Minggu, 10 November 2013



 

 Teras Bumbu yang " lupa " bumbu .. ( ? )

Sebuah pengalaman tidak nyaman saya alami di Teras Bumbu, Jalan Raya Sulfat, Malang. Saat itu hari Minggu siang tanggal 07 Juli 2013, berdua dengan kerabat wanita yang sama sama lagi 
" nyidam " nasi goreng, gara gara di jalan melewati sebuah kedai mahasiswa yang sedang mengantre nasi goreng dengan baunya yang menusuk rasa lapar hehe ..

Maka dalam perjalanan mengantar pulang kerabat ini kerumahnya, kami mampir di 
resto Teras Bumbu Jalan Raya Sulfat . 
Halaman parkir yang luas dan penataan ruang ruangnya yang nyaman sebenarnya membuat resto yang satu ini lumayan untuk ber hangout. 

Pramusaji berusaha mengarahkan kami kepada menu menu andalan mereka seperti Ayam Bakar yang dibakar dalam tabung bambu yang khas  plus menu menu lain yang menjadi andalan TB.

Namun hati sudah kadung  kepingin nasgor maka pesanan dipercepat dengan dua nasgor Jawa dan dua teh botol, maklum perut sudah tralalalala .. Pramusaji tampak kecewa sebab tidak berhasil membuat kami memesan yang mahal " Sudah, cuma ini bu?" ... 

Perkataan " cuma " itu tidak saya pedulikan hingga  akhirnya dua piring nasgor datang di meja dalam tampilan yang " wow " alias porsi ala makanan seorang pengangkut barang di pasar pasar dan nampak tidak tertata sebagaimana harapan saya disebuah resto sekelas Teras Bumbu dan bukan di pkl. ( pkl pun saat ini sudah canggih canggih lo menatanya ! )

Saya berkomentar " wow ... " yang bisa saja diartikan oleh pramusajinya beda, sebab 
" wow .. " juga bisa berarti kagum, suka, surprise .. Tapi " wow .. " saya kali ini saya terjemahkan : kaget, surprise bahwa porsi besar nasgor yang dihidangkan dengan kurang tertata 
dan butir butir nasinya " morat marit " ditepi piring ini mengesankan kurang lebih :
" nihh ... makannn ! " .... 

Kami berpandangan menghadapi sajian ini, dan dengan rasa penasaran mulai mencicipi nya sebab kalau tatanan minus, semoga saja rasanya bisa menutupi minusnya. 
Satu, dua, tiga , empat sendok, masih tidak percaya, saya ambil lagi sendok ke lima, kok sama? Saya campur aduk nasgornya, hasilnya sama : hambar , anyep .... ! 




Lagi, kami berpandangan... Pramusaji yang menghidangkannya saya undang ke meja dan saya memintanya untuk ikut mencicipi dari piring saya. Komentarnya " ... waa ..iya bu, maaf, saya panggilkan yang memasak ?" ... kami setuju. 

Ternyata yang muncul bukan chef, tapi rekan nya yang wanita. " Maaf bu, saya mewakili ... " dan sekali lagi saya persilahkan keduanya mencicipi nasgor yang ada dipiring saya. 
Ekspresinya berubah " Aduh, maaf ya bu, mungkin kelupaan garamnya .... " ... 

Dengan berat hati, saya terpaksa memberi sedikit " kuliah " bahwa kalau 
seorang chef sampai lupa garam, itu sama dengan 
seorang prajurit maju perang tanpa amunisi dan hampir muskil garam dilupakan kecuali 
dengan satu catatan :" sengaja lupa " entah dengan alasan apapun.

Kecewa, kami tinggalkan Teras Bumbu setelah menyelesaikan di kasir, dan supaya sisa nasgor di piring piring yang masih 95% itu tidak lalu di " daur ulang " maka kami berimprovisasi, 
maaf saja, daripada ada pihak lain yang nanti dirugikan.

