Selasa, 21 Mei 2013






" Goede morgen mevrouv en meneer ... "
( sebuah perjalanan ke masa lampau di merbabu 4, malang )


Ada beberapa alasan ketika seseorang memutuskan untuk menikmati santap pagi/siang/malm disebuah tempat tertentu. Mungkin rasa, mungkin harga, mungkin lokasi, mungkin ada yang ditaksir disitu, mungkin lari dari kegalauan dst dst pokoknya pasti ada. 

Dan saat saya memutuskan untuk berbelok ke sebuah cafe di Jalan Merbabu no 4, juga beralasan, yakni ingin menikmati sisa jejak masa lalu atau tempo doeloe dari bangunannya. Mengapa bukan menunya? Karena saya hampir pasti bahwa di cafe cafe sejenis , " biasanya " rasa tak beda jauh hanya sedikit beda di tampilan, nama dan harga hehe .. ( meski saya bisa saja salah ) .

Jadi begitu masuk, hal pertama yang saya lakukan adalah minta ijin untuk jeprat jepret apa yang saya lihat sebagai " rekam jejak masa lalu " baik itu bangunan fisik ataupun meubelnya, juga atmosfer yang dibangun oleh keduanya. 

Dan seperti juga ditempat lain yang pernah saya kunjungi, pramusaji hanya bisa " melongo " dan berpikir bahwa saya salah alamat karena datang tidak untuk memesan menu tetapi jeprat jepret , apalagi saya datang selewat jam makan siang, jadi " mumpung " sepi saya " merajalela " hehe .. 

Menurut si pramusaji, yang menjadi menu khas disini memang Sate, Steak dan Kopi baik modern maupun yang  tradisionil. Jam saya tiba untuk makan disitu sudah sangat tanggung sehingga saya tidak memesan ketiganya, tapi yang lebih " light " saja, Nasi Goreng Kambing ( lho, kambing kok ringan ? ndakpapa sebab kalau dicampur nasgor paling paling hanya seiris kecil di potong kecil kecil, beda kalau sate atau gulai kambing nya hehe ... ) plus juice sirsat dan naa lho .. ini kok ada tambahannya, yaitu tortila kambing, aduh, kambing kambingan disiang bolong ... ( percayalah bahwa orang kurus lebih banyak isi perutnya dibanding yang normal hehe .. )

Mengusung nama teysa's , dan sesuai yang tertera di papan nama sebelah luar dari cafe ini yaitu "  teysa's lunch and dining, meeting/ gathering/ birthday/ parties/ wisuda/ wedding " terus disisi lain tertulis " teysa's, sate, steak and coffee " maka bisalah ditebak bahwa disini kita dapat memperoleh hampir apapun yang diperlukan. 

Belum cukup, masih ada lagi yang ditawarkan, yaitu menu menu khusus yang disediakan hanya antara jam 07.00 sampai 10.00 pagi yang pastinya dengan harga yang juga khusus. Sebut misalnya, nasi rawon/ soto ayam/ campur/ goreng dan juga ada mie ayam pangsit, roti bakar dll yang bertarif antara 7 hingga 9 ribu saja. Lha bagaimana kalau sarapannya agak terlambat diatas jam 10? Menurut si pramusaji " selama masih ada persediaannya ya dilayani meskipun sudah lewat jam 10 " ooooo .... ( tapi jangan jam 12 minta sarapan yaaa hehe ... ) ..

Naa ... kalau jam jam " normal " diatas jam 10 itu, tersedia banyak sekali pilihan yang menurut saya ini adalah menu nusantara disamping  western dan oriental, pokoknya komplit dari " barat sampai ke timur " hehe .. Ada sup buntut, nasi timbel, bakso ujung pandang, mie ayam nugget, chicken tikka with butter rice, dll dll. Deretan pilihan juice nya juga lumayan bagi penyuka juice. Harga mamin ? Antara 5000,- hingga 35.000,-  jadi cukup lebar range nya .. 

Live music setiap malam dapat dinikmati disini, meski " aslinya " konon jazz, tapi mereka juga siap melompat kemana saja, plus yang mau hepi hepi nyanyi kalau cukup pd ya boleh hehe .. 

Naaa ... mengamati  bangunan fisik terutama dibagian ruangan dalam dari cafe yang bernafas tempo-doeloe ini, terutama dinding dindingnya yang  berlapis  kayu dan beberapa meubel antik yang masih terawat dengan baik, lalu juga kusen dan teralisnya yang masih asli yang menemani tembok tembok tebal disekitarnya. 

Dalam imajinasi saya seolah ada sapaan ramah " Goede morgen .. " yang mungkin itu dulu sering terucapkan oleh penghuni lama cafe ini dan mungkin adalah " londo londo " ? .. Wallahualam, karena si pramusaji juga tidak tahu sejarah dari rumah cantik ini kecuali menyebut nama pemilik yang sekarang.

Seharusnya, rumah rumah seperti ini dilestarikan dan mendapat aturan khusus untuk tidak dimusnahkan atau dirombak total sebab perwajahan kota Malang mestinya memiliki sisi sisi kesejarahannya yang akan dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Bayangkan kalau semua wilayah di Malang ahirnya menjadi ruko dan area bisnis, maka wajah cantik kota Malang tempo doeloe hanya tersisa di post-card atau internet saja. 

