Minggu, 14 Desember 2014






" H e l p p p  ...... " ..
( catatan kecil buat teman2 eks MSN )

tiga hari tiga malam seminar di sebuah pulau yang lumayan terpencil dikawasan Pulau Seribu, menghasilkan sebuah kalimat pendek yang hingga sekarang masih terngiang :
"  once more " ... ! 
terlalu sedikit? iya dan tidak.
 tiga hari tiga malam fisik mental diubleg, bahkan pada satu kesempatan disebuah ruang khusus, para peserta dibuat nangis sesenggukan karena kenangannya dikuras hingga ke titik zero . menyeberangi lautan untuk menuju pulau terpencil ini beserta peserta2 lainnya, rasanya tidak sia sia, sebab keterpencilan ini ternyata justru membawa banyak makna.
terlebih karena pesertanya berasal dari perusahaan yang sama, 
maka diakhir seminar pada hari ke 3, sekat sekat antara peserta yang diawalnya masih cukup tebal mendadak telah hilang. " we are one, we are one " begitu kira kira.
model model outbond seperti ini memang bisa untuk menghasilkan sebuah team-work yang solid, tetapi ternyata ada yang lebih penting dari itu, yaitu :
" bagaimana menolong diri sendiri disaat darurat ? "
darurat ? ya, darurat.
siapakah yang ingin mengangkat tangan mengatakan bahwa dirinya belum pernah mengalami saat saat darurat, gawat, menekan, menyiksa, membuat seolah tidak berdaya dll sejenisnya ?
 disaat saat seseorang merasa " hopeless " dan " dunia seolah tidak berpihak " dan tidak satupun mahluk yang bisa diajaknya berbagi masalahnya,

 

situasi seperti itulah kira kira yang digambarkan sebagai darurat dan masing masing kita memiliki  cara mengatasi yang berbeda beda meskipun  secara garis besar hanya ada dua:
01. mengatasinya dengan mengedepankan rasa, biasanya menambah situasi terasa lebih berat sebab membiarkan emosi  mendominasi dan tak jarang penyelesaiannya tidak rasional, misal :
lari pada alkohol, drugs dll.
02. mengatasinya dengan mengedepankan rasio, situasi menjadi lebih terkendali karena tidak memberi peluang pada emosi untuk mendominasi. bisa memberi kesan ' heartless ' tetapi tujuannya memang untuk supaya tidak larut dalam emosi berlebihan.
bila sudah sampai taraf ' megap megap ' alias tiba di gang buntu, selain dua pilihan diatas, sudah pasti cara vertikal menjadi yang terampuh untuk mengurangi kekacauan, yakni 
berdoa dan berdoa dengan kwalitas yang lebih khusu'
 dan ini adalah pesan kunci yang tak kalah penting diakhir seminar yakni :
" cobalah sekali lagi ! " , masih juga gagal ? " coba sekali lagi ! " , gagal lagi ? " coba lagi ! " sampai berapa kalipun, jangan pernah melepas " coba lagi ! " .... !
tidaklah perlu berhitung berapa kali harus mencoba, sebab bukan jumlah hitungannya yang menentukan tetapi suntikan spirit kedalam diri sendiri itulah penentunya disaat Tidak Ada Satupun support menghampiri diri yang sedang ditimpa deadlock !
gagal 99x, siapa tahu pada upaya yang ke 100x akan berhasil! gagal 1000x siapa tahu pada percobaan yang ke 1200 akan berhasil ! dst dst ... 
mudah mengatakannya, tetapi yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan asalkan kita memiliki Upaya dan Usaha yang Besarnya Sebanding dengan 
Keinginan Untuk Mengatasi Masalah tersebut  !
naa .... tidak perlu harus mencari pulau terpencil bukan ?
selamat mencoba, 
karena sesungguhnya diri Anda adalah The Best Problem Solver untuk masalah Anda !
( th )
( gambar2 dari google )
 

Jumat, 12 Desember 2014






.. " Bakso Horeg , Bikin Gempa " ..