Apakah karena tadi kami tidak memesan menu mahal yang ditawarkan pramusaji diawal kedatangan dan menu nasgor mengecewakan mereka? Atau adakah alasan lain yang membuat chef dan rekan rekannya " melupakan " bumbunya? Wallahualam. 
Tetapi saya ada tips kecil untuk crew Teras Bumbu yang mungkin dapat dipertimbangkan agar owner dan customer tidak dirugikan dengan hal hal " sepele " seperti diatas :

01. Jangan pernah membedakan layanan kepada pengunjung resto, sekecil atau semurah apapun menu yang dipesan bahkan kalaupun hanya segelas teh ! 
Dari hal hal kecil inilah datangnya hal hal besar dikemudian hari . 
Dan sebagai pramusaji , anda anda tidak ber hak " menghakimi " pengunjung apapun alasannya, sebab kewajiban utama adalah memberikan layanan sebaik baiknya agar pengunjung datang dan datang lagi sehingga rizki anda andapun lancar mengalir.

02. Sesibuk apapun seorang chef, dalam kasus seperti diatas, anda seyogyanya menyediakan sedikit waktu untuk menemui customer dan memberi penjelasan serta secara sportif meminta maaf apabila memang ada kelalaian dipihak anda. 
Chef adalah salah satu pembangun imej tempat anda bekerja, meminta maaf bukan sebuah hal yang memalukan , sebaliknya, akan membuat nilai anda plus. 
Jadi " jangan berlindung " dibelakang rekan rekan anda yang lain.

03. Mengobati kekecewaan customer itu gampang gampang sulit, tergantung. Apalagi kalau kerugian customer itu lebih disisi psikologis daripada materiil. 
Merawat customer agar menjadi loyal-customer itu memerlukan 
kesungguhan hati, ketulusan dan kejujuran ! 
Kelalaian yang tidak disengaja itu bisa terjadi kapanpun, yang penting bagaimana menyikapinya agar customer tidak merasa " kapok ".

04. Makan, itu menyakup dua hal. Kebutuhan perut dan mata. 
Untuk level Teras Bumbu, rasanya anda harus memiliki keduanya karena perut bukan satu satunya alasan orang berselera makan. Sebuah tatanan masakan yang " standar " pun bahkan 
tidak saya temukan di menu nasgor anda, dan bila chef terlampau sibuk untuk menatanya, 
dapat dibantu oleh yang lain sehingga customer tidak merasa 
seperti " kucing " yang menghadapi piring makannya ( foto nasgor disini sudah saya tata ulang sebelum di jepret )
Bila mata sudah lebih dulu jatuh hati, soal rasa dapat dikompromi, 
tapi bila keduanya tidak ada, apa yang harus dinikmati?

Semoga, pengalaman ini hanya terjadi dimeja kami hari itu, 07.07.13 sekitar jam 13.30 siang.
" Teras Bumbu " ... dimana bumbumu ... ?? ( th )

( keterangan foto, all taken by : th )

01. Halaman parkir yang lega.
02. Teras Bumbu, Raya Sulfat, Malang.
03. Kepiting di aquarium.
04. Sebelum dijepret, lebih dulu saya rapihkan tepi tepi nya yang belepot dan tatanan yang semula terkesan " morat marit " , nasgor minus bumbu ... ?

Sabtu, 09 November 2013





.. Siapa Pahlawan Itu ? ..

hari ini, 10 Nopember, di kalender tertera Hari Pahlawan, pas hari libur, hari minggu.
 entah apakah sekolah/ kantor2 tetap melaksanakan upacara atau bersyukur bahwa tak perlu ada upacara karena pas hari minggu? semoga hari ini tidak begitu saja lewat karena kita semuanya tanpa kecuali di Indonesia ini, tidak akan dapat menikmati kekinian ini TANPA adanya pelaku pelaku sejarah perjuangan bangsa menuju dan mempertahankan kemerdekaannya.


