Selasa, 14 Februari 2012

Whitney, diva yang menolak disebut diva ..





Lama saya tidakmenulis di kolom " Yang Mendahului " ini, padahal begitu banyak pesohor maupun pribadi pribadi luar biasa yang bisa saya tuliskan, hingga berita yang mengejutkan tiba. Whitney Houston, 48 tahun, meninggal tragis dikamar hotel Beverly Hilton menjelang ajang Grammy yang prestisius. Banyak versi seputar kematiannya, mulai kecanduannya pada alkohol, drug dan lain lain yang semuanya bermuara pada kematian tragisnya. Tetapi dunia tampaknya tidak terlampau mempermasalahkannya, karena pada banyak media justru kepergian mendadak Whitney ini dipandang sebagai suatu kehilangan besar.

Mungkin diam diam banyak yang menyayangkan kecanduannya, tetapi sungguh hanya Whitney nampaknya yang paling tahu mengapa itu dilakoninya bahkan justru disaat karirnya mencapai puncak keemasan dengan berbagai penghargaan yang pernah diraihnya.

Diberkahi suatu bakat dan suara yang begitu memukau, Whitney menapaki karirnya tidak semudah membalik telapak tangan. Beberapa single nya yang terkenal telah menyapu bersih tangga tangga lagu dunia, pasti masih akan selalu kita kenang.

Greatest Love of All, Saving All My Love For You, dan seabreg lainnya adalah nomor nomor yang akan abadi dalam hati penggemarnya. Puluhan juta album yang terjual di negaranya dan diseluruh dunia, telah menguatkan posisinya sebagai penyanyi pop & RB yang tidak tertandingi. Kepribadian dan tampilan panggungnya yang mempesona, telah menginspirasi jutaan penggemar maupun artis artis dan penyanyi diseluruh dunia termasuk Indonesia.

Bagi yang pernah menonton film The Bodyguard, mungkin masih teringat aksi Whitney di film tersebut yang juga menempatkan dirinya sebagai artis berbakat dibidang layar lebar. Kini Whitney sudah pergi, semoga The Greatest Love Of All menunggunya disana ... amin.( th )
(
 Foto diambil dari google )

Selasa, 07 Februari 2012

Jejak Si Betis Indah, Ken Dedes






















Berbicara tentang peninggalan leluhur yang ada di kabupaten Malang, banyak yang dapat kita telusuri sebagai jejak kebesaran masa lampau dari kerajaan kerajaan yang ada disekitar Malang. Sebut misalnya Kanjuruhan, Singosari, dan bahkan Majapahit. Meski berasal dari abad yang berbeda, namun semuanya meninggalkan catatan yang sama : kejayaan pada masanya.

Diantara situs situs yang tersisa, bahkan ada yang tergeletak begitu saja dihalaman belakang sebuah kampus di kota Malang. Ketika saya mencoba memotret 8/delapan batu berbentuk bulatan dengan diameter masing masing sekitar 80-90 cm, satpam kampus menjelaskan :
" Yang ada digedung rektorat diatas itu sudah dirawat dengan baik. Yang dihalaman ini memang masih ter pisah pisah di empat sudut halaman, tapi rencananya akan segera di pugar ... " . Saya melihat dibeberapa batu purba itu bahkan ada puntung puntung rokok para mahasiswa yang konon sering duduk duduk bersantai diatasnya ...

Tidak jauh dari kampus tersebut, didaerah jalan Kanjuruhan dekat Joyogrand, Dinoyo, disebuah bangunan berbentuk pendopo, kita bisa melihat sekumpulan batu batu purba berbentuk lumpang, yaitu peralatan menumbuk padi pada jaman dulu, dengan ukuran berbeda beda. Ada yang persegi panjang, ada yang bulat. Juga ada patung tanpa kepala yang menurut saya sangat mirip dengan Ganesha. 

