Minggu, 18 Mei 2014











.. " nDableg atau berkebutuhan ribut ? " ..

untuk yang kesekian kali saya menulis tentang masalah " ndableg " ini yang terjemahannya kira kira adalah Bebal, Kurang Peka atau Pura Pura Tidak Paham atau Mati Rasa. 
saya memilih yang terakhir saja, yaitu Mati Rasa dalam artian 
Rasa nya yang mati, bukan orangnya.

ada teman yang memiliki level Mati Rasa atau Ndableg ini lumayan tinggi, semisal Mie Setan barangkali ber level 10 hehe .. lha namanya saja Mati Rasa atau MR, 
maka betapapun orang lain jengkel, sebel, marah bahkan murka dengan sikapnya yang Ndableg karena  mengulang ulang hal hal yang sudah jelas jelas  
Menyinggung Perasaan , Merendahkan Martabat Orang Lain atau Menyakiti
ybs ternyata tidak  sekalipun merasa bersalah apalagi meminta maaf .

contoh konkritnya begini misalnya : 
" saya ngga bermaksud mempermalukan dia diruang publik, saya kan cuma mengatakan yang sejujurnya atau apa adanya, dia aja yang sensi, lagian memang sudah 
sifat saya yang apa adanya, mau gimana lagi ? "  .... 

apapun dan siapapun yang dia permalukan diruang publik tidak kita bahas disini.
 sebab sudah pasti itu adalah sesuatu atau seseorang atau sekelompok orang yang merasa dirugikan secara moril dengan sikap dan perkataannya, apapun itu.



 yang dibahas disini adalah MENGAPA si Ndableg ini 
Tidak Memiliki Rasa Bersalah dan bahkan MEMBALIKKAN KESALAHAN justru pada orang yang dirugikannya seperti pada komentarnya diatas yaitu :
" dia aja yang sensi " !

bila diurut mundur kebelakang hingga sampai pada Masa Kecil yang berkaitan dengan PolaAsuh, barangkali akan bertemu dengar akar permasalahannya. 
atau bisa saja pemilik MR ini tumbuh dalam sebuah lingkungan tertentu
 yang menumbuh suburkan ketidak pekaannya karena 
tidak adanya Sensor dari lingkungan terdekatnya alias lingkungannya senantiasa 
Memberinya Peluang Untuk Merasa Selalu Benar, 
sehingga tumbuh dalam sebuah
 Ketidak Mampuan Membaca Rasa Orang Lain ( berempati )

apabila ketidak pekaannya ini menimbulkan konflik dengan seseorang atau sekelompokorang,anehnya  ia justru seperti 
Menikmati Atmosfer Konflik ini.
 dan dengan " kepiawaiannya " membolak balikkan fakta, 
dari conflict - maker seolah menjadi seorang peace - maker, ia justru terlihat 
Happy, Balance dan Menjadi Orang Bijak, 
dan banyak yang mempercayai sikap dan kata2nya 
karena keahliannya dalam olah wicara.



 bagaimana menghadapi orang orang MR ini ? 
ada beberapa pilihan yang tidak selalu berhasil namun lebih baik dicoba daripada tidak sama sekali sebab Mendiamkan nya justru seringkali dimanfaatkan oleh si MR ini untuk 
lebih " menekan ". Ini pilihannya :

01. ajaklah berbicara 4 mata secara baik baik, utarakan keberatan kita atas sikap/ kata2nya yang selalu menimbulkan ketidak nyamanan bahkan menyinggung.

02. menegur langsung agar tidak mengulang lagi sikap dan perkataannya yang melukai.

03. bila kurang berhasil, memakai orang ke 3 yang memiliki pengaruh besar pada si MR  yang pada umumnya ia " sungkani " misalnya atasannya, atau sahabatnya dll. 

04. bila masih diulang ulang, berikan " tekanan " yang seimbang yaitu respon yang cukup keras untuk " mengimbangi " ke ndableg annya !

