Minggu, 07 September 2014






.. " Ketan Duren, siapa tahan ? " ..

saya termasuk ' pelanggan loyal ' ketan duren yang satu ini, bahkan sejak tahun 2009.
 tiap melewati Jalan Merbabu, rasanya tidak afdol kalau tidak mampir, ups ... tidak khawatir kolesterol? jelas tidak, karena dalam mangkok ketan duren ini paling banyak terdapat 4/ empat biji durian yang itupun dagingnya tidak utuh
karena sudah larut dalam santan
( tapi jangan tanya yang ' tanpa ketan dan santan ' saya bisa habis berapa biji hehehe .... )
ada peristiwa unik yang mengawali saya menjadi pelanggan setianya, yaitu surut ke tahun 2009. 
saat itu saya sedang mencari inspirasi tentang 
Meluasnya Pemakaian HP Dikalangan Menengah Kebawah ( tema lomba blog dari XL ) .
 dan dengan saat D/L yang hanya tinggal 120  menit, saya yang sedang ' stres ' sengaja mendinginkan kepala di Ketan Duren yang satu ini. saat si penjual sedang asyik menyiapkan mangkok  KD saya , 
tiba2 ada dering nada panggil HP.
 bapak penjual KD pun meninggalkan mangkok saya dan sibuk  bla bla yang rupanya cukup " penting " ...

saya bak mendapat durian runtuh!
 dan dengan seijin ybs saya memotretnya saat bla bla dan menjelaskan foto2 tersebut akan saya pakai lomba blog untuk melengkapi tulisan saya. bapaknya setuju setuju saja malah action hehe.
kebetulan saat itu beliau  memakai kaos bertuliskan Arema, waa klop pikir saya dan pada
50 menit berikutnya tulisan dan foto sudah saya kirimkan pada batas waktu yang sudah  sangat mepet.

 ketika akhirnya saya mendapat undangan untuk hadir pada penyerahan penghargaan di Jakarta.,
 tentu saja yang pertama saya ingat adalah bapak penjual Ketan Duren ini dan saya berterimakasih kepadanya sebelum berangkat ke Jakarta, itu tahun 2009

naa, itulah salah 1 alasan saya menjadi pelanggan setia KD yang satu ini disamping memang rasanya yang enak meski bukan monthong. banyak memang penjual Ketan Duren di Malang dan buat yang tidak sempat muter muter mencarinya dan kebetulan lewat di Jalan Merbabu
 didepan laboratorium Sima, silahkan mencicipi KD disitu !
( th )

( photos by : th, Ketan Duren, Jalan Merbabu Malang, September 2014 )

01. sibuk
02. " nongkrongin " KD
03. ketan dan duren




Sabtu, 06 September 2014






 
 .. " 22 rempah bertemu di Mie Aceh " ..

sudah beberapa tahun ini Mie Aceh merambah diberbagai provinsi tanah air termasuk kota Malang yang juga memiliki banyak kedai Mie Aceh.
bahkan juara nasional Mie Aceh ada di Jakarta, Warung Seulawah, Manggarai. 
 kehadiran Mie Aceh di Malang bukan karena banyak mahasiswa/i Aceh kuliah di Malang, atau karena ada asrama putri Aceh didepan rumah saya, tentu tidak. 
 kota Malang sudah dipadati kulinari dari segenap penjuru tanah air, mulai Ujung Utara Sumatra yaitu Banda Aceh hingga ujung timur ( maaf saya lupa nama kedai yang menjual makanan khusus dan khas Papua )
 saking banyaknya kedai Mie Aceh, sayapun tidak pilih pilih karena saya yakin pasti ada kesamaan antara mereka setidaknya pada komponen bumbunya.
 maka kali ini saya singgah di kedai yang terhitung masih baru yaitu kedai Mie Aceh di
 Jalan Raya Jetis 80, dekat Sengkaling, Malang. 
pengelolanya, mas Saiful yang asli putra Tanah Rencong ini memasakkan Mie Aceh Istimewa/ Udang dan Nasi Goreng Istimewa/ Udang disuatu siang, di kuali atau wajannya yang khas.
dan hanya menunggu beberapa menit, siaplah sudah ... !


 penasaran dengan sensasi baru yang bakal saya cicipi, saya mendahulukan menikmati jus mangga yang saya pesan ( untung rasa mangganya asli, bukan dari kemasan ) .
 semestinya saya memesan pasangan Mie Aceh yaitu Teh Tarek, tapi disiang hari yang panas itu membuat saya lebih melirik jus jus yang ada di daftar menunya.
 tercatat ada sekitar 22 jenis rempah yang melebur diatas piring didepan saya, antara lain : kapulaga, kayumanis, ketumbar, kemiri, pala, jahe, kacang, lombok kering, dll dll. 
bandingkanlah dengan bumbu mie Jawa yang jauh lebih sederhana yaitu ( umumnya ) mrica, garam, bawang putih dan sisanya itu improvisasi dan selera masing2 saja ! 
 maka saat lidah saya akhirnya bersentuhan dengan 22 jenis rempah ini Mie Aceh , 
sayapun " ketap ketip " mencoba mencari sensasi yang saya ingin temukan . 


  dan yaa ... ternyata memang beda jauh rasanya dengan Mie Jawa karena dilidah Mie Aceh ini terasa lebih pedas, asin, asam dll yang saya sulit mengurainya ,
dan saya juga mencoba jeruk nipis yang disediakan di depan saya ... wow, jeruk nipis ini ternyata membuat keseluruhan rasa menjadi lebih segar campur pedas, 
ya inilah yang saya cari : 
rasa asing dilidah saya yang pelan pelan menjadi rasa Asam Manis Pedas campur2 yang berakhir dengan rasa lumayan, lumayan surprise hehehe .. 
 soal harga tidak perlu cemas sebab Mie Aceh mematok " harga mahasiswa " karena lokasinya yang juga kebetulan berdekatan dengan kampus kampus.
naa .. penasaran dengan 22 rempah didalam piring yang sama? 
cari salah satu kedai Mie Aceh, dan selamat menikmati sensasinya!
( th )


 ( photos by : th, Mie Aceh Jalan Raya  Jetis 80, Malang , September 2014 )
01. Mie atau Nasgor Aceh ?
02. Mie Goreng Istimewa/ Udang ala Aceh
03. Raya jetis 80, Sengkaling, Malang
04. Lengkap
05. Harga " mahasiswa "
06. mas Saiful sibuk
07. Serambi Mekah, google.
08. Rumah Adat Ace, google.

Kamis, 04 September 2014









  " d' Flavors , Araya Plaza , The White Gem "

 saya termasuk pelit dalam memberi judul tulisan yang ke bule2an ( meski anak2 saya separo bule hehehe .. ) . maka, saat menemukan d'Flavors, saya menyerah untuk memberinya judul 
The White Gem. 
ya sudah, jangan didesak lagi dengan pertanyaan macam macam sebab judul tulisan memang me leading pada sesuatu konten dalam tulisan tersebut.
cantik, casual, country, resik, nyaman, 
dan mungkin masih ada beberapa lainnya lagi yang bisa saya simpulkan tentang " warung " yang baru " mrocot " beberapa hari ini ( ! ) 
 bunga bunga ucapan bahkan masih terlihat saat saya kesana pada hari ke dua di 
Grand Opening nya !
ya, satu lagi tempat hangout di Malang telah hadir : 
" d' Flavors, Cafe and Resto "
yang berlokasi di halaman luar dari Plaza Araya di perumahan Pondok Blimbing Indah, Malang.
 ( duluuu, area cafe ini adalah halaman parkir mobil )
beberapa kali Plaza Araya mengalami " tambal sulam " diwilayah bisnis kulinernya yang bak permainan petak umpet antara Muncul dan Hilang. bahkan juga pernah dijajal dengan tampilan live-music baik out/ in door,
namun bila diamati selalu saja berakhir dengan Hilang , apapun alasannya. 
jadi sebenarnya apa yang salah koq sering terjadi Buka Tutup dengan bisnis kuliner di Plaza ini ?
  naa ... dengan hadirnya RS bertaraf internasional dikomplek perumahan yang sama dan juga hotel berbintang, semoga Plaza yang satu ini mendapat " donor darah " agar 
denyut nadinya kembali bergairah. 



