Rabu, 20 Mei 2015





.. " silahkan tebak , dimana ? " ..

bermunculannya rumah rumah ibadah baru dari berbagai keyakinan di Malang Raya tentulah melegakan meskipun tersirat harapan bahwa tempat tempat ibadah ini juga akan dipenuhi oleh para jemaahnya sehingga tidak terkesan hanya sekedar merupakan 
 " asesori " sebuah lingkungan .
kali ini saya ingin mempersilahkan pembaca menebak dimana kira kira letak masjid baru yang bahkan masih belum selesai sepenuhnya  ini , 
yang tentu saja ada di Malang Raya .
hadiahnya ? 
waa , kalau tebakannya tepat saya bakal pusing ditagih hadiah , maka sebaiknya tidak berhadiah saja hehehe .. yang jelas penebak pertama yang tepat,
 akan saya " umumkan " di blog ini berikut foto Anda kalau boleh !
naaaa ... tebak yaaa ...
( th )


( photos by : th , Masjid baru di Malang Raya , Mei 2015 )



 





.. " Lagi , Dapur Wisata Agro , ( m )Batu " ..

sekian tahun yang lalu, saya sudah menulis tentang resto yang satu ini di blog yang sama.
 lha kenapa koq ditulis lagi ? inilah daya tarik resto Dapur Wisata Agro / DWA ini , karena letaknya yang memang " ngangeni " alias tidak bosan2nya untuk kembali dan kembali lagi meskipun beberapa kali hanya untuk Tahu Petisnya saja hehehe ..
terletak di depan gunung Panderman mBatu yang elok, resto ini malah memanjakan kita dengan gubug gubugannya yang sangat terbuka dan udara bebas yang mengalir segerrrrr ....
 masih ditambah dengan Tahu Goreng yang bersambal Petis plus segelas Es Anti Stres alias Es serutan timun yang diberi kecrutan jeruk nipis dan ditenggorokan mak nyesssss ,
 semua stres hilang seketika hehehe ..
didepan mata selain gunung ,
juga terbentang ladang sayur , jadi buat makan makan memang tempat ini paling bikin krasan ! 
naa .. untuk yang punya hajat reunian, syukuran , rapat , ultah dll resto ini sanggup 
menampung hingga sekitar 200 an orang . bahkan yang misalnya outbond beberapa hari, 
disini juga menyewakan tempat menginap sekaligus berupa sebuah rumah / villa besar berkamar 5 yang bila dipakai berombongan / diborong sendiri , 
per malam 1,7 juta ( weekend 2 juta )
kearah Selecta disebelah kiri jalan , masuk ke Jalan Metro , terus saja lurus sekitar 1km sudah akan bertemu dengan DWA ini ! jangan tanya Gurami Bakar , Kuah Asem plus Oseng Kangkung dan Penyet Tempe nya bisa membuat " merem melek " hehehe ..
penasaran ?
selamat berburu DWA ! 
( th )


( photos by : th , Dapur Wisata Agro , mBatu , Malang , Mei 2015 )

01. gurami , kangkung , tempe penyet ,  jangan asem , sambel , mana tahannnn ... ?
02. es anti stres  dan  tahu petis , betul2 penyembuh stres ... !










.. " bertemu Ning Ayu di ( m ) Batu " ..

menjamurnya bisnis batik rumahan di Malang Raya melegakan, sebab hanya sekitar 10 tahun yang lalu rasanya batik belum sepopuler sekarang dan di Malang hanya ada beberapa toko batik 
yang masih awet sejak saya remaja , itupun hanya ada beberapa di jalan Basuki Rahmat 
dan satu lagi di Pecinan . 
ada dua jenis usaha dari batik rumahan . 
pertama yaitu yang memang memiliki " bengkel " batiknya sehingga pengunjung sekaligus bisa melongok ke dapur batiknya bahkan kalau berminat kursus juga bisa. 
itu misalnya di Andi Batik, nDruju Malang Selatan atau Batik Celaket. 
lha yang kedua adalah rumah batik yang hanya menjual batik saja , entah itu di " kulak " dari kota lain atau  batiknya diproses diluar rumahnya , pokoknya kita disitu hanya bisa melihat 
batik batik atau baju baju batik yang sudah siap pakai seperti 
Kemeja, Daster, Blus , Sarung batik
tapi ada juga yang mengkhususkan diri pada jenis batik tertentu dan dari daerah tertentu misal Batik Madura , Batik Pekalongan , Batik Cirebon dll . 
perkembangan ini sangat menggembirakan lha wong duluuuu kalau orang pakai baju batik umumnya dikomentari sebagai " ndhesooo ... koyok wong tuwooo .... kunoooo .... dst " ... 
( jadi saat tahun 1978 saya membuat kursus membatik dirumah dengan label " Dewangga Batik Course " maka tak lah heran bahwa murid murid saya saat itu 100% hanya para ekspat atau
 istri istrinya yang tinggal di Malang dan peminat lokal nihil hehehe .. )