05. dan sebagai " schock-therapy " kalau saja si MR ini tidak menghentikan aksinya dan 
" men teror " secara psikis kepada " korban " nya, 
maka lakukan pilihan terakhir yaitu
membawanya ke ranah hukum karena sudah sangat merugikan secara moril. 
tentu cara ini beresiko, karena bukan tidak mungkin si MR harus " menebus " ke ndableg annya dengan beberapa tahun dibelakang tirai besi sebagai akibat Pencemaran Nama Baik. 

berbagai kasus hukum banyak yang telah mencontohkan hal ini. 
seringkali kita baca di koran dimana antar tetangga saling ribut gara gara teguran berkali kali tetapi tidak diindahkan dan bahkan yang ditegur seolah menantang untuk ribut. 

misalnya tetangga A menegur tetangga B yang dianggapnya sering keterlaluan dalam becanda atau mengejek. sayangnya teguran tidak pernah digubris bahkan tanpa rasa bersalah ejekan masih saja sering dilontarkan dihadapan tetangga 2 lainnya yang baginya 
adalah  " cuma becanda " . 
 dan ketika akhirnya kesabaran tetangga A habis, maka yang muncul adalah 
Surat Panggilan Polisi. 


    alangkah sederhana sebenarnya masalahnya, yaitu Pengendalian Sikap/ Kata Kata, 
namun bagi sebagian orang, nampaknya ini cukup sulit sebab dalam 
mekanisme pertahanan mereka ini dianggapnya 
 " Hanya Sebuah Canda dan Tidak Bermaksud Merugikan Orang Lain "

becanda memang lucu, tetapi bisa menjadi tidak lucu sama sekali disaat canda itu 
Merendahkan Martabat Orang Lain. 
naa ... siapkah menikmati dinginnya jeruji besi lewat sebuah canda ?
( th ) 

( gambar gambar dari google )

Sabtu, 17 Mei 2014








.. "  Membelah Bukit, 
Menggapai Lingkar Selatan " ..

memang bukan pekerjaan Bandung Bondowoso yang mampu membuat 1000 candi dalam semalam, bahwa mimpi untuk memiliki jalur lingkar selatan disepanjang garis pantai selatan adalah sebuah gawe besar yang butuh waktu relatif lama ! 

 dari Bandung hingga Banyuwangi nonstop diatas aspal licin yang mulus dengan view pantai selatan berikut ombaknya yang legendaris, adalah sebuah angan angan dan mimpi yang saat ini mulai dieksekusi agar satu saat bisa menjadi kenyataan !


 dan sekian hari yl, dengan sangat sengaja saya meluncur langsung kearah 
pantai Bajul Mati, sekitar 80km dari Malang arah selatan. 
untuk yang kesekian puluh kali saya menginjakkan kaki di area ini tetapi kali ini secara khusus saya melanjutkan langkah hingga sekitar 7km dari pantai Bajul Mati menuju pusat proyek pembangunan jalur Lingkar Selatan .


 saat terakhir kali saya kesana perjalanan saya terhenti di sebuah jalan buntu yang ditumbuhi belukar. dan sekitar setahun sesudahnya yakni sekian hari yl, 
saya mendapatkan pemandangan spektakuler bahwa jalanan buntu itu telah terbuka lebar serta membelah bukit dikedua sisinya sepanjang sekitar 5km ! 

wow .. saya terpana, sebab yang dulunya saya pikir semak semak, ternyata dibelakangnya adalah bukit yang cukup tinggi dan keras dan terdiri dari batu kapur dan karang 
yang berwarna keputihan.


saya berhenti hingga berjarak hanya beberapa meter dari alat alat berat pembelah bukit serta pengangkut batu batu dan dinding kapur hasil galian. 
jalanan yang membelah bukit ini sangat lebar, sekitar minimal 10 meter  yang nantinya akan menjadi bagian dari jalur Lingkar Selatan sepanjang pulau Jawa !

jeprat jepret disitu merupakan kesempatan yang luar biasa karena foto foto ini satu saat akan menjadi kenangan luar biasa betapa besarnya kemampuan dan enerji serta kerjakeras manusia yang dibutuhkan untuk menaklukkan alam guna 
kelangsungan sebuah peradaban !

ketika jalanan mulus dan panjang itu nanti rampung entah kapan, saya akan sangat bersyukur pernah mengabadikan gawe awalnya. ada sekitar 8 petugas siang itu yang sibuk 
membelah bukit, dan saya " dibiarkan " riwa-riwi mungkin dikira wartawan hehe
 (  kalau duluuuu sih memang kuli tinta, bukan kuli gadget lo hehe ... )

disisi lain, saya tiba tiba dilanda rasa miris, pun sedih.
 sampai kapan kita masih bisa menikmati pemandangan spektakuler seperti sekarang dimana disepanjang garis pantai Bajul Mati kita bisa menyaksikan ombak laut selatan yang dahsyat ini dan sepanjang perjalanan kita menghirup segarnya oxygen
 dan lapangnya paru paru ? 