Bagaimana bila tiap rumah kuno bersejarah yang dijadikan area bisnis lalu menyediakan semacam brosur gratis yang memuat sejarah dan latar belakang rumah tersebut sehingga  para tamu restoran/ guest house/ boutique / spa dll akan mengetahuinya dan menghargainya sebagai sebuah kepingan sejarah dan bukan sekedar bangunan kuno biasa ... ?

Alangkah indahnya bila hal seperti ini bisa terwujud, karena masing masing pemilik bangunan berarti ikut serta andil secara aktif didalam pelestarian sejarah dan budaya bangsanya. Siapa yang akan memulai ?? ( th )

Keterangan foto ( all photos taken by : th ) :
01. Nasgor kambing ala teysa's.
02. Birthday, wedding dll silahkan ke teysa's !
03. Salah satu sudut teysa's.
04. Sate, Steak, Coffee.
05. Teras luar serba rotan.
06. Menu sarapan antara 7 - 9 ribu .




Senin, 20 Mei 2013





Satu Bubar, Satu Dibentuk

Dalam seminggu ini ada dua hari yang terus menerus disibukkan dengan dua undangan yang semuanya mengandung password " reuni " hehe .. Yang pertama yaitu rapat kecil pembentukan panitia reuni awal Juni yad di Padi Resto. Dan yang kedua undangan pembubaran panitia dari reuni di Batu tanggal 11 dan 12 Mei yang lalu. 

Mungkin pembaca bingung, " wong reuni kok gak mari mari, reuni opo ae ?" hahaha , itu benar, begitulah kalau " kurang kerjaan " maka berkumpul dengan teman teman adalah salah satu " kesibukan terindah " .. ( apalagi kalau menuruti semua komunitas yang ada, mungkin bisa rapat tiap hari hehe .. )

Tapi ndakpapa sebab bak pepatah " 1000 teman itu kurang, satu musuh itu sudah kebanyakan " maka selama ini masih urusan pertemanan ya " ayo saja " ! Sebuah keputusan besar untuk mundur dari hiruk pikuk dunia industri telah membawa konsekwensinya, salah satunya ya ini, harus bersedia ropat rapat yang bukan lagi soal meningkatkan kinerja perusahaan melainkan kinerja pertemanan hehe ..


Naaa .. rapat I itu menyiapkan reuni bulan Juni di Padi Resto yad. Lumayan " eyel eyelan" lha wong sebagian " tuan rumah " nya ada di Jakarta, jadi rundingannya pakai teleconference, cieeee ... alias tele-pon hehe ..Tapi capek eyel-eyelan, diakhiri dengan sayur bayam, ayam goreng,pecel, dadar telur, rempeyek, sambal dll dll yang melumerkan hati dan menyejukkan perut lhooo? Rapat ditutup dengan hahahihi dan janji bertemu langsung di Padi pada awal Juni! ( diperkirakan sekitar 60 orang akan datang dari berbagai penjuru tanah air )

Hari berikutnya, undangan yang berkebalikan, yakni pembubaran panitia dari reuni tanggal 11 dan 12 Mei yl. Seperti biasa, alih alih membubarkan diri, yang ada malah cuma hahahihi karena berbagai kekonyolan  kisah kisah pada saat reuni maupun jaman sekolah. Tapi karena rapatnya dihalaman luar yang sejuk dengan view cantik disebelah samping belakang, maka tidak terasa " sumug " ( gerah ) meskipun perut mules2 akibat hahahihi .. Ini belum cukup, karena sampai jam 12.00 ternyata belum bubar juga panitianya alias masih mbulet di obrolan2 konyol, maka diputuskan untuk sholat dan makan siang.

Wow .. diimpor dari Warung Wareg dengan gurami sadisnya, maka dimeja sudah ada gurami sadis, bakar, goreng , dan rica trus sambel terong plus oseng kangkung ! Dan setelah jam menunjuk hampir 15.00 barulah ada tanda tanda pembubaran plus rencana berikut untuk berbuka puasa bersama dibulan ramadhan yad dan sesudahnya halal bihalal plus reuni di Yogya. Inipun belum cukup, masih ada rencana melaut bersama sebelum ramadhan. Naaa .. apa ngga pusing saking banyaknya rencana? Masih belum cukup? Ini mungkin gongnya, rencana kedepan adalah bahkan Umroh Bersama, pasti seru melaksanakan ibadah bersama teman teman sekolah !

Akhirnya, terima kasih kepada tuan rumah atas kehangatan dan guraminya, semoga semua rencana dengan niatan yang baik tadi mendapat kemudahan dan ridhoNYA,amiennn ...
Sampai jumpa lagi di pertemuan berikutnya ! ... ( th )

Keterangan foto : ( all taken by : th , Mei 2013 ) 

01. Pembubaran panitia yang tak bubar bubar hehe ..
02. Rapat ber agenda " cekikak cekikik " ..
03. Gurami Sadis ...
04. Rapat pembentukan panitia reuni awal Juni di Padi

( seperti biasa, tukang potrek ngga pernah kepotrek hehe .. )

Minggu, 19 Mei 2013



 20 Mei, ada apa ?


20 Mei " biasanya " diperingati rutin dengan upacara dan pidato pidato. Cuma itu? Dan sesudah upacara tidak ada lagi yang merasa wajib mengingat apalagi menterjemahkan makna dari apa yang tadi dipidatokan di upacara ?. Boro boro menterjemahkan makna, wong tahu 20 Mei itu hari apa, rasanya sudah banyak yang tidak tahu. " 20 Mei? Itu kan hari Senin! " hahaha, tidak salah tetapi juga sangat salah.

Disebut sebagai Hari Kebangkitan Nasional, maka 20 Mei seharusnya menjadi sebuah starter-line dari suatu perwajahan Indonesia Baru, dengan semangat baru, yang diinspirasikan oleh para tokoh dijaman kebangkitan nasional.

Semangat apa? Yakni semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme meskipun tujuannya saat ini  berbeda. Pada masa itu semangat untuk bersatu adalah guna mencapai impian sebuah kemerdekaan bagi Indonesia. Lha saat ini kita memang sudah merdeka, tetapi ironisnya ternyata  spirit persatuan dan kesatuan serta nasionalisme agaknya masih sangat perlu dibangkit bangkitkan secara terus menerus. 

Pertikaian yang berbau SARA disana sini masih sering ditemukan dan ini memilukan mengingat betapa pengorbanan lahir batin fisik mental yang sudah diberikan pendahulu2 kita, tokoh tokoh perjuangan kita, untuk mewujudkan sebuah Indonesia yang bersatu dan berdaulat.

Tawuran antar pelajar, mahasiswa, suku, aparat / sesama anggota tni, supporter, anggota geng dll dll seolah menjadi hiasan rutin dihalaman depan media cetak dan sosial. Pemerintah bungkam, dan negara seolah " berjalan dengan sendirinya ", sak karep karep mu , kira kira begitu..

Dalam sejarah bangsa ini, diawali dengan berdirinya asosiasi atau persatuan para pedagang " pribumi " saat itu, yang tujuan awalnya untuk mengimbangi dominasi para pedagang cina, yakni Sarekat Dagang Islam 1905 di Pasar Laweyan, Solo, Jateng. Namun dalam perkembangannya, kelompok ini berubah menjadi sebuah organisasi pergerakan dibawah nama Sarekat Islam , 1906. 

Ini dapatlah dikatakan sebagai embrio dari sebuah mimpi besar anak bangsa untuk lepas dari cengkeraman penjajah Belanda saat itu. Pemikiran pemikiran itu mengkristal melalui berbagai perjuangan agar tidak tercium oleh penjajah yang kalaupun akhirnya ada yang terendus maka kita melihat dari sejarah betapa para tokoh tokoh pejuang ini bila perlu harus membayarnya dengan jiwa raga mereka. 

Akhirnya, pada tanggal 20 Mei 1908, berdirilah organisasi Boedi Utomo dengan tokoh tokohnya yang terkenal yaitu:
Sutomo, Ir. Soekarno, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Raden Mas Soewardi Sorjaningrat ( yang pada tahun 1922 lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara ), dan dr. Dowes Dekker dll.

Gerakan kebangkitan nasional ini diikuti selanjutnya pada tahun 1928 oleh sebuah gerakan yang mengguncangkan pelangi penjajah di nusantara, yaitu Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Maka keduanya, organisasi Boedi Utomo dan Sumpah Pemuda dijadikan tonggak  penting dalam sejarah perjuangan kebangkitan nasional ditanah air.

Janganlah dibayangkan mudahnya berorganisasi dijaman penjajah, sebagai mana dijaman ini yang sudah serba klak klik, rapat rapat secara bebas, bikin spanduk atau baliho organisasi, website organisasi, pembagian brosur brosur bermuatan politis secara bebas dst dst seperti saat ini.

Untuk sebuah pertemuan saja, mereka harus bermain " petak umpet " dengan penjajah yang tidak ingin rakyat Indonesia bangkit kesadaran nasionalisme nya. Lha lucunya, sekarang ini, justru terbalik balik, isu isu nasionalisme sering diidentikkan  hanya dengan parpol tertentu ataupun kepentingan kepentingan sesaat tertentu karena kita lebih disibukkan oleh  kepentingan2 yang ada dilingkaran perut dan prestige. " Wes gak nasionalisme2an, sing penting urip sejahtera, wong ngrasakno bbm mundak ae wes ngelu ... "  ( Sudahlah tidak perlu repot soal nasionalisme, yang penting hidup sejahtera,  memikirkan kenaikan harga bbm saja sudah pusing ... " , ini ya benar dan juga tidak benar ) .

Jadi sebaiknya bagaimana menyikapi hari Kebangkitan Nasional itu? Maka " mumpung " kita sudah ada di abad jagad media-sosial yang serba klak klik, sebaiknya para pendidik di negeri ini  mulai TK hingga SLA bahkan hingga level PT, memberikan pencerahan lewat website di masing masing sekolah atau PT nya tentang pentingnya sebuah kesadaran nasional akan persatuan dan kesatuan untuk menghindarkan siswa2nya dari    hobi tawuran, anarkis dll. 

Dan mengingat yang dihadapi adalah usia usia remaja " nan sulit alias penuh pemberontakan/ pergolakan " maka beliau2 dapat melibatkan para siswa nya sendiri dalam membuat sebuah sajian menarik tentang isu kebangkitan nasional dihubungkan dengan persatuan dan kesatuan tadi. 