 dan saat saya menemukan si cantik d'Flavors yang juga mengambil lokasi di Plaza ini, jujur saya agak " kebat kebit " bahwa Apakah d'Flavors Akan Mampu Bertahan dan tidak lalu Hilang seperti yang lain lain sebelumnya? 
dengan memilih warna alami kayu dan " tenda" putih dan didominasi country-style serta sentuhan pintu ala cafe cafe cowboy, maka kehadiran d'Flavors seolah memperkuat 
kesan Malang sebagai tujuan wisata kuliner ! 
atmosfer didalam cafe sangatlah nyaman untuk jam jam istirahat makan siang ataupun makan malam diluar bersama kerabat atau teman. kesan alami ini terutama karena cafe ini tidak berdinding tertutup melainkan dibiarkan setengah terbuka hingga ke
atap atapnya sehingga kesan " cafe " nya sangat kuat !
  ( tetapi  pada " pandangan pertama " saya sempat terkecoh dan mengira ini adalah salah satu cabang Mie Setan yang sekian tahun lalu sudah hadir di Malang  dengan memakai tenda tenda sejenis sebagai salah satu ciri khasnya hehe ... )
light dan heavy meals plus koleksi pastry dan deretan minuman seperti juice dan macam macam kopi serta ice cream, ditawarkan oleh cafe resto yang terbilang gres ini.
saat saya kesana  siang hari konon heavy meals sejenis steak  saat itu ( entah kalau sekarang mungkin lain ) belum tersedia kecuali pada malam hari. 
maka saya mencoba deretan Rice and Noodle nya dengan Indian Noodle 
yang memang terasa rempah rempahnya berbeda. 



 lalu saya juga mencicipi d'Flavors Unique nya yang merupakan kombinasi rasa kopi dan ice cream yang membuat sensasi tersendiri di lidah.
 dan sebagai penutup saya memilih sejenis kombinasi cheese-cake and choco-cake yang memang yummyyy dan untuk 3 alasan yakni 
Rasa, Atmosfer dan Harga ( RAH ) dari skala 1 - 10 saya rela memberinya 7,
karena cafe resto yang satu ini memang layak mendapatkannya. 
naaa ... buat yang sedang akan ber ultah atau mendapat promosi di kantornya dll, bolehlah mencoba d'Flavors untuk mentraktir teman teman, meskipun bagi yang membawa kamera digital dikenakan charge 50 ribu rupiah ! 
( kecuali saya yang memang  menjepretnya tidak untuk tujuan komersil  hehehe dan secara khusus terima kasih kepada mas Dion atas informasi2nya  plus 
foto2 d'Flavors yang  akan di email kan )



 tentu saya berharap bahwa d'Flavors yang cantik ini akan tetap bertahan lama di Plaza ini, dan tidak kemudian " hilang " seperti tempat2 kuliner lainnya yang pernah ada di plaza yang sama
 ( amin .. )
maka buat yang penasaran, segera saja bergegas ke d'Flavors yang menampilkan 
Live Music pada hari hari tertentu ! mau ikut " manggung " juga boleh .... !
 satu tempat hangout baru di utara kota Malang telah hadir dan semoga " awet " .... !
( th )




( all photos by : th, August 2014, d'Flavors, PBI, Malang )

01. atmosfer disiang hari / 01
02. cheese and choco cake penutup makan
03. " don't do stupid things "
04. all kind steak
05. hangout ..
06. deretan juice
07. nasgor ala d'Flavors
08. d'Flavors pastry
09. setengah pedas ..
10. sudut lain
11. d'Flavors Unique 
12. ngopi siang hari?
13. pintu ala " Jango "
14. atmosfer / 02
15. atmosfer / 03
16. atmosfer / 04
17. sambil melihat kearah Hotel dan RS













Senin, 25 Agustus 2014

  





Mau ruwet mbulet ? 
Datang saja ke Food Festival Sengkaling ! 