secara khusus, 10 Nopember 1945 memang memiliki catatan tersendiri  dengan gugurnya sekitar 16.000 pejuang Indonesia dalam sebuah pertempuran sengit di Surabaya yang berlangsung hampir tiga minggu lamanya dari prediksi Belanda saat itu yang mengira akan dapat diselesaikan hanya dalam waktu 3 hari. kematian Brig. Jend. Mallaby telah memicu kemarahan sekutu dan Surabaya menjadi lautan api karena 
para pejuang kita juga tidak rela kemerdekaan yang sudah diproklamirkan 17 Agustus 1945 terinjak injak martabatnya oleh penjajah.

 para pejuang kita saat itu umumnya masih sangat belia, terdiri dari pelajar, para santri, petani, dan warga biasa serta juga prajurit yang kesemuanya menyatukan semangat dibawah satu panji, Merah Putih. 

adalah bung Tomo sebagai motor penggerak semangat perjuangan ini, yang melalui sebuah pidatonya yang membakar dada para pejuang untuk maju melawan penindas, telah menjadi penyulut perjuangan yang sama diseluruh wilayah tanah air.
semboyan " Merdeka Ataoe Mati ! " hanya
 itu pilihannya.

salah satu lokasi pertempuran dahsyat di Surabaya ini adalah Jembatan Merah yang hingga kini masih dapat disaksikan bentuk aslinya. pertanyaannya  sekarang 
" masih adakah pahlawan saat ini diantara kita, siapakah mereka?"

jawabannya pasti " masih ada ", siapakah ? definisi pahlawan bisa sulit dan gampang, tergantung. mungkin dapat disederhanakan begini :
" pahlawan adalah mereka yang berjuang untuk kepentingan sesamanya, apapun bidangnya, namun tidak disertai pamrih untuk mencari nama atau kekayaan atau popularitas, dan bahkan  dilakukan tanpa mengharap imbalan materiil apapun " .

sulit bukan? siapa dijaman ini yang mampu seperti itu apalagi ditengah tekanan ekonomi yang semakin mencekik dengan melambungnya harga harga kebutuhan sehari hari, apakah ada yang mau memberikan jasanya secara gratis tanpa pamrih lagi?

di tv kemarin, saya melihat seorang tukang becak dengan empat anak dan kondisi rumah tangga yang sangat pas pasan, menemukan tas tertinggal dibecaknya berisi 9/ sembilan juta rupiah ! dengan penuh keikhlasan diantarkannya tas tersebut kepada si pemiliknya tanpa kurang
 se rupiahpun. Mahluk Langka yang bernama Pak Becak ini, bagi saya juga seorang pahlawan, Pahlawan Kejujuran yang saat ini sudah tersisa hanya legenda !

maka apabila sebuah kata ini dimaknai, yakni " KEJUJURAN " maka ini sebenarnya adalah intisari dari sebuah Sikap Kepahlawanan, apapun bidang dan aktivitasnya. jujur kepada diri sendiri dan orang lain, sebuah kalimat mudah yang sangat sulit dilaksanakan apabila tidak disertai dengan Kemauan dan Keikhlasan.

pak becak yang jujur mengembalikan temuan 9 juta rupiah diatas bangku becaknya. 
sementara para koruptor yang bahkan sudah tertangkap, masih banyak yang ingin menyembunyikan hasil korupsinya dengan bermacam dalih dan modus.

kepada para guru, dokter, bidan, dll yang berada ditempat tempat terpencil, sulit dijangkau serta fasilitas serba terbatas namun penuh pengabdian, mereka mereka juga pahlawan karena rela berkorban untuk kepentingan sesamanya.

agaknya bangsa  kita telah sampai disebuah tikungan jalan yang terbelah dua, mungkin saatnya Indonesia harus memilih. akan kemanakah kita melangkah?