Tetapi yang populer di sini adalah Watu Gong, yakni batu batu berbentuk Gong, sebuah alat musik gamelan. Itulah sebabnya situs ini dikenal dengan nama yang sama yaitu Watu Gong. Menurut si juru kunci konon pada saat saat tertentu orang mendengar suara gamelan dan gong bertalu talu tetapi ketika dicari ketempat ini mereka tidak menemukan gamelan yang dimaksud meskipun orang yakin sumber suara berasal dari area situs ini, wallahualam ....

Selanjutnya, agak sedikit menjauh dari pusat kota Malang, tepatnya didaerah Arjosari berdekatan dengan rel KA belok ke kiri , beberapa ratus meter dari sana kita akan menemukan papan bertuliskan Sumur Windhu. Dengan berjalan kaki melewati sebuah areal persawahan, kita akan sampai disebuah bangunan kecil berbentuk pendopo yang dibawahnya terdapat sebuah mata air atau tepatnya sumur kuno. Inilah yang disebut Sumur Windhu, meskipun kita tidak lagi bisa menikmati sumurnya karena sudah ditutup.

Menurut sang juru kunci , seorang wanita berusia sekitar 65 tahun, dibawah sumur tersebut konon adalah lorong atau terowongan memanjang yang menembus kearah kerajaan Singosari meskipun kebenarannya belum dibuktikan. Sumur ini konon merupakan salah satu petilasan dari si pemilik betis indah yang termasyur kecantikannya : Ken Dedes, dijaman kerajaan Singhasari, dengan tokoh nya yang fenomenal : Ken Arok yang sekaligus adalah suami Ken Dedes.

Mbah juru kunci bahkan menambah kisahnya dengan mimik serius " Kulo dipun impeni putri
ingkang sampun petak rekmanipun nanging taksih ayu sanget, piyambakipun nyuwun supados kulo njagi sumur meniko... " ( Saya bermimpi didatangi seorang putri yang rambutnya sudah memutih namun masih sangat cantik yang berpesan agar saya menjaga sumur ini ). Dugaannya, putri dalam mimpi tersebut adalah Ken Dedes, wallahualam ...

Dari Malang perjalanan dilanjutkan kearah Singosari untuk melihat dari dekat peninggalan
purba yang tidak kalah cantiknya : Candi Sumberawan. Sebelum sampai ke candi yang dimaksud, kita akan melewati peninggalan lain dari kerajaan Singhasari yaitu Arca Dwarapala yang berujud dua patung raksasa, yang ada di kiri kanan jalan raya. Terkesan keduanya tidak terawat dengan baik, apalagi pemisahan keduanya oleh jalan raya terkesan sangat tidak etis dengan adanya pagar pagar yang sangat mengganggu keindahan keduanya.

Kedua arca ini adalah semacam simbol pengawal kerajaan yang dijamannya dijadikan tanda dari gerbang masuk sebuah kerajaan atau tempat tempat suci yang dihormati.

Sekitar 3-4km arah utara dari kedua arca inilah kita akan sampai di desa Sumberawan. Jalan menuju ke candi sangatlah sejuk kehijauan ditambah sungai kecil yang jernih, membuat perjalanan kearah candi tidak membosankan. Candi Sumberawan ini mempunyai kisahnya yang unik. Dari sisi arsitektur, candi ini dapat dikatakan cukup simpel dengan tidak ditemukannya ukiran serta tangga naik keatas yang umumnya ada disebuah bangunan candi sebagai tempat ritual keagamaan pada jamannya.

Disebutkan bahwa candi ini bahkan pernah dikunjungi oleh raja besar Hayam Wuruk dari Majapahit pada abad 13 yang menyukai tempat sejuk nyaman ini. Disebelah samping belakang candi, kita akan menemukan sumber atau mata air jernih yang konon dianggap suci karena berbagai manfaat yang dialirkannya baik untuk pengairan sawah, upacara keagamaan, penyembuhan dan macam macam, wallahualam ...

Candi yang diyakini sebagai tempat pemujaan masyarakat Budha pada jamannya ini secara lebih utuh informasinya dapat diperoleh pada sang juru kunci yang sudah bertugas disana lebih dari 30 tahun, pak Nur, yang akan membagikan pada pengunjung candi sebuah buku saku sederhana yang disusun oleh pakar sejarah bapak Suwardono.

