Selasa, 17 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 8 )




Waktu serasa " terbang ", Ramadhan memasuki hari ke 7 atau menjelang 8. Saya tidak selalu dapat langsung mengupdate blog ini segera setelah selesai tarawih atau subuh, sebab terkadang berbagai hal diluar rencana terjadi, misal dua hari terakhir ini banyak tamu yang datang kerumah. Minggu sore yang lalu misalnya, saya menjamu buka bersama tiga remaja teman anak anak saya dan sekaligus setelahnya kami maghrib dan tarawih bersama dimasjid perumahan. Teman anak anak saya ini mengantar undangan pernikahan mereka, jadi saya dengan suka cita ber reuni setelah lama tidak bertemu. 

Betul betul waktu itu bak terbang dan melayang, tahu tahu satu persatu teman teman anak anak saya melangkah ke pelaminan, alhamdullilah... " Datang lo tante ya, nanti kalau Oliver lebaran dateng kan bisa bareng tante " , saya mengiyakan .. Saya memang cukup akrab dengan beberapa teman anak anak saya sejak SD hingga selesai kuliah. Jadi beberapa diantara mereka ya masih saja suka kerumah meskipun anak anak saya sudah pada merantau, terutama saat ini dimana dalam dua tahun terakhir ini sudah 5/lima teman anak anak saya yang mengantarkan undangan pernikahannya untuk saya..alhamdullilah..

Terus Senin sorenya kerabat dari Denpasar datang yang membuat saya tidak bisa langsung menulis di blog ini setelah tarawih atau subuh tersebab berbagai aktivitas dadakan. Jadi umumnya saya catat dulu didalam ingatan tentang inti ceramah, dan mencari waktu lain untuk menulisnya.

Inti ceramah malam kemarin adalah pembahasan tentang hadist Nabi Muhammad SAW : " Puasalah, karena puasa itu sehat dan memperpanjang umur " . Waduh, betul2 saya beberapa hari terakhir ini mendapat siraman rokhani yang luar biasa tentang hikmah puasa bagi kesehatan jasmani dan rokhani. Sehingga saya semakin yakin bahwa puasa itu justru merupakan sumber kesembuhan jasmani rokhani . Maha Suci Ya Allah ...!

Dan beribu maaf bahwa subuh tadi saya absen. Saya tidak tahan melihat tumpukan daun daun kering yang berguguran diluar pagar rumah dan oleh paskun ditempat kami rupanya terlewatkan atau apa. Biasanya subuh begini saya juga menyapu dan mengepel sendiri halaman dan dalam rumah, tapi subuh tadi betul betul saya tidak tahan godaan melihat daun daun yang berserakan. Gagal sudah niatan ke masjid, saya mendahulukan menyapu sampai bersih dan dilanjutkan mengepel. Pas adzan subuh selesai, sayapun pas selesai menyapu dll. Jadi saya tidak bisa bercerita apa apa, semoga Allah mengampuni, amien...

( Foto dari google )

Senin, 16 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 7 )




Malam ini saya agak dikejutkan dengan nada suara penceramah shalat tarawih yang melengking, keras dan selalu dalam nada tinggi. Rupanya jemaah lain merasakan hal yang sama, dan entah bagaimana kok tidak lama kemudian secara tiba tiba sound-system melemah sehingga suara penceramah menjadi otomatis juga berkurang kerasnya hehe ... 

Pada intinya, kita, manusia, dihimbau untuk meyakini segala sesuatu yang telah tertulis di Al Qur'an walaupun pembuktiannya belumlah semuanya bisa dilihat sekarang. Contoh : kejadian hari akhir nanti, bagaimana membuktikannya? Maka yang terpenting adalah MEYAKINI KEBENARAN Al Qur'an, itