Minggu, 10 Mei 2015






.. " Menemu Empog di Oseng " ..

nasi empog ? siapa tahan ? sebab meskipun sekarang jamannya cangkruk di cafe cafe, ternyata buat generasi saya setidaknya, nasi empog masih saja tidak kalah dengan daya tarik steak ataupun burger! lihat saja urap urapnya, bakwan jagungnya, sambel goreng terinya dan
 tentu saja nasi jagungnya dll yang semuanya begitu menantang , 
lha bagaimana bisa menolaknya ? 
maka disatu siang saat mengambil jalur lain kearah Batu untuk menghindari kemacetan , secara tidak sengaja menatap spanduk sebuah warung sederhana dipinggiran jalan yang 
mengandung tulisan " nasi empog " ! 
tetapi jujur saja, daya tarik pertama sebelum membaca tulisan ini 
adalah panorama dibelakang warungnya yang cuantikk ! 
maka ketika ada tulisan " nasi empog " nya ditambah viewnya inilah, dengan sukarela saya berhenti di Pondok Oseng sederhana ini .


ternyata tiga keuntungan saya peroleh sekaligus di warung ini, 
yaitu Rasa, Harga dan View nya yang dari skala 0 - 10 ada di tujuh ! 
terletak di jalan Dieng , Batu ,
 warung ini mudah ditemukan karena tidak berdekatan dengan warung warung lainnya jadi relatif mudah dilihat dari dua arah . tetapi eittts ... jangan salah !
meskipun warungnya kecil dan sederhana, ternyata menawarkan menu " sak ketapruk " ...
 lihat saja contohnya, yaitu Rujak, yang disini ada 6/ enam macam , 
mulai rujak soto , cingur , lontong , ramonan , cemplung , dan gobet ! 


 terus Sego Segoan ( Nasi Nasi an ) juga ada 4/ empat macam yaitu 

Sego empog , bodrex ( opo ini ? ) , pecel , dan tempong. 
kalau lalapan ada 4 / empat macam , lele , usus sapi , ayam , dan jeroan . 
nasi goreng juga ada ! nasi goreng ayam dan nasgor ikan asin . dan eee ... ternyata juga masih ada lainnya yaitu mie goreng aneka pepes dan pecel rawon ! 
harga menu menu berkisar antara 7 sampai 12 ribu, jadi yang lagi berultah boleh traktir se kantor dijamin tidak sampai menjebolkan dompet hehehe .. 
murah meriah, enak dan pemandangannya bagus meskipun kurang ada privasi sebab warungnya terbuka dan lalinnya " was wes "  karena  memang dipinggir jalan yang lumayan ramai.
naaa ... daripada penasaran , silahkan dicoba yaa ... 
( th )


 ( photos by : th, Pondok Oseng , Batu , Mei 2015 )

01. sego empog
02 . cantikkk ..
03. atmosfer
04 . lalap ayam
05. pondok oseng
06 . murah meriah dan enak













Rabu, 06 Mei 2015








.. " Antara Sembako dan Putussibau " ..

saya termasuk sering membeli tetek bengek ditoko " pracangan " yang satu ini. selain dekat rumah juga menurut saya harga2 disitu normal, tidak berusaha untuk melonjak sendiri .. 
namanya pracangan, ya beras, gula, minyak dll yang sebangsa setanah air . 
mengapa tidak di supermarket saja yang sejuk dan nyaman ? tidak perlu , sebab saya tidak memerlukan belanja " sak ketapruk " karena jumlah orang dirumah juga tidak " sak ketapruk " .. bahkan kalau pas malesnya datang,
saya lebih suka ke warung pecel dekat rumah juga, dan membungkus praktis untuk sarapan/ makan siang, lho simpel to ? jadi hidup memang harus tidak dibuat ruwet hehehe ..
kemarin saya sedang butuh telur dll ditoko pracangan itu . 
si penjual yang sudah saya kenal baik sekeluarga, menyapa ramah " waa, cukup lama tidak kelihatan ya ? " ... saya tertawa, dan merasa tidak perlu menjelaskan alasannya sebab ndak enak 
kalau cerita ini itu yang tidak menarik bagi orang lain . 
" telur 1 kg yaa ... " saya berkata sambil akan memilih telur ...
 tiba tiba " mbak, cerpen saya sudah muncul lho, sebentar ya tak ambil kan ... " .... oooo ... tak lama ybs keluar membawa 3 halaman koran nasional yang memuat dua cerpennya dan
satu essaynya, wow .. inilah kalau bertemu novelis, cerpenis , yang meskipun
dibelakang karung karung sembako, tetap saja ia adalah penulis !


 " dibawa saja mbak nggakpapa kok, besok atau kapan kapan saja dikembalikannya ... " oooo ... saya disodori kresek yang sudah berisi 1 kg telur, jadi saya batal memilih sendiri telurnya dan 
obrolan melompat kemasalah tulis menulis ..
 tetapi karena ada dua pembeli lain yang tiba2 masuk tokonya, sayapun berpamitan sambil mengepit koran2 tadi .. " anu mbak, yang satu ini saya pakai nama istri saya ... " , ooo ... 
dan hanya berselang 15 menit sesudah obrolan tadi ke 3 kliping tadi sudah habis saya lalap isinya .. gaya nulisnya masih sama, tidak di bagus2kan,  lurus saja, 
bahkan terkadang seperti kalimat kalimat " biasa " yang tidak ruwet atau di ruwet2kan . 
beda dengan cerpen2 yang kalau saya baca disebuah koran nasional yang berkantor di bekas kantor saya juga dulu, di Palmerah Selatan Jakarta,
rasanya dikoran itu cerpennya " berat berat " dengan bahasa pluntar pluntir yang memusingkan dan butuh sedikit renungan bahkan cara pikir filsafati ..
 lha adapun cerpen si " penjual sembako " ini terkesan " biasa biasa " namun barangkali PESAN dikontennya itu yang beda ! pesan itu menurut saya Juga Biasa Tapi Sudah Banyak Dilupakan Orang, maka cerpennya itu menjadi semacam Pengingat Kepada Kita. 
wes itu saja menurut saya.
 jadi kalaupun saya harus mengomentarinya dalam kalimat pendek ,  paling paling  adalah
 " Standar Yang Tidak Standar " ... maka silahkan dipahami sendiri2.
berkutat setiap hari dengan urusan beras, gula, minyak, kopi dll adalah sebuah Kewajiban Terhadap Roda Kelangsungan Hidup Keluarga  ketika atau disaat pilihan untuk 
Hidup Sebagai Penulis BELUM teraih sepenuhnya . 


banyak penulis yang tiba tiba melejit hanya karena Satu Karya yang meledak ketika karyanya  ditata ulang menjadi Film ataupun Sinetron dll .tetapi juga banyak yang sudah menghasilkan 
ratusan karya namun belum mencapai Tambang Emas nya sebagai penulis !
maka diam diam, saya mendoakan bahwa satu saat yang tak terlalu lama lagi, cerpenis/ novelis yang saat ini masih " terjebak " dibelakang karung karung beras dll ini akan muncul kepermukaan 
sebagai salah satu bintang di lazuardi, aminnn ...
 bincang bincang di toko pracangannya adalah bincang bincang diluar sembako, dan sayapun maklum bahwa penulis memang tak bisa dibatasi oleh karung karung beras dan apapun 
yang mengurungnya 24 jam dalam sebuah lingkaran yang 
bernama Tanggung Jawab !
hidup memang mirip sebuah novel, ada lakon disana, ada pemeran utama dan pembantu, ada pemain dan penonton .. tinggal tergantung kita memilihnya, 
mau sebagai apa ..
naa, .. selamat berkarya " mbak Irma " ... terima kasih sudah repot repot mencari kliping2 itu untuk dipinjamkan pada saya ... ! menulis memang sebuah pengembaraan tanpa batas 
budaya, negara, ras maupun agama,
ia berkelana bebas dan lepas tanpa ada yang mampu merantainya meskipun satu saat 
ia bisa saja " mematikan  dan dimatikan " ketika tulisan itu menikam 
rasa terindah manusia, martabat !
maka menulis memang harus  tetap memakai baju  Rasa dan Etika .. !
( th ) 

 
( photos by : th , Mei 2015 )
  (  cerpen dan novel ini sebagian dari karya Orang Yang Sama tetapi berganti nama nama, ini sah sah saja sebab seorang penulis kadang suka " menjajal " selera penerbit dengan 
nama nama samaran untuk menghindarkan " kejenuhan " penerbit pada
 nama yang sama meskipun bila melihat KTP nya bisa sajapenerbit " kecele " , 
dunia menulis memang borderless )









Minggu, 03 Mei 2015





.. " Menemu Qinta Boga di Kali Meri " ..

kalau disepanjang Malang - Batu , rasanya wisata kuliner sudah mulai padat dan jenuh , sebab hampir tak berjarak alias setiap jengkal tanah sudah ditumbuhi 
warung, kedai, resto, cafe, dll sejenisnya .
maka diarah yang berlawanan, yakni Malang Selatan, meski masih sedikit jumlahnya tetapi disana sini sudah mulai terlihat juga embrio wisata kulinernya yang mulai bermunculan secara 
sporadis tetapi perlahan nanti pasti sambung menyambung seperti Malang - Batu . 
lembah, sungai, sawah, kaki gunung mulai di " jual " sebagai daya tarik warungnya, agar tamu tamunya betah berlama lama dan terus menerus pesan mamin .
hari ini saya sengaja ke arah Bululawang, tepatnya di Kali Meri ( sungai Meri ) yakni di Jalan Raya Wandenpuro 9A, Bululawang. sebetulnya ada beberapa tempat kuliner menarik disitu, 
tapi saya mendahulukan yang ini sebab terlihat sedang agak sepi supaya saya bisa jeprat jepret.


atmosfernya dibuat gaya tradisionil Jawa meski tidak 100% ,
dan bambu serta kehijauan mendominasi resto ini membuat suasana lumayan ayem.
Qinta Boga namanya ( apakah dibacanya seperti " cinta " , entah ) .
 ada tatanan meja kursi dan juga lesehan yang  saya perkirakan kalau semuanya penuh mungkin dapat menampung sekitar 100 an tamu.
" apa yang khas disini mbak? " , saya penasaran . dijawab " nasi goreng .... " . 
oo .. pantas sebab di spanduk luar memang tertulis bermacam nasi goreng mulai nasgor kambing, nasgor turki, nasgor arab saudi, nasgor ayam, nasgor udang dll
 bahkan di daftar menu ada sekitar  20 an macam nasgor ... !
juga ada capcai, mie goreng, koloke dll pokoknya kearah arah Chinese Food . ya sudah, sayapun manut dengan memesan nasgor kambing sebab sepertinya bahan dasar kambing menjadi 
salah satu andalannya mengingat  banyaknya nasgor yang beraura Timur Tengah !


 harga rata rata nasgor ini 15K dan untuk minumannya sekitar 7K an . dibanding resto atau kedai kedai di arah Batu, kelihatannya didaerah selatan ini relatif lebih murah karena
memang belum seramai Batu. 
porsinya lumayan gede untuk ukuran porsi wanita ( untuk pria malah mungkin kurang hehe .. ) . 
untuk minuman, es teler saya pilih sesuai info dari sang pramusaji bahwa itu 
adalah juga salah 1 andalan mereka .
lalu  saya mendapat sebuah mainan kayu kecil yang kalau digerak2kan akan berbunyi " klinting .. klinting .. klinting .. "  yang fungsinya adalah untuk memanggil pramusaji bila kita 
memerlukan sesuatu,  oooo .... ( " onok onok ae idene ... " batin saya ) . 



naa .. buat yang sedang dalam perjalanan kearah Malang Selatan dan melewati desa Bululawang tepatnya di daerah Kali Meri, silahkan mencoba klintingan ini yaa ...
mungkin diantara pembaca ada yang penasaran dengan nasgor Turki atau Arab Saudi ?
( th ) 


( photos by : th, Qinta Boga , Bululawang, Mei 2015 )

