Minggu, 17 Agustus 2014






.. "17an dengan Keroncong Remaja
 di kampung saya " ..

kalau anak muda nge band itu biasa.
tapi ngeroncong ? waa, apa nggak salah? 
apa nggak dibilang kurang gaul sama temen2nya? 

naa, pagi tadi setelah upacara resmi 17an di kampung saya, 
Bukit Hijau Permata Hijau, Malang, para hadirin disuguh dengan tampilan orkes keroncong remaja yang anggotanya masih 
berusia antara 13 dan 19 tahun !
 ( dan sang pelatih kebetulan memang berdomisili di kampung saya)

kalau hanya mendengar suaranya pasti orang mengira pemainnya adalah orang2 dewasa. maka 17an kali ini, disamping bazar, lomba2 dll ini merupakan sajian yang apik dan mengharukan. 
bagaimana tidak? 

lha anak2 remaja ini memainkan lagu lagu sejenis  Selendang Sutra, Sepasang Mata Bola, Jembatan Merah dll yang 
bukan jaman mereka.

 padahal  mereka ada di era  Bruno M, Justin B, Rihanna dll . hebatnya lagi, hari ini mereka mengiringi para manula yang lagu2nya dari 
jaman Majapahit hehehe ...



 salut pada remaja2 ini yang ternyata telah ikut melestarikan salah satu warisan budaya bangsa, musik keroncong ! 

saya menghabiskan waktu sekitar 5/ lima jam ber agustusan bersama warga kampung saya, dan jangan tanya bagaimana lucunya lomba2 para manula yang berebut kursi bahkan sampai ada yang " kejlungup " hehe ... 
( sering saya merasa kasihan dengan mereka yang 
mencari arti kata " umpel umpelan ", " ndableg ", " mak plong " dll dan saat ini mungkin mereka sedang mencari arti kata " kejlungup " hehe ... maaf sekali yaa ..  terutama pembaca dari manca ) 

doorprize menutup acara, dengan hadiah yang khas ibu ibu , yaitu minyak goreng, alat alat rumah tangga, kompor gas dll 
( kasihan bapak bapak yaa ) ..

maka diatas semuanya tadi, sebenarnya yang terpenting diantara yang penting penting adalah Adanya Kebersamaan Antar Warga Untuk Bersama Sama Memperingati Hari Kemerdekaan RI  sebagai 
ungkapan rasa syukur atas karunia kemerdekaan ini serta meningkatkan rasa cinta tanah air disaat berbagai ancaman dalam dan luar negeri
sedang " mengepung " kita. 



betapa tidak? 
didalam negeri masih ditemukan adanya konflik konflik antar 
suku, politik dan sosial. juga ancaman narkoba dan 
kejahatan seksual remaja dll. 

dari  luar negeri misalnya ISIS, dimana Indonesia dengan penduduk mayoritas Islam menjadi sebuah " target empuk " bagi sebuah perpecahan diantara sesama umat Islam.

 maka silaturahmi dalam kemasan agustusan seperti pagi tadi sungguhlah penting untuk menutup celah terkecil sekalipun bagi masuknya
 ideologi maupun pengaruh2 negatif lainnya yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
Dirgahayu Indonesia ! 
( th ) 



( photos by : th, 17 Agustus 2014, Bukit dan Permata Hijau, Malang )

01. Keroncong Remaja
02. Para Manula diiringi Para Remaja
03. Indonesia Raya di Balai RW
04. bapak bapak memborong makanan di bazar ibu ibu
05. persiapan bazar dipagi hari
06. dr. ( mata ) Harya, menyanyi sambil duduk

Jumat, 15 Agustus 2014







 .. " 17 Agustus 1945 - 2014 dari Bung Tomo hingga Leo Kristi " ..

siapa tidak mengenal foto fenomenal jepretan wartawan IPPHOS yang menggambarkan wajah seorang arek Suroboyo asli, yang lebih dikenal dengan nama bung Tomo ini?
 wajah yang penuh bara semangat nasionalisme patriotisme serta suara yang berkobar kobar membakar semangat pendengarnya yang kala itu masih dalam masa perjuangan ?

 pionir lulusan sekolah pandu dan mantan wartawan, redaksi serta pejuang , seniman dan mendapat kepercayaan Sukarno dalam berbagai bidang ini adalah seorang pemuda brilian
 yang diperlukan dan merupakan jawaban pada jamannya.

