Rabu, 10 September 2014









.. " Paituners Yang Tersisa .. " ..
( catatan Halal Bihalal 2014 di Batu )

dari daftar 70 orang, bisa hadir separonya itu saja sudah bagus. kemana yang lain? ini sebagian daftarnya : boyongan keluar Malang bahkan luar Jawa, bekerja lagi ( swasta ) setelah pensiun PNS, momong cucu,
 punya hajat menikahkan anak, sedang kurang enak badan sebagai kataganti sakit, 
dan ini alasan terakhir yang paling tidak terbantahkan : 
10 diantara 70 ini telah wafat dalam setahun terakhir ini. 
maka angka separo dari 70 sebenarnya sudah dapat dikatakan " rekor " ...

  demikianlah suasana Halal Bihalal di Batu tanggal 31 Agustus yang lalu, dan lokasinya sudah " berlangganan " sejak beberapa tahun terakhir, Villa Restu Ibu. tapi kali ini ada pembedanya, didepan pagar ada tulisan :
 DIJUAL. 
sebuah warning bahwa pada pertemuan berikutnya bisa saja kami sudah harus mencari lokasi lain .
acara seperti layaknya Halal Bihalal, dibuka dan ditutup dengan doa, diseling hepi2 dan 
" fashion show para bapak dengan gaya bencis " yang mengundang air mata saking konyolnya ! lalu juga ada lomba berebut kursi yang sangat mengandung bahaya karena banyak yang bergelimpangan padahal tulang tulang sudah tidak ada lagi yang jual di toko2 besi kalau sampai patah, weleh2 ....

 soal makanan jangan ditanya, sebab tidak ada skenario yang mengatur, semua bebas bawa apa saja meski bertubrukan hehe. maka mulai soto betawi, botok, urap2, pecel lele, ayam bakar, mie goreng dll dll yang tidak usah ditanya cocok tidaknya, yang penting hepiiii .... 
( hebatnya makanan tanpa jasa catering ini ternyata melimpah ruah dan tidak ada keluhan soal 
" bertubrukannya " menu menu hehehe ... ) 
kali ini disepakati jam 15.00 diakhiri ( padahal biasanya sampai tengah malam ) sebab ( lha ini ! ) yang mengiringi hepi2 kita yang terhitung juga teman sendiri, harus naik panggung di Surabaya jam 7 malam, maka acara dipadatkan dengan janji ( Insya Allah ) untuk bertemu lagi pada Oktober yad. 
tidak perlu ditanyakan mengapa dalam setahun perlu beberapa kali kumpul2? serasa " berpacu dengan waktu " maka pertemuan disetujui untuk di " lebih seringkan " mumpung masih diijinkanNYA untuk 
saling bersilaturohmi dan saling memaafkan.
ya, siapa yang tahu berapa waktu lagi yang masih tersisa ? 
( th )

( photos by : th, Batu, September 2014, yang motrek tidak pernah ada di foto2 ini )
01. mumpung ngumpul ...
02. ....secret admirer ? .. ( rumour, biyen yo biyen .. ) ..
03. siapa tak kenal paitun, berarti keanggotaannya palsu .. !
04. bertubrukan tak masalah, penting : hepii !
05. yang merdu nggak laku, yang begini ini yang dicari hehe ..
06. paituners ... berkurang 10 dalam setahun ..





Senin, 08 September 2014







 .. " Jumpa Nyi Roro Kidul di Joglo Dau " ..

wahai, siapa gerangan yang tidak pernah mendengar kecantikan wanita penguasa samodra selatan ini ? 
Nyi Roro Kidul ( NRK ) digambarkan sebagai wong ayu yang wajahnya kinyis kinyis
dan para pria yang menjumpainya  pasti akan terpana dan terpanah hatinya, 
begitu konon menurut legenda.
dan disebuah Lesehan dan Galeri yang bertajuk Joglo Dau di daerah Dau, Batu, Malang,suatu siang saya menjumpainya disana, disebuah kanvas lebar yang terpampang didinding galeri.
 latar belakang ombak selatan yang ganas serta 
kendaraan Sang Ratu yang ditarik beberapa ekor kuda, 
dan salah satu kudanya tampak samar diantara debur ombak .
cantik.
hanya satu kata itu, meskipun konon " aslinya " bahkan lebih cantik daripada yang bisa dilukiskan para seniman diatas kanvas. naaa, pengembaraan imajinasi saya memang siang itu " kesana kemari " gara gara 
berbagai macam karya seni maupun koleksi barang barang antik yang terdapat di 
lesehan dan galeri Joglo Dau itu  mengundang berbagai 
kenangan, inspirasi, bayangan dll bak gado gado yang diubleg dikepala saya  ... !