01. pondok dan pohon bambu ..
02. es teler
03. nasgor komplit
04. klintingan  
05. ayem
06. 20 macam nasgor
07. gerbang luar
08. nasgor kambing
09. taman didalam
10. potret sang chef 






 .. " Bharata ( tanpa Yudha ) " ..

tempat istirahat makan yang satu ini saya temukan dalam perjalanan pulang dari Malang Selatan . untuk ukuran desa, termasuk besar/ luas sebab biasanya warung2 desa berukuran 
relatif sedang atau kecil. 
Makanan Rumahan adalah yang dicari, 
sebab di Malang yang sudah terlanda demam cafe rasanya makin sulit mencari kedai2 Makanan Rumahan kecuali dirumah sendiri hehehe .. 
naa, di Raya Bakalan dekat Bululawang, Malang, saya menemukan warung ini. 
tidak ada yang istimewa seperti lazimnya warung warung lainnya yang menawarkan Masakan Rumahan, dan menu menunyapun standar saja. sudah siap ? ini sebagian daftarnya :
soto daging / ayam / babat , terus rawon, bali daging, krengseng ati / rempelo / udang / cumi cumi , rendang daging , lalap lele / ayam / daging / bandeng , lodeh, nasi goreng, kikil pedas, tongkol pedas dll dll. jadi kenapa saya tulis disini? 
ya ndakpapa, sekedar info buat yang kebetulan sedang lewat didesa yang sama dan bingung cari tempat Masakan Rumahan . soal rasa dan harga di warung Bharata ini tidak 
usah dibuat galau, dijamin keduanya memuaskan ! 
halaman perkirnya lumayan luas, jadi tak khawatir berdesakan dan kalau dari arah Malang Selatan warung ini ada disebelah kiri jalan .
naaa , selamat menemukan Bharata tanpa Yudha ini !
( th )
 

( photos by : th, Warung Bharata, Raya Bakalan, Maret 2015, Malang )
01. sak ketapruk
02. atau ini ?
03. sederhana tapi nyaman
04. gampang dilihat
05. atau ini ?
06 . silahkan pilih !






Sabtu, 02 Mei 2015




.. " Tinju , 1.8 T , huuuuu ..." ..

inilah repotnya nonton tinju tapi ndak ngerti cara juri menghitung angka angka nya, sehingga selesai nonton malah nggrundhel sendiri " yo mesti ae dimenangno, lha wong 
jurine Amerika kabeh ! " 
naa, sepanjang 12 ronde tadi memang saya lebih menjagokan Manny yang hampir 
selalu bisa menyudutkan lawannya Mayweather dipojok ring. 
Si mulut besar May ini memang kurang simpatik, beda dengan Manny yang terlihat humble. bayangkan, meski bayaran Manny lebih sedikit dari lawannya, ia malah  
menyumbangkan separo honornya untuk sosial. 
maka saat lawannya yang dinyatakan menang , saya nyaris " ngamuk " karena secara kasat mata Manny ini lebih layak juara ! inilah Amerika, 
merasa bisa " sak enak udhelnya " dan Vegas yang memang berjuluk sebagai pusat judi dan pusat bisnis malam semakin mengokohkan posisinya sebagai Money Talk. 
tidak perlu mencari kalkulator menghitung honor May yang mencapai 1.8 triliun sementara Manny 1.2 triliun yang itu bisa untuk mengentaskan kemiskinan sekian juta orang ditanah air. 
yang mengecewakan tentu saja bukan itu tapi mengapa negara segede Amerika yang mengaku selalu terdepan dalam segala hal termasuk menjaga fairness dan sportivitas dalam 
olahraganya, justru memberikan tontonan seperti tadi? 
maka tolong ajari saya, siapapun Anda, cara menghitung angka dalam pertandingan tinju supaya saya bisa rela Manny kalah ... lha wong petinju petinju kelas berat seperti Hollyfield saja merasa malu atas kemenagan May ini, lha koq wong sak dunia di " gobloq" in ...
tinju sudah masuk lingkar bisnis paling dahsyat dan " kejam " sebab dengan kekalahan Manny seperti tadi maka " ada alasan " untuk mengulangnya September mendatang yang 
saya yakin tim Manny juga sudah maklum kalau bakal " dikalahkan " lagi sehingga lawannya akan terus menerus mendulang duit .. 
aduhh ... publik Amerika apa sudah segoblok itu ya ? memang kemarin sempat terdengar huuuu saat pengumuman pemenangnya, semoga yang huuuu itu termasuk penonton2 Amerikanya ...
sekali lagi, saya memang awam soal hitung menghitung angka dalam sebuah tanding jotos,
 tapi rasanya belum katarak  dan masih
mampu membedakan mana yang " keteteran " dan tidak ..
( th )