 dan pada tiap 17 Agustus, kita mengenangnya sebagai salah satu pahlawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang gigih tanpa pamrih.



 gigih tanpa pamrih.
alangkah mudah diucapkan, tapi dijaman kemerdekaan saat ini makin sulit ditemukan. 
kalau dulu berjuang demi tanah air adalah sebuah panggilan jiwa, 
maka saat ini telah berganti dengan panggilan 
" Wani Piro .... ? "

Indonesia memang sudah dan sedang berubah wajah. 
Indonesia memang sudah " mlungsungi " dari yang semula cantik alami menjadi cantik berkat bedah plastik dan makeup tebal yang konon " makin mbeluk makin laku " ..... ! 

boro boro berjuang tanpa pamrih, dalam berbagai pilkada, pilpres dll sejarah selalu terulang dan membuktikan bahwa semuanya itu bergerak dan berputar karena angpao ! 

belum lagi masalah korupsi, maka pidato pidato heroik ala bung Tomo atau Soekarno sudah berganti wajah dengan pidato pidato enerjik untuk
 berebut kekuasaan, pengaruh dan materi pada gilirannya.

menyedihkan?
 ya inilah kenyataannya yang dulu tak terbayangkan oleh bung Tomo dll yang berjuang bahkan mempertaruhkan tetes darahnya demi Indonesia tercinta .
 setelahnya yang ada adalah perjuangan demi kelanggengan kekuasaan dinasti masing2
 ( bapak, ibu, anak, menantu, cucu, cicit , adik, kakak, ipar dst dst kalau bisa semuanya kebagian kekuasaan dan materi, soal halal haramnya itu urusan KPK nantinya .... )


 maka, diantara yang masih ber nurani dan memiliki kecintaan tanpa pamrih, ada disegolongan seniman ( meski tidak semua ! ) melalui pesan pesannya yang   sarat kearifan serta mengajak pada sebuah kesadaran  Cinta Tanpa Pamrih Pada Indonesia.

 karya karya drama, teater, tulisan, lukis dan pahatan, musik dll seolah " mengisi kekosongan " panggung politik yang panas.
salah satunya adalah Leo Kristi yang identik dengan " penyanyi 17 an " ini !

 mas Leo ( begitu saya selalu memanggilnya ) ini memang tak mau manggung sembarangan sebab yang diusung juga bukan pesan serampangan. 
jangan pernah mengundang seorang LK kalau tidak siap memahami balad2nya yang berkedalaman hingga dasar samodra. vocal dan gitar tunggalnya sudah cukup menggetarkan sebuah stadion, apalagi kalau sudah mulai " mencak mencak " dan berteriak 
( bukan menyanyi ) dengan vocal ala bung Tomo, heroik ... !


 tapi setelah itu, mendadak ia melengking dalam nada nada yang ganjil dan aneh ditelinga, bahkan fals, dan kita mulai diajaknya mengembara dalam kelana seorang
 Leo Kristi yang tanpa batas! 

dan diantara keluhan serta ratapannya ia bicara tentang Indonesia yang 
penuh koreng dan luka membusuk.

 tatapan matanya yang garang dan tajam, barangkali mampu mengingatkan pada seorang bung Tomo. pejuang masa kini memang tak harus selalu menyandang bedil dan granat,
 tetapi bedil dan granatnya merobekkan telinga yang mendengarnya  lewat
lirik2 yang mensilet tajam. 

 jubah atau baju hitam dengan gitar yang juga hitam, panggung juga serba kelam, adalah kesukaan LK, karena hitam baginya adalah jawaban beribu tanya tentang 
semesta, Indonesia dan juga cinta. 


 adakah bung Tomo dan Leo Kristi masih terhubung darah? meski tidak langsung, seperti juga kita semuanya, mengapa berpusing mencari benang merah bila keduanya punya bahasa yang sama meski lewat jalur yang berbeda dijaman yang juga berjarak ? 