musim hujan seperti sekarang ini, Malang yang memang terkenalnya sebagai kota bakso,
 rasanya makin pas saja kalau kita mampir di salah satu warung bakso yang terbilang lumayan baru, Bakso Horeg. 
Horeg itu kalau diterjemahkan kira kira artinya Goncang, Gempar, Gaduh, Ramai atau sejenis itulah. ada dua kemungkinan, mungkin maksudnya rasa baksonya yang bikin Horeg atau
setelah makan perut kita yang Horeg hehe ..
ada dua cabang dari warung ini yang sudah muncul di Malang, 
satu di jalan Danau Bratan Raya Sawojajar Malang dan lainnya di jalan Soekarno Hatta, Malang. rumah saya kebetulan lebih dekat yang di Soehat, maka disebuah siang yang agak gerimis rasanya saya ' wajib '  untuk mencari sesuatu yang hangat disitu.


  bingung dengan seabreg pilihan menunya ? 
 wajar, sebab yang namanya warung bakso di Malang itu sekarang sudah lebih mirip warung lesehan dengan bermacam menunya yang Diluar Pakem. duluuuu, bakso itu ya bakso alias bahasa daerahnya itu meatball,
saat ini bakso itu sudah terkena virus berbagai macam bahan bahan yang Keluar Pakem seperti Bakso Lidah Sapi, Bakso Iga Sapi, Rempela Ati Ayam dll. 


jadi kalau saya agak lama milih milih didepan sekian banyak panci panci dan nampan nampan berisi macam macam pilihan, ya wajar hehe ...tapi  pilihan akhirnya jatuh di bakso Iga Sapi yang akhirnya tidak saya sesali karena lumayan empuk.
 soal minuman, disitu ada juga Es Djadoel yang namanya Es Goyang, murah meriah, 3000 an, dengan bermacam pilihan. tapi hati2 lo , bakso yang panas dengan Es Goyang adalah
 kombinasi ' berbahaya ' bagi gigi hehe ..
atmosfernya lumayan , dan buat pendatang atau pengunjung luar Malang dari arah Surabaya bisa mengambil jalur Pasar Blimbing dan seterusnya berbelok ke Jalan Soekarno Hatta dan 
Bakso Horeg ada disebelah kiri jalan .
penasaran ? yukkk .... 
( th )


( photos by : th, Bakso Horeg, Soehat, Malang, Des.2014 )
01. Horeg ..
02. Bakso Iga Sapi yang yummyyy ...
03. makin sore makin kosong nampannya ..
04. panci panci padat pilihan ..
05. es goyang, murah meriah
06. pintu masuk
07. atmosfer di teras luar









 






.. " Menteri2 yang suka bikin stres .. " ..
( 2006 vs 2013 )