Pencerahan dalam bentuk bentuk animasi misalnya, sehingga para siswa tidak merasa dipaksa atau digurui melainkan dilibatkan dalam sebuah " diskusi nasional " yang meliputi siswa siswa se nusantara. Siapa tahu akan muncul pemikir pemikir muda yang hebat yang seusia tokoh tokoh pejuang dimasanya yang kala itu masih sangat sangat belia? 


Dimanakah spirit persatuan dan kesatuan itu saat ini? Apakah mereka sudah lenyap tertelan Mc Donald, Pizza Hut dll ? Andai saja para tokoh pejuang diatas melihat, betapa seringnya tawuran dan tindak anarkis terjadi ditanah air, mungkin mereka akan menangis karena penjajah dalam bentuk yang lain saat ini merajalela, yakni " adanya rasa bangga yang berlebihan pada kelompoknya ", yang mendorong pada perilaku yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

Jadi .. masih perlukah upacara2 Hari Kebangkitan Nasional itu bila diluar lapangan upacara kita masih selalu tawuran apapun alasannya? (  th )

( Foto2 dari dr. Sutomo diambil dari google:
  01. dr. Sutomo
  02. kongres I Boedi Oetomo, 1908
  03. masa muda Sutomo
  04. " poster " alumnus fak. kedokteran STOVIA )




Rabu, 15 Mei 2013




Seberapa dalam engkau mengenalku sehingga berani menghakimiku?







Man on street, adalah sebuah sebutan atau kiasan untuk mereka yang tidak kita kenal, tidak pernah tahu kedalaman tentang kita, tetapi paling lantang berbicara tentang diri kita seolah lebih tahu bahkan dari diri kita sendiri, Lucu? Tidak. Karena sifat manusia yang mudah terpengaruh oleh yang lain dan dalam teori psikologi masa itu bahkan dimanfaatkan untuk mencapai tujuan tertentu melalui kerumunan masa yang dikendalikan pihak pihak yang berkepentingan. 

Maka yang terjadi adalah bahwa saya tidak menjadi marah melainkan KASIHAN bahwa sedemikian banyak mereka yang " terpluntir pluntir " opininya akibat hanya mendengarkan sepihak dan menutup diri terhadap peluang untuk mendapatkan informasi yang berimbang.Tetapi ini memang sebuah pilihan.

Bagaimana mungkin kita membuat sebuah penilaian obyektip ketika kita hanya membuka kan satu pintu untuk mendengar dan melihat yang sebenarnya terjadi, dan menutup pintu yang lain karena sudah " kadung " apriori? Tetapi bersyukurlah seorang saya yang dibesarkan dalam falsafah kuno jawa, becik ketitik ala ketara, hanya waktu yang akan menunjukkan segalanya dan kebenaran tidak akan mampu dibendung dengan akrobat kalimat yang memutar balik fakta, saya yakini ini sepenuhnya.

Tuduhan demi tuduhan keji telah dimulai bahkan hampir dua tahun yl, saya terpana bahwa mereka seolah yang mengeluarkan saya dari rahim mereka dan mengenal setiap inci seorang saya, luar biasa. Bahkan yang terkeji, saya mendapat gelar istimewa sebagai " setan ", bukankah kalimat yang meluncur dari lidah lidah itu begitu indahnya, saya ulangi : s e t a n . Seindah apakah bibir yang mengucapkan itu?

Andai saja mereka duduk berhadapan dengan jarak semeter dari saya, berbincang dari hati kehati dengan saya, bertatapan wajah dan mata dengan saya, mungkin mereka akan menyadari bahwa saya tidaklah lebih dari seorang wanita biasa, perempuan biasa, ibu dari dua anak yang telah berhasil menghantarkan anak anaknya ke gerbang kehidupan yang mereka pernah impikan ! Alhamdullilah. Tidak ada keistimewaan saya, tidak ada kelebihan saya, kecuali bahwa saya berupaya untuk selalu berkata dan berperi laku jujur.

Kalau saya tidak seperti itu, pastilah saya seorang wanita yang gagal membesarkan anak anaknya, dan gagal membawa mereka kepada impiannya. Ketenteraman hati dan kesejukan jiwa pada akhirnya adalah tujuan hidup disisa usia, bukan lagi hiruk pikuk yang menyesatkan jiwa. Tidaklah pernah saya meminta menjadi dikenal atau terkenal, adalah sebuah " kecelakaan hidup " ketika satu masa seseorang mengunggah kehidupan pribadi saya kejagad maya dan  menjadikannya sebuah badut hingga saat ini.

Luka demi luka sudah ditorehkan, namun dengan bangga seseorang itu berkata bahwa ini adalah ulah " setan " dan dengan sepenuh suka cita ia berkabar bahwa " setan telah kelelahan " ... kalimat yang luar biasa ini hanyalah bisa lahir dan muncul dari seseorang dengan kekelaman jiwa, mengibakan.

