Sabar , Taqwa , dan Ikhlas . 
sebagaimana sebuah sekolah , pada setiap periode kenaikan kelas kita harus melalui 
masa ulangan , tes atau ujian yang apabila kita kurang bersungguh sungguh bisa jadi kita 
tidak naik kelas dan harus mengulangnya setahun lagi . 
demikian mungkin gambaran " kenaikan kelas " bagi mahluk mahlukNYA yang teruji lewat
 Kenikmatan atau Anugerah danBencana atau Musibah yang keduanya hendaknya
 disikapi dengan tidak terlampau berlebihan . 
adikku ,
betapapun berat ujian kali ini , tetapi bahagialah bahwa salah satu putramu telahkau hantar ke gerbang hidup baru , 
semoga mereka berdua bahagia hingga kaki nini  dan engkau segera dikaruniai cucu cucu yang
 manis yang akan menemani hari harimu yang indah bersama suami .
amin ... 
( th ) 
 ( photos by : th , Surabaya , April 2016 )

01 .  atmosfer resepsi ( 01 )
02 . atmosfer resepsi ( 02 )
03 . laser cantik ( 01 )
04 . dessert spot ( 01 )
05 . atmosfer ( 03 )
06 . laser cantik ( 02 )
07 . dessert spot ( 02 )
08 . tembok menghitam
09 . bunga kain dan bingkai foto yang tersisa
10 . menghitam
11 . lorong dan tembok yang hangus 
12 . daun pintu menjadi arang
13 . black gate 
14 . lampu gantung kristal yang gosong
15 . tembok hangus tapi kursi utuh
16 . taman depan yang utuh
17 . mengangkut puing puing