Rabu, 12 Juni 2013



setelah 68 tahun kok masih byar pet, 
ooo .. PLN .. riwayatmu ini ...

hampir dua jam saya tengak tenguk seperti tolol, tidak tahu mau mengerjakan apa gara gara rutinitas pln yang seperti lazimnya tanpa ba dan bu langsung pet, petengan ... ! kebetulan laptop veteran yang sedang saya pakai itu batereinya memang bermasalah, jadi langsung ikut pet, peteng! sedang yang satunya , karena produk dari tahun yang lebih muda, tidak bermasalah tetapi data datanya tidak selengkap si " bini tua ", maka percuma, saya tidak dapat melanjutkan pekerjaan, aduhhh .... 

menghilangkan sumpeg kepada pln yang seenaknya pat pet ini saya jalan jalan ke teras luar yang akhir akhir  ini makin jarang saya lakukan, hanya kadang disaat sulit tidur lewat tengah malampun saya jalan jalan ke halaman luar . 

lho, ternyata langit cerah dan saya terpesona melihat bintang bintang yang membentuk zodiak anak kembar .. waaa, jangan buru buru menuduh dulu, sebab memang simbol bulan kelahiran itu didasarkan pada letak bintang berdasar kan pengamatan para astronom jaman behula , jadi bukan tanpa alasan.

lalu saya juga melihat kesibukan anak anak kos disekitar rumah saya yang mencari lilin, membeli makanan dalam kegelapan dan bahkan memanfaatkannya untuk pacaran. lalu juga para satpam yang kesana kemari saling ber HT dengan rekannya, maklum di berita hari ini memang Malang semakin rawan. di jalan danau maninjau raya misalnya, seseorang yang akan masuk pagar rumahnya telah dirampok mobilnya oleh kawanan yang sudah mengawasinya sejak tadi. lho, padahal saya sering santai2 saat mau masuk pagar rumah dan tidak pernah melihat kanan kiri yang mungkin mengikuti atau mengawasi hehe ..  

lalu saya juga melihat beberapa tetangga yang lalu lalang dalam kegelapan , entah mungkin mencari lilin juga atau makanan, tetapi memang para penjual makanan selama lampu gelap mereka hanya berkumpul disebelah taman depan dan tidak berkeliling seperti biasanya. 

semua adegan tadi saya saksikan diam diam di kursi teras sebelah kiri , juga dalam kegelapan, disitu lokasi favorit saya yang sering saya pakai untuk menggali inspirasi disaat buntu hehe ....

naaa .. kembali ke pln, sebetulnya saya heran kok 68 tahun merdeka kita ini masih saja mengalami seperti jaman perang dulu dimana pemadaman total itu diperlukan karena ada bahaya serangan udara setelah sirene meraung raung .. lha ini kan sudah tidak ada perang, tapi kok malah parah akhir akhir ini? apakah beban pln sudah sedemikian melebihi kemampuan sehingga perlu digilir seperti sekarang ini? bagaimana dengan cadangannya? atau ini akibat makin meningkatnya pencurian listrik?

sebagai yang awam soal soal pelistrikan, saya hanya bisa menduga duga apa ya kira kira masalah sebenarnya kok tidak teratasi hingga berpuluh tahun? andai saja pln bersedia secara terbuka menjelaskan pada masyarakat dan bersama sama masyarakat mencari solusinya, mungkin keadaan akan berbeda. sekaligus akan merupakan  sebuah edukasi bagi masyarakat pengguna listrik agar ikut serta dalam gerakan hemat energi yang dapat menghindarkan kita dari kekurangan listrik .rasa " ikut memiliki " inilah yang perlu dibangun oleh pln kepada masyarakat dengan membuat program2 di sekolah, kampus, kantor2, industri dll yang intinya adalah " hemat enerji untuk keselamatan bumi " .

pasti menjadi harapan setiap orang bahwa pln dinegeri tercinta ini bukan hanya pandai memutuskan aliran listrik disaat pelanggan terlambat membayar tagihannya meski hanya sehari terlambat, tetapi juga cerdas dalam memberikan layanan yang paripurna !
naa ... bagaimana pln? ( th )
( gambar diambil dari google )




Selasa, 11 Juni 2013



" Happy Voyage .... !! "

your long journey,
will be ended in a wonderful land,
where rainbow on your blue sky,
and the stars will brighten your nights,
happy voyage ... !




Ayo Ke Klaten Bersama Pak Min .... !