( photo dijepret dari tvOne )







 .. " Bajul Mati koq mati ? " ..

lama tidak ke Malang Selatan tersebab berbagai alasan, maka pada 12 April 2015 yang lalu saya sudah " tidak betah " untuk lebih lama tidak membaui asinnya air laut 
( lho koq seperti ikan ya ? hehe ..  )
maka pagi pagi sengaja sudah berangkat supaya nanti bisa berlama lama di beberapa pantai sepanjang lingkar selatan yang belum rampung2 itu . 
akhirnya terkabullah keinginan untuk menghirup oxygen segar disepanjang garis pantai selatan kecuali Sendang Biru yang sejak lama saya coret dari daftar karena sudah kelewat 
padat dan kotor.
favorit saya adalah Bajul Mati meskipun Goa Cina dll juga cantik. 


dengan bersemangat saya masuk dan langsung kearah pantai Bajul Mati mencari tempat parkir yang menghadap ombak seperti biasanya . kelemahan terbesar saya adalah angin laut ! 
angin laut buat saya adalah pembawa " mimpi " alias paling cepat membuat saya " blegg seggg " hehehe .. tetapi pagi itu jangankan " blegg seggg " ,
lha wong  ngantuknya saja tidak mampir
 mengapa ? karena saya surprise bahwa ternyata saya adalah pengunjung Satu Satu nya dikawasan itu dan suasana pantai menjadi seperti film horor ...
lho, apa saya salah masuk ?


warung warung yang dulunya memadati arah pantai sudah lenyap, pantai terlihat resik dan yang ada hanya pohon pohon jati muda ( ? ) yang membentuk hutan mini diarea itu . 
lho ... koq ? 
jauh dibelakang garis pantai sekitar 100 meter kebelakang , barulah saya melihat rumah rumah dan beberapa warung penduduk lokal . maka bak seorang off-roader ,
 saya mencari sela sela pohon yang cukup sempit untuk bisa sampai didepan sebuah warung yang pagi itu terlihat sudah buka. 
" buuuu, koq lamaaaa ndak pernah kesini ? " sapa ibu pemilik warung dengan ramah ... 
ooo, ibu ini to batin saya, saya ingat betapa dulu saya sering ke warungnya yang terletak langsung didepan bibir pantai dan pasangan ini memiliki dua anak gadis kembar yang lucu. 
" waa bu, apa kabar ? " kami bersalaman dan suaminya yang adalah anggota SAR ikut menimbrung dalam obrolan. " koq jadi sepi ya ? " saya penuh penasaran bertanya . 
" iya buu, ada peraturan baru semua warung2 dan yang berjualan harus mundur 100 meter kebelakang sebab didekat pantai harus bebas sampah .... tapi jadinya ya gini, sepi, 
pengunjung males soalnya tempat makan jauh dari pantai dan mereka ke pantai pantai sebelah yang warungnya masih deket ... " 


oooooo .... itu tooo ... ya sudah, berhubung sudah di Bajul Mati maka apapun sikonnya ya harus saya nikmati dan syukuri sebab dengan peraturan baru ini saya diam diam senang bahwa 
kebersihan pantai akan lebih terjamin meskipun tempat makannya jauh .
 tapi apalah arti berjalan 100 meter dibanding kelestarian lingkungan yang memang harus lebih dijaga ! maka menghabiskan 4 jam hanya di Bajul Mati bukan tanpa alasan sebab 
pesanan ikan bakar saya ternyata membutuhkan waktu dua jam mempersiapkannya 
( membuat api, membersihkan ikan, menanak nasi, membuat sambal dan es jeruk hehehe ... ) . setelahnya saya melanjutkan kearah garis pantai yang ada disepanjang lingkar selatan, 
yang diluar dugaan ternyata sudah hampir tersambung dengan Balekambang wow ... ! 