Jalan jalan ke situs situs purba untuk kali ini kita akhiri disini, dan akan dilanjutkan lagi pada saat lain karena kabupaten Malang dengan wilayahnya yang sangat luas adalah gudang dari sejarah kebesaran masa lampau nenek moyang kita . 

Apabila setiap keluarga dan sekolah sekolah menempatkan candi atau situs situs purba sebagai agenda kunjungannya, semoga anak anak dan cucu cucu kita kelak akan dapat lebih menghargai & menghormati warisan budaya leluhurnya dan tidak hanya menjadi generasi mall yang buta terhadap kebesaran & keluhuran budaya leluhurnya ..

Mengapa harus selalu bangsa asing yang mempelopori penemuan & penelitian penelitian situs situs ditanah air kita? Rasanya memang kesalahan ada pada kita sendiri dan marilah bersiap siap untuk menggali informasi warisan budaya leluhur kita dari para pakar asing karena kita lebih tertarik mengunjungi mall mall daripada menelusuri situs situs purbakala ... ( TH )

Keterangan foto dari atas kebawah  ( all taken by th ) :

01. Sungai dibelakang candi Sumberawan yang berasal dari mata air Sumberawan yang penuh
khasiat ( penyembuhan dll sebagaimana diyakini masyarakat sekitarnya )
02. Arca Dwarapala, Singosari, satu dari dua arca serupa.
03. Batu purba, salah 1 dari 8 batu yang tergeletak dihalaman belakang sebuah kampus di kota
Malang.
04. Papan petunjuk Situs Watu Gong di daerah Joyogrand, Malang.
05. Arca mirip Ganesha yang ada di situs Watu Gong.
06. Watu Gong, batu purba berbentuk gong.
07. Lumpang, semacam tempat menumbuk padi yang berbentuk bulat.
08. Lumpang, berbentuk persegi panjang.
09. Juru Kunci Watu Gong.
10. Candi Sumberawan, Singosari.
11. Candi Sumberawan, batu batu terserak didepannya itu adalah eks batu2 purba yang konon
akan direkonstruksi sebagai puncak candi, tetapi terbengkalai.
12. Pak Nur, juru kunci Sumberawan.
13. Bocah bocah desa Sumberawan yang ceria menikmati air bening sungai Sumberawan.
14. Jalan setapak menuju candi Sumberawan.
15. Juru kunci wanita, sumur Windu.
16. Sumur Windu yang sudah ditutup.
17. Batu purba di halaman belakang sebuah kampus di kota Malang.
18. Papan petunjuk Situs Ken Dedes.


Selasa, 03 Januari 2012

Fajar baru 2012 di Penanjakan, Bromo

















Berawal dari sebuah pilihan, antara laut, gunung atau rumah, yaitu menanti saat saat berakhirnya 2011 dan menyambut detik detik 2012, maka dalam hujan deras pilihan dijatuhkan di gunung karena keinginan mendekat kealam bebas plus mendengarkan " suara alam " . 31 Desember 2011 jam 13.00 tengah hari, setelah tercapai kesepakatan dengan beberapa teman, saya memulai perjalanan ke gunung Bromo, sekitar 110 km dari halaman rumah saya.

 
Tidak ada yang istimewa dalam bagasi, kecuali syal, jaket, sarung tangan, topi, selimut dan bantal. Lho apa tidak pesan hotel lebih dulu untuk menanti fajar disana? Niatan sudah pasti, bahwa detik detik akhir 2011 akan disaksikan langsung dialam bebas dan bukan dalam sebuah kamar hotel, demikian kesepakatan nomor dua. Nomor satunya : fajar 2012 harus ada di Penanjakan, sebuah area paling tinggi di kawasan Bromo, hujan atau tidak hujan !

