Sabtu, 20 April 2013
Camilan Tengah Kota
Bagi yang malas mencari oleh oleh khas Malang terlalu jauh dan kebetulan berada dipusat kota, bolehlah ke Jalan Kawi Atas 34, Malang, namanya " Griya Camilan " atau terjemahan bebasnya adalah rumah oleh oleh atau rumah makanan ringan. Mudah mencarinya, sebab ada dideretan ruko Kawi Atas diseberang BCA Kawi.Tentu ada saja yang membedakannya dengan pusat oleh oleh khas Malang yang tersebar seantero kota Malang. Disitu ada es lilin dengan bermacam rasa dan juga bermacam mie kering khas Malang serta beragam camilan model jadul sampai modern. Naa .. selamat dicoba ! ( th )
( Foto foto oleh TH , April 2013 )
Jumat, 19 April 2013
Malang Bertabur Bintang ...
Dalam lima tahun terakhir, kota Malang bak " naga bangkit dari tidur " . Yang dimaksud disini adalah menjamurnya hotel hotel baru dan berbintang pula. Chain - hotel sudah merambah disini dan menariknya setiap ada pembangunan baru di sudut sudut kota , selalu saja : hotel dan hotel.
Sudah sedemikian tingginyakah kebutuhan akan akomodasi di Malang saat ini dan kedepannya? Tampaknya iya, sebab selain Malang menjadi tujuan wisata ataupun persinggahan sebelum atau sesudah Bali, Malang juga semakin berkembang disegi bisnis.
Disisi lain, dilingkungan akademis, nampaknya Malang juga makin banyak menjadi tuan rumah dari berbagai seminar atau konvensi internasional. Ini berarti Malang juga mendukung perkembangan M.I.C.E yang dikalangan hotelier sangatlah menggembirakan. Namun masalahnya, hotel saja tidak cukup untuk suksesnya sebuah gawe internasional berskala besar.
Bandara misalnya, mungkin Abdurahman Saleh masih perlu berbenah banyak terutama bila ingin mengundang lebih banyak wisman. Aksesibilitas ( maaf kalau tulisan ini keliru saya agak bingung meng Indonesia kannya hehe ... ) adalah salah satu faktor penting dalam M.I.C.E, sebab semenarik apapun tujuan wisatanya apabila faktor ini tidak ditemukan maka akan gagal mencapai target yang diharapkan. Transpotasi utamanya, dimana berbagai tujuan wisata memiliki kebutuhan transpotasi yang berbeda.
Faktor penunjang lainnya untuk M.I.C.E adalah tersedianya infrastruktur IT yang memadai sehingga dimanapun berada, dihotel, ditempat konvensi, ditempat tempat wisata mereka tetap dapat berhubungan dengan siapapun, meskipun saat ini telah muncul berbagai gadget pribadi yang canggih.
Selanjutnya, ruangan atau hall yang mampu menampung hingga minimal 4000 tamu adalah juga penting. Maka bila berbagai hotel baru yang bermunculan di Malang saat ini saling bersaing mengunggulkan fasilitasnya, ini sesuatu yang wajar dan harus terjadi kalau tidak ingin tertinggal dari yang lain. Sebuah konvensi internasional adalah hasil dari sebuah " pertarungan tender " dimana negara negara melalui semacam EO nya, berebut menjadi tuan rumah dengan menjual dan memamerkan/ mempresentasikan fasilitas yang dimilikinya agar terpilih.
Bahkan event selevel konferensi Asia Afrika misalnya, itu diperlukan setoran awal dari pihak tuan rumah kepada si penyelenggara sebagai jaminan bahwa si calon tuan rumah itu memang credible.Ini guna berjaga jaga apabila mendadak ada situasi darurat atau perubahan karena sesuatu hal dari pihak tuan rumah, misal isu teroris dimana terpaksa konvensi harus dipindahkan ketempat atau bahkan negara lain.
Bali misalnya, dapatlah disebut sebagai tuan rumah yang siap " lahir batin " melayani konvensi konvensi besar selevel itu, mengingat infra strukturnya yang sudah sangat siap, dimulai dari bandaranya, layanan bandara, transpotasi, hotel dengan kapasitas memadai serta kompleks hotel yang menyatu sehingga bila diperlukan puluhan hotel sekaligus diarea yang sama, merekapun siap, contoh Nusa Dua.
Apalagi di Bali masyarakatnya sudah sangat tourism-minded, sehingga bertemu siapapun di Bali seorang wisman terutama, akan merasa " dirumah sendiri " . Ini mungkin yang belum kita miliki di Malang, sebab sering saya temui wisman yang " tolah toleh " mencari informasi tentang sesuatu dan nampaknya masyarakat masih belum aware akan perlunya sebuah uluran tangan yang " helpful " ..
Segi bahasa asing juga masih menjadi kendala, sebab berbicara tentang pengemudi angkot, taxi, bus, travel dll juga banyak yang belum siap berbahasa asing.Di Bali para mbok mbok bakul atau tukang pijet pantai yang manula manula ataupun anak anak kecil yang berjualan souvenir dll itu bahasa asingnya cas cus meski kadang grammar kurang tepat tetapi mereka lancar berkomunikasi. Hal ini juga belum kita temukan di Malang ..Bahkan tidak hanya bahasa Inggris, mereka juga bicara beberapa bahasa meski terbatas masalah tawar menawar barang/ jasa saja, yakni termasuk Jepang, Cina, Spanyol, Perancis, Jerman weeeee ....
Saya berkeliling ke beberapa calon hotel berbintang yang bermunculan di kota Malang, salah satunya yang ada diarea River Side, Harris Hotel and Conventions Malang. Terletak didalam komplek perumahan cantik River Side, hotel ini memiliki beberapa kelebihan yang sulit dicari duanya.
Pertama, areanya dikelilingi hutan mini yang kehijauan dan sejuk. Kedua, karena letaknya yang jauh menjorok kedalam perumahan, maka atmosfernya sangat tenang dan hanya terdengar suara burung. Ketiga, arsitekturnya yang unik, paduan antara klasik dan sporty, lho?Seperti kita tahu, konsep mereka adalah sporty yang terlihat antara lain dari seragam karyawannya yang sangat sporty, putih orange celana pendek,T Shirt dan sepatu cats. Tetapi saat di lobby, suasana lobinya kontras, lebih kearah klasik, ini berbeda dengan Harris yang pernah saya kunjungi di Jakarta ( Tebet ) dan Bali ( Kuta ) .
Saat saya jeprat jepret di Harris Malang, pembangunan memang belum 100% rampung namun sudah terasa bahwa hotel ini memiliki daya tarik berbeda. Full, full, full, hampir selalu mewarnai occupancy nya meski dari jalan raya arah Surabaya hampir aktivitas hotel ini tidak terlihat oleh awam, kecuali spanduk nama hotelnya.
Naaa ... bila kota Malang sudah sedemikian dibanjiri hotel hotel berbintang, maka saatnyalah masyarakat juga lebih meningkatkan tourism-minded nya agar Malang menjadi " rumah kita " bagi para turis utamanya wisman. Semoga ! ( th )
( Foto foto diberbagai sudut Hotel Harris oleh TH , Maret 2013 )
( Foto foto diberbagai sudut Hotel Harris oleh TH , Maret 2013 )
Kamis, 18 April 2013
Sayur Pedes Mbok Ni ..
Sebenarnya sangat banyuakkkk kedai seperti ini di mana mana. Model prasmanan memang asyik sebab kita bebas memilih. Tapi buat saya kedai yang satu ini " ngangeni " . Saking sedepnya masakan mbok Ni ini sampai saya yang sudah puluhan kali mencicipi, lupa untuk menulisnya di blog ini hehe ...
Juga kedai mbok Ni ini biasa saja, ada di deretan ruko didaerah kampus belakang UIN atau antara ITN dan UIN yang semuanya bernama bendungan bendungan itu. Tepatnya ada di Bendungan Sigura gura Barat , Ruko Griya Mandiri Kav. 07, Malang, Jawa Timur, telepon 0341 706 505 9. Wow .. lengkap ya ?
Juga kedai mbok Ni ini biasa saja, ada di deretan ruko didaerah kampus belakang UIN atau antara ITN dan UIN yang semuanya bernama bendungan bendungan itu. Tepatnya ada di Bendungan Sigura gura Barat , Ruko Griya Mandiri Kav. 07, Malang, Jawa Timur, telepon 0341 706 505 9. Wow .. lengkap ya ?