 kalau nanti para investor sudah mulai berdatangan disepanjang garis pantai yang cantik ini untuk mendirikan hotel, pusat belanja, kuliner dll maka 
bersiaplah kita kehilangan semuanya kecuali kita datang sebagai tamu hotel yang dianggap paling ber hak menikmati pemandangan spektakuler ini karena untuk itu kita harus
 membayar mahal?

alam menyediakan keindahan untuk dinikmati dan dipelihara,
 namun manusia ber ulah dengan merusak dan meng komersilkannya ! 

inikah balasan kita kepada karuniaNYA? 
maka bila satu saat bukit2 dan hutan tergerus oleh hotel, cafe, dll
 yang dikemas dalam tema 
"  pengembangan ke pariwisataan lokal dan nasional " , 
marilah kita bersiap siap untuk menyaksikan gundulnya bukit, hutan dan terumbu terumbu karang karena perijinan2 pendiriannya lebih melihat pada tebalnya amplop sang investor dibanding kelestarian lingkungan yang dihancurkannya.

 

 andai saja kelompok kelompok pecinta lingkungan berkesempatan melihatnya dari dekat atau membawa topik ini dalam forum resmi agar area spektakuler ini terbebas dari para penyuap pejabat pejabat kita yang tidak peduli lingkungan. 
wahai, adakah ? ( th )

( photos by : th, Lingkar Selatan Plan, Mei 2014 )

01. membelah bukit menggapai lingkar selatan
02. membelah hutan , sebuah harapan ?
03. menggerus bukit , tidak dalam semalam
04. meratakan tanah kapur
05. spektakuler sepanjang lingkar selatan
06. kayu kayu putih yang cantik 
07. berapa lama lagi bisa dinikmati secara bebas?
08. breath-taking view
09. alam membatik lewat gerusan bukit 
10. batik alam dari potongan bukit
10. jalan baru , awal dari ribuan kilometer lainnya






.. " Lampion, Lampion " ..
 dalam kegelapan, lampu lampu yang terbuat dari rotan dan kertas itu terlihat begitu
 camtik dan eksotis sebab saat terhembus angin mereka 
bergoyang dengan anggun. 
pada perayaan hari hari tertentu seperti Imlek, lampu lampu hias ini seolah 
Wajib Harus Ada 
dan ketiadaan mereka itu seperti menghilangkan sukma dari
 perayaannya itu sendiri !

 yaaa ... lampion nama populernya, 
adalah lampu hias dari kertas atau terkadang kain yang sudah dikenal dimana mana sebagai hiasan dan lampu penerang pada tempat  dan perayaan tertentu. 
sangat disukai, karena lampion ini " bergoyang dan bergelantungan secara khas " dan kecantikannya beda dengan lampu lampu buatan pabrik yang mahal sekalipun,
 lampion tetap tak tergantikan !
indah dalam kegelapan, sehingga banyak dipakai oleh cafe cafe atau hotel hotel yang memiliki taman atau teras. 

di Malang ternyata ada beberapa pengrajin lampion yang bahkan sudah meng ekspor produknya. saya mengunjungi salah satunya, yang ada di Jalan Juanda, Malang. 



 membuat kerangka lampion, menge lem kertas atau kain pada kerangka lampion, memberi gambar atau lukisan atau tulisan pada lampion, adalah sebagian dari 
aktivitas rutin para pembuat lampion disini.

 disaat akan mengirim lampion lampion yang sudah jadi, kesibukan terlihat pada pengemasannya, terutama untuk lampion lampion berukuran 
" yang sebenarnya dan sesuai aslinya " . 
siang itu ada beberapa " harimau " yang akan terkirim ke Kalimantan dengan ukuran seperti aslinya, karena lampion lampion berbentuk harimau putih berloreng hitam ini harus
 terkemas dengan aman alias tidak ada kerusakan hingga tiba dialamat. 

" cukup sulit, sebab ada bagian bagian yang menonjol seperti ekor misalnya,
 harus diusahakan jangan sampai rusak ", kata seorang karyawannya. 

usaha yang dirintis sejak beberapa tahun ini memang mampu menyerap tenaga kerja para pemuda disitu, sebuah upaya kemandirian yang sangat positip! 
pemesanan dari manca juga ada. 
Perancis misalnya, meskipun saya sempat " geram " sebab si pemesan itu mendapat harga lokal yang sangat murah untuk ukuran mata uang mereka ( Euro ) .
 padahal dinegara mereka, 
lampion ini dijual cukup mahal, sekitar 150 ribu per buah
 (  mereka membelinya dari Malang dengan harga hanya sekitar 25 ribu per buah ) . 

saat saya menanyakan mengapa tidak disesuaikan dengan kurs Euro untuk pemesan manca, mereka menjawab " tidak apa apa, kami sudah senang ada orang manca yang tertarik produk kami " , sebuah keikhlasan atau kerugian, entahlah ... 
( saya hanya tidak rela kalau ada orang asing yang memanfaatkan keikhlasan bangsa kita,
 atau saya yang terlampau berlebihan ? ) .. 


 

lampion, lampion, teruslah bercahaya dalam kegelapan meskipun sinarmu tak terlampau benderang namun engkau pemberi harapan !
( th )  

( photos by : th, Lampion, Jl. Juanda, Malang ) 

01. aneka warna dan bentuk lampion
02. macan putih dalam kardus
03. mengelem kain pada kerangka lampion
04. bulat bulat lampion
05. bambu diatas kain kuning
06. lampion tinggi
07. sibuk, sibuk
08. salah satu bahan penting lampion







.. " Kepanjen vs Batu, di Dapur Ibu " ..

bak perawan yang tersadar dirinya lumayan ayu, Kepanjen dan sekitarnya yang terletak  sekitar 20km dari kota Malang arah selatan, kini mulai berdandan. 
apalagi " tetangga sebelahnya " yaitu Batu sudah sangat dilirik para penaksir penaksirnya, maka daripada jadi perawan tua kini Kepanjen sedang ngebut belajar make-up.

bicara soal  SDA nya sebenarnya tidak kalah wong daerah Malang Selatan itu kaya pantai, gunung, sungai dll , jadi tidak ada alasan untuk tidak berbenah. 
namun memakai bedak, gincu, bulumata palsu dll bukan satu2nya cara buat 
Kepanjen untuk bersaing dengan Batu, karena segala dandanan yang terlampau norak bin mbeluk ini malah  mungkin bisa membuat muntah yang melihat hehe .. 



 maka yang dilakukan Kepanjen agaknya meniru resep para selir Keraton, yaitu perawatan rutin agar menghasilkan kecantikan yang awet dan tidak luntur disaat hujan hehe ..
melakukan luluran, jamu jamuan dll agar kecantikan itu munculnya dari dalam dan bukan sekedar tambalan pipi yang didempul tebal2 dan itulah yang dilakukan Kepanjen !

naa ... yang saya amati  salah satunya adalah jagad kulinernya. 
Kepanjen sadar bahwa makan tidak cukup hanya dengan lidah, tetapi mata juga perlu makan. apalagi alam Kepanjen cukup cantik untuk " dijual " , maka beberapa area wisata kulinernya bahkan  sengaja didekatkan pada alam. 

setelah terakhir saya menulis tentang kedai " GENDIS " di tepi sawah Kepanjen, maka kali ini saya akan ajak pembaca ke Dapur Ibu di desa Pepen, Kepanjen. 
ini adalah kedai ke 05 yang saya tulis dari daerah ini yang terlihat mulai menggeliat dari 
tidur panjangnya selama ini.



 kedai " Dapur Ibu " ini sebenarnya tidak sama sekali baru, tetapi dua tahun yl ditempat yang sama sebenarnya sudah ada hanya masih dibawah bangunan asli alias jadul.
saat ini sudah mengalami renovasi dan terkesan atmosfernya lebih lapang dan bersih.
sebuah kesadaran akan arti penting " makan dengan mata " yang mulai menjangkiti kedai kedai jadul yang meng up grade dirinya agar tampil lebih nyaman dan modis !