Maka, biar saja dunia tertawa, saya telah sangat letih dalam upaya meyakinkan bahwa masih ada kejujuran dan keresikan dijaman yang sudah serba instan dan terkontaminasi ini, namun sia sia, karena selalu kembali terpental dalam tuduhan dan sangkaan yang negatif .. Kehidupan saya telah berubah drastis, karena hampir tidak ada lagi ruang, kemanapun dan apapun yang saya perbuat, semuanya dalam " pengawasan " yang ganti berganti orang dan modusnya . Juga kehadiran seseorang yang sedemikian dekat dengan pintu rumah saya dalam hitungan puluh bahkan ratus kali dengan kendaraan yang ber ganti ganti, telah menanamkan trauma bahwa saya senantiasa ada dalam sebuah toples yang transparan ..

Namun percayalah bahwa bukan itu yang meletihkan. Saya letih karena kejujuran itu tidak lagi dipedulikan tetapi lebih mempedulikan apa yang dikatakan " man on street " dan beramai ramai membuat penghakiman yang seolah malaikat malaikat putih tanpa dosa sedang berhadapan dengan setan hitam yang itu adalah saya, demikian kiranya yang ingin dicitrakan, bukanlah impian mereka ini indah?

Wahai mereka yang sibuk mencari duri dibadan orang lain, tidakkah lebih indah bila waktu yang ada lebih ditujukan untuk putra/i anda, orangtua anda, cucu cucu anda, orang orang terkasih anda yang lebih memerlukan perhatian anda dibanding bila anda meng investasikan waktu untuk bercocok tanam pohon fitnah? 

Saya yakin anda sangat memaklumi apa konsekwensi fitnah dikelak kemudian hari dimasa keabadian, namun saat ini percayalah bahwa fitnah anda itu justru meringankan saya karena menggugurkan sebagian dosa dosa saya ... Sungguh, terima kasih. 

Dan ini untuk yang kesekian kali, saya berikan telepon rumah saya, 0341 55 34 16, agar anda anda yang menginginkan melihat kanvas kehidupan saya yang sebenarnya akan dapat membuat janji dengan saya tentang " kapan semua hal " itu dapat anda lihat, baca, dengar dan pahami, semuanya begitu terbuka, mengapa anda mencarinya dikegelapan yang penuh sangkaan dan fitnah? .. Siapkah anda menelpon saya atau membuka pagar rumah saya? ( th )  

(  Foto : lukisan cat minyak di ruang kerja, " Shadow" ( TKH ) 

   




Perjumpaan dengan Soekarno di Sarinah


Pusing dengan segala kemacetan dan tetek bengek keramaian yang ditimbulkan oleh para calon walikota dan wakilnya di Malang beberapa waktu terakhir, maka sebuah kerinduan tiba tiba menyelinap kuat bahwa di negeri ini rasanya hanya seorang Soekarno yang terpilih dan dipilih oleh rakyatnya tanpa Soekarno harus membagi bagikan uang, panci, motor, tontonan tontonan gratis, kaos dan angkutan gratis dst dst yang serba gratis namun penuh wanti wanti " Pilihlah Aku !" ... sedih.

Sengaja saya naik ke lantai II Sarinah Malang, jalan Basuki Rahmat untuk khusus menjepret sebuah repro dari gambar dan coretan Soekarno tentang Sarinah yang pernah mengasuhnya dimasa kecil. Kalimat kalimat itu saya ketik ulang :

" Sarinah Inilah Yang Mendidik Aku,
Membantu Ibuku,
Membantu Bapakku
Untuk Mendidik Aku,
Mendidik Cinta
Kepada Rakyat Jelata,
Mendidik Mengerti,
Bahwa Segala Sesuatu
Di Negeri Ini
Tergantung Daripada
Rakyat Jelata "
                                                                            ~ Bung Karno ~


Saya bukan penganut parpol manapun meski saya mengagumi Soekarno, karena buat saya Soekarno itu tokoh yang mampu berdiri diatas semua golongan dan benar benar berpihak pada rakyat jelata atau dalam istilahnya adalah seorang " penyambung lidah rakyat " dan bukan sekedar slogan kosong supaya mendapatkan simpati rakyat. Miris dan pilu menyaksikan betapa dijaman ini, ketokohan seseorang lebih banyak diukur dari seberapa banyak ia mampu memberikan janji dan hadiah.

Senin yang lalu saat saya membeli soto di sebuah kedai kecil di Raya Tlogomas, si penjual soto mengobrol dengan beberapa pembelinya begini " Lho .. dikampungmu apa ngga bagi bagi hadiah? Aku dapat panci lho .. tetanggaku malah ada yang dapat motor ... " .. Soto yang sudah ditangan saya, masih saya tahan, sekedar ingin tahu bagaimana " suara rakyat " menyikapi para calon calon pemimpinnya .. 

Saya tertegun, dalam hati saya ngilu " O.. negoro iki pancen wes parah ... durung dadi pemimpin wes koyok ngene, yok opo mbesok nek dadi temenan opo rakyat yo disuap macem macem supoyo manut iko iki sing dadi karep-e ... " ( malas saya menterjemahkannya , maaf .. )

Maka, saya pandangi foto Soekarno berlama lama .. Seorang pemimpin kharismatik yang sangat komplit . Cendekiawan, politikus, seniman, religius, dst dst meski oleh lawan lawan politiknya banyak dimanfaatkan disegi kelemahannya yakni " wanita " untuk menjatuhkannya, terutama dalam kunjungan kunjungan luar negrinya. 