Kedai kecil ini pengunjungnya datang dan pergi meski tak sampai antri antri. Bermodel prasmanan, membuat saya sering kebingungan sebab semuanya sedep. Sebut saja, sayur bayam, asem, sup, lodeh, manisah, bali, bumbu rujak, ayam kecap, ayam bakar, ayam goreng, sate komoh, sate usus, sate puyuh, segala macam botok, ikan asin, gereh, mujair dl dll waaa ... bisa habis sehalaman !
Maka biasanya begini, saya ambil bayam, tapi disisi piring saya ada mangkuk kecil isi sayur asem hehe .. ( siapa bilang orang kurus makannya sedikit? justru banyak, sebab umumnya cacingan hehe ... ) . Lalu sederet juice juga ada, mulai sirsak, melon, wortel dll.
Bagaimana dengan harga? Standar. Misal, ayam kare perpotong 3500,- , telur bali 2000,- per butir dan aneka juice rata rata 4 sampai 5 ribu per gelas. Harga mahasiswa sebab disitu memang area kampus, meskipun saya lihat sebagian besar yang bersantap adalah karyawan.
Mana mbok Ni nya? Mungkin dibelakang layar. Atau juga bukan. Sebab sering saya lihat ada wanita cantik yang sesekali muncul, saya tak yakin itu mbok Ni nya, tapi konon owner. Naa.. penasaran to? Silahkan mencoba, nanti temen2 saya dikedai itu pasti memberikan " laporannya " siapa siapa wajah baru yang muncul dikedainya setelah tulisan ini hehe ..
Ingat, judulnya saja " Sayur Pedes " jadi bersiaplah untuk " nggaber nggaber " sebab mbok Ni memang bukan slogan kosong , tidak peduli saat harga lombok rawit mahal, tetap pedessssss ..... ( th )
Keterangan foto ( all taken by : th, April 2013 ) :
01.Alamat di kartu nama kedai.
02.Sebagian menu yang karena saya datang sudah sekitar
13.30 terlihat hampir kosong.
02.Sebagian menu yang karena saya datang sudah sekitar
13.30 terlihat hampir kosong.
Ban Cadangan... ?
ban cadangan/ BC sesuai namanya adalah ban yang hanya diperlukan disaat darurat. bila tidak sedang darurat maka BC akan tetap ada ditempatnya yang tidak tersentuh.bagaimana dengan manusia dalam hal ini pasangan pria wanita? apakah berlaku juga rumus BC ? cukup banyak kasus kasus BC yang ditemui dalam keseharian, rela tidak rela. sebab banyak juga ternyata yang dengan sukarela menjadi BC dengan alasan " saking sayangnya " ck ck ck .. " ngga papa kok jadi BC yang penting aku mendapat perhatiannya juga " wow .. segitunya ya ... he he ...lalu kapan seseorang sebagai BC akan diperlukan atau diperhatikan ( sementara ) ... ?
01. idolanya sedang dalam saat kesepian /ditinggal pergi pasangannya / patah hati dan sejenisnya.
02. sang idola membaca kesepian yang ada di BC dan memanfaatkannya meskipun idola BC sedang tidak dalam masalah dengan pasangannya.
03. suka sama suka, artinya " sama sama tahu " bahwa itu adalah sekedar perintang waktu.
04. BC dan idolanya kebetulan sama sama dalam situasi darurat.
demikian kira kira " nasib " BC, yang bagaimanapun tidak akan pernah dapat mengisi sepenuhnya hati pasangan daruratnya karena cadangan itu akan ditinggalkan disaat pasangan SOSnya sudah kembali bahagia ... nah, siapa bersedia jadi BC? ( tetapi ada juga lho kasus kasus BC yang akhirnya menjadi pasangan tetap, karena sang idola ditinggalkan orang yang dicintai
sehingga BC menjadi tumpuan kesedihannya yang berakhir dengan tumpuan hidupnya. soal hatinya, siapa yang tahu?? )
( foto diambil dari google dan diedit )
( foto diambil dari google dan diedit )
Selasa, 16 April 2013
Siapa bilang orang yang sudah terbiasa naik turun pesawat tidak was was hatinya saat di awang awang terutama take-off dan landing? Bahkan yang terlihat cuek tidak pernah lagi memperhatikan crew pesawat mendemonstrasikan alat alat penyelamat ataupun membaca petunjuk petunjuk penyelamatan diri, masih saja was was meski diluarnya seperti tidak ada kekhawatiran sama sekali , mungkin gengsi ?