teman yang mempunyai anak masih sekolah ( belum kuliah ) mengeluh bahwa
" saben ganti menteri mesti ganti aturane, sing dadi korban gak mek guru, murid, tapi yo wong tuwo sebab mesti onok ae biaya biaya ekstra sing kudu di tokno . anakku yo stres mbak, 
lha nek anak stres otomatis aku yo melok stres .... " , saya tidak berkomentar sebab
 saya ya sudah hafal ' tradisi ' ini dijaman anak anak sekolah dulu 
( meski secara tidak fair saya diam diam bersyukur bahwa anak anak saya sudah pada ' mentas ' hehe ... tapi tidak etis saya utarakan didepan teman yang sedang galau ini ).
 apalagi saya bahkan ndak ngerti bentuk keduanya ( 2006 dan 2013 ) itu bedanya dimana . dan untuk para gurunya kurikulum manakah yang lebih menyulitkan sebab dijaman serba digital ini jangan sampai ada keluhan guru yang berkaitan dengan pemanfaatan internet sebagai
 salah satu sumber bahan ajar .
konkritnya, para guru idealnya  tidak hanya sekedar memberi tugas muridnya untuk mengublek materi2 tertentu di internet tetapi guru juga harus lebih rajin browsing .
kontroversi kurikulum 2013 ini memang belum selesai meski menteri yang baru yaitu pak Baswedan mencoba melihatnya kasus per kasus alias tidak serta merta menghapus dan mengembalikan ke kurikulum 2006. tapi isu sudah kadung merebak dan pro kontra pun muncul,
 itu ya wajar saja.
yang tidak wajar dari kurikulum 2013 balik ke 2006 itu sebenarnya adalah Sudah Terlanjurnya Buku Buku Tercetak dan Terdistribusikan yang ini tentu saja mubazir sebab lalu ( dengan ringannya ) disarankan agar buku2 itu disimpan saja disekolah masing2. enak yoo ?
 mengelus dada itu sudah pasti meskipun saya ini awam soal soal beginian, tapi sepintas lintas bisa membayangkan betapa ruwetnya pada setiap pergantian  menteri yang melibatkan kepentingan sekian puluh juta anak didik ditanah air.
sebagai awam, saya cuma bisa berharap tok, lha mau apa kalau tidak berharap, yaitu bahwa antara menteri yang digantikan dan yang menggantikan MBOK YAO bersedia untuk sejenak dua jenak bertemu, berbincang, berdiskusi tentang bermacam hal yang menyangkut
 program2 lama, program2 yang sedang berjalan dan program2 yang akan datang/ masih direncanakan oleh menteri yang lama agar menteri yang baru dalam pengambilan keputusannya bisa lebih bijak.
 menteri yang baru biasanya memang dimana mana ingin memberikan Warna Baru yang memberikan kesan pada publik sebagai sesuatu yang lebih baik dari pendahulunya. tetapi inipun sebaiknya tidak harus menyulitkan banyak pihak.
pun menteri yang lama juga harus ikhlas dan rela andai penggantinya ' mengoreksi ' kebijakannya, dan melihatnya tidak sebagai koreksi pribadi melainkan demi kepentingan umum dan yang lebih besar lagi yaitu kepentingan negara dan bangsa.
jadi bagaimana akhir kisah kurikulum 2006 dan 2013 ini ? 
bila pilihan diserahkan pada masing masing sekolah, berarti ada Hak Pilih Sekolah, apapun yang dipilih dan dengan pertimbangan apapun . bak pedang mata dua,
setiap persoalan memiliki dua sisinya yang berbeda. 
 komentar yang setuju kurikulum 2013 misalnya : 
" lha kapan majune anak anak didik kita ini nek ngono2 ae, susah diajak maju, sedikit rumit
saja sudah protes padahal ini kan dibuat justru untuk meningkatkan kemampuan 
Problem Solving mereka sendiri  " .... 
naaa, simalakama? 
mungkin perlu adanya sebuah penelitian yang lebih mendalam tentang kedua jenis kurikulum ini sebelum diputuskan mana dan yang mana. lain halnya dengan soal potensi korupsi pada setiap perubahan kebijakan sebagaimana gambar dari demo demo dihalaman ini 
( saya ambil dari google ) . sebab  dikementerian yang manapun potensi korup akan selalu ditemukan. tinggal sekarang bergantung pada eksekutor2 dari sebuah kebijakan, 
apakah peluang mencuri uang negara dan rakyat akan dilakukan/tidak,sebab  korupsi juga sebuah pilihan, pilihan untuk hidup tenteram dengan uang halal atau hidup penuh waswas dan rasa khawatir karena takut ketahuan menilep uang rakyat.
naaa bapak2/ ibu menteri,
 semoga setiap kebijakan yang dibuat tidak makin menyusahkan rakyat tetapi memudahkan dan meningkatkan kecerdasan rakyat ( bukan membodohkan ).
 apapun kementeriannya.
sebagai rakyat kecil, ya hanya sesederhana ini harapan saya. 
( th )
( gambar2 dari google )

Selasa, 09 Desember 2014












.. " Malang City Point Apartement " ..
( sebuah alternatif atau peluang KK ? )

seorang teman dari Betawi yang kebetulan berlibur di Malang bertanya 
" mosok Malang wes butuh apartemen? piro se penduduk-e saiki ? wa, model2 Kelapa Gading ngono yo suwe2 ... ", saya hanya meringis, sebab terus terang saya ya ndak tahu apa memang Malang sudah mulai padat seperti Jakarta? 
komplek apartemen2 baru di Malang bermunculan. dan kalau ditanya siapa penghuni2nya, ya paling2 saya membayangkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa2 di Malang 
makin melonjak dan umumnya para ortunya memilihkan apartemen dibanding kos2an dengan alasan praktis ( walaupun ada sisi lainnya yang negatif yaitu terbukanya peluang Kumpul Sapi e Kebo / KK bagi yang memanfaatkan longgarnya pengawasan ortu ini ) . 
 juga berkembangnya dunia bisnis di Malang membuat jumlah pekerja  melonjak dan daripada membayar kos2an mending dipakai untuk mengangsur apartemen, kira2 begitu?
pun bagi pasangan2 muda yang belum punya momongan dan keduanya sibuk berkarir,
 umumnya lebih suka memilih apartemen sebelum nantinya membeli rumah,
hitung2 sebagai investasi yang lumayan menjanjikan.


 lalu dari berbagai kasus yang sering dibaca di koran dan dilihat di tv, banyak nya para WIL atau PIL yang menghuni apartemen sebagai alternatif tempat tinggal yang relatif ' aman ' sebelum nantinya memproklamirkan diri sebagai pasangan sah 
( tetapi di banyak kasus malah sudah ' bablas ' sebelum di sahkan ke publik dan banyak kompleks apartemen yang menjadi saksi pembunuhan2 sadis WIL/ PIL , wow ... ) 
naaa  wes, wess ...  apapun motiv orang menghuni apartemen, 
Malang nampaknya memang sudah mulai ' kewalahan ' dengan makin padatnya pendatang yang tiap tahun membanjiri Malang dari berbagai provinsi bahkan benua. 


 menampung berbagai kebutuhan inilah sebuah komplek apartemen baru juga sudah hadir, 
Malang City Point Apartemen / MCPA, yang dalam satu area penghuninya bisa menikmati bermacam fasilitas tanpa harus kemana mana. sebut saja bermacam fasilitas olahraga, bersantai dengan keluarga, shopping dll " tumpekbleg " disatu area.
terletak di Raya Dieng, Malang, bersebelahan dengan Dieng Plaza, MCPA  berlantai 19 
ini berpotensi menjadi pelopor model model ' Kelapa Gading - an ' di Malang yang tak tertutup 


kemungkinan nantinya akan booming seperti halnya ruko ruko.
naa, buat yang berencana untuk tinggal di Malang dalam jangka waktu tertentu, MCPA ini bisa menjadi sebuah alternatif investasi dan lingkungan hunian yang menarik !
tertarik ? 
( th ) 
( photos by : th, keculali foto ke 1, 5 dan 6/ google )
01. lantai 19, MCPA/ google
02. belanja? dekat saja.
03. mau jajan atau makan siang/ malam? dekat juga.
04. " Jang Djadoel "
05. kamar di MCPA / google
06. kamar di MCPA / google
07. soklat
08. kaleng kaleng teh Model Djadoel
09. gembul bul ...

Senin, 08 Desember 2014








.. " Cinthya Dolores binti Ngatemin " ..

dalam sebuah pertemuan tak resmi ada sekitar 7 ibu ibu yang terhitung dari generasi 
" Jaman Majapahit " hehehe .. terkerucutlah  sebuah topik tak direncanakan yaitu tentang merebaknya nama nama barat atau asing dikalangan orang orang lokal kita, terutama Jawa.
 ibu A berkomentar
" duluuuuu, nama nama Jawa ituumumnya sangat sederhana  misalnya Watini, Ngatmari, Jumain, Ginem dst. lalu generasi sesudah itu agak modern dengan nama nama yang agak berkelas
 pada jamannya misalnya 
Sri Rejeki, Saraswati, Nurhayati, Bambang, Sasmito, Priyanto dan seangkatannya. 
lalu setelah itu datang generasi lebih baru dengan nama nama yang juga lebih modern misalnya Dicky, Lukman, Susy, Lita, Lenny dst. 
lha generasi yang sekarang ini lho membuat pusing sebab tiba tiba saja orang orang kita menjadi bule semua, padahal rambut hitam kulit coklat dan hidung mingslep, ini kenapa ya ? " 
.. diluar dugaan sambutan yang hadir pada Pembukaan UUD ibu tadi luar biasa, semua ingin bicara, sehingga saya sebagai ' moderator tanpa rencana ' terpaksa mengatur giliran.
ini ringkasannya :


ibu B berkomentar begini 
" ya itu kan pengaruh film, sinetron, media2 sosial plus makin banyaknya perkawinan campuran dan artis aktor blasteran sehingga masyarakat tertarik untuk mengabadikan nama nama tertentu 
sesuai idolanya. misalnya yang nge fans dengan JLo menamakan anaknya misalnya 
Erica Lopis e... Lopez, gituuu ... "
disahut oleh ibu C tanpa bisa saya cegah 
" waaa, ya nggak cuma itu, pengaruh para selebriti kita yang pada ganti nama itu juga besar. 
nama nama asli mereka yang dianggap Kurang Menjual itu langsung diganti dengan nama nama yang lebih komersil dan sebagian masyarakat menganggapnya itu wajar wajar saja.
 coba bayangkan nama aslinya misalnya Lilik Setyorini, wa untuk dijual di label ya ngga menjual to, maka bisa saja diganti Lyly Tio atau Lili Rinch hehe ... " .. 
dan ibu D rupanya juga tak mau kalah berkomentar 
 " ahhh, itu sih karena jenuh aja dengan nama nama standar yang selama ini dicekokkan ortunya misal Jatmiko atau Jatmika, Jaka atau Joko, Dewi, Sundari dll bahkan ada yang merasa nama nama itu sudah ketinggalan jaman dan kurang modern, jadi rasanya lebih PD dengan nama nama
 yang berbau bau asing.misalnya  Jaka diganti Jake atau Jack. 


lha yang konyol lagi kalau ada beberapa orang yang berebut memberikan nama seorang bayi, misal bapak ibu si bayi dan ortunya atau mertuanya, waa  si bayi menjadi punya nama yang nggak enak diucapkan atau didengar karena terdiri dari beberapa gabungan kata yang 
sama sekali ngga metcing ! contoh " Laura Bella Catherine Camelia " . 
4 nama depan ini seolah dipaksakan karena semua pihak ingin pilihan namanya untuk si bayi itu dipakai dan yang empunya bayi pun tak ingin mengecewakan semuanya.
 tetapi pernahkah mereka berpikir ' nasib ' si bayi kelak kalau dia  harus menerima beban akibat kemriyeknya namanya ini ? coba ya kita list bebannya :
01. beban pertama adalah dia sama sekali tidak berdarah asing baik ayah atau ibunya bahkan nenek kakeknya, semuanya asli Indonesia. sehingga namanya akan mengundang pertanyaan dan rasa heran banyak pihak terlebih bila secara fisik wajahnya yang sangat Indonesia itu seolah
 Tidak Sesuai dengan namanya.
02. 4/ empat deretan nama nama depan yang digabung dan Tidak Adanya nama keluarga atau marga,  akan sangat menyulitkannya ketika harus berurusan secara administratif dengan berbagai lembaga baik sekolah maupun tempat bekerja dll seperti halnya pada dokumen2 perjalanan dll.
03. nama panggilannya kira kira akan memilih yang mana?
04. apa makna dari namanya ?


( waa diam diam saya kagum dengan ibu D ini, sebab beliau cukup detil dan kritis ) . 
ee .. tak dinyana tiba2 ibu B menyahut lagi: 
" saya setuju, mungkin sudah saatnya ada gerakan Kembali Ke Basic alias Kagumilah Budaya dan Nama Nama Indonesia Asli untuk membedakan kita dengan bangsa bangsa lain ! 
mosok kita menguntungkan bangsa asing dengan nama nama asing untuk anak cucu,
padahal dengan nama nama yang khas Indonesia akan lebih mendapat respek bangsa asing, misal : 
kalau ayahnya bernama Herlambang, anak lelakinya bisa bernama Dimas Aditya Herlambang, 
lho kan lebih khas dibanding Jeremy Kevin Nicolson padahal sama sekali tidak berdarah asing 
ataupun  bermarga Nicolson ?  " 
saya tidak berminat ' nimbrung ' karena saya pikir beberapa ibu sudah cukup mewakili apa yang ingin saya sampaikan. memang obrolan bebas topik ini ada benarnya meskipun saya tahu ini sama sekali menyangkut selera yang tak perlu diperdebatkan. 
tapi kenyataan dimasyarakat saat ini memang demikian, dan saya seolah berada di Eropa atau Amerika ketika membaca daftar murid murid disebuah sekolah yang nama nama siswanya sebagian besar sangat berbau ' bule ' meskipun 95% murid2 disitu adalah keluarga Jawa. saya ambil nama pertamanya saja antara lain : 


Dave, Danish, Devon, Cathy, Chelsea, Brigitta, Barry, dll dll . 
saya dulu juga pengagum nama nama teman saya yang kebetulan bernenek moyang dari Tiongkok, bagi saya nama nama  mereka terdengar eksotis misal Mei Ling, Chen Hua dll. 
saat ini saya hampir sulit membedakan nama nama mereka dengan nama nama teman saya yang asli bule sebab sudah mereka banyak memakai nama nama barat .
  duluuu saat ada peng ' Indonesia ' an nama nama Chinese
saya sering kagum dengan pilihan nama nama ' terjemahan ' Chinesenya kedalam bahasa Indonesia dan berakibat munculnya nama nama indah 
misalnya : Chandra Putra Jaya, Mega Wijaya Perkasa dll.
naa ... tren lain yang muncul saat ini dan juga termasuk sangat Indonesia adalah nama nama yang mengandung kecintaan pada alam misalnya : 
Samodra Biru Langit, Aurora Senja, Pelangi Khatulistiwa, dll.
dan tren lainnya yang terhitung cukup awet dari generasi ke generasi adalah nama nama yang diambil dari riwayat riwayat para tokoh besar baik dalam sejarah sebuah keyakinan 
maupun sejarah dunia. 
tetapi jangan pula kaget kalau ada juga para ortu yang saking nge fans nya pada seseorang atau klub tertentu sehingga serta merta memberi nama anak anaknya sesuai dengan yang mereka idolakan.contoh : nama nama yang mengandung kata 
Chelsea, Barcelona, Ronaldo dll meski bila diurut hingga kenenek moyang ternyata tidak ada yang bersentuhan dengan darah asing maupun nama nama marga yang berbau asing. 
memang memberi nama anak adalah  Hak Prerogatif  ortu tetapi semoga saja tidak " disalah gunakan " semata hanya untuk kepuasaan ortunya tetapi juga mampu mempertimbangkan kepentingan si anak dikelak kemudian hari !  nama yang melekat pada si anak itu akan menjadi Trade Mark disepanjang hayatnya. 


jangan sampai si anak justru terbebani dengan namanya yang Aneh bin Ajaib, misalnya saja saat dipanggil di ruang tunggu dokter begini :
" Nomor sembilan, Chelsea Messy Ronaldo Putra ...... ! " , pastilah pasien pasien yang lain yang mendengarnya akan terkena ' stroke ' ....
 naa, selamat menemukan nama nama yang lebih ' realistis ' ! 
 ( th )
( gambar2 dari google )

Rabu, 03 Desember 2014





 .. " Bertemu Sam Fuad dan Bubble " ..

membaca judul diatas pasti ada yang berpikir tentang penyanyi jazz Michael Buble. 
tetapi lalu siapa satunya, Sam Fuad ? apa juga penyanyi ? jujur saja saya tidak tahu, yang jelas keduanya itu berhadapan letaknya, di kawasan Jalan Acordeon, Malang.
naa ... seperti halnya warung sejenis yang jumlahnya ratus bahkan ribuan, maka warung Sam Fuad inipun adalah 1 diantara yang ribuan tadi. menunyapun standar, 
lalapan ayam lengkap dengan sambal dan sayur lalapannya. kebetulan didepannya atau tepatnya diseberangnya, ada Ice Cincau Bubble yang sudah cukup terkenal itu. 