kita tidak memerlukan pahlawan pahlawan yang Gegap Gempita dan Bangga dengan Poplularitas dan Power nya, tetapi kita sangat merindukan Pahlawan Pahlawan Dalam Diam Tetapi Berkarya Nyata Untuk Bangsa, Negara dan Sesamanya betapapun kecil kontribusinya ! pak becak  yang jujur tadi memang bukan siapa siapa, tidak terkenal, bahkan terpinggirkan, namun saat permata yang dimilikinya bersinar karena sikap jujurnya, maka masihkah banyak diantara kita yang mencoba menjadi pahlawan pahlawan namun kesiangan?

semoga 10 Nopember memberi banyak makna dan renungan bahwa sesungguhnya seorang pahlawan itu Tidak Pernah Berharap Tanda Jasa namun dia justru memberikan jasanya pada sesama Tanpa Pamrih. semoga itu adalah Anda ....! ( th )

 ( keterangan foto : keduanya diambil dari google, Bung Tomo dan Pak Guru Naik Onthel, cuplikan adegan film " Laskar Pelangi " )

Rabu, 06 November 2013




.. " untung " masih kena kacanya ...
( sebuah introspeksi )

kemarin, selasa tanggal 05 nopember 2013 cuaca kota Malang memang agak jelek, hujan lebat disertai angin kencang meski tak sampai seperti beliung. 

berhubung saya sudah terdesak waktu dan harus segera menyelesaikan beberapa urusan, saya tetap jalan kearah 
Jalan Panji Suroso dan kota. saat pulang,
 cuaca mulai memburuk dan disepanjang Ijen Boulevard mulai banjir, air menggenang
 dimana mana.

demi keamanan, saya kurangi kecepatan sambil menikmati suasana Malang disaat hujan lebat, 
itu maunya. 

saat tiba persis didepan rumah praktek dr. Jangan, ahli jantung, tiba tiba saya dikagetkan oleh suara sangat keras dan berdentam dikaca depan mata saya " blummmmmm ...... "
 sampai sampai orang Jawa bilang " njumbul " ....

 ternyata ada batang pohon sepanjang sekitar 50cm dengan diameter sekitar 10cm jatuh dari atas pohon besar disitu dan menimpa persis dikaca depan saya. 

tidak terhindarkan, sebuah retakan "dahsyat" dimulai dari pusat retakan persis ditengah tengah kaca yang menjalar kearah bawah dan kanan kiri secara merata . 

tidak ada kata yang bisa diucapkan selain 
" alhamdulillah "serta " astaghfirullah " bahwa saya masih diselamatkanNYA dari bencana yang lebih besar, yakni bagaimana kalau tadi pohon yang menimpa bukan cuma batang?

maka sebuah perjalanan spiritual telah dimulai sejak batang jatuh, sebuah introspeksi. 
pun saat menilpun bingkil menanyakan biaya kaca yang serupa/ asli, maka sebenarnya inilah saat paling penting yakni
 sebuah penyadaran akan : Hak Hak Orang Lain Yang Mungkin Masih Saya Abaikan.

 ada hak Anak Yatim, hak Orang Duafa, hak Orang Orang Yang Teraniaya dll yang mungkin masih ada ditangan saya dan belum saya penuhi selayaknya  selama ini. 
dan bila itu dijumlahkan, 
mungkin sama persis nilainya dengan harga kaca dan biaya pemasangannya nanti.