Dirgahayu Indonesia ku, meskipun masih banyak lukamu yang tercecer disana sini, 
semoga saja engkau akan lalui tahun demi tahun kemerdekaanmu dengan penuh kedewasaan  dan kekuatan menghadapi tantangan2
lokal, nasional dan global yang semakin berat dari saat ke saat.

setiap era memiliki tokoh2nya yang sesuai dengan tuntutan jamannya , bung Tomo dll memang sudah menjawab kebutuhan jamannya, dan kini, siapakah yang tepat untuk Indonesia ?
hanya waktu dan tentu saja ALLAH yang mampu  menjawabnya.
semoga Indonesia makin bercahaya.
( th )

( gambar2 dari google )

Rabu, 06 Agustus 2014






.. " Selamat Jalan Adikku Cantik .. " ..

3 sms yang masuk semalam, masih membuat saya tidak percaya! 
baru setelah kroscek ke Jakarta, saya mampu berucap " Innalillahi ... " 
 dengan hati sedih. 

pada 3 pertemuan reuni yang terakhir, kamu masih menjadi " rasan rasan " cowok angkatanku bahwa " Endah iku kok sik pancet ayuuu .... " , 

termasuk saya juga ngrasani bagaimana lincahnya kamu saat berjojing di Ria Jenaka saat itu ( Januari 2014 ), " bocah iki enerjik ! " batin saya  
( yang tidak becus dansa/i ini karena didikan keras ( alm ) ayahanda yang melarang anak perempuannya " mengumbar aurat " 
lewat gerakan2  " mengundang " yang semestinya hanya untuk muhrimnya dan sayapun akhirnya mensyukurinya )
 
 tetapi saya bisa menikmati dansa/i apapun dari sisi artistiknya, meski hanya sebagai penonton termasuk saat kamu dan teman2mu  ber joget ria.
 lalu kamu berkata: 
" mbak, tiap ada acara jangan lupa ngasi tau saya ya, saya seneng bisa kumpul2 begini meskipun ngga seangkatan !", saya mengangguk dan 
menjamin tidak akan lupa. 

setelahnya kita masih bertemu lagi di reuni yang terakhir di Trio Indah, meski malam itu kamu tak sempat jojing karena acara dipadati oleh 
Sharing dan Singing secara bergantian. 
dan malam itu seperti biasa kamu tampak ceria.

adikku,
 sungguh usia adalah rahasiaNYA dan kepadaNYA jua akhirnya kita semua kembali. 
dalam hitungan manusia terkadang kita bertanya 
" mengapa yang muda dan terlihat bugar yang dipanggil lebih dulu sementara yang renta dan sakit2an masih bertahan hingga uzur?" ....
jawabannya juga ada padaNYA bagaimana IA ingin berhitung 
dengan amalan dan ibadah kita,
dan " rumus rumusNYA " lah yang akhirnya berlaku dan 
bukan rumus manusia !



 dalam setahun ini kami kehilangan 7/ tujuh teman dan sahabat, bukan sebuah kehilangan kecil. lihatlah nama nama tercinta ini : Windi, Hasarya, Maman, Yudhis, Kempri, dan satu dari angkatanmu yang ( maaf ) saya lupa namanya, dan terakhir adalah kamu, 
Endah.

terimalah kiriman doa doa kami, semoga dapat menyejukkan perjalananmu 
kedalam kekekalan dan kedamaian.
hanya masalah Waktu ketika kita akan berada dialam yang sama, dan semoga segala ketaqwaan dan amalanmu mendapat balasanNYA yang setimpal,
 amin.

selamat jalan adikku,
Allah menciptakan wajahmu yang cantik karena engkau memiliki hati yang sama cantiknya.
( th )

( photos by : th, Ria Jenaka, Januari 2014 )
01. dalam foto ini, ada 2/ dua orang yang sudah mendahului, Windi, berdiri pojok kiri dan Endah, terdepan dengan jilbab coklat.
02. Endah ber joget 

Jawaban Pertanyaan :
ada dua sms yang masuk menanyakan tentang kata " adik " diatas apakah almarhumah memang adik saya? jawabannya adalah Bukan Adik Kandung tetapi
" adik dalam istilah angkatan semasa sekolah " jadi bagi saya mereka2 yang dibawah angkatan saya itu saya sebut adik dan diatas saya adalah kakak.
Sesederhana itu saja, terima kasih.
( th, 20 Agustus 2014 )





.. " Catatan Lebaran Masih Kecantol di Semeru " ..