naa .. sejak batik diumumkan UNESCO sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia dan dunia maka mak byurrr ... di Malang Raya pun bermunculanlah para batik - lovers yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ketahun .
 pun para remaja saat ini tidak lagi alergi pada batik karena ditangan desainer desainer muda yang kreatif maka batik telah disulap menjadi busana trendi yang uptodate dan fashionable !
sebenarnya Indonesia sudah sangat getol memperkenalkan batik secara nasional maupun internasional sejak sekian dasawarsa lewat melalui beberapa perancang batik yang 
legendaris seperti Iwan Tirta , Ramli dll bahkan dalam bermacam versi yang unik baik diatas kain mori  ataupun dalam bentuk batik bordiran , dll . 
naa .. salah satu rumah batik kita kali ini adalah " Griya Batik Ning Ayu " yang berlokasi di Batu tepatnya di Jalan Metro , perumahan Sisir Batu . 
disebuah rumah yang sejuk inilah kita bisa secara santai dan lesehan memilih milih berbagai jenis batik mulai yang untuk santai sampai yang formil 
dengan range harga cukup lebar untuk semua level kantong hehehe ..
jadi, kalau kebetulan wisata ke arah Selecta dan disebelah kiri jalan , boleh lah mencoba masuk ke gerbang jalan Metro dan hanya sekitar 25 meter dari gerbang itu kita sudah akan  
bertemu si Ning yang Ayu ... 
( th ) 


 ( photos by : th , Griya Batik Ning Ayu , ( m ) Batu , Malang , Mei 2015 )

01. batik lesehan
02. salah satu sudut
03. monggoooo ...




Kamis, 14 Mei 2015









 .. " Ngopi di Terra Bistro Bar " ..

Terra itu tepat berada di lantai II dari The Harvest di Jalan Pahlawan Trip, Malang dan sudah sekitar dua tahun ini ikut meramaikan tempat cangkruk alias ngopi di Malang. 
 ruangannya yang luas, nyaman dan terkesan modern tetapi juga punya sentuhan djadoel pada beberapa bagian, menyeret selera kita ke menu menu berbau Itali. 


 tapi kita permudah saja ya dengan menterjemahkannya kedalam grup menu
 Soup , Frites , Pasta , Fish , Meat , Pizza , Grill dan menu menu Dessert.  kita coba tengok beberapa main - courses nya ya..
untuk main-courses ada Ikan, Ayam, dan Daging seperti umumnya yaitu Tenderloin atau Sirloin Steak atau juga sup Buntut Sapi ( bukan kuda hehehe ... ) .


kalau ayam, ada Grilled Chicken Steak seharga 70K, terus juga ada Chicken Gordon Bleu 70K, atau Chicken Schnitzel 70K juga. kalau kopi2annya disitu ada misalnya Coffee 20K, Cappuccino 25K, Espresso 25K, Caffee Latte 25K dll yang juga rata rata 25K. ringkasnya disini harga menunya berkisar antara 18 - 285K bagi yang datangnya berkelompok.
  dengan atmosfer yang nyaman serta ruang yang lapang berikut terasnya yang sejuk ( asal tidak pas hujan hehehe .. ) Terra memang punya kelebihan . 
yang jelas , area parkirnya memberikan keleluasaan sehingga tidak harus bersulit sulit seperti halnya cafe cafe  ditepi jalan ramai dengan kepadatan lalinnya. dan saat pulang , 
boleh menengok kelantai bawah untuk oleh oleh yang dirumah karena coklat coklat di The Harvest  sangat sulit dilewatkan ..!
( th )



( photos by : th , Terra Bistro Bar , The Harvest , Malang , Mei 2015 )

01. hijau , hijau
02. filosofi kopi ..
03 . nyamil 
04 . friendly
05 . duet
06 . sibuk






















.. " 4M di Warung 86 " ..