 mungkin maunya manajemen Food Festival Sengkaling Malang di
Jalan Raya Sengkaling Malang itu sistimatis dan praktis. itu dari sisi mereka. 
tapi lupa bahwa pengunjung Food Festival Sengkaling Malang itu bukan mau membuka rekening baru di bank atau  mau opname di RS, tapi sederhana saja : 
mau makan sambil menikmati suasana.  
ee ... lha koq ini malah dibuat ruwet bin mbulet dengan sistim yang terlihat " canggih " namun membuat orang " neg " karena mau makan saja harus muter sana sini, weleh weleh ... 
ini prosedurnya  ( yang bahkan lebih rumit daripada bank )


  pertama, 
kita harus daftar di Card Centre nya untuk mendapat kartu semacam atm yang bermanfaat untuk " meng akses " pemesanan mamin dijagat kuliner disitu. 
kedua, 
di CC itu kita sudah harus tahu atau memperkirakan dana yang akan kita habiskan di lokasi itu selama makan/ minum, misalnya untuk dua orang kira kira 50 ribu, maka kita setorkan 50 ribu ke petugas CC yang segera akan mendatanya sesuai nomor kartu kita.


 ketiga,
 setelahnya kita harus mendatangi kedai/ warung/ cafe tempat kita memesan mamin untuk mendapatkan semacam nota,
 contoh : nota soto dan rawon berikut dua es jeruk misalnya.
keeempat, 
dengan nota2 tersebut kita mendatangi kasir2 tertentu ( tak bisa sembarang kasir ! ) untuk menyetorkan data2 mamin kita dan petugas kasir akan segera akan menggesek kartu kita tadi sesuai data.
kelima,
 kita kembali ke meja yang kita pilih untuk menunggu pesanan datang.
 lha tapi, 
bagaimana kalau dalam perjalanan ke meja kita ternyata kita melihat lumpia atau ice cream dan sudah pasti " setoran " 50 ribu tadi tidak cukup untuk dua cup ice cream yang 
harganya masing2 12 ribu misalnya ?
 atau ternyata nasi rawon dan nasi soto plus dua es  jeruk tadi hanya 45 ribu yang berarti masih 
ada susuk/ kembalian 5 ribu?
untuk masalah kembalian uang ataupun kekurangan uang akibat masih ingin menambah pesanan lain diatas setoran kita 50 ribu, kita harus balik lagi ke CC dan menambah setoran atau menerima pengembaliannya diakhir kunjungan.
 bila malas mengambil kembalian karena harus riwariwi, bolehlah pada kunjungan berikut dimintanya. dan ini catatan khusus :
bagi yang I kali datang, ada minimal-spending yaitu 50 ribu dan yang berikutnya sudah bebas!
 sepintas sepertinya sistim ini canggih sebab mungkin pihak pengelola FF ini mencontoh sesuatu tempat/ lembaga/ entah apa untuk meminimalisir penyimpangan dll.


tapi oalaaaa,
  mengapa Orang Mau Menikmati Kenyamanan Justru Disuguh Ketidak Nyamanan?
 dijaman yang sudah serba cepat dan mudah dimana persaingan kemudahan dan kecepatan menjadi andalan utama, rasanya sistim ini harus ditinjau ulang sebab
 saya membayangkan bagaimana andai ada orang2 awam yang sederhana saja berpikirnya yaitu : masuk, duduk, pesan, makan, bayar e.... ternyata harus muter2 dan pusing untuk 
sekedar sepiring nasi soto atau segelas es teh ? 
saya tiba tiba kehilangan selera makan walaupun di " bujuk " pengelola salah satu stand disitu bahwa "  tiap malam ada live akustik lho ", saya lebih memilih ke warung Pak Min Klaten
 yang simpel tidak ruwet2, lha wong mau makan koq di mbulet2kan ?
 mungkin saya sangat ketinggalan jaman dalam soal soal layanan canggih ala FF Sengkaling ini, tapi saya yakin bahwa saya tidak sendirian mengeluh sebab ada teman dari 
stand lain berkomentar 
" iyo mbak, embuh koq ngene yo sistim e, nggarahi wong wegah mrene ... " 
( hahaha saya kembalikan saja keluhan ini pada manajemen FF Sengkaling Malang ..... )
duluuuuu, saya adalah pelanggan setia Sengkaling ini saat mereka masih punya kolam ukuran Olympiade karena saya memang paling tidak tahan  kalau melihat air tidak nyemplung! 
 sejak kolam itu hilang, saya malas.