lebaran 2014 menyisakan banyak catatan yang bahkan hingga hari ini, 06 Agustus 2014, belum rampung berhubung sebagian masih dipuncak Mahameru. maka mohon kesabarannya sebab tidak enak menuliskan sesuatu yang belum sepenuhnya selesai.
sampai jumpa  yaaa ... ( th )

( gambar dari google )






.. " Dimana Separuhku ? " ..

kemarin disebuah media saya membaca seorang  lulusan S-2 dari sebuah PTN ternama di tanah air, mengajukan permohonan kepada MK untuk diijinkan melakukan bunuh diri secara legal dengan cara disuntik. alasannya : 
diusianya yang sudah 48, ia belum menemukan pekerjaan yang tetap dan juga masih single. maka perasaan Meaningless dan Hopeless membuatnya ingin mengakhiri hidup
 yang baginya tidak bermakna.

permohonan ini sudah tentu tidak serta merta dikabulkan, namun ( akan ) memerlukan
sebuah " perdebatan " serius karena di Indonesia memang tidak ( belum )
 membolehkan hak bunuh diri secara legal

lalu, saya jadi teringat pesan seseorang pada saya sekian waktu yl, yang ringkasnya begini 
" te, tolong donk kenalin cowok yang bersedia ngikut aku ke Singapura sebagai suami,
 soal kerjaan nanti gampang dah aku cariin sebab aku udah dapat ijin tinggal tetap, 
dan soal pendidikan yah beda2 dikit nggapapa asal dia juga masih punya keinginan untuk studi lanjut kalau pendidikannya ternyata dibawah aku "

( yang bicara ini adalah cewek manis , S2/IT dan seorang konsultan IT di sebuah company terkemuka di Singapura, meski dia masih WNI )
 dan saat saya ketik tulisan ini ybs juga masih tetap melajang.

marilah dua kasus diatas kita lihat dengan bijak, dimana salahnya? 
keduanya BERHAK untuk mengemukakan keinginan, harapan dan mimpinya, meskipun  bisa saja ada keinginan2 yang berlawanan dengan hukum ditanah air. 

tetapi saya tak hendak berbicara soal hukum yang bukan bidang saya dan saya awam karenanya. tetapi saya ingin lebih melihatnya dari sudut pandang psikologis bahwa betapa sebenarnya Kebutuhan Mendasar Manusia adalah Mencintai dan Dicintai,
 siapapun dan apapun statusnya.

tentu ada yang dengan tergesa gesa ingin menyampaikan pada saya " mbok keduanya segera dipertemukan supaya klop dan hepi ", itu sangat tidak salah.
 bahkan mungkin bisa menjadi " tumbu oleh tutup " kata pepatah Jawa yang artinya 
kurang lebih adalah " klop " !

saya pasti juga sangat ingin bersegera mempertemukannya. 
namun, yang terlihat mudah taklah selalu demikian pada kenyataannya. dan saat keduanya
( secara kebetulan ) adalah manusia manusia yang sudah berpeluang mengecap
 pendidikan tinggi, biasanya rasio lebih mengemuka dibanding rasa, dan saya tidak ingin menjadi " penjerumus hanya karena Rasa Iba " !

maka , bila kelak informasi sampai kepada masing masing dimana dijaman digital ini semuanya hanya berjarak detik, mungkin akan muncul inisiatif dari  salah satunya untuk bisa terhubung dan berkomunikasi, atau mungkin tidak sama sekali. 
hidup adalah serba mungkin.

dan bila ada yang belum puas dan " memprotes " :
" mengapa Tuhan tidak mempertemukan jiwa jiwa yang mengelana mencari belahannya dengan cara yang lebih mudah dan sangat  segera sebelum ybs putus asa ? "
maka, kita sebagai ciptaanNYA hanyalah bisa memaknai rahasiaNYA ini sebagai Takdir bahwa manusia memang harus Berupaya dan Berdoa untuk meraih impian2nya ! 

andai saja Tuhan sedemikian mudah memberikan segala permohonan manusia, alangkah membosankannya dunia sebab lalu kita tidak lagi memiliki Riwayat Perjuangan Hidup 
yang manis, kecuali bahwa : 
" aku meminta dan segera mendapatkannya tanpa susah2 berdoa dan berupaya" , 
selesai,  menjenuhkan dan menjauhkan kita dari NYA.
bak anak kecil yang tidak pernah merasakan merengek karena terus menerus dibanjiri hadiah2 yang berujung pada kejenuhan dan Mati Rasa.