kali ini saya masih ' usreg ' di Malang Selatan, tepatnya di jalan Raya Diponegoro 47, Bululawang , Malang . untuk Batu , sementara saya tunda  dulu sebab sudah pasti wisata kulinernya 
jauh lebih' advance ' dibanding Malang Selatan yang memang masih 
merayap kearah level yang sama . 
jarak Malang - Batu yang relatif cukup pendek untuk mencapai pusat pusat wisata kulinernya  masih ditunjang oleh viewnya yang memang cantik sehingga untuk ' dijual ' memang pas.
 beda dengan Malang Selatan yang memiliki garis pantai yang dahsyat cantiknya, tetapi cukup jauh dari Malang , sehingga untuk sebuah tujuan wisata kuliner 
 haruslah  dibarengi dengan wisata bahari . 
kota Batu yang hanya sekitar 20km dari Malang bisa dicapai hanya sekitar 10 menit 
( lalin normal, kalau pas macet bisa tiga jam ! hehehe .. ) jadi orang bisa hanya sekedar " cari makan di Batu terus pulang " tanpa harus mampir2 ke tempat2 wisatanya.
Bululawang , Gondanglegi, Kepanjen , Turen , Sedayu , Sumbermanjing Wetan / Kulon , dll adalah 
" harta karun " yang masih terpendam untuk nantinya bisa meledak seperti Batu . 
ada berbagai wisata alam yang masih belum ter eksplore maksimal, mulai arung jeram, panjat tebing, area camping, wana wisata , wisata bahari , wisata edukasi, wisata budaya 
( batik , topeng dll ) , wisata kuliner dll.
bicara kuliner , umumnya warung warung yang ada di Malang Selatan ini masih melakukan renovasi dari perwajahan lamanya kearah yang lebih " modern " yang biasanya diwujudkan dalam 
bentuk perluasan warung , area parkir dan penambahan menu menu . 
tetapi untuk menjadi sebuah " budaya " seperti halnya " budaya cangkruk " ala cafe cafe disepanjang Malang - Batu , memang belum . 
di Bululawang , kali ini saya menemu " Warung 86 " yang juga masih standar meskipun warungnya sudah diperlebar . sebagian bernuansa lesehan dan separonya lagi mejakursi biasa dengan
 kapasitas sekitar 150 an orang bila penuh.
maka , disaat lapar , warung2 seperti ini paling pas, sebab disini berlaku 4M yaitu 
" Mapan/ mencari tempat duduk , Makan dan Mbayar  terus Mulih/ pulang " ....
pilihannya lumayan banyak, mulai Rawon, Soto, Nasi Empal, Nasi Campur, Sup Buntut , dan segala macam Penyet Penyet an mulai Lele, Tempe , dll.



 naaa .. kalau kebetulan kearah Malang Selatan, jangan dulu berharap menemu cafe cafe untuk cangkruk dengan nyaman, karena disini mereka jauh lebih siap membuat perut kita secepat 
kilat kenyang tanpa harus menunggu berlama lama seperti menunggu
 Fish Guacamole ataupun Pancario Beef . 
masakan masakan rumahan ala eyang atau ibu ibu kita di Malang Selatan ini masih " sak 
ketapruk " dan murah meriah, maka bersyukurlah bahwa belum semua daerah menjadi sangat
 " western cultured " sebab kalau tidak , 
kita bisa kelimpungan mencari Botok, Lodeh, Pepes dll disebuah perjalanan yang jauh dari rumah mudah2an kelak bila jalur lingkar selatan sudah selesai 100% tersambung hingga Bandung , kita masih akan bertemu dengan warung2 seperti Warung 86 ini karena 
bagaimanapun modern nya sebuah perkembangan jaman, tetep saja gelisah kalau lama tak 
ketemu dengan  nasi dan pecel hehehe ..
( th ) 


( photos by : th , Warung 86 , Bululawang, Malang , Januari 2015 )

01. atmosfer lesehan
02. nascam
03. nasgor
04. pilihan
05 . atmosfer sudut lain 


















.. " Bola , Bola , Licin Bagai Belut " ..