resep resep tradisonil menjadi andalannya, dan sajian secara Prasmanan memberi keleluasaan pengunjungnya untuk memilih sendiri menu kesukaannya.
di etalasenya berderet sekitar 30 an macam menu yang siap membuat kita bingung memilih. berbagai jenis bothok, oseng oseng, sayuran, ikan laut, ikan air tawar, 
ayam, bebek, puyuh dll dalam berbagai jenis masakan, juga bermacam  sambal goreng , 
telur  dalam berbagai versinya, belum lagi sate satean dst dst . 
pokoknya bersiaplah untuk kebingungan karena semuanya tampak begitu menarik dan sedep !

aneka juice dan kopi2an juga ada. 
dan bagi yang belum pernah kesini mungkin lebih mudah menanyakan alamat atau gedung dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Malang sebab warung ini berhadapan persis dengan gedung tsb. sayangnya pemandangan cantik dibelakangnya tertutup tembok, 
padahal warung ini tidak jauh letaknya dengan warung GENDIS yang saya tulis sebelum ini dimana GENDIS  sangat cerdas " menjual view " dibelakang warungnya plus
 pemandangan sliwar-sliwernya kereta api ditengah persawahan yang menawan. 


 Dapur Ibu ini terletak disebelah kiri jalan kalau dari arah Malang , dan saya setuju bila dikatakan warung prasmanan yang satu ini benar benar mengingatkan pada masakan ibu ibu jaman dulu yang begitu Asli, dengan bumbu yang di uleg dan bukan bumbu instan. 
soal rasa saya tidak pelit memberinya angka 7.5 .

kedai ini bersih dan nyaman meski tidak besar,
 dengan tarif menunya yang " normal " alias wajar.
 maka buat yang penasaran dan kebetulan  dalam perjalanan ke arah
 pantai Ngliyep atau Blitar , silahkan menengok Dapur Ibu .
 Kepanjen mulai kemayu,  siapa tahu satu saat bahkan melebihi Batu ? ( th )

( photos by : th, Dapur Ibu, Kepanjen, Malang, Mei 2014 )

01. nice entrance
02. atmosfer
03. etalase
04. sea food atau ikan tawar atau oseng oseng ?
05. ada puyuh goreng ..
06. bebek goreng ya ada !
07. Dapur Ibu
08. sate atau tuna ?
09. kedai prasmanan
10. rawon juga ada
11. berhadapan dengan BNN Kabupaten Malang
12. atau ini? sup dengan bali daging dan tempe, hmm ...

Jumat, 16 Mei 2014


 .. " Selamat Ultah, Jaga Hormon Baik2 " ..

lho,
 ucapan ulang tahun seperti judul diatas sudah pasti tidak menyenangkan yang punya ultah, tapi ucapan2 yang sudah lazim nampaknya terdengar hanya seperti " basa basi dan biasa " sebab ada sesuatu yang sering dilupakan orang yaitu 
bertambahnya usia si pemilik ultah itu juga  berarti bertambah atau justru berkurangnya nya perkembangan fisiologis, fisik, mental, dll tergantung berapa usia yang berultah.
 kali ini saya diundang keponakan yang ber ultah ke 19/ sembilan belas, sebuah usia yang penuh gejolak. apalagi ada embel embel bahwa saya " ketiban sampur " mewakili
 ortunya yang sedang melakukan check-up kesehatan di Singapura, 
maka jadilah malam itu saya satu2nya remaja diantara sekitar 30 manula hehe 
( maunya ! )


  memilih lokasi ultah di Mie Setan yang kebetulan juga dikelola keponakan cowok yang lainnya, bukanlah pilihan tepat kalau menginginkan ber hahahihi 
tanpa gangguan tamu yang lain. apalagi pada jam jam makan malam dan jam jam 
santai untuk ber hangout dengan temen, 
maka ultah ini menjadi kehilangan privasinya hehe .. 
 saya batalkan untuk membuat acaranya lebih grenggg seperti rencana semula, saya persingkat saja bla blanya dan setelah tiup obor e .. lilin  maka ya  sudah,
langsung : makannn  .... ! 
( itupun tadi meja kursi saya atur sendiri dibantu beberapa kerabat plus yang ber ultah,
 sebab tadinya  meja kursiuntuk 30 orang ini  diatur saling berpencar yang 
 pasti  tidak akan  nyaman ) .
  mengambil tempat dilantai II di cabangnya yang Soehat dimusim hujan, bukan tidak beresiko sebab teras2nya terbuka. ini mungkin sebuah masukan berharga bagi yang akan punya
gawe ditempat yang sama bahwa faktor privasi tidak ada kecuali mungkin
 seluruh lantai di booked sebelumnya dan dimusim hujan harus lebih diwaspadai !