Bekal makanan tipis sebab membayangkan jagung bakar di Bromo rasanya akan lebih nikmat, maka 5/lima buah apel, satu bungkus kacang dan kripik serta 15 gelas air mineral rasanya sudah
menyesaki tempat duduk. Dan ... rencana mulai terlihat meleset satu persatu . Pertama, jalanan dalam kota saja sudah luar biasa macet, ditambah sepanjang perjalanan hingga mencapai Tongas Probolinggo semakin ruwet mirip dawet. Arus wisatawan ke dan dari arah Surabaya padat merayap. 

Pemberhentian I di Rawon Nguling, Tongas, membuat badan sedikit relaks setelah berhasil " lolos dari lubang jarum " .. Mendung di mana mana, sampai akhirnya mencapai kaki Bromo memasuki mahgrib . Kumandang azan terasa ditelinga agak berbeda, karena hamparan
lautan pasir didepan mata serta gugusan gunung Bromo seolah menegaskan kebesaranNYA..


Lumpur becek merata disemua area, saya kaget karena ternyata ratus bahkan ribuan wisatawan telah memadati hampir disemua area sehingga parkiran mobil seolah dijejalkan dimana mana dan membuat pemandangan yang sama sekali tidak menarik. Rencana untuk melanjutkan perjalanan ke Penanjakan pada tengah malam hari terpaksa agak tertunda, hujan deras dan konvoi jeep hardtop kearah Penanjakan terlihat sudah sangat padat.

Jam masih menunjuk 19.05 ketika kami putuskan untuk menunggu jam 24.00 di kaki Bromo dan sesudahnya yaitu sekitar jam 02.00 tengah malam baru akan bergerak ke Penanjakan. Rombongan demi rombongan mulai menggelar tenda didepan kami dalam suasana hujan, dan
kami semua " mlungker " dalam mobil karena suasana cuaca yang kurang bersahabat. Dari radio kami ikuti siaran Suara Surabaya yang ber jam jam hanya memberitakan kemacetan disana sini, dan nampaknya tidak teratasi oleh petugas.


Tertidur akibat perjalanan yang macet macet, membawa pada jam 23.57 dan dikagetkan oleh
suara petasan diatas kepala, maka sayapun terbangun dan tersadar bahwa alam terlihat lebih ramah karena hujan sudah berhenti. Ternyata petasan tadi baru pembuka. Setelahnya langit terang benderang selama sekitar 15 menit karena dari segala arah muncul aneka rupa dan warna petasan di angkasa. Tret tret tret ...... Langit mirip kanvas hitam yang dilukisi berbagai
warna dan semuanya bersorak sorai " huaaaa ... huaaaa .... " ...

Anehnya, saya diam diam malah berharap semua keramaian itu sirna supaya bisa mendengar
" pasir bromo yang berbisik " .... tapi harapan ini sia sia .. Selamat tinggal 2011, semoga 2012
membawa lebih banyak kebaikan disegala hal, aminnnn ... Tahun Naga Air kata pakar hongsuifengsui yang itu jelas bukan saya hehe ...


Jam 02.00 , 01 Januari 2012, kami bergerak ke arah Penanjakan. Mobil diistirahatkan di kaki Bromo dan para tukang ojek membawa kami ke Penanjakan III. Dari sana, disambung naik " ojek kaki empat " alias kuda kearah Penanjakan II. Menaiki ojek bak crosser yang melompati
lobang lobang besar, ternyata masih harus disambung dengan kuda yang melewati jalan jalan setapak dengan jurang jurang menganga dibawahnya, sebuah uji adrenalin ..

Tapi demi sebuah Penanjakan yang konon adalah " embahnya " panorama Jawa, maka sayapun tidak keberatan dengan tes tes adrenalin tadi meskipun agak mir mir hehe .. Kuda saya malah
terlihat menikmati perjalanannya dan dua kali harus berhenti karena BAB hehe ... " Niku pancen ngoten, nek berak mandeg .. " ( Kuda memang begitu, kalau berak dia berhenti, kata si pemilik kuda yang mengawal saya ). 

Dan pada belokan terakhir, saya harus menahan napas : sebuah panorama luar biasa ada didepan mata : kawasan Bromo seutuhnya termasuk Semeru yang menjadi ikon gunung di Jawa..... Subhanallah, demikian Maha Suci nya Allah ! Wow ... berapa kalipun menyaksikannya, tidak akan pernah orang bosan mengagumi : c a n t i k !!!

Detik detik menunggu fajar dinikmati dalam cengkeraman udara dingin yang menusuk. Fajar akhirnya tiba, tetapi puluhan fotografer yang sudah siap pun harus kecewa : mendung !! Apa boleh buat, alam berkehendak lain, tapi saya tidak terlampau kecewa sebab suguhan view yang maha dahsyat didepan mata saya ini seolah membayar semua rasa lelah & dingin & lapar yang ada . Lapar? Maklum, dalam cuaca seperti di Bromo, rasanya tiap detik yang ada hanya lapar dan lapar.. hehe ... Jam 07.00 setelah puas di Penanjakan, saya turun kembali.

Beberapa jepretan yang saya ambil, saya akan coba bagi disini, meskipun saya sadar bahwa saya memiliki keterbatasan peralatan dan skill, tapi biarlah kegembiraan ini akan saya coba bagi ..
Ramai ramai makan pagi di Bromo Permai, nasi goreng dan mie goreng serta dadar telur, maka sarapan yang full karbohidrat ini seolah melambaikan rasa kantuk yang dahsyat.. Tapi ternyata kami sudah ditunggu lagi oleh tukang ojek untuk melintasi lautan pasir kearah kawah Bromo.

Ada sekitar 300 an tangga naik ke kawah Bromo, pagi itu dipadati semut semut kepala hitam alias manusia yang padat merayap. tapi demi sebuah foto yang saya ingin kejar di kawah itu, maka sayapun rela ber jejal jejal. Teman warga Amerika mengeluh kok Bromo jadi sangat turis banget, sayapun sulit menjawab sebab didepan mata kami terbentang lautan sampah (!) yang di lemparkan pengunjung ke pinggir pinggir kawah, sebuah budaya yang memalukan !

Puas jeprat jepret kawah dari berbagai angle, saya turun dan mampir di warung yang tak bisa dibilang sederhana karena hanya berupa sebuah bentangan plastik 1 meter. " Teh panas bu .. ",
ibu si pemilik warung sudah maklum bahwa akan lebih banyak pesanan minuman panas daripada yang dingin, maka currrr ... tak lama teh panas sudah terhidang.

Saya sempat jepret juga seorang penjual bunga edelweiss yang tidak weiss lagi alias sudah warna warni akibat di wenter atau dicelup warna, oalaaa .. " Kok di warnai to pak? ", " Iya bu,supaya
cantik.. " ... Rungguh ini hanya masalah selera ..

Jam 15.00 setelah puas mendengar bisikan pasir, kami mulai turun gunung . Waw ! 4/ empat jam terjebak macet di desa Ngadisari, membuat perjalanan pulang kembali mengulang sejarah :
menyebalkan ! Tapi daripada stres, maka lebih baik dinikmati saja sambil kembali mendengarkan radio SS dengan berita2 macetnya plus menghabiskan bekal bekal yang ada supaya mengurangi berat beban mobil hehe...

Tiba di Malang disambut hujan lagi, jam menunjuk 18.05 ... saatnya maghrib .. Setumpuk baju dan sepatu serta mobil yang kotor, dan setumpuk jepretan dari Bromo semoga membawa perjalanan disepanjang 2012 menjadi jauh lebih baik & bermanfaat, plus tentu saja : Indonesia akan mengalami perubahan dahsyat kearah yang lebih bermartabat dimata dunia, aminnnn.....
( saat ini kita berada dipuncak daftar negara terkorup didunia ! ) ... miris ..