 maka menikmati sebuah makan siang/ malam di tempat yang satu ini sudah tentu tidak hanya makanan perut, tapi juga mata, hati dan rasa. betapa tidak? misalnya :
melihat radio antik, saya jadi ingat ayahanda almarhum dengan radio antiknya yang sejenis. melihat lukisan panorama pelabuhan Belanda dan kincir angin, 
jadi ingat " yang tidak tidak " hehehe ( sensor ! ) . 
melihat koleksi patung2 gaya asmat jadi ingat tanah Papua yang pernah saya telusuri. pokoknya :
melihat ini jadi ingat itu, melihat itu jadi ingat itu tuh hehehe ... 
resto yang satu ini memang sudah lama berdirinya, yakni bulan Maret 2001.
jadi memang bukan ikut2an cafe atau resto yang saat ini menjamur. lha kenapa koq baru sekarang saya tulis meskipun sebelumnya saya sudah pernah kesini ?


ya sudah,
 jujur  saja bahwa resto, cafe, kedai, warung dll yang munculnya lebih belakangan agaknya lebih sering menyita perhatian saya untuk menulisnya di blog ini.
 naa, ketahuan to kalau saya suka yang baru baru? 
awas, jangan tergesa menyimpulkan. ini alasannya :
  menuliskan yang baru baru itu memang lebih simpel, tidak njlimet, sebab mereka itu tidak menawarkan yang luar biasa kecuali atmosfer , menu dan rasa serta harga yang beda2 dari satu cafe ke yang lain, 
sudah, hanya seputar itu.
lha di Joglo Dau ini memang lain, sebab menulisnya tak bisa hanya 
" disamping Mamin mereka juga memiliki galeri yang memamerkan bermacam benda antik maupun karya karya seni yang klasik sampai kontemporer ", titik. 
setidaknya untuk saya itu tak cukup.


 saya yakin pasti pasti ada sebuah idealisme dari pemilik Joglo Dau yang ingin diekspresikannya dihadapan publik restonya lebih dari sekedar memajang benda2 antik. 
sayangnya disitu tidak disediakan informasi yang memadai tentang asal usul, sejarah maupun latar belakang dari benda benda ataupun karya seni yang ada, sehingga pengunjung mengira kira sendiri tentang sesuatunya. 
kalau saja disertai informasi , maka sebenarnya Joglo Dau bisa tampil sebagai 
Lesehan Museum yang informatif .
dengan begitu para remaja atau anak anak yang kebetulan bersama keluarganya menikmati hidangan disitu, sekaligus dapat belajar sesuatu ( bahkan siapa tahu ortunya juga belajar ? ) .


naaa, karena sudah " terlanjur " disitu, sayapun tidak melewatkan " bakar bakaran " dengan memesan Bawal dan Gurami bakar. es dawet sudah tentu sulit dilewatkan sebab menu kuno seperti ini memang tidak 
bisa diabaikan. satu hal lagi di Joglo Dau ini adalah layanannya  yang lumayan cepat meskipun 
siang itu saya bersamaan datangnya dengan  rombongan bis pariwisata yang langsung memadati meja meja.
( tapi saking cepatnya layanan sampai lupa piring makan nya ya mas ..
dan setelah di tunggu tunggu koq tidak muncul muncul,
 terpaksa saya buat panggilan darurat tung .. tung .. tung .. .. hehehe )


perjalanan ke masa lalu akan kita lewati di Joglo Dau melalui koleksi barang2 antiknya, maka bersiaplah untuk berlayar ke laut selatan e ... ke lautan kenangan khususnya bagi yang berusia 40 up . 
 bangunan2nya didominasi model joglo2an, dan disana sini diperkaya dengan ukiran kayunya yang khas.
 hitung2 ini adalah museum-gratis yang semoga bisa menambah informasi sambil menikmati maminnya
 yang menurut saya ada di 7 pada skala 1 - 10.
penasaran dengan Nyi Roro Kidul ? datang segera ke Lesehan dan Galeri Joglo Dau, Batu, Malang ! ( th ) 