  ( lho kan yang mengelola masih keponakan sendiri, sama dengan yang ber ultah yang notabene embah2nya sedarah ? hehehe, saya diam2 salut bahwa Business is Business,
 sesama keponakan tetap harus diperlakukan sebagai pengunjung normal tidak berbeda !
 bayangkan kalau punya bisnis cafe tapi yang datang itu kerabat sendiri yang maunya gratisan dan membawa banyak temen wow .... bisa bangkrut! ) . 
 dimsum, mie level 1 dan es gendruwo adalah menu utamanya.
jujur saja, seusia saya ini problem lombok yang sampai nggaber2 adalah mulesnya perut,
 jadi kalau diminta memilih antara mie yang " pedesnya kayak setan " atau
 minum es gendruwo saja, saya milih yang terakhir,
 ndakpapa ndak makan daripada harus bolak balik ke wc hehe ...
 ( lha saya lihat ternyata banyak juga temen2 keponakan saya malam itu yang piring mie nya tersisa 1/2, lo masih muda2 koq pada " takut pedes " ? )


  makan2 sudah, saat hepi2 sudah, dan sekarang saya hanya ingin memberikan ucapan khusus kepada keponakan yang ber ultah ini :
 " usiamu yang 19 adalah usia penuh pergolakan antara ingin menjadi lebih dewasa dan ingin lebih lama sebagai remaja untuk alasan tertentu. 
 karena dorongan dorongan hormon tertentumaka ketertarikan  pada lawan jenis sangatlah kuat.
 dan  dibanding semasa engkau masih bersama orangtua, 
saat ini engkau memiliki kebebasan yang lebih banyak untuk menentukan sendiri 
hal baik dan buruk dalam 
kehidupan dan keseharianmu di kampus, tempat kos, saat santai dll dll.
 tak ada lagi yang harus kamu pamiti meski mungkin kamu harus pergi semalaman karena
 tugas tugas kampus ataupun kepentingan pribadi. 
maka sebuah Pengendalian Diri sangatlah diperlukan ketika jarak secara fisik  dengan ortu sudah jauh , tetapi tetaplah dekat secara psikologis karena kamu adalah 
Their Leading Star ... !


  selamat ulang tahun dan upss .. malam itu saya melihat kamu memiliki teman istimewa diantara yang hadir naa .. kalian berdua harus selalu saling mendukung dalam study dll agar
impian menjadi sebuah pasangan yang sukses tercapai satu ketika nanti. 
 sungguh, jangan pernah tergelincir oleh peluang peluang kebebasan yang mengelilingi kalian, karena kenikmatan sekejap itu tak lah sebanding dengan permasalahan yang 
bakal  timbul setelahnya yang dapat meretakkan cita2 indahmu 
serta mematahkan impian keluargamu.
dan ini yang terakhir dan terpenting untuk kamu :
  " Jangan Pernah Kamu Berikan Apapun Yang Belum Saatnya Untuk Diberikan  Betapapun 
Kamu Sangat Mencintainya ! " 
( saya tahu kamu mungkin tidak menyukai kado nasehat ini , tetapi percayalah bahwa Sesuatu Itu Akan Lebih Indah Bila Tepat Pada Saatnya ! )
  peluk cium : th. 
( photos by : th, Mie Setan Soehat, Malang, Mei 2014 )
 

Senin, 12 Mei 2014






>> Begini seharusnya : pejabat marah ! <<

minggu yl di tv terlihat gubernur jawa barat ngamuk ngamuk menangkap basah aksi suap di sebuah timbangan truk truk. untuk melicinkan urusan timbangan tonase truk yang 
kelebihan muatan, si petugas timbangan mendapat imbalan dan hal itu rupanya
 " sudah tradisi ", bukan barang baru. 
sang gubernur melakukan razia sendiri dengan membuka laci laci para petugas timbangan dan naaa ... banyak amplop amplop siluman ditemukan didalamnya, 
klop sudah : sang gubernur bertambah murka !