saya adalah seorang awam sepakbola. apalagi sepakbola yang di politik-kan , saya tambah ndak mudheng. tapi kalau sepakbola yang dikomersilkan dan dijadikan sebuah industri ,
itu memang sudah semestinya , sebab semuanya memang butuh duit . 
sebuah klub harus punya base-camp , stadion sendiri , pelatih dan manajemen serta pemain dan divisi marketing / pr , itu minimal lho , dan itu yang bisa saya bayangkan . 
lha buat klub yang sudah mapan bahkan menempatkan urusan supporter sebagai salah satu departemen khusus , sebab kalau sebuah klub minus supporter itu pasti
 namanya Ghost Club hehehe 
begitu pentingnya supporter ini sampek2 kalo perlu perwakilan supporter dilibatkan dalam 
sebuah pengambilan keputusan yang strategis ! 
sudah itu saja pemahaman saya, wong awam bola koq coba2 omong bola ? 
tapi ini lhoo yang bikin mules perut , di koran, internet, tv dll itu dari hari ke hari menampilkan wajah wajah galau dan cemas para pemain bola ditanah air .
 rata rata komentar para pemain ini sama dan seragam :
" bola adalah hidup saya, saya tidak ada kegiatan atau keahlian lain , jadi keruwetan PSSI dan Menpora ini berimbas sangat besar bagi kami yang menggantungkan hidup dari bola saja terutama karena ada keluarga, anak isteri dibelakang kami " . 
dan " ancam mengancam " pun silih berganti , Menpora , PSSI ( lama ) , FIFA dan terakhir rontoknya beberapa calon anggota Tim Transisi yang ditunjuk Menpora . 
buneg , ruwet , mbulet .
dalam khayalan saya tampak Menpora duduk bersama pengurus PSSI ( lama ) dan Tim Transisi , lalu juga ada perwakilan semua klub klub ISL , terus juga ada wakil FIFA ,
 lalu para awak media dan terakhir tak kalah penting walaupun sebagai pengamat , 
yaitu Wakil Supporter dari masing2 klub . 
mengapa perlu hadir ? 
lha macetnya ISL itu ternyata berimbas sampai ke pedagang pedagang pkl yang menjual bermacam pernik klub klub mulai TShirt , syal , bahkan .. akik gambar bola ! 
mereka ini khan sudah " kadhung " berinvestasi cukup besar untuk dagangannya yang tiba tiba saja mak pettt mandeg macet sehingga anak istri dirumah juga ikut mampet rizkinya .
maka kehadiran perwakilan para pkl ini meski hanya sebatas pengamat ya perlu , juga supaya pak Pora dan mister2 FIFA itu " nggeh " dan semua pihak juga " nggeh " bahwa dunia bola di 
Indonesia itu meneteskan rizki hingga lapis terbawah . 
lha kalau rizkinya bapak bapak yang diatas atas , yang punya akses langsung dengan pihak pihak sponsor yang nilai sponsornya jutaan dollar, itu ceritanya lain dengan para pkl ini. 
kalau sampai pihak sponsor menghentikan dananya karena kekisruhan ini , pastilah bapak bapak yang berurusan dengan pihak sponsor ini tidak sampai kelimpungan seperti 
para pedagang pkl bola tadi ( kecuali , lho , kecuali lho ini , kalau dana sponsor sudah kadung jadi Alprattt bahkan Ferrari atau Penthouse hehehe ... )
ngenes memang melihat riwayat bola ditanah air , apalagi dulu sempat menyaksikan beberapa pemain asing yang turun kejalan membawa kotak kardus untuk mengharap uang receh di
jalan jalan protokol .. oallaa sampek segitunya ya ? bahkan ada yang
sampai meninggal karena ngenes !
barangkali di Akademi Akademi Bola ( opo to namanya ? ) ditanah air perlu menambah satu mata kuliah lagi yaitu Entrepreneurship . untuk apa ? 
ini untuk jaga jaga kalau kalau terjadi kisruh seperti sekarang ini maka semua pihak yang terlibat didunia bola dan mengandalkan hanya bola saja sebagai gantungan hidupnya, mereka sudah dibekali dengan bermacam ketrampilan dan keahlian 
sesuai bakat dan minat masing masing . 
misal disaat darurat terus ada yang masuk dunia sinetron, juga ada yang jadi penyanyi, juga ada yang membuka usaha kuliner , atau jasa travel dll sehingga tidak akan ada lagi dongeng
 dimana kekisruhan menyebabkan kehidupan para pemain bola  menjadi berantakan .
 tempatkan para pakar pakar bermacam bidang di Akademi2 Bola atau di klub klub bola untuk menularkan ilmunya  pada para pemain bola disesuaikan dengan Minat/ Bakat masing2 
untuk payung mereka disaat darurat . 
siapa tahu bahkan akhirnya penghasilan mereka dibidang yang baru lebih besar daripada penghasilan sebagai pemain bola? foto model baju / sepatu olahraga misalnya, bisa 3 - 5 x lipat besarnya dari honor bulanan sebagai pemain bola. 
atau yang suka masak memasak , mengubah haluan menjadi Chef misalnya ?
hidup membukakan kesempatan yang tak terbatas , hanya tinggal bagaimana kita merebutnya dari yang bernama Waktu !
ayo pak Menteri , tantangan sudah ada , kemana kapal bola Indonesia ini akan dinakodai ?
duduk bersama disertai Jiwa Besar untuk sesuatu yang besar , yang tidak hanya dibatasi oleh kebesaran sebuah lembaga atau kementerian ,
tetapi ada nama yang lebih besar yang dipertaruhkan disana , yakni 
I N D O N E S I A dan dunia persepakbola an tanah air !
jagad bola tanah air harus mampu bangkit menjadi sebuah ikon yang disegani minimal di Asia dan  menjadi sebuah industri yang mampu mensejahterakan anggotanya hingga lapis terbawah !
semoga !
( th )
 ( gambar dari google )