Tetapi kebetulan saya yang sudah tiga kali mengalami " batas tipis hidup dan mati " di awang awang, sampai sekarangpun saya tidak berusaha menyembunyikan rasa was was ini antara lain dengan " ndhemimil " ( mulut komat kamit ) disaat takeoff, selama diperjalanan dan saat mau landing. Sebab kalau tidak ada tempat parkir di antara awan dan mega, kepada siapa lagi hidup ini kita serahkan sepenuhnya? Hanya doalah pegangan satu satunya, agar DIA mempercepat perjalanan dan memudahkan semuanya.
Tetapi kebetulan saya yang sudah tiga kali mengalami " batas tipis hidup dan mati " di awang awang, sampai sekarangpun saya tidak berusaha menyembunyikan rasa was was ini antara lain dengan " ndhemimil " ( mulut komat kamit ) disaat takeoff, selama diperjalanan dan saat mau landing. Sebab kalau tidak ada tempat parkir di antara awan dan mega, kepada siapa lagi hidup ini kita serahkan sepenuhnya? Hanya doalah pegangan satu satunya, agar DIA mempercepat perjalanan dan memudahkan semuanya.
Maka saat ssekian hari yl di tv menyaksikan Lion Air terpatah tiga di laut bali, sayapun seperti mengalami " dejavu " .. Tetapi salah satu tradisi saya yang kebetulan terlahir sebagai orang Jawa, kami menyebutnya sebagai " masih untung .... " ( masih untung bisa mendarat dengan aman dilaut, dan masih untung semua selamat ) .
Dulu saat saya mengalami tiga kasus yang berbeda dengan pesawat yang berbeda beda pula, informasinya sangat simpang siur dan cenderung di tutup tutupi oleh pihak pihak terkait. Sehingga para penjemput hanya bisa menduga duga " o .. mungkin tertunda karena cuaca atau masalah reknis lainnya " dan hingga penumpang bertemu penjemputnya berjam berjam kemudian, tidak ada informasi detil kecuali " masalah teknis dan keberangkatan tertunda " .
Dulu saat saya mengalami tiga kasus yang berbeda dengan pesawat yang berbeda beda pula, informasinya sangat simpang siur dan cenderung di tutup tutupi oleh pihak pihak terkait. Sehingga para penjemput hanya bisa menduga duga " o .. mungkin tertunda karena cuaca atau masalah reknis lainnya " dan hingga penumpang bertemu penjemputnya berjam berjam kemudian, tidak ada informasi detil kecuali " masalah teknis dan keberangkatan tertunda " .
Wow .. padahal yang terjadi adalah saat mau landing ban ban pesawat tidak mau keluar dan akhirnya muter muter untuk trial and error dan berakhir dengan pendaratan perut yang dramatis ... Pucat pasi sudah pasti, lutut lemas dan keringat mengucur deras sambil segenap hati mempersiapkan detik detik akhir kehidupan didunia ... OMG, jangan pernah terulang lagi !
Dan dengan kecanggihan teknologi saat ini, kejadian semacam Lion Air di laut bali hari ini, tidaklah bisa dirahasiakan lagi. Citizen-reporter bahkan bergerak dan bekerja jauh lebih cepat dari reporter yang asli, karena mereka juga sudah dibukakan akses untuk mengirimkan liputan liputan yang kejadiannya baru saja dalam hitungan menit serta live. Ini luar biasa dalam ukuran speednya.
Lion Air dalam tahun 2013 hingga April ini sudah dua kali mengalami accident. Akhir Pebruari yl adalah kali yang I di tahun 2013. Boeing 737-900 BR ini terhitung masih kinyis kinyis, tapi itulah musibah, tiada pandang kinyis atau sudah manula.
Dengan melakukan ditching atau pendaratan dilaut dalam situasi darurat, memang relatip lebih aman dibanding bukan dilaut seperti yang pernah terjadi di waktu waktu yang lampau dengan berbagai maskapai penerbangan. Misal dihutan lebat atau lereng gunung, yang sangat jauh lebih sulit pencarian dan evakuasinya.