Penasaran dengan Pak Min yang berkali kali saya lewati tapi tidak tahu itu apa, maka saya secara khusus bertamu dikedai Pak Min yang ada dijalan Bengawan Solo atau nama barunya adalah jalan Tumenggung Suryo. Sup Ayam adalah andalannya. 

Dalam benak saya yang sudah ribuan kali memasak sup ayam sejak lahir ( hehe ) saya tidak mempersiapkan diri mendapat kejutan tentang sup ayam Pak Min dari Klaten ini. Wong namanya saja sup ayam, ya " paling gitu itu " batin saya ..

Maka setelah tingak tinguk mencari kursi kosong disiang itu, maklum semua bangku terisi penuh, saya akhirnya mendapat tempat paling belakang dan langsung dengan yakinnya memesan sup ayam dan nasi.

 Saya ternyata ditanya :  Maunya dada pechok apa sayap pechok apa leher pechock apa kepala pechok apa ... apa ... apa ..aduhhh, saya bingung sebab baru pertama kali kesitu hehe .. Demi keamanan nusa dan bangsa, saya memilih paha. 

Ternyata tidak sampai tiga menit semuanya terhidang, woiii .. cepatnya asekkkk ! Dan dalam seruputan pertama, saya langsung tahu bahwa Pak Min memang beda! Menurut saya lhoo, rasa mericanya sangat kuat dan karena sayurnya tidak ada ( lho apa saat itu saya sudah kehabisan sayur atau memang tak ada yaaa? ) maka merica ini sangat mendominasi lidah. 

 
Dan ayam bagian manapun yang kita pilih, semuanya terhidang dalam keadaan sudah dimutilasi e .. pechok pechok dan uempukkkkk sehingga bagi yang bergigi palsupun tak masalah ( untung saya belum hehe .. ) .. 



Tetapi sedikit saran buat yang membawa anak anak, agar ortunya dapat membantu memisahkan tulang dari dagingnya karena remukan tulang ayam ini cukup berbahaya bila anak anak tidak terawasi. 


Naaaa ... penasaran dengan Pak Min? Tak usah jauh jauh ke Klaten, cukup memilih apakah yang di Jalan Tumenggung Suryo atau Jalan MT Haryono dekat BCA Dinoyo. Sebuah petualangan rasa yang cukup unik dari Klaten ... yukkkk ! ( th )

Keterangan foto ( all taken by : th )
01. Sup Ayam Pak Min Klaten.
02. Serba di pechok !
03. Atmosfer warung Pak Min.
04. Daftar menu.
05. Pechok terusss ...
06. Nama warung di Jalan Bengawan Solo.
( dan seperti biasa, tukang potrek tak pernah ada fotonya, plus kepada yang terikut terfoto disini apabila anda keberatan dapat memberitahu saya setiap saat, terima  kasih )



Berjadul Ria Bersama Bang Elias

Ditengah arus kuliner modern yang saat ini sedang booming di Malang, ternyata masih banyak 
waroeng waroeng jadoel yang bertahan karena keyakinan 
bahwa " yang aslilah yang tetap dicari " ! 
Dan sayapun setuju bahwa setebal apapun bedak diwajah tetaplah tidak mampu menyembunyikan kerut wajah 
dan yang terbaik adalah tampil sealami mungkin hehe .. 

Maka sayapun meluncur ke Bang Elias di pertigaan 
antara Jalan Yulius Usman dan Arif Margono sebelah pos polisi, Malang.Sate Gulai Kambing! 

Naa.. warung yang satu ini masih saja mempertahankan wajah lamanya yang " itu itu saja " tetapi " ngangeni " hehe ..
Dan kalau sudah bicara kangen, waaa .. jarak tidak ada masalah ! 

Langsung saja pesanannya sudah sepaket, sate gulai kambing. Wow .. jangan diingatkan soal kolesterol atau stroke, yang penting tidak berlebihan dan saya imbangi dengan jeruk panas. 
Lho kata siapa itu merupakan penyeimbang? 
Itu logika saya sendiri, yaitu bahwa lemak lemak akan terguyur air panas dan jeruk itu musuhnya lemak juga haha, 
pasti para dokter tertawa membaca ini, ndakpapa wong saya memang awam ...

Ternyata pengunjung warung ini masih ramai seperti dulu, bahkan disebelah saya ada bule juga pesan sate gulai ( wow .. di negaranya tidak ada yang selezat Bang Elias yaaa ... ).