Selamat Tahun Baru !! ( foto2 lainnya disusulkan , ada sedikit masalah teknis ) ( th )

Keterangan foto dari atas ke bawah :( all taken by : th ) :

01. Annie Chow, boyong dari China ke Amerika dan sudah 2x ke Indonesia, kecewa karena
Bromo sudah sangat turistik, kami mneikmati wedang jahe di Penanjakan.
02. Macet cet di Ngadisari, butuh 4 jam untuk keluar kearah Sukapura !
03. Semut semut hitam merayap naik turun kawah Bromo, termasuk saya.
04. Kawah Bromo.
05. Selimut pasir Bromo.
06. Isi bensin di rawon Nguling ( tapi bukan pertamax he he ) .
07. Penanjakan dengan Semeru sebagai latar belakang.




Selasa, 13 Desember 2011

BLOG SAYA BEDAH PLASTIK




Hari ini, 13 Desember 2011, terpaksa blog saya berganti wajah yang terus terang tidak secantik yang terdahulu menurut saya, tetapi setelah blog yang lama mengalami kekacauan tampilan yang entah tersebab apa, saya harus iklaskan wajah barunya ini. Sedih ? Ada juga, sedikit, sebab sudah terlanjur terbiasa melihat perwajahan blog yang saya sukai sejak 2008, tiba tiba ada ciri khas tertentu yang hilang disini. Salah siapa? Penyedia template atau yang otak atik blog saya atau siapa? Belum jelas, sebab saya sungguh tidak melihat manfaat orang meng otak atik blog saya yang memang tidak ada apa apanya.

Masalah I pada blog yang lama adalah tidak bisanya password blog saya menembus halaman posting. Aneh ? Buat saya iya. Mungkin buat pakar blogger tidak. Masalah ke II adalah perwajahannya yang tiba tiba kacaubalau, padahal saya merasa tidak meng otak atiknya.

Maka terpaksa saya bawa wajah lama itu ke meja bedah dan setelah 24 jam akhirnya muncul wajah barunya seperti yang terlihat sekarang ini. Lebih lebar , lebih lega, lebih .. lebih .. lebih .. tapi ( ada tapinya ! ) : " bukan 100% saya " hehe .. Ya sudah, yang penting password sudah berfungsi lagi dan saya bisa nulis nulis lagi buat pembaca tercinta !

Bak punya pacar baru, agaknya memang masih perlu penyesuaian dengan tampilan yang masih
terasa " aneh " buat saya ini .. Selamat tinggal wajah blog lama koe, selamat datang wajah blog yang baroe koe ... Saya akan coba cintai kamu sebagaimana aku mencintai wajah blog lama koe!

( Keterangan foto : balita dari seorang keponakan di Jkt yg saya jepret pd Oktober 2011 )

Minggu, 06 November 2011

Shinta Obong ala Kasek SD Landungsari 2, Malang



Terima kasih kepada redaksi kabarindonesia.com yang hari ini, Senin 07 Nopember 2011 kembali memuat artikel saya dengan judul diatas, setelah saya absen setahun lebih. Mungkin akan segera disusul dengan tulisan2 yang lain, semoga.

Selasa, 01 November 2011

Hallo Halli Hello Holla Hille .... !! Nopember 2011 :





Hari ini, Selasa tanggal 01 Nopember 2011 sore jam 16.51.


Setahun lebih tidak meng update blog ini. Dari alasan alasan yang saya ingin cari cari, yang paling tepat agaknya cuma ini : s i b u k. Sibuk apa? Ada beberapa macam kesibukan. Tapi yang paling " menonjol " dan paling bisa diterima akal nampaknya yang terakhir yaitu " kesibukan berhajat " . Lho? Lha bagaimana lagi yang bernama takdir nampaknya sudah menggaris bahwa tahun 2011 saya menghantarkan kedua anak lelaki saya menuju kehidupan barunya alias menikah.

Waduh.. lha wong menikah saja kok tahunnya sama dan bulannya cuma terpaut 2/dua bulan, opo ora ngelu hehe .. Tetapi ngelu atau tidak, yang jelas momen keduanya benar benar sudah terjadi dengan " selamat, lancar dan sesuai skenario setidaknya 98,99% " .. Sisanya adalah pernak pernik yang biasa terjadi atau harus terjadi karena sesungguhnya tidak ada hal yang bisa sempurna kecuali ALLAH SWT. 