Maka apa sebenarnya yang dapat kita tarik sebagai bahan pelajaran atau renungan dari kejadian seperti ini? Pertama tentu saja : kerendahan hati. Lho? Iya. Sekalipun naik pesawat bagi sebagian orang sudah seperti naik angkot, tetaplah memulai perjalanan di awang awang ini dengan DOA.Bagaimanapun, " pilot terbaik " adalah Sang Maha Pencipta, kepadaNYA lah kita meminta agar perjalanan disegerakan dan dilindungi.
Kedua, meski sudah bosan menyaksikan peragaan alat alat keselamatan, tetap luangkan waktu beberapa menit agar ingatan kita selalu di refresh bagaimana cara memakainya yang benar serta pintu pintu dan lampu darurat yang mana yang perlu diperhatikan dst ..
Ketiga, meski sudah rahasia umum bahwa bagian ekor pesawat itu rentan patah disaat musibah, tidaklah perlu risau bila tempat duduk ternyata dibagian ini. Kematian tidaklah memandang dibagian mana kita duduk karena maut menjemput dimanapun.
Tetapi beberapa tips sederhana bolehlah diperhatikan seperti misal : tidak membawa bahan bahan yang mudah meledak didalam tas kita ( bukan bom lho, misal spray dll ), membawa barang seperlunya saja dll.
Sering saya heran melihat penumpang yang membawa barang kedalam pesawat dan bukan di bagasi, dalam jumlah yang luar biasa mirip mereka yang mau boyongan sampai sampai sulit menutup kotak penyimpan barang diatas kepala penumpang itu, aduhhh ...
Keempat, mohon taati peraturan untuk tidak memakai peralatan ( komunikasi ) elektronik terutama saat takeoff dan landing yang masih sering kita temui pelanggarannya, tanpa peduli kemungkinannya mengganggu sistim navigasi pesawat.
Naaa .. bak " kapok lombok ", memang naik pesawat itu masih menjadi pilihan paling efisien disegi waktu dan tenaga, maka musibah yang tidak pernah memilih " brand " dari sebuah airlines, semoga tidak menciutkan hati kita disaat harus memilih jenis transpotasi yang satu ini dan memasrahkan sepenuhnya hidup mati ini kepadaNYA ... ( th )
( Foto foto diambil dari TribunNews.com )
Kedua, meski sudah bosan menyaksikan peragaan alat alat keselamatan, tetap luangkan waktu beberapa menit agar ingatan kita selalu di refresh bagaimana cara memakainya yang benar serta pintu pintu dan lampu darurat yang mana yang perlu diperhatikan dst ..
Ketiga, meski sudah rahasia umum bahwa bagian ekor pesawat itu rentan patah disaat musibah, tidaklah perlu risau bila tempat duduk ternyata dibagian ini. Kematian tidaklah memandang dibagian mana kita duduk karena maut menjemput dimanapun.
Tetapi beberapa tips sederhana bolehlah diperhatikan seperti misal : tidak membawa bahan bahan yang mudah meledak didalam tas kita ( bukan bom lho, misal spray dll ), membawa barang seperlunya saja dll.
Sering saya heran melihat penumpang yang membawa barang kedalam pesawat dan bukan di bagasi, dalam jumlah yang luar biasa mirip mereka yang mau boyongan sampai sampai sulit menutup kotak penyimpan barang diatas kepala penumpang itu, aduhhh ...
Keempat, mohon taati peraturan untuk tidak memakai peralatan ( komunikasi ) elektronik terutama saat takeoff dan landing yang masih sering kita temui pelanggarannya, tanpa peduli kemungkinannya mengganggu sistim navigasi pesawat.
Naaa .. bak " kapok lombok ", memang naik pesawat itu masih menjadi pilihan paling efisien disegi waktu dan tenaga, maka musibah yang tidak pernah memilih " brand " dari sebuah airlines, semoga tidak menciutkan hati kita disaat harus memilih jenis transpotasi yang satu ini dan memasrahkan sepenuhnya hidup mati ini kepadaNYA ... ( th )
( Foto foto diambil dari TribunNews.com )
Langganan:
Postingan (Atom)

