klop atau tidak klop bukan masalah, bagi saya keduanya klop hehe .. 
saya temukan keduanya juga secara tidak sengaja karena saat lewat disitu area tersebut sangat padat dan siang itu macet cet cet ... dan hitung hitung daripada stres, 
saya memilih belok kearah Sam Fuad . setelahnya dan masih ditengah kemacetan itu saya menyeberang untuk menjemput Michael Buble yang bercincau hehe .. 


tidak ada komentar khusus untuk keduanya, kecuali sambal Sam Fuad yang memang yummyy yang dikombinasi dengan nasi hangatnya, wow .. murah meriah dan enak ... ! oya Sam Fuad juga menyediakan lele, mujair, bebek untuk digoreng atau dipenyet ! 
( tidak hanya terong yang dipenyet )
naaa ... siapa bilang yang mahal itu lebih enak ? buat yang kebetulan lewat Jalan Acordeon bolehlah mencoba bertemu Sam Fuad dan Michael ..
( th )


( photos by : th, Sam Fuad dan Bubble, Nopember 2014 )
01. digoreng dan dipenyet atau ... ?
02. Sam Fuad
03. Jualannya Michael Bubble ?
04. tinggal pilih ..
05. mbak Bubble sibuk ...









 








.. " Cari Piyama Ketemu Soto Madura " ..

kota Malang memang sudah mulai diguyur hujan siang atau malam. 
udara kadang cukup dingin mengingatkan jaman kota Malang sekian dekade lewat yang meskipun musim kemarau ya tetap saja sejuk bahkan dingin apalagi pas hujan. 
maka sayapun mulai bongkar2 baju2 rumah yang agak hangat, lho, piyama saya ternyata sudah lenyap. padahal hujan2 begini pakai piyama lebih nyaman to ? 
tidak perlu saya ingat2 lagi kemana ' lenyapnya ' sebab saya sendiri lupa  hehe ... maka saya meluncur kesebuah FO dikawasan Jalan Let.Jen. Sutoyo, Malang ( didepan hotel Savana ) . namanya FO memang harganya khusus sebab barang2nya merupakan ' sortiran ' yang dianggap bercacat atau sedikitnya ada cacat ringan seperti 
ada flek, salah satu kancingnya hilang, warnanya memudar dan atau cacat2 lainnya.
 tapi kalau milihnya hati hati ya cukup aman hehe .. 
ternyata hujan turun lebat dengan mendadak persis saat saya tiba didepan FO itu , saya basah kuyup masuk ke FO tersebut. e .. muter2 sampai ke bagian anak anak pun, ternyata yang saya cari tidak ada. ya sudah, saya keluar kearah terasnya sambil mikir mikir 
bagaimana caranya supaya dihujan lebat ini  tidak basah kuyup ? 



lho .. tiba tiba dari sebelah kiri saya ada bau sangat sedappppp, saya menoleh dan membaca spanduk " Soto Istana Madura " ... ooo, rupanya ibu penjualnya sedang membuka tutup kuahnya dan dihujan lebat itu aroma sotonya menyebar ke hidung saya hehe ... 
saya lihat jam, 13.10 , maka daripada berbasah basah, sayapun berjalan kesebelah kiri dan disapa ramah oleh ownernya, seorang wanita Madura .
naa .. dari skala 1 - 10, soto dagingnya memang yummyy dan saya rela memberi nilai 7 ! 
entah karena kecewa tidak bertemu piyama atau karena hujan lebat maka perut jadi mudah lapar, pokoknya siang itu saya merasa sangat menikmati soto daging ini . 

 saya lihat beberapa orang membawa sejenis rantang untuk oleh oleh soto yang dirumah .
oya disitu disamping soto juga ada Soto Buntut dan Soto Jeroan.
naa ... bagi yang penasaran, silahkan mencari piyama ee..  mencari Soto Istana Madura ini yang meskipun tempatnya tidak terlalu mencolok tetapi disoal rasa : 
 " nyaman ongguh sotona ... ! " 
( sudah lo jangan memaksa saya meneruskan bahasa Madura hehehe .. )
( th ) 


 ( photos by : th, Soto Istana Madura, Nopember 2014 )
01. sibuk menyiapkan pesanan
02. spanduk
03. soto buntut juga ada
04. yummyyy ..
05. atmosfer