  dan perwajahan Sengkaling  dibawah manajemen baru rupanya lebih menekankan pada
wisata kuliner, itu menurut saya sih ok ok saja.
 bicara soal atmosfer FF ini memang nyaman karena 80% area yang semula adalah area parkir dengan tingkat polusi tinggi, saat ini sedikit berkurang karena berganti wajah dengan kedai/ warung/ cafe dll, apalagi malam hari pasti asyik. 
 ada berpuluh pilihan mamin disitu, mulai masakan khas Jawa, juga khas propinsi2 yang ada diseluruh penjuru tanah air plus pusat oleh olehnya.

tetapi dengan sistim " canggih bin mbulet ruwet " tadi , rasanya saya sudah malas sebelum masuk untuk lain kali. " mungkin belum terbiasa mbak, lama lama kan terbiasa dan nyaman aja " itu komentar seorang teman yang suka nongkrong disitu.


   memang ini masalah selera, tetapi kebetulan selera saya adalah :
" hal hal yang tidak ruwet mbulet  melainkan sederhana dan membuat nyaman "
penasaran mau mencoba membuka rekening e ... deposito ee ... menikmati Food Festival Sengkaling ? siapkan deposito awal yang  cukup kalau tak ingin riwa riwi bolak balik 
ke Card Center nya hehehe .... 
oalaaaa, jaman memang sudah berubah untuk orang2 kuno seperti saya !
( th )


( photos by : th, Food Festival Sengkaling, Agustus 2014 ) 

01. area FFS yang nyaman untuk jalan jalan dengan keluarga
02. bebek goreng
03. atmosfer FFS
04. tempat pemain musik malam hari
05. kartu FFS
06. " SoP " yang njlimet ruwet
07. salah 1 deretan kedai
08. pojok Rujak Ice Cream .... !
09. pagar luar FF
10. cincau ...
11. salah satu cafe
12. " sejoli "pramusaji  di kedai Rujak Ice Cream 


























Minggu, 24 Agustus 2014






  
.. " Mak Min itu apanya Pak Min ? " ..

 kedai Sop Klaten Pak Min itu banyak terdapat dimana mana termasuk Malang.
 tapi kemarin di Jalan Diponegoro Batu, Malang, saya menemu " pasangannya " yaitu Warung Lesehan Mak Min. sayangnya hanya sebuah kebetulan nama karena antara keduanya ternyata 
" tidak ada benang merah apa apa " hehe .. ya sudah, 
Mak Min bukan apa apanya Pak Min Klaten.
dari arah Malang ke Batu, warung lesehan ini ada disebelah kiri jalan, tidak terlampau mencolok sebab ada di deretan sekian banyak kedai2 lainnya yang lebih mencolok, 
jadi memang harus teliti menemukannya.
ditata secara lesehan maupun " dingklikan ", warung ini punya atmosfer yg cukup nyaman untuk traktiran atau yarwe dengan teman2. lorongnya memanjang dan tidak perlu pusing membuka buka kartu menu. mengapa ? 
karena memang tidak disediakan !

 tapi  pengunjung cukup mendongak kearah " menu card " yang " nggedablah " ditengah kedai dan yang lainnya juga tergantung diatas tiang tiang penyangga,
 dan silahkan memilih ! 
( saya tidak tahu bagaimana kalau kedai pas padat pengunjung pasti akan lucu 
sebab akan banyak tamu yang bergerumbul didepan baliho kedai untuk
mendongak dan memilih menu hahaha ...  )
soal menu khasnya, menurut si pramusaji adalah menu yang " obhong2an " alias bakar bakaran, yakni ayam bakar, bebek bakar, ikan bakar dll .