 TETAPI, lha ini ada tetapi yang lain, 
ternyata jalanan aspal mulus yang dulunya bisa dinikmati mulai dari belokan arah Goa Cina hingga jalanan baru yang nantinya menjadi lingkar selatan ini ternyata disana sini Rusak Parah wadooo ... aspalnya bergelombang dan ber lobang lobang,
 saya menduga  ini mungkin  karena mesin mesin berat pemotong bukit bukit di proyek lingkar selatan selain mungkin faktor cuaca dan kwalitas aspal ? 
beberapa foto foto disini mudah2an cukup mewakili perwajahan yang ada, dan semoga pada perjalanan berikutnya aspal sudah kembali mulus dan kita bisa langsung 
ke Balekambang dari Bajul Mati  wow .. !
Bajul Mati, meskipun engkau " mati " tapi engkau akan lestari !
( th ) 

( photos by : th, lingkar selatan dan bajul mati , april 2015 )

01. membelah bukit meraih impian Lingkar Selatan
02. sda
03. sda

04. pembelah bukit
05 . bajul mati yang " mati "
06 . sebanding dengan dua jam penantian 
07 .warung" kembar jaya "  tempat saya makan 
08. kelapa muda 
09 . bocah kembar dan temannya
10. rusak parah ..
11. warung tetangga
12. father & daughter , pemilik warung " kembar jaya "
13. diantara pepohonan yang teduh ..










Jumat, 01 Mei 2015




.. " Lelaki Harimau menerkam Jerman " ..

mas Eka,
pertama terima kasih kunjungannya yang kesekian kali di blog yang ndak ada apa apanya ini. 
saya memang suka minder kalau penulis penulis ' kaliber dunia ' mampir kesini, 
sebab saya heran apa yang mereka cari disini kecuali obrolan saya tentang Malang Raya yang ndak ada njluntrungnya, padahal karya karya Anda sudah mendunia dengan berbagai 
penghargaan dari negara negara " pemilik karya sastra berat " ...
 tapi ya sudah, 
sebab kunjungan2 itu bagi saya seperti pengingat bahwa sayapun harus cepet cepet mengunjungi blog Anda yang biasanya lalu " ada apa apa " nya yang baru dan kudu perlu saya ketahui segera !
lha kan , ternyata bener to ? 
saya ikut bangga bahwa novel laris Anda " Lelaki Harimau " sudah merambah Jerman setelah diterjemahkan dalam Itali, Inggris, Korea dan Perancis .. wow !
pasti saya sangat tunggu2 versi yang terbaru ini sebab ada penasaran bagaimana mereka men Jerman kan LH yang apik ini ? adakah bisa setegang , setajam dan semenukik versi aslinya, 
atau bagaimana? saya akan mencoba memperolehnya nanti ! 
maka  ijinkan saya mengucap SELAMAT atas pen Jerman an LH ini, termasuk yang satunya yaitu 
" Cantik Itu Luka " ( Beauty is a Wound ) yang juga sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan mendapat penghargaan dari PEN ? ( Heim Translation Fund di Amerika dll. )
sekaligus, selamat jalan ke London dan Bali untuk pertemuan penulis2 hebat dunia, 
 dua kali bangga buat saya bahwa ada penulis Indonesia yang " berdiri sama tinggi " 
( bahkan lebih tinggi, semoga ) dengan penulis2 kelas dunia lainnya.
sungguh, jangan tertawa membaca blog ini dan berhadapan dengan seorang filosof seperti Anda ini membuat saya kehilangan kata kata sebab saya tak pandai berpikir terlampau " dalam "
 seperti tulisan tulisan di novel Anda . 
sekali lagi, selamat !
salam : th