Allah Maha Besar, Maha Mengingatkan,
 maka tiadalah perlu mencari kambing hitam dari setiap musibah karena daripada mencari siapa yang bulunya paling hitam, 
mungkin kita tiada sadar bahwa bulu kita lebih hitam.

batang yang jatuh itu hanyalah sebuah penyampai pesan. telah saya baca pesan itu dan mencoba untuk melaksanakannya, semoga saya tiada gagal .... ( th )


( photo by : th, kaca depan yang retak, Nop. 2013 )

Kamis, 31 Oktober 2013





... " mlungsungi, dari merah ke hitam ",
inikah contoh buat rakyat ? .. 


tadi pagi, masih 06.30, saya baru saja akan duduk didepan laptop setelah sejak 03.30 mengerjakan tugas rutin, mulai mandi, sholat, nyapu, ngepel, siram siram tanaman, menyiapkan makan pagi , dan " menyusun agenda harian "
 sebab pagi tadi ada 3 alamat yang harus saya datangi, 
dua diantaranya ada didaerah pusat kemacetan, jadi saya harus atur waktunya. 

dan dari tempat saya " ngleptop " memang  saya bisa " meneropong tetek bengek " diluar pagar tanpa harus keluar, sebab posisi duduk memang dibuat sedemikian rupa agar saya bisa mengamati kegiatan " agen agen CIA " diluar pagar hehe .. 
( lha ini gara gara Amerika mendapat protes dari banyak negara karena
ulah penyadapannya yang seenak udelnya kepada 
banyak pemimpin pemimpin dunia.
 entah Indonesia masuk sadapannya atau tidak sebab dinegara kita ini tanpa disadap pun mereka sudah tahu semuanya hehe .. )

naa .. disaat sedang asyik menulis sesuatu di kertas sambil menunggu tersambungnya yahoo, saya lihat ada sebuah mobil dinas warna hitam yang mirip Honda CRV tapi tak terlalu saya perhatikan sebab mobil lalu lalang hampir tiap menit.

( itulah mengapa saya paling sebel kalau ada temen bilang " waa ... ngga di welcome nihh, saya kemarin lewat depan rumah dan brenti lama di luar pager, kok sepi sepi aja?" ... lho, lha saya ini apa satpam to, yang harus memeriksa tiap mobil yang berhenti dipagar rumah atau dekat rumah dan saya harus mengetuk pintunya supaya tahu didalamnya ada teman saya atau tidak? 

apalagi kalau rencana datangnya ngga jelas Kapan, Bagaimana , Apanya dst padahal saya juga tak selalu dirumah dan kalaupun dirumah saya juga akan sulit membedakan mana kendaraan teman/tetangga/dll yang sama sama bersliweran atau berhenti lama diluar pagar rumah, darimana saya tahu bedanya? 

 maka saya juga heran, mengapa mereka tidak menelpon atau sms saya sebelumnya  supaya saya tahu Kapan dan Bagaimananya, daripada mereka duduk manis menunggu dalam kendaraannya sementara saya tidak aware kalau ada yang mau bertamu, rentan kesalahpahaman.

pagar juga sering terbuka separuh karena ibu ibu penjual makanan sering kesulitan membukanya. pun juga bisa " otek otek " pagar kalau pas tidak terbuka separuh, 
jadi jalan kemudahan  itu cukup banyak wong dirumah ndak pake 
alarm alarm an atau CCTV hehe ... ( percaya saja lah ! )

 maka kalau ada protes protes itu, ya saya tak bisa membantu apa apa  sebab sebetulnya tidak ada yang sulit tapi kok dibuat sulit  sendiri hehe .. 
saya selalu welcome siapa saja tidak ada pilah pilih .. 

( bahkan ada tiga ibu ibu yang rutin datang pada saya dengan gayanya yang " men duafa kan diri " tetapi tetap saya welcome bahkan sering kami ngobrol2 dulu sebelum ybs berkeliling perumahan mengumpulkan angpao hehe .. )

oya kembali kesoal mobil tadi,  saya lihat mobil tsb kok berhenti percisss di sebelah kiri saya duduk, berjarak hanya sekitar 6 meter, tentu saja mereka tidak bisa melihat ketempat saya hehe .. si pengemudi tampak mengeluarkan sesuatu, 
tapi lalu pintu mobil ditutup lagi. 