Tak ada komplen saya disegi rasa Bang Elias, bak pepatah 
" engkau masih seperti yang dulu " ( kebetulan saya juga ber tipe agak konservatif hehe .. ) dan itu memang 
yang saya suka dari Bang Elias meski saya tak sering kesana 
( bukan karena tak suka tapi karena mulai 
mikir mikir kesehatan hehe ... ) ..
Suka yang jadoel ? Cari saja Bang Elias ! ... ( th ) 



Keterangan foto ( all taken by :th )
01. Sate Gulai Kambing Bang Elias.
02. Bakar Sate.
03. Nama warung.
04. Sulit menolaknya ..
05. Bule juga suka lho!




Haruskah " seragam " agar diterima?
buat SS.

" Saya sering dikritik sebagai yang eksentrik lah, yang pengen tampil beda lah, yang ngga umumlah, aneh, apakah memang saya harus menyamakan diri seperti yang lain lain agar saya " diterima "? Dan apakah orang tidak ber hak menjadi dirinya sendiri yang memang dari sononya sudah mendapatkan talenta tertentu?"

Wajah manis itu cemberut, murung, dan saya yang dipanggilnya " bude " ini mencoba membagi kemurungannya. " Apanya yang dikritik dari kamu, boleh kasi contoh sedikit?" ... SS atau panggilan akrabnya saya singkat dan samarkan menjadi Sil menghadapkan wajahnya pada saya : "  Semuanya. Mulai cara berpakaian saya, hobi saya, cara bicara saya, cara bergaul saya, pokok dianggapnya sok mau beda "
" Bisa agak spesifik?"

" Misal gini, saya memang sulit untuk cengengesan apalagi dijalanan meski kumpul temen rame2 dan saya cenderung mengendalikan diri untuk tidak hahahihi disembarang tempat seperti lazimnya yang lain bila ketemu temen dijalan langsung bengok bengok, saya tidak bisa, dan ini disebutnya arogan " . 

" Terus masih ada lagi, hobi saya yang agak masculin juga dibilangnya sok sok an, arung jeram dan paralayang plus naik gunung, itu salahnya dimana? Sudah pasti tidak setiap cewek seperti saya, tapi apakah itu sebuah dosa?  Terus saya kan juga sering bikin naskah buat sinetron pendek dan nulis di koran koran online, e.. dikomentari katanya mekitik . Lho .. kapan benernya?" 

Saya tersenyum, dan hati hati menjawab begini : " Siapa bilang kamu sama dengan yang lain? You are different ! And it is simply a GIFT ! " .... saya sambung " Selama kamu tetap seperti biasa saja dengan siapapun, saling menghormati menghargai, ya sudah, just go on .. Setiap manusia memiliki style atau gaya yang berbeda dan TIDAK ADA KEHARUSAN kita harus seragam dalam segala tindak tanduk, pakaian, hobi, minat dll, siapa yang mewajibkannya, no one !  

Mungkin ada diantara temenmu yang cemburu dengan kelebihan2 yang kamu miliki dan kritikan itu untuk mematahkan semangat kamu. Lihatlah orang orang yang sukses itu diawalnya adalah orang orang yang dianggap gila atau tidak normal oleh lingkungannya sebab mereka memiliki sesuatu yang berbeda dengan harapan orang, misal ide ide yang aneh atau tidak umum, aktivitas yang tidak seperti lazimnya yang lain dll karena mereka memiliki mimpi mimpi besar yang tidak terbaca oleh yang lain dan itu memang butuh kekuatan ekstra untuk Melawan Arus yang kadang ingin menenggelamkan ide ide besar itu ! 

Seringkali malah mereka harus bekerja sendiri untuk mewujudkan impiannya karena ditentang lingkungannya contoh si penerima award lingkungan hidup yang diawalnya dianggap gila karena membuat saluran air menembus bukit seorang diri. Lihatlah, ketika usahanya berhasil dan dapat dirasakan manfaatnya oleh yang lain maka " si orang gila " tersebut menjadi pahlawan untuk lingkungannya. 

Kamupun bisa menjadi apapun yang kamu inginkan, di bidang yang engkau minati dan engkau dianugerahi bakat untuk itu. Pembalap wanita, kenapa tidak? Soal tampilan, tokh kamu pandai membaca sikon, kapan tampil ber hijab disaat engkau berkumpul dalam pengajian, dan kapan engkau memakai helm dalam mobil balapmu? " ...... 

" Sebetulnya kenapa sih mereka itu ngributin hal hal yang ngga perlu, tokh aku ngga merugikan mereka dan aku juga ngga pernah ngurusin mereka ?" Ha ha ha ... inilah masalahnya, tapi saya coba menghiburnya " Gini, manusia itu makhluk yang kompleks. Dan banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam hal bagaimana dia menyikapi sesuatu. 