 ( photos by : th, Joglo Dau, Batu, September 2014 )
01. penuh pesona ..
02. galeri terdepan
03. mistis ? ..
04. sudut lain dihalaman belakang
05. " sugeng dahar ... " ....
06. es dawet .. !
07. daftar menu
08. gung .. gung .. gung ..
09. kincir angin
10. kelambu kuning berkesan magis
11. urap urap ber ikan asin, wow ... !!
12. gandrung ..
13. makara
14. burung burung itu ..
15. akar pohon yang cantik !
16. gerbang desa















Minggu, 07 September 2014






.. " Ketan Duren, siapa tahan ? " ..

saya termasuk ' pelanggan loyal ' ketan duren yang satu ini, bahkan sejak tahun 2009.
 tiap melewati Jalan Merbabu, rasanya tidak afdol kalau tidak mampir, ups ... tidak khawatir kolesterol? jelas tidak, karena dalam mangkok ketan duren ini paling banyak terdapat 4/ empat biji durian yang itupun dagingnya tidak utuh
karena sudah larut dalam santan
( tapi jangan tanya yang ' tanpa ketan dan santan ' saya bisa habis berapa biji hehehe .... )
ada peristiwa unik yang mengawali saya menjadi pelanggan setianya, yaitu surut ke tahun 2009. 
saat itu saya sedang mencari inspirasi tentang 
Meluasnya Pemakaian HP Dikalangan Menengah Kebawah ( tema lomba blog dari XL ) .
 dan dengan saat D/L yang hanya tinggal 120  menit, saya yang sedang ' stres ' sengaja mendinginkan kepala di Ketan Duren yang satu ini. saat si penjual sedang asyik menyiapkan mangkok  KD saya , 
tiba2 ada dering nada panggil HP.
 bapak penjual KD pun meninggalkan mangkok saya dan sibuk  bla bla yang rupanya cukup " penting " ...

saya bak mendapat durian runtuh!
 dan dengan seijin ybs saya memotretnya saat bla bla dan menjelaskan foto2 tersebut akan saya pakai lomba blog untuk melengkapi tulisan saya. bapaknya setuju setuju saja malah action hehe.
kebetulan saat itu beliau  memakai kaos bertuliskan Arema, waa klop pikir saya dan pada
50 menit berikutnya tulisan dan foto sudah saya kirimkan pada batas waktu yang sudah  sangat mepet.

 ketika akhirnya saya mendapat undangan untuk hadir pada penyerahan penghargaan di Jakarta.,
 tentu saja yang pertama saya ingat adalah bapak penjual Ketan Duren ini dan saya berterimakasih kepadanya sebelum berangkat ke Jakarta, itu tahun 2009

naa, itulah salah 1 alasan saya menjadi pelanggan setia KD yang satu ini disamping memang rasanya yang enak meski bukan monthong. banyak memang penjual Ketan Duren di Malang dan buat yang tidak sempat muter muter mencarinya dan kebetulan lewat di Jalan Merbabu
 didepan laboratorium Sima, silahkan mencicipi KD disitu !
( th )

( photos by : th, Ketan Duren, Jalan Merbabu Malang, September 2014 )

01. sibuk
02. " nongkrongin " KD
03. ketan dan duren




Sabtu, 06 September 2014






 
 .. " 22 rempah bertemu di Mie Aceh " ..

sudah beberapa tahun ini Mie Aceh merambah diberbagai provinsi tanah air termasuk kota Malang yang juga memiliki banyak kedai Mie Aceh.
bahkan juara nasional Mie Aceh ada di Jakarta, Warung Seulawah, Manggarai. 
 kehadiran Mie Aceh di Malang bukan karena banyak mahasiswa/i Aceh kuliah di Malang, atau karena ada asrama putri Aceh didepan rumah saya, tentu tidak. 
 kota Malang sudah dipadati kulinari dari segenap penjuru tanah air, mulai Ujung Utara Sumatra yaitu Banda Aceh hingga ujung timur ( maaf saya lupa nama kedai yang menjual makanan khusus dan khas Papua )
 saking banyaknya kedai Mie Aceh, sayapun tidak pilih pilih karena saya yakin pasti ada kesamaan antara mereka setidaknya pada komponen bumbunya.
 maka kali ini saya singgah di kedai yang terhitung masih baru yaitu kedai Mie Aceh di
 Jalan Raya Jetis 80, dekat Sengkaling, Malang. 
pengelolanya, mas Saiful yang asli putra Tanah Rencong ini memasakkan Mie Aceh Istimewa/ Udang dan Nasi Goreng Istimewa/ Udang disuatu siang, di kuali atau wajannya yang khas.
dan hanya menunggu beberapa menit, siaplah sudah ... !