saya mulai tertarik untuk melihat lebih seksama dan berdiri didekat cendela sebelah kiri saya. ternyata mobil dijalankan lagi kearah rumah tetangga didepan saya, rumah yang letaknya dipojok juga. sekali lagi saya lihat si pengemudi turun 
membawa sesuatu ditangannya. 

dia berjalan kearah belakang mobil dan " sesuatu " ditangannya itu ternyata nomor polisi mobil Pelat Hitam dan dengan cepat Pelat Merah dilepasnya untuk diganti dengan Pelat Hitam tadi. samar samar karena jarak cukup lumayan yaitu
 sekitar 25 meter dari tempat saya berdiri,
 saya ingat nomor Pelat Hitamnya " kurang lebih " adalah N 1732 BS . 

saya tidak sempat melihat kapan pengemudi mengganti pelat sebelah depannya, tapi saat mobil berputar ditaman depan rumah kearah jalan raya untuk keluar dari perumahan, saya melihat depan mobil juga sudah berpelat hitam. 

sayang sekali saya tak sempat melihat nomor Pelat Merahnya. 
melihat ini, saya hanya bisa mengelus dada, sebab sudah rahasia umum dan kejadian seperti itu hampir sudah " biasa " dimana rakyat kecil seperti saya ini sebaiknya tidak usah meributkannya karena percuma, " no reken "!

apapun motiv penggantian nomor seperti itu yang dilakukan bahkan ditempat terbuka dengan santainya, sudah tentu bukan sesuatu yang legal. 
dan bisa dijamin bahwa hal semacam itu pasti atas " komando dan restu " dari  pejabat yang terkait. miris, bahwa negeri tercinta ini sebenarnya 
sudah makin " keropos " ,
 yang semisal bangunan besar dan megah tetapi kayu kayu yang menopang bangunannya sebenarnya sudah termakan rayap, 
jadi hanya masalah waktu saja bangunan akan ambrug ! 

terkadang untuk sebuah perubahan radikal, diperlukan aksi " sapu bersih " sehingga yang muncul nantinya adalah sesuatu yang benar benar Baru dan Resik,
 entah sapu bersih itu dengan campur tangan alam atau hanya cukup oleh manusia, adakah memang ini sudah saatnya?
Wallahualam .... ! ( th )

( keterangan gambar : diambil dari google/travit , black crv , yang sangat mirip bentuknya dengan mobil dalam tulisan diatas ) 
 

Senin, 28 Oktober 2013




.. selamat jalan mas Bambang ..

hari ini, kami mengantar kepergian mu ketempat peristirahatan abadi meskipun berita wafatmu di Jakarta kemarin sangat mengejutkan karena lebaran yang baru lalu 
kita masih saling mengobrol dirumah. 

mbakyuku sudah pasti sangat kehilanganmu, sebagai belahan jiwanya yang selama ini hampir selalu bersama sama kemanapun kalian pergi.
tadi di pemakamanmu, wajah mbakyuku yang biasanya begitu ceria, nampak sangat letih dan sayu. aku pahami, karena separuh jiwanya terkubur bersama jasadmu. 

oya .. teman temanmu memang lebih akrab memanggilmu dengan nama aslimu, Cwan atau Cuan atau Tjwan, entah mana yang sebaiknya dieja kan, tapi kami terbiasa menyebutmu mas Bambang. aku lihat teman temanmu saat pemakamanmu tadi begitu kehilangan, mungkin karena saat saat terakhirmu berada cukup jauh dari Malang.


 selamat jalan mas Bambang, semoga Allah SWT telah menyiapkan tempat terbaikNYA buatmu
disisiNYA, amin .. ( th ) 

( keterangan foto, all taken by : th ) 
01. Ucapan duka cita
02. Saat jenasah tiba di area makam
03. Ucapan duka cita

Minggu, 27 Oktober 2013







.. " Orek Orek an Seorang Yamin " ..