lalu kemarin walikota Surabaya juga ngamuk ngamuk karena taman bungkul yang susah payah didandaninya sampai ijo royo royo mendadak bures dan tanaman bergelimpangan gara gara 
ada perusahaan ice cream bagi bagi icecream gratisan !

 surabaya yang panas terik diberi acara ice cream gratisan ditengah kota, laaa ... 
" sopo wonge sing gak tertarik ? " ...
 maka warga berbondong bondong tanpa memikirkan repotnya sang walikota menata surabaya supaya sejuk dan nyaman bagi warganya!


 ee ... ternyata di bandung juga sama, walikotanya ngamuk ngamuk, alasannya kok ya sama : pembagian ice cream gratis dari perusahaan yang sama itu menyebabkan kemacetan kota bandung yang tidak alang kepalang dan membuat geram warga yang tidak
 peduli ice cream sebab urusannya tidak cuma makan ice cream gratisan tok, 
semua ngamuk, warga ngamuk walikotanya ngamuk.

saya senang melihat " tren  " pejabat ngamuk ngamuk ini, 
sebab kalau seorang pejabat inginnya dicintai dan berlaku selalu 
" memaafkan dan lemah lembut agar tampak  baik hati dan agar dicintai " 
waaaa, semrawutlah dunia sebab tatanan jadi kacau ! 

lemah lembut dan baik hati itu ada tempat dan waktunya, juga ngamuk itu sama. 
orang ngamuk terus itu nanti lama2 stroke, tapi kalau lembutttttt terus lama2 jadi mahluk halus hehe dan di injak2 sebab mau saja diperlakukan se wenang2 walaupun sampai 
disakiti bak khitan dengan pisau tumpul tanpa bius ( maaf ! ) !

 naaa ... " marah sesuai porsi " inilah penting bagi pejabat negara menghadapi ketidak beresan dilapangan maupun sistem. apalagi kalau nyata2 ketidak beresan yang ditemui si pejabat itu dibiarkan saja oleh pejabat pejabat lainnya yang lebih 

terkait dengan ketidak beresan yang terjadi.


 dalam kasus rusaknya taman bungkul surabaya dan macetnya lalin di bandung tsb diatas,  seharusnya ada surat ijin keramaian yang sekaligus dilengkapi dengan persyaratan2 tertentu misalnya :

 tidak menginjak area tanaman, tidak menyebabkan kemacetan lalin dst dst yang disertai kesanggupan pihak peminta ijin apabila 
terjadi kerusakan/ kemacetan lalin maka kegiatan mereka dapat sewaktu waktu dihentikan/ dibubarkan serta mengganti seluruh kerugian yang ada. 
 bahkan bila perlu ijin tidak diberikan apabila rentan kerusuhan/ kerusakan / kemacetan serta dialihkan ketempat yang lebih aman.

celakanya, lebih banyak pejabat yang " pura pura tidak tahu dan membungkam 1000 bahasa " entah karena apa. 
apakah si pejabat dalam kasus  semacam ice cream ini misalnya, sudah lebih dulu rumahnya dikirimi ice cream 1 truk ? hehehe ... untunglah kedua walikota diatas termasuk yang tidak dikirimi ice cream dan tidak jaim untuk marah2 demi kebaikan kotanya.

( susah menghadapi pejabat yang jaim2, kira kira kepada warganya yang bandelpun si pejabat akan berkata dalam hatinya " silahkan berbuat apa saja asal engkau cintai aku sepenuh dompetmu " wk wk wk  .... )



 maka, marilah kita mulai membiasakan diri menerima amukan amukan proporsional dari pejabat pejabat yang berupaya untuk " lurus lurus saja " daripada kita melihat pejabat pejabat yang selalu terlihat bak malaikat yang lemah lembut dan penuh cinta tetapi 
amplop amplop dilacinya " sak ketapruk " ! 



 marah itu manusiawi disaat ada alasan tepat untuk marah, 
dan sejauh ada hasil hasil positif nyata sudah yang dicapai oleh pejabat pejabat yang suka marah ini, kita patut dukung kemarahannya sebab pilihannya memang hanya dua : 

01. membiarkan ketidak beresan itu berarti mempercepat kemunduran bahkan kehancuran. 
02. menata ulang bahkan membongkar total ketidak beresan itu berarti melangkah
 kearah yang lebih baik dan positif.

sesungguhnya, pilihan ditangan pembaca. ( th )
( semua gambar diambil dari google )