 penasaran dengan sensasi baru yang bakal saya cicipi, saya mendahulukan menikmati jus mangga yang saya pesan ( untung rasa mangganya asli, bukan dari kemasan ) .
 semestinya saya memesan pasangan Mie Aceh yaitu Teh Tarek, tapi disiang hari yang panas itu membuat saya lebih melirik jus jus yang ada di daftar menunya.
 tercatat ada sekitar 22 jenis rempah yang melebur diatas piring didepan saya, antara lain : kapulaga, kayumanis, ketumbar, kemiri, pala, jahe, kacang, lombok kering, dll dll. 
bandingkanlah dengan bumbu mie Jawa yang jauh lebih sederhana yaitu ( umumnya ) mrica, garam, bawang putih dan sisanya itu improvisasi dan selera masing2 saja ! 
 maka saat lidah saya akhirnya bersentuhan dengan 22 jenis rempah ini Mie Aceh , 
sayapun " ketap ketip " mencoba mencari sensasi yang saya ingin temukan . 


  dan yaa ... ternyata memang beda jauh rasanya dengan Mie Jawa karena dilidah Mie Aceh ini terasa lebih pedas, asin, asam dll yang saya sulit mengurainya ,
dan saya juga mencoba jeruk nipis yang disediakan di depan saya ... wow, jeruk nipis ini ternyata membuat keseluruhan rasa menjadi lebih segar campur pedas, 
ya inilah yang saya cari : 
rasa asing dilidah saya yang pelan pelan menjadi rasa Asam Manis Pedas campur2 yang berakhir dengan rasa lumayan, lumayan surprise hehehe .. 
 soal harga tidak perlu cemas sebab Mie Aceh mematok " harga mahasiswa " karena lokasinya yang juga kebetulan berdekatan dengan kampus kampus.
naa .. penasaran dengan 22 rempah didalam piring yang sama? 
cari salah satu kedai Mie Aceh, dan selamat menikmati sensasinya!
( th )


 ( photos by : th, Mie Aceh Jalan Raya  Jetis 80, Malang , September 2014 )
01. Mie atau Nasgor Aceh ?
02. Mie Goreng Istimewa/ Udang ala Aceh
03. Raya jetis 80, Sengkaling, Malang
04. Lengkap
05. Harga " mahasiswa "
06. mas Saiful sibuk
07. Serambi Mekah, google.
08. Rumah Adat Ace, google.

Kamis, 04 September 2014









  " d' Flavors , Araya Plaza , The White Gem "

 saya termasuk pelit dalam memberi judul tulisan yang ke bule2an ( meski anak2 saya separo bule hehehe .. ) . maka, saat menemukan d'Flavors, saya menyerah untuk memberinya judul 
The White Gem. 
ya sudah, jangan didesak lagi dengan pertanyaan macam macam sebab judul tulisan memang me leading pada sesuatu konten dalam tulisan tersebut.
cantik, casual, country, resik, nyaman, 
dan mungkin masih ada beberapa lainnya lagi yang bisa saya simpulkan tentang " warung " yang baru " mrocot " beberapa hari ini ( ! ) 
 bunga bunga ucapan bahkan masih terlihat saat saya kesana pada hari ke dua di 
Grand Opening nya !
ya, satu lagi tempat hangout di Malang telah hadir : 
" d' Flavors, Cafe and Resto "
yang berlokasi di halaman luar dari Plaza Araya di perumahan Pondok Blimbing Indah, Malang.
 ( duluuu, area cafe ini adalah halaman parkir mobil )
beberapa kali Plaza Araya mengalami " tambal sulam " diwilayah bisnis kulinernya yang bak permainan petak umpet antara Muncul dan Hilang. bahkan juga pernah dijajal dengan tampilan live-music baik out/ in door,
namun bila diamati selalu saja berakhir dengan Hilang , apapun alasannya. 
jadi sebenarnya apa yang salah koq sering terjadi Buka Tutup dengan bisnis kuliner di Plaza ini ?
  naa ... dengan hadirnya RS bertaraf internasional dikomplek perumahan yang sama dan juga hotel berbintang, semoga Plaza yang satu ini mendapat " donor darah " agar 
denyut nadinya kembali bergairah. 