 yang lebih menarik adalah harganya, karena menurut saya kedai ini bahkan pantas berada didekat kampus kampus mengingat harga menu menunya yang lumayan " anak kos " contoh :
paket ayam goreng/ bakar cukup 15 ribu kita mendapat Nasi, Ayam Goreng/ Bakar, dan Teh Manis, panas atau dingin.  sederet pilihan menu menu nya sangatlah berbau masakan Jawa.
 naa tidaklah perlu heran karena kedai yang satu ini memang milik putra/i dari RM Khas Jawa
dijalan yang sama yang sudah lebih dulu dikenal ! 
maka disoal rasa, dari skala 0 - 10, saya setuju diangka 7 !
oya, Mak Min juga memiliki vila untuk disewakan dengan tarif relatif murah sebab terdiri dari dua kamar, dapur, ruang makan, kamar mandi dan tv serta air panas hanya 500/ malam. nah bagi keluarga besar  yang akan berlibur di Batu dengan cara lebih hemat boleh mencari Mak Min !
 ya sudah, " apa boleh buat " kalau saya harus memuji kedai ini dari sisi atmosfer, harga dan rasa! layanan juga lumayan ramah dan informativ. 
penasaran?
 coba dicari di Jalan Diponegoro 63 Batu, Malang, Jawa Timur. 
yukkk ... ( th )


 ( photos by : th, Mak Min Jl. Diponegoro 63, Batu, Agustus 2014 )
01. paket murah meriah
02. daftar menu yang " nggedablah " ...
03. atmosfer yang nyaman
04. lesehan Mak Min
05. lorong Mak Min
06. vila Mak Min
07. " kartu menu " lainnya



Selasa, 19 Agustus 2014






 .. " Ban serep, bahagiakah? " ..

seorang teman wanita mengeluhkan posisinya sebagai Ban Cadangan dalam sebuah hubungan yang ia ingin seriusi. " Saya kadung suka mbak,
 kelihatannya dia juga koq, cuma kadang kadang menyakitkan sebab dia masih suka mengingat ingat mantannya bahkan diam diam sepertinya mereka masih berhubungan. 
Kalau saya tegur jawabannya " ah enggak, itu kan cuma sekedar flashback aja dan percayalah bahwa saat ini kamulah satu2nya buat saya " 
( hmm, ketoprak dimulai ! )

saya tanya : " Bagaimana kamu tahu dia masih berhubungan, apakah sikapnya yang berubah atau sms nya ketauan atau apa ? " . dijawab : " Ya aneh aja rasanya, secara fisik dia memang ada didekat saya, tapi kadang rasanya dia tidak disitu, 
hatinya entah ada di mana ... " 
( hehe saya dalam hati tertawa sebab membayangkan rumitnya masalah Hati yang tidak seekor lalatpun dijagat semesta ini yang mampu mengintip hati seseorang )

saya lanjutkan " Ooo ... jadi instink kamu to yang mengatakan itu? " ... 
" Iya, wanita kan gampang kerasa kalau ada yang kurang beres ... " katanya sambil bermuram. saya merasa iba sebab soal Ban Ban Cadangan ini memang sering menimpa 
pasangan2 instan yang menjalin hubungan kilat dan biasanya lebih kearah fisik.

saya tidak ingin menasehati apa apa lha wong orang sedang dilanda penyakit Suka itu biasanya setengah tidak waras cara berpikirnya, 
jadi nanti tiwas " otot2an " maka saya pilih jalan tengah 

begini kata saya :
" diumpamakan sebuah mobil dengan memakai ban serep, kenapa tidak? ban serep memang disediakan untuk situasi darurat seperti kebocoran ban, medan berat yang membutuhkan jenis gigi ban tertentu yang seperti dimiliki oleh ban serep dll.
 jadi fungsinya memang penting ! 
bayangin kalau ditengah hutan lebat tiba tiba ban pecah lha kojur kalau tak ada ban serep. maka bahagialah yang punya ban serep, istilahnya Jatuhnya Supaya Tak Sakit Sakit Amat !"

" lho tapi kan sifatnya cuma sementara, nanti kalau ban aslinya sudah beres kan ban serep kembali lagi ketempatnya alias ngga dipakai lagi ?", masih penasaran rupanya.

saya lanjutkan begini 
" siapa bilang? lha kalau ban serepnya memang lebih bagus ya dipakai selamanya to ? 
tapi memang ada saat dimana ban serep dikembalikan lagi ketempatnya sebab yang asli atau yang lama masih bisa dipakai, alasannya penghematan. 
lho kan ban serep sebenarnya punya posisi " terhormat " yaitu disimpan supaya tidak cepat aus seperti yang sedang dipakai?"
 " ngga taulah mbak, mungkin kalau ban bisa begitu tapi ini kan hati manusia", 
lanjutnya suram. 

aduhh,
saya mungkin terlanjur menyamakannya dengan ban mobil, 
maka saya coba koreksi lebih jujur dengan begini :

" seringkali, kesalahan manusia pada umumnya adalah 
Terlalu Cepat Membangun Hubungan Baru disaat yang lama retak/ putus/ bermasalah padahal ia sebenarnya belum sepenuhnya siap secara mental. 
maka biasanya yang muncul adalah pelarian semata 
untuk mencari Penyeimbang Hati agar keretakannya tidak terlampau membuat depresi. 

lha celakanya, pihak yang dibuat pelarian itu sering tidak atau kurang waspada alias Menganggap itu Sebagai Sebuah Karunia karena mendapatkan seseorang yang 
" sedang sangat butuh sandaran " dan ia menyediakan dirinya
 sebagai bantal sandaran bagi si Patah Hati. 

untuk sementara waktu keduanya tampak klop, bahkan bahagia karena Yang Satu Sedang Butuh Sandaran dan Yang Lainnya Sedang Butuh Disandari hehe ... klop to ?
idak jarang pasangan seperti ini bisa bahagia betulan karena memang sudah jodohnya atau memang keduanya bisa saling mengisi dengan baik ... "

tak dinyana saya disela 
" iya sih kami hepi hepi aja, tapi aduh, saya kadang tidak tahan cemburu saat saya melihat bagaimana ia masih memuja eks nya dengan segenap hatinya dan rupanya sang mantan juga sama. aduhh, apakah mereka itu tidak melihat bahwa kami sudah hepi ?" ...

naaa, sekali lagi saya harus hati2 menghadapi sikap esmossis seperti ini,
 maka saya lanjutkan ;

" begini, kita tidak bisa menghalangi pengembaraan pikiran dan hati orang lain. apalagi bila itu berkaitan dengan masa lalu seseorang yang kedalaman nya tidak terbaca. 
mari saya contohkan yang riil misalnya yang dikenal dunia adalah kasus Lady D dan Charles yang dilihat sebagai pasangan ideal tetapi ternyata hati Charles justru masih 
selalu tertambat pada mantannya yang tak secantik istrinya. 

bahkan saat masih dengan Lady D , Charles ternyata juga masih berhubungan dengan eks nya itu dan kematian Lady D seolah membuka jalan keduanya
 untuk kembali  hingga saat ini "

 saya tahu ini menyakitkannya, tetapi saya harus jujur karena segala kemungkinan memang dapat terjadi dalam hidup yang singkat ini.
saya akhiri tukar pikiran kami dengan kalimat ini :

" maka yang terbaik saat ini adalah bersabar dan telateni saja sikapnya yang terkadang masih lompat sana lompat sini, mungkin memang dia masih belum sepenuhnya bisa melepaskan ingatan atau memorinya pada masa lalunya. 

tetapi bila kelak ada Sinyal Sinyal Berbahaya bahwa mereka akan kembali rujuk atau 
bersama sama lagi dan posisimu menjadi yang tersisih,
 maka coba kalian bicarakan baik baik . 

pada situasi terburuk bila memang kamu harus kehilangan dia, ambil saja hikmahnya bahwa Tuhan menyelamatkanmu dari petaka yang lebih besar yaitu kamu hanya akan 
mendapatkan seseorang secara fisik dan bukan hatinya.
bukankah kamu tidak inginkan itu? "

saya sungguh tidak punya kalimat lain yang bisa menghiburnya, karena sesungguhnya Hati Manusia didesainNYA sedemikian rupa olehNYA sehingga tak seorangpun  yang mampu mengintip kedalamannya, tak juga pasangan yang puluhan tahun mendampingi, 
karena rahasia hati memang dibawa hingga mati.

ia tidak terlihat, namun " menghantui " bak bayang bayang tubuh yang mengikut kemana pergi, dan sebuah aniaya psikis bagi yang memiliki pasangan " berhantu " seperti ini, bak pepatah
ia ada namun tiada. 
siapa mampu meneropong kedalaman sebuah hati?
( th )

( gambar dari google )