Namun si seniman pecinta keindahan ini memang layak dipuja terutama oleh lawan jenisnya, karena sisi lembut dan hormatnya yang tinggi dalam memperlakukan lawan jenisnya. Tidak satu kalipun atau satu kalimatpun pernah terlontar dari Soekarno yang bernada melecehkan wanita, tetapi sebaliknya, kata kata yang penuh sanjungan dan hormat mendalam yang mampu melelehkan wanita manapun.

Pidato nya yang sangat terkenal didepan sidang umum PBB kala itu, dengan penguasaan beberapa bahasa asingnya yang nyaris sempurna, telah membawa martabat bangsa Indonesia kesebuah tingkatan yang dihormati didunia internasional meski rakyat Indonesia mayoritas masih miskin namun kaya dalam rasa bangga !

Saat ini Indonesia juga sangat dikenal secara global, namun dalam daftar sebagai salah satu negara ter korup didunia. Kebanggaan itu sirna. Belum lagi kasus demi kasus dibidang penegakan hukum yang bak panggung para badut, rakyat mendapat tontonan  menyakitkan. Para koruptor dan pelanggar hukum " cengingas cengingis " tanpa rasa bersalah dilayar kaca dan masih bangga dengan jabatannya. Mundur dari jabatan? Muskil. Indonesia bukan Jepang yang bila pejabatnya ketahuan korup atau melanggar hukum mereka akan merasa malu dan mengundurkan diri bahkan harakiri. 

Di Indonesia boro boro harakiri atau minimal mundur, mereka malah ngotot dilayar kaca bahwa dirinya tidak tahu menahu atau tidak terlibat atau tidak terkait dengan isu yang sedang berkembang meski akhirnya ybs ditangkap KPK.

Kalimat demi kalimat yang kita temukan di buku buku ataupun coretan coretan Soekarno diberbagai kesempatan dan lokasi yang pernah dikunjunginya, adalah sarat dengan magnet dan pesan yang tidak luntur oleh masa.Selaku seniman, Soekarno juga seorang pematung, pemahat, pelukis, sastrawan dan pecinta musik dimana kucuran darah seni yang deras ini diperolehnya dari ibundanya , seorang wanita Bali. 

Maka bila dalam setiap tulisan tulisan itu senantiasa memunculkan Rakyat Jelata sebagai saripati nuraninya, itu bukan sekedar basa basi ala kampanye pilkada, namun seorang Soekarno memang menyadari bahwa " ia berasal dari rakyat dan untuk rakyat ", sebuah ke tokoh an yang sudah sangat langka dan mungkin Indonesia tidak akan pernah lagi memiliki yang serupa.

" Bahwa Segala Sesuatu Dinegeri Ini Tergantung Daripada Rakyat Jelata ", sekali lagi kalimat indah ini saya cuplik untuk menutup tulisan kali ini dengan harapan semoga pada Hari - H pilkada di Malang yad, kita sekalian, rakyat Malang, terinspirasi oleh pesan pesan Soekarno dalam menentukan pilihan antara pemimpin yang benar benar bekerja untuk rakyat dan yang memanfaatkan rakyat untuk kepentingannya sendiri.

Semoga ... ( th )

Keterangan gambar : 
01. Soekarno dengan wanita duafa.
02. Soekarno dengan anak anak.
      ( keduanya dari google )
03. Repro yang saya jepret di Sarinah Malang, lantai II.  



Selasa, 14 Mei 2013








2/ dua hari " Gak Oleh nJae "
Catatan Kecil Reuni Lintas Angkatan di Batu, 11 - 12 Mei 2013



Entah ide siapa tema " Gak Oleh nJae " yang dipilih panitia reuni lintas angkatan dari ASTETSA yang memilih sebuah vila di jalan Mawar, Batu sebagai lokasinya pada tanggal 11 dan 12 Mei yang lalu. Yang jelas kalau menurut saya, panitia harusnya membayar royalti kepada sebuah radio swasta di Malang yang memiliki program dengan judul yang sama disingkat GOnJ . 

Tapi berhubung saya bukan panitia dan hanya kebetulan " didapuk " dibagian cuap cuap, ya tinggal melihat saja betapa baliho besar dengan gambar dua alumni e.. monyet itu sudah terpampang diarena reuni dengan judul " GOnJ " tadi .Ee .. ternyata hampir semua yang hadir berebut foto didepan baliho ini hitung2 sambil menyamakan wajah hehe ..

Ini adalah pertemuan ke III dalam setahun ini, dan sangatlah dimaklumi bila mengumpulkan teman dari berbagai angkatan bukanlah barang mudah. Generasi termuda yang hadir kemarin adalah angkatan 95 dan yang tertua 69. Selisih usia diantara 70 orang yang hadir ternyata tidak
memunculkan masalah karena para manula kalau sudah kumpul ternyata " ndablegnya " melebihi yang muda muda, konon " mumpung " masih bisa guyon ...

Maka menghilangkan gap antar angkatan melalui acara acara yang mampu membaurkan semuanya yang kebetulan sampurnya jatuh pada saya, juga gampang2 sulit. Tetapi alhamdullilah dua hari pertemuan itu berakhir dengan perut mules mules akibat banyaknya ketawaketiwi yang alami. 