 dan saat saya menemukan si cantik d'Flavors yang juga mengambil lokasi di Plaza ini, jujur saya agak " kebat kebit " bahwa Apakah d'Flavors Akan Mampu Bertahan dan tidak lalu Hilang seperti yang lain lain sebelumnya? 
dengan memilih warna alami kayu dan " tenda" putih dan didominasi country-style serta sentuhan pintu ala cafe cafe cowboy, maka kehadiran d'Flavors seolah memperkuat 
kesan Malang sebagai tujuan wisata kuliner ! 
atmosfer didalam cafe sangatlah nyaman untuk jam jam istirahat makan siang ataupun makan malam diluar bersama kerabat atau teman. kesan alami ini terutama karena cafe ini tidak berdinding tertutup melainkan dibiarkan setengah terbuka hingga ke
atap atapnya sehingga kesan " cafe " nya sangat kuat !
  ( tetapi  pada " pandangan pertama " saya sempat terkecoh dan mengira ini adalah salah satu cabang Mie Setan yang sekian tahun lalu sudah hadir di Malang  dengan memakai tenda tenda sejenis sebagai salah satu ciri khasnya hehe ... )
light dan heavy meals plus koleksi pastry dan deretan minuman seperti juice dan macam macam kopi serta ice cream, ditawarkan oleh cafe resto yang terbilang gres ini.
saat saya kesana  siang hari konon heavy meals sejenis steak  saat itu ( entah kalau sekarang mungkin lain ) belum tersedia kecuali pada malam hari. 
maka saya mencoba deretan Rice and Noodle nya dengan Indian Noodle 
yang memang terasa rempah rempahnya berbeda. 



 lalu saya juga mencicipi d'Flavors Unique nya yang merupakan kombinasi rasa kopi dan ice cream yang membuat sensasi tersendiri di lidah.
 dan sebagai penutup saya memilih sejenis kombinasi cheese-cake and choco-cake yang memang yummyyy dan untuk 3 alasan yakni 
Rasa, Atmosfer dan Harga ( RAH ) dari skala 1 - 10 saya rela memberinya 7,
karena cafe resto yang satu ini memang layak mendapatkannya. 
naaa ... buat yang sedang akan ber ultah atau mendapat promosi di kantornya dll, bolehlah mencoba d'Flavors untuk mentraktir teman teman, meskipun bagi yang membawa kamera digital dikenakan charge 50 ribu rupiah ! 
( kecuali saya yang memang  menjepretnya tidak untuk tujuan komersil  hehehe dan secara khusus terima kasih kepada mas Dion atas informasi2nya  plus 
foto2 d'Flavors yang  akan di email kan )



 tentu saya berharap bahwa d'Flavors yang cantik ini akan tetap bertahan lama di Plaza ini, dan tidak kemudian " hilang " seperti tempat2 kuliner lainnya yang pernah ada di plaza yang sama
 ( amin .. )
maka buat yang penasaran, segera saja bergegas ke d'Flavors yang menampilkan 
Live Music pada hari hari tertentu ! mau ikut " manggung " juga boleh .... !
 satu tempat hangout baru di utara kota Malang telah hadir dan semoga " awet " .... !
( th )




( all photos by : th, August 2014, d'Flavors, PBI, Malang )

01. atmosfer disiang hari / 01
02. cheese and choco cake penutup makan
03. " don't do stupid things "
04. all kind steak
05. hangout ..
06. deretan juice
07. nasgor ala d'Flavors
08. d'Flavors pastry
09. setengah pedas ..
10. sudut lain
11. d'Flavors Unique 
12. ngopi siang hari?
13. pintu ala " Jango "
14. atmosfer / 02
15. atmosfer / 03
16. atmosfer / 04
17. sambil melihat kearah Hotel dan RS