saat Kongres Pemuda ke II di Batavia  27, 28 Oktober 1928 hampir berakhir dan pidato pidato penutupan mulai diluncurkan antara lain saat itu 
oleh Mr. Sunario, alkisah Moehammad Yamin 
" jawil jawil " rekannya Soegondo sambil memberikan secarik kertas yang lalu diberikan paraf oleh Soegondo.

dari tangan Soegondo, kertas " orek orek an " itu diteruskan kepada yang lain dan masing masing membubuhkan parafnya juga disana. 
diakhir sesi Kongres, kertas tersebut dibacakan oleh Soegondo dihadapan seluruh peserta Kongres dan dilanjutkan dengan 
penjelasan panjang lebar tentang " orek orekan bersejarah " tadi oleh penulisnya Moehammad Yamin.

spirit penyelenggaraan Kongres I tahun 1926 dan Kongres ke II tahun 1928, nampaknya telah terwakili secara utuh dalam tiga baris alinea yang terkandung dalam " orek orek an tadi "  yang intinya ( dalam versi asli ) adalah sebagai berikut :

Pertama,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah  Indonesia. 

Kedoewa,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, 
bangsa Indonesia.

Ketiga,
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

( versi ini dalam perkembangannya, menjadi versi teks Sumpah Pemuda seperti yang saat ini kita kenal ) 

adalah Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatranen, Jong Celebes, Jong Batak dan lain lain yang saat itu mengimpikan sebuah Kesatuan dan Persatuan agar tidak terkotak kotak dalam kesukuan namun lebur sebagai sebuah  kebersamaan yakni Pemuda Indonesia.

dan disebuah rumah pemondokan pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong di Kramat Raya 106 Batavia, sejarah mencatat diawalinya semangat kebersamaan ini yang dikristalisasikan dalam ikrar bersama sebagaimana yang ditulis diatas, pada penutupan Kongres Pemuda ke II, 28 Oktober 1928.

ikrar yang tampaknya " hanya " berwujud beberapa baris kalimat, 
tidaklah lahir melalui sulap menyulap. 
ia surut jauh kebelakang sebelum 1928, dimana kesadaran sebagai 
satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa 
belum sedemikian mengental dikarenakan situasi penjajahan yang tidak menginginkan tumbuhnya kesadaran nasionalisme patriotisme terutama dikalangan pemudanya.

maka, bila jerih payah para perintis spirit kebersamaan menuju Kesatuan dan Persatuan sebagai sebuah bangsa besar, Indonesia, ini ternyata semakin dilunturkan oleh seringnya tindak anarkis, tawuran, konflik SARA dll ditanah air yang semakin memprihatinkan,
 rasanya jerih payah itu kita buang sia sia.

bukan sekedar pembacaan ikrar Sumpah Pemuda dalam upacara upacara yang terpenting, tetapi Semangat itu harusnya kita tumbuhkan pada diri masing masing meski Tanpa Upacara dan tidak hanya tumbuh ditanggal 28 Oktober melainkan menjadi spirit keseharian baik dilingkungan tempat tinggal, tempat bekerja, tempat menimba ilmu dll dll.

kalau kita gagal memelihara spirit ini, mungkin perlu diadakan 
Kongres Pemuda Tawuran Indonesia, begitukah ? ... ( th )

( sumber, Wikipedia, foto Kongres Pemuda Ke II )
 



 .. s m i l e ..
( michael jackson )

smile ..
though your heart is aching
smile .. 
even though it's breaking
when there are clouds , 
in the sky you'll get by ..

if you smile
with your fear and sorrow
smile and maybe tomorrow 
you'll find that life is still worthwhile
if you just ..

light up your face with gladness,
hide every trace of sadness
although a tear maybe ever so near ..
that's the time you must keep on trying
smile,
what's the use of crying
you'll find that life is still worthwhile
if you just ..

smile, though your heart is aching
smile, what's the use of crying
you'll find that life is still worthwhile
if you just
smile .. 

( keterangan foto, autumn 1990 )