Sulung saya, 26 tahun, menikah pada tanggal 16 Juli 2011 di Patra Jasa, Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Akad di kediaman besan, di Sunter Agung. Menyusul adiknya, 25 tahun, menikah dijalan yang sama e.. maksudnya sama sama di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, di gedung DepTrans, tanggal 01 Oktober yang lalu. Akadnya terjadi pada hari yang sama, pagi nya, ditempat yang sama pula,praktis dan manis @ ekonomis hehe..

Maka, marilah membayangkan kesibukan kesibukan yang saya jadikan alasan tadi, yaitu membawa keluarga dari Malang ke Jakarta termasuk menggendong ibunda tercinta yang sudah 85 tahun naik turun pesawat. Sebuah momen keluarga yang mahal. Belum lagi di Jakarta nya yang konon merupakan embahnya kemacetan, segala urusan tetek bengek mulai fitting baju dan lain lain menjadi kerepotan yang manis karena tidak tiap saat di Malang saya terjebak macet yang panjuanggg dan luamaaa seperti di Jakarta haha .. ( Lho Malang pun beberapa tahun terakhir sudah ketularan virus virus macet yang sepertinya bakal tambah parah pada tahun tahun mendatang sebab kendaraan roda 1,2,3,4,5,6,7,8 makin banyuakkk... )

Alasan lain tersebab lamanya saya tidak meng update blog ini, yaitu L U P A password !! Tidak percaya? Ayo tanyakan anak anak saya bagaimana senewennya ketika mereka saya libatkan dalam mengingat ingat password ini yang tentu saja menyebalkan karena mereka sendiri sudah cukup pusing dengan kesibukannya di kantor masing masing ha ha.. 

Maka setelah ber bulan bulan mencoba sekitar 300 an password, saya semalam seperti diingatkan pada sesuatu yang mirip keajaiban yaitu saat di sebuah pojok buku kumal yang hampir saya buang ada tulisan sebuah kata yang " mak clengggg " membuka memori saya pada password blog ini... Horeeeee !!OMG .. akhirnya !! Maka setelah ini, rasanya akan ada gelombang informasi dan foto foto dari saya yang " menghilang " setahun ini supaya pemirsa ( waduh.. GR ) bisa mengetahui apa saja yang terjadi dengan saya selama menghilang hehe.. Tapi tolong sabar sebab saking banyaknya yang mau ditulis dan di update saya sampe bingung memulainya hehe..

Ada kegiatan reuni, ada traveling, ada hunting foto, ada selamatan, ada pernikahan, ada .. ada .. ada ... pokoknya setahun rasanya cukup kewalahan hehe .. Hari ini saya merayakan " hari penemuan password blog " , jadi tolong biarkan saya bergembira ria dulu sebelum memulai Tour of The Memory nya .. 

Hari ini saya cuma mau meng kado foto foto kupu gajah yang saya temukan di tirai bambu teras rumah sekian hari lalu. Kata orang sepuh sepuh duluuuuu, kupu seperti ini menjadi pertanda akan ada " orang besar " bertamu yang ternyata sampai hari ini tidak ada siapa siapa he he.. Waktu menjepretnya sempat khawatir dia terbang sebab suara prat pret kameranya .. Nah, disini dulu ya ... ( th )

( Photo by : TH ) , Kupu Gajah ini ' menclok ' di tirai bambu teras rumah saya selama beberapa
minggu dan sebelum lenyap atau terbang, saya sempat menjepretnya, luar biasa cantiknya kupu
ini! )

Rabu, 08 September 2010

KESEDIHAN DIUJUNG RAMADHAN .....







Dari catatan Ramadhan saya tahun 2010 atau 1431H kali ini, ternyata terhenti di hari ke 11. Dan baru tersambung kembali hari ini, hari Kamis 09.09.10. Nanti malam Insya Allah malam takbiran. Dan saya tidak ingin menulis alasan mengapa catatan Ramadhan terhenti sekian lama karena pasti akan ada nada " pembelaan dan pembenaran diri " . Kesibukan menjelang lebaran seharusnya tidak menghentikan catatan itu, jadi bagaimanapun saya merasa bersalah dan ' berhutang ' .