Sabtu malamnya hanya diisi dengan lomba nyanyi antar angkatan dengan syarat yang kwalitas suaranya dibawah standar. Ternyata ini saja sudah menyita waktu dua jam lebih karena rata rata pesertanya " mengheningkan cipta " dulu sebelum nyanyi alias membiarkan musiknya jalan sampai setengah hehe ... 

Belum lagi memilih lagunya, masing masing njlimet padahal " ngletek " ternyata yang dipilih lagu lagu yang sudah sangat umum dan balitapun bisa hehe .. Angkatan 81 misalnya, mewakilkannya pada trio temen2nya, lha trio dadakan ini sama sekali tidak kompak, maka sampe lagu habis isinya hanya " cekikak cekikik " yang bikin rahang sakit ngga bisa mingkem hehe..

Mau lebih seru? Ada qwartet yang inipun sampai lagu habis yang nyanyi cuma satu dan yang tiga melongo, hahaha ... maka percayalah bahwa reuni itu sebenarnya adalah ajang untuk menggali kegembiraan, tidak lebih .. Bagaimana tidak, lha wong yang manula sengaja dipasangkan dengan yang muda muda misal dalam lomba berjalan lambat dll  ..( yang jengkel pastilah yang muda muda " gak tlaten aku rek ... " hehe ).

Saat lomba " mengenang mainan jadul " yakni menggigit sendok dengan kelereng diatasnya, lhoo ternyata banyak protes para manula " rek, untuku iso mrotoli nyokot sendok iki " haha .. dan ternyata banyak kecurangan yang dilakukan para manulanya ckckck, contoh : sendok diganjal tisue supaya kelereng nggak jatuh, diam2 bawa kelereng cadangan supaya bisa cepat menggantikan kelereng yang jatuh dll ... waaa ... mana contoh buat yang muda2 hehe ...

Sabtu malam berakhir sekitar jam 11.30 saat udara kota Batu mulai terasa nyess, apalagi vila terletak diketinggian dengan view yang cantik disebelah bawahnya. Sekitar 30 orang diantaranya menginap di vila yang sama dan janji untuk bertemu lagi adalah minggu paginya.

Pagi pagi , hari minggu 12 Mei, sms masuk di hp saya " wes tekok endi ?" waduhh ... dari rumah saya ke vila mereka ternyata harus ditempuh merambat dan beruntunglah mobil mini ini bisa diajak menerobos jalan jalan sempit sehingga acara tidak kelewat terlambat, maap maap ... 

Waa, nampak segar semuanya, terbalut seragam T Shirt putih dengan syal kecil orange ! Langsung acara dimulai dengan poco poco yang mengundang keringat lumayan. Setelahnya, Jalan Sehat mengitari vila tetapi sebagian wilayah memang cukup menanjak, naaa ... beberapa mulai " berguguran " alias " ngaso ... ngaso ... " begitulah perjalanan usia, dan yang muda muda  cuma nyengirrr ...

Makan pagi menyusul, wow .. pecel .. soto ... dll dll .. yo wes kono, mumpung banyak temen jadi yang biasanya kurang selera makan mendadak jadi banyak sampai nambah2 ... Acara lomba dimulai setelahnya, banyak yang sampai nangis nangis saking ngga kuatnya nahan ketawa, terutama di lomba jalan lambat yang diharuskan mencari pasangan beda angkatan dengan dua kaki terikat satu sama lain .. " Iki laopo kok sik ndik kene ae, koncone wes podo mandeg kok sik mlaku dewe ... " haha .. rupanya ada sepasang peserta yang mulai menderita " penkur " ( pendengaran berkurang ) jadi saat ada instruksi balik dengan jalan cepat, ternyata keduanya masih santai2 jalan lambat lambat hehe ..( aduh, saya nulis ini sambil ketawaketiwi sendirian membayangkan adegan adegan yang lucu kemarin duluuuu ... )

Tetapi pada akhirnya, waktu juga yang harus memisahkan .. Kalau saat pembukaan hari Sabtu itu acara dibuka dengan doa, maka saat akan berpisah, doa juga yang membimbing semuanya untuk kembali mengingatNYA.. Beberapa meneteskan air mata mengingat rekan rekan, adik adik, kakak kakak, guru dll yang telah mendahului kami , dan doa mengucur deras memohon keridhaanNYA agar arwah arwah orang tercinta ini diberikan kelapangan disisiNYA amiennn...

Lagu standar Kemesraan, Kapan Kapan , dan Disini Disana Senang, menutup acara formal meski sesudahnya masih berlanjut informal hingga sekitar 13.00 .. Percaya tidak percaya, yang berdomisili disekitar Malang ternyata masih berencana untuk membuat reuni lanjutan dengan touring ke Malang Selatan, empat pantai ! Kapan? Rapat menyusul. 