Misal pola asuh dikeluarganya. Anak yang dididik untuk mampu menerima perbedaan diluar dirinya akan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa yang wise. Juga orang tua yang terlalu suka dan sering mengkritik bahkan pada hal hal yang tak terlampau penting untuk dikritik akan menghasilkan anak anak yang juga jago kritik tetapi tidak mampu memberikan solusi " .

" So .. bude?"

" So .. menjadilah dirimu sendiri! Jangan risaukan apa kata orang lain sebab kamu memang dikaruniai bakat untuk menjadi beda, tinggal bagaimana kamu memenejnya agar karunia ini tidak sia sia dan bermanfaat bagi orang lain pada gilirannnya nanti. Siapa tahu satu saat kamu mewakili Indonesia diajang internasional untuk salah satu cabang atau hobimu? " ....

Dia tersenyum. Saya masih lanjutkan " Yang penting kamu tetap selalu rendah hati dan  bergaul wajar dengan siapapun bahkan mereka yang tidak menyukaimu, sebab mereka itu sebenarnya kurang mengenalmu sehingga yang mereka lihat hanyalah permukaan mu yang mereka nilai sebagai " tidak umum " itu. Mungkin satu saat kamu bisa buat workshop gratis untuk lingkunganmu agar mereka bisa mengenal apa itu paralayang, panjat gunung, balap mobil dll sehingga kamu menjadi salah satu nara sumber yang dibutuhkan. Jangan berkecil hati mendapat predikat " sok mau beda " karena faktanya kamu memang beda sejak dari sononya yang itu tidak dimiliki setiap kita. 


Kamu memiliki style dan kharisma, jadi kalau itu menimbulkan kecemburuan bagi sementara orang, biar saja, yang penting kamu tetap bergaul dan berteman seperti wajarnya dan yakinlah satu saat nanti mereka pasti juga akan menyadari bahwa kamu memang terlahir sudah seperti itu, satu paket istilahnya, naa .. bersyukurlah !" ...... Saya mendapat hadiah sebuah pelukan. 
( th )

Keterangan foto ( all taken by : th )

01. My painting.
02. Batang padi.

Minggu, 09 Juni 2013




Surat buat novelist " Lelaki Harimau "

lonjakan grafik pengunjung " terima kasih, buku itu .. " (  12.06.12 ) di blog saya dalam seminggu ini luar biasa, dan saya langsung tahu  
" kenapa ". sebuah link dari blog penulis buku dengan judul Lelaki Harimau , telah menjadikan tulisan saya diatas ( " terima kasih, buku itu ... " ) laris manis. 

tentu saya wajib berterima kasih atas " undangan " rekan EK, sang penulis LH, kepada teman teman anda untuk singgah di blog saya! memang dari awal membaca LH itu saya sudah sempat " curiga " bahwa kedalaman kata didalamnya pastilah lahir dari sebuah olah pikir yang filsafati. 

ternyata dugaan tak meleset jauh. dan adalah sebuah kehormatan buat saya membaca tulisan di beranda blog anda sekaligus mengenal seorang filsuf dari sebuah universitas tertua di tanah air .dan nampaknya gedung lama Bulaksumur Yogya itu telah begitu berjasa melahirkan filsuf luar biasa seperti anda.

tetapi waduhh, tulisan saya itu sungguh tidak ada apa apanya, " wong " itu cuma obrolan ringan yang " ndak ngalor ndak ngidul " tetapi memang saat menyinggung soal LH saya mendadak begitu serius hehe .. memang siapapun akan bisa menjadi Margio Margio, cuma tinggal seberapa kuat " daya ledak " yang ada untuk memunculkan harimau harimau itu atau mungkin lebih populer  srigala dibalik wajah wajah domba? 

naaa .. rekan EK, saya tidak janji tetapi andai kesempatan itu nanti datang untuk membaca yang lain lain saya akan coba melahap Cantik Itu Luka , Gelak Sedih, Cinta Tak Ada Mati dll  yang tanpaknya judul judul itu menjanjikan banyak raungan pedih anak anak manusia yang tercabik? 

baik, toko buku itu banyak, semoga masih ada yang menyisakannya . tulisan tulisan anda di Tempo, Kompas dll memang belum pernah saya ikuti. bagaimanapun selamat atas diterjemahkannya beberapa novel anda kedalam bahasa Jepang dan Malaysia. 

sekali lagi terimakasih dan salam dari Malang : th.
( foto sampul buku Lelaki Harimau, dijepret oleh th ) 

Rabu, 05 Juni 2013

  

Naga 40 cm di 
Rumah Sosis Bandung, Batu



Setelah Bandung dan Lampung,  kini ada di Batu, bahkan sebentar lagi disusul Sidoarjo. Ya, Rumah Sosis Bandung. Dari namanya, sudah pasti disini sosislah yang mendominasi.