Pembersihan rumah adalah yang terbanyak menyita waktu. Bukan karena dibongkar total, tetapi banyak debu dan kotoran yang tersembunyi selama setahun dan baru terjangkau dengan usaha keras memindahkan atau membongkar benda diatas/sebelahnya. Pelepasan kelambu2 ke laundry, bahkan hingga pengecatan beberapa bagian rumah yang mulai kusam/berlumut terpaksa harus turun tangan sendiri karena makin langkanya tukang tukang yang sudah pada mudik lebaran.

Dan tentu saja kedatangan anak saya dari rantau untuk berlebaran, tidak di sia siakan dan saya " manfaatkan " untuk membantu segala pembersihan rumah he he ( seorang tetangga yang kebetulan lewat didepan rumah bertanya : " Lho kok ditangani sendiri to bu ? " ... saya hanya bisa menyengir tetapi juga sempat bingung menjawabnya. 

Terus terang masyarakat kita masih " masih sulit menerima " pemandangan dimana " nyonya rumah " terlihat mengecat atau mengepel sendiri halaman rumahnya apalagi " ogrok ogrok " selokan ataupun membakar daun daun kering dan membersihkan kaca kaca pintu dan cendela. Idealnya yang mengerjakan bagian sulit sulit dan kotor adalah pembantu atau tukang, dan " nyonya rumah " bagian komando.

Lucunya, kebalikannya, ketika saya mengalami penggalan kehidupan di benua yang bermusim 4,
yang terjadi justru sebaliknya. Orang akan ter heran heran kalau melihat tetangganya memotong rumput, mengecat, ogrok ogrok selokan dll memakai tenaga tukang bayaran. Mungkin kita disangkanya sudah kaya atau malas, apalagi yang disebut terakhir itulah yang paling tidak enak. 

Maka adalah merupakan pemandangan yang biasa ketika kita, wanita, terlihat memotong rumput, mengecat rumah dll tanpa bantuan siapapun kecuali suami atau anak anak. Bahkan biasanya tetangga menyempatkan diri membagi kue dengan kita sebagai tanda simpati atas " kerajinan " kita . Sungguh tidak ada yang bisa dipersalahkan karena masyarakat kitapun secara perlahan tapi pasti tampaknya akan semakin mandiri.. Demikian itu perbedaan budaya.

Ramadhan berada diujungnya. Sedih sudah pasti. Bagaimana tidak karena bulan yang penuh kucuran rahmat dan ampunan ini hanya terjadi sebulan dalam kalender tahunan hijriah. Sehingga pertanyaan klasik selalu muncul " Apakah Ramadhan berikutnya aku masih diperkenankanNYA ikut?" .. Mengapa yang ditangisi hanya Ramadhan? Bulan istimewa ini bak sebuah award dalam rentang tahun hijriah kita. Datangnya hanya setahun sekali yang itupun hanya sebulan. Tetapi meski hanya sebulan, nyatanya bulan istimewa ini seolah hadir untuk menghapus dosa dosa kita setahun sebelumnya, demikian yang terjadi setiap tahun. 

Maka apabila peluang emas ini terlewatkan sia sia alias tidak kita manfaatkan dengan semestinya, kita sebetulnya ada dalam sebuah kerugian yang tiada batas, karena rahasia umur manusia hanya DIA yang tahu yakni pada penganugerahan award berikutnya, Ramadhan berikutnya, kita tidak pernah tahu adakah umur kita masih dicukupkanNYA ... ??

Foto foto dibawah ini semoga cukup mewakili gambaran lebaran 2010 keluarga besar saya yang
sebetulnya kecil tapi karena di gabung2 dengan kerabat yg lain maka akhirnya menjadi besar hehe .. Iklaskanlah hati Anda untuk memaafkan setiap dan semua khilaf yang pernah saya perbuat baik disengaja maupun yang tidak, semoga pahala yang berlimpah menjadi balasanNYA kepada Anda, amien .... ( TH )

( Foto diambil dari google )