Senin, 11 Mei 2015







.. " Kalimeri , Cantik , Tapiiii ... " ..

 salah satu tempat wisata keluarga yang murah meriah di Malang Raya adalah di Kalimeri, Bululawang, Malang yang hanya berjarak sekitar 30 menit dari kota Malang.
berlokasi di perumahan Kalimeri Regency , hanya sekitar 30an meter dari gerbang perumahan, kita sudah akan sampai di area ini. tempat bersantai ini terbagi atas dua bagian yaitu 
kolam renang yang diapit oleh dua bangunan joglo serta sebuah area lesehan untuk makan .
 sungai Meri ( sungai = kali, bahasa Jawa ) 
mengalir didekat kolam renang dan secara umum membuat suasana lumayan nyaman kalau saja tidak " terganggu " beberapa hal yang sangat disayangkan sekali.



ini misalnya :
 01 . musik yang diputar disitu terlalu keras sehingga kesan dan suasana alam yang mestinya bisa dinikmati menjadi hilang tertelan kerasnya suara musik yang
 siang itu " berdangdut ria " , rasanya telinga hampir jebol hehehe ..
02. kolam renang tampak terisi hanya 1/3 volume yang semestinya ,
sehingga lebih pas untuk anak anak ( apakah kebetulan sedang dikuras , entah .. )
03 . saya berada disalah satu joglo yang berjarak sekitar 30an meter dari warung utama , tetapi tidak tampak satupun petugas warung yang datang di meja lesehan saya sehingga 
selama 10 menit disana saya berkesimpulan bahwa tamu harus mendatangi warung utama untuk memesan bahkan hanya sekedar minuman . 
saya melihat di dua joglo yang luas dan terpisahkan kolam renang itu bahwa tidak ada satupun meja meja lesehan didalam joglo itu  yang memperlihatkan adanya bekas mamin .
 jadi mungkin saja semua yang ingin makan / minum harus datang ke warung utama . padahal tempat duduk lesehan di kedua joglo itu lebih  nyaman untuk istirahat atau makan 
dibanding di warung utama yang lebih bising suara musiknya . 
04. perawatan / kebersihan yang kurang baik .


sebenarnya ini adalah sebuah ide yang cukup cantik untuk memanfaatkan alam sebagai daya tarik utama di Kalimeri ini , tetapi sayang sekali tidak disertai pertimbangan2 estetika terutama 
di segi  tingkat kebisingan , kebersihan , dan layanan serta daya tarik atraksi 
 misalnya setiap weekend ada pelajaran membatik gratis diiringi gamelan yang lamat lamat agar suasananya menyatu dengan alam sekitarnya dll ) .
mungkin dapat belajar dari beberapa tempat sejenis di kota Batu tentang bagaimana cara menjual alam  dengan lebih cerdas ? konsep apa yang sebenarnya ingin diusung oleh pendiri/ pemilik tempat ini tentunya tidak lepas dari peran alam disekitarnya sebagai selling point nya.
saya teringat bagaimana kerasannya ketika disebuah tempat 
bersantai ditengah persawahan yang luas di Jabar disuguh oleh makanan dan gamelan Sunda yang lamat lamat dan khas , sampai sampai rasanya ingin " bleg segg " .. 
ahh .. Kalimeri ,
mengapa untuk kembali kesana saya merasa " ngeri " ?
( th )


( photos by : th, Kalimeri , Bululawang , Malang, Mei 2015 )
01 . sebetulnya lumayan
02. - sda -
03. kolam renang airnya 1/3
04 . kalimeri
05 . cantik, tapiii .. 
06 . mancing apa ?