Terletak tepat didepan BNS , Rumah Sosis Bandung/ RSB ini memiliki bentuk joglo dan terdiri dari beberapa bangunan. Ada resto, ada toko, ada rumah panggung dan taman luas untuk bermain anak anak. 

Dengan arsitekturnya yang memungkinkan udara segar masuk dari segala arah, RSB ini seolah ingin mengembalikan kesejukan kota Batu yang terkenal itu. 

Lahan parkirnyapun leluasa .Yang menyukai menikmati hidangan diketinggian bisa duduk dirumah panggung. 

Seluruh meja kursi dibuat dari kayu masiv yang begitu cantik dan alamakkk beratttt .. (  saya yang mini menggesernya saja sulit hehe ... ) ..dan ini sangat pas dengan konstruksi keseluruhan bangunan yang terbuat dari kayu juga. Di bagian tokonya yang ada disamping kiri resto, kita dapat melihat koleksi TShirt dengan logo RSB dan perlengkapan lainnya seperti alas bantal, taplak meja, dll. Berbagai macam sosis juga dijual disitu bagi yang ingin memasaknya sendiri dirumah.

" Apa yang khas disini?", penuh penasaran saya bertanya. " O .. ini, Dragon of Rumah Sosis " .Saya pikir apapun itu " paling paling " ya sosis,sebab memang semua menu disini terbuat dari sosis. Dan untuk mengimbangi " sosis sosis an " ini dipesan juga nasi goreng yang mengandung nasi hehe , maklum perut jawa ..Untuk minuman, saya coba bandrek susu degan yang konon memakai gula jawa. 

Sambil menunggu pesanan datang, saya jeprat jepret dan melihat betapa anak anak kecil sangat menikmati area RSB yang memang luas dan menyediakan banyak  tempat bermain.
                                                
15 menit menunggu, pesanan datang dan OMG ... ini to Dragon nya? Sosis sepanjang  40 cm dengan piring sepanjang 50 cm ada didepan mata . Plus saus tomat , mayonese dll nya sehingga nampak begitu spektakuler !

Apa boleh buat, nasi goreng sudah terlanjur dipesan juga, mari dicoba naga raksasa ini .. Dan hmmm ... ternyata daging naga ini e.. sosis bakar  ini memang yummmyyyyy ... ! 

Maka kalau tadi rasanya nggak mungkin habis sendirian, setelah mencicipi , keyakinan berubah hehe ...
Diseling bandrek, rasanya jadi eksotis, antara rasa daging bakar dan gula jawa, lho, gimana itu? 

Ya sudah, naga akhirnya diperut, dan setelahnya saya berjalan kearah toko melihat lihat sang naga yang juga dijual beku disana. Harga beku sudah tentu separo harga menu dengan bahan dan ukuran yang sama. Tapi daripada nanti memasaknya tidak sukses , mending niat beli diurungkan  hehe ..

Menu menu disini terbagi atas enam kelompok yaitu Soup, Salad, Main Course Sausage, Grilled Steak, Omellette,  dan Pasta. 

Dideretan minuman juga ditemui nama nama asing meski bahannya tidak asing. Strawberry Kingkong, Iced Milo Dinos, dll.

Naaa .. ada yang penasaran dengan sang Dragon ? Datang saja ke Bandung e.. Rumah Sosis Bandung di depan BNS Batu rame rame dengan kerabat dan temen.... ! ( th )



keterangan foto ( all taken by : th , juni 2013 ) :

01. bandrek, degan, gula jawa, jahe
02. sang naga
03. the beauty of wooden-room
04. mr. sausage di toko RSB
05. kecantikan alami, kayu padat
06. crew yang ramah
07. gaya joglo
08. penunjuk arah RSB
09. RSB tepat didepan BNS
10. 40 cm ..
11. dari cendela melihat anak anak bermain
12. taman yang luas
13. crew yang manis manis
14. kasir toko RSB yang juga ramah
15. tangga naik ke pendopo
( dan seperti biasanya, yang motrek tidak pernah ada wajahnya disini hehe )