Beginilah bila para " pensiunan " berkumpul, tidak usah membuat jelous yang masih aktiv, sebab kami kami memang sudah dalam periode MPP ( menikmati proses pengantrian .... lhooo?? ) ...Jangan khawatir, bahwa ditepi lautpun, didalam goapun, diatas perahupun, didalam kendaraanpun, atau diatas pasirpun, doa tetap ditegakkan lewat sholat wajib maupun sunnah. Jadi saya sangat tidak setuju bila ada yang mengatakan " daripada ke laut mending ke pengajian " itu sangat benar tetapi bahwa manusia diberikan kemampuan untuk melaksanakan ibadahnya dimanapun dan dalam keadaan bagaimanapun, maka pengalaman pribadi justru memberikan yang sebaliknya : " berdoa berdekatan dengan suara debur ombak, bagaikan kita berhadapan langsung dengan yang menciptakan debur tersebut" .. Sungguh, Maha Besar Allah ...

Selamat berpisah dan sampai jumpa lagi di reuni berikutnya, dimanapun itu dan dalam keadaan apapun ( kemarin teman teman di Yogya sudah menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah untuk reuni mendatang, matur nuwun sanget  ... ) .. 

Foto foto yang sudah langsung di print siang itu menjadi oleh oleh manis para peserta reuni, terutama foto foto didepan baliho GOnJ hehe ..Ojok lali ker, kalian boleh punya seabreg komunitas apapun, tapi yang terjadi kemarin, kalian tidak akan temukan dikomunitas manapun, karena ikatan emosi itu hanya terjadi di seputar sekolah kita, di depan balai kota dan kolam teratai, di kantin sekolah, di bangku kelas, diruang guru, di aula sekolah, di tangga sekolah, di lapangan basket, di .. di ... di ... Sampai ketemu lagi yoo !
( th )

Keterangan foto ( all taken by : th ) , seperti biasa, tukang motret
nggak ada fotonya ( nasib ... ) :

01. Foto rame2 minggu pagi sebelum jalan sehat, mumpung masih
      belum keringatan, bedak belum luntur hehe ..
02. TShirt Hitam, Taufiq yg jazzy sedang menghibur temen2.
03. Lomba Baloon-Dance, wow ..
04. Sabtu malam dibawah baliho GOnJ 
05. Ternyata banyak ular berbisa bersliweran
06. Rombongan lain mejeng sabtu malam, menyamakan wajah ...?
07. Ngga ada yang renang, cuma foto2 dipinggir kolam ..
08. Abis jalan sehat, mengendorkan otot kaki hehe ..
09. Atmosfer minggu pagi, capek jalan sehat, ada yang nyanyi ada yang ngobrol
10. Rame rame dibawah gambar leluhur
11. Kalo yang ini agak lengkap meski sekitar 20 orang ada di dapur, nyanyi dll
12. Sigit, tetep gondrong full uban, tapi suara ngga berubah, Greatest Love of All,
      Delilah, Let It Be Me, dll dll " full Sigit " ... thanks bro ...usia bukan halangan !
13. Poco Poco minggu pagi
14. Masih Poco Poco ..
15. Trio dadakan diiringi mas Yoyok yang suaranya juga keren !
16. Another couple of Balloon-Dance ..
17. Naaa .. kalau ini sih memang dari sononya SoulMate, ya ngga usah diprotes hehe ..







Rabu, 08 Mei 2013



Yukkk ..   " makan " stadion

Makan stadion? Apa boleh buat ketika kota Malang makin berubah wujud menjadi belantara beton dan baliho, maka stadionpun akhirnya menjadi sebuah view yang " layak " dijual .. 

Sebenarnya, makan di mall mall bukan selera saya, tetapi saat jam makan terlambat hampir dua jam dan daripada berurusan dengan dokter, maka makan di mall menjadi pilihan disaat " kepepet " ( tolong cara membaca huruf " e " jangan salah ya hehe .. )

Solaria, adalah salah satu diantara sekian banyak tempat hangout yang ada di Malang Olympic Garden / MOG  Jalan Kawi. Pilihan " view " nya hanya dua, diteras dalam dengan pemandangan " sliweran " pengunjung mall, atau teras luar dengan pemandangan stadion, dan saya pilih stadion.

Bukan karena indahnya, tapi karena banyak catatan disitu. Masa kecil saya, area stadion ini kadang merupakan tempat berolahraga SD saya. Lalu kolam renangnya juga tempat berkubang saya  dua kali seminggu, dan waa .. selebihnya sebaiknya saya simpan sendiri ceritanya hehe .. Jadi sambil menunggu pesanan makanan datang, saya putar kembali " video kehidupan diarea stadion " ini, meski wajah stadion saat ini sudah berubah. 

Oya , kembali ke soal menu, Solaria menawarkan yang standar standar saja sebagai sebuah tempat bersantai setelah orang capek mutar muter di mall,  seperti Nasgor, Mie Goreng, dan sejenisnya itulah yang dimaksud standar. Rasa? Ya begitulah, sebab yang lebih dipentingkan disini adalah suasananya . Naaa.. buat yang ingin menikmati Stadion Gajayana sebagai teman santap siang/malam, Solaria lah tempatnya ... selamat makan stadion ! ( th )




Keterangan foto ( all taken by : th , Mei 2013 ) :


01. Entrance.
02. Teras luar dengan view Stadion Gajayana ( teriring ucapan maaf dan   terima kasih kepada yang wajah wajahnya terjepret disini yang apabila keberatan dapat dihapus sewaktu waktu )
03. NasGor ala Solaria.
04. Cukilan dinding.

( dan seperti biasa, yang njepret tidak pernah ada di manapun fotonya hehe ... )