menemukan belahan jiwa itu juga rahasiaNYA karena ia dapat saja tak berjarak atau berjarak benua dan samodra. tetapi menjadi putus asa saat tak segera ditemukan,
 ini adalah dosa,
 karena sesungguhnya masing2 kita telah ditetapkan berpasangan namun itu
 harus diupayakan 
karena tidak serta merta ia datang dan mengetuk pintu sembari berkata 
" Akulah Belahanmu " ! ( enak bangetttt .... )

pun teknologi saat ini sudah sangat jauh memudahkan manusia menelusuri garis takdirnya dalam menemukan jodoh. ia bisa saja muncul diantara teman FB,  nge twitt atau lainnya, 
semuanya dimudahkan teknologi sehingga perjumpaan darat bukan lagi sebuah kendala meski harus menyeberangi benua dan samodra. 

saya juga tak ingin menjadi " mak comblang " yang keliru, 
karena sesungguhnya  masalah hati adalah sesuatu yang tak bisa dicampuri siapa dan apapun. 

bagaimanapun, marilah kita membantu dengan doa bahwa
Jiwa Jiwa Mengelana Mencari Belahannya ini segera dipertemukanNYA,  
 sehingga tidak akan ada lagi permohonan Bunuh Diri Secara Legal kepada MK karena 
ia telah tenteram dan bahagia menemu separuhnya , amin.
( th )



( gambar2 dari google )

Sabtu, 26 Juli 2014





.. " Lebaran di Tanah Gaza " ..

meja tamu kita sudah penuh toples toples kue dan minuman lezat. 
baju untuk lebaran juga sudah siap. rumah sudah rapih, bersih. wahai, adakah yang belum kita syukuri? besok adalah hari bahagia, hari kemenangan, dan berkumpulnya kaum kerabat, tetangga dll adalah momen momen indah dimana 
silaturahmi menjadi agenda utama.

namun saat layar kaca dilihat, yang tampak adalah lolongan tangis para ibu ibu yang kehilangan suami, anak anak dan kerabat tercinta. anak anak juga menangis histeris ditengah kekalutan suasana pengeboman, mencari orang tuanya yang sudah tewas. 
darah tercecer dimana mana.

adegan lain menunjukkan perlawanan ibu ibu dihadapan para tentara Israel yang menakuti mereka dengan tembakan peringatan keatas untuk membubarkan tangis histeris ibu ibu 
yang nekad menghadang tentara Israel.

ini adalah pemandangan harian dibumi Gaza sejak berpuluh tahun, ketika upaya2 diplomasi selalu gagal, maka senjata menyalak sebagai solusinya dalam kekuatan yang 
sama sekali tidak berimbang. 

tragedi kemanusiaan ini lebih mirip pembantaian daripada serangan, dan ketidak berdayaan PBB menyelesaikan konflik berkepanjangan ini sudah tentu memprihatinkan kita semua.
 sampai kapan Gaza berdarah?

maka betapapun nyamannya lebaran kita disini,
 dikelilingi segala kenikmatan lahir batin yang tanpa gangguan apalagi pengeboman, 
tidakkah menyisakan sedikit celah dalam nurani, untuk merapatkan hati dan do'a bagi 
saudara saudara kita di Gaza?

marilah dengan semampu kita, apapun itu, moril materiil dan doa, kita berikan setulusnya kepada mereka , dan semoga ALLAH SWT memberikan kekuatan, ketabahan dan kemenangan diakhir perjuangan panjang mereka nanti, amin. 

juga semoga pahala yang luar biasa berlipat ganda bagi mereka disana, 
yang menjalankan puasa dalam kondisi terdhzolimi, amin.

Gaza, untukmu segala doa terpanjatkan. 
( th )

( gambar dari google )




.. " Mohon Maaf Lahir dan Batin " ..

Ass. Wr. Wb,

kepada segenap pembaca blog ini, baik yang saya kenal maupun tidak, 
perkenankanlah saya menyampaikan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H, 
semoga Anda berbesar hati memaafkan segala kesalahan saya selama ini, 
 lahir dan batin,
 dan semoga ALLAH SWT memberikan pahalaNYA yang terbaik untuk Anda sekalian dalam menjalankan puasa yang lalu berikut amalan2nya,
 amin.

Wass,
th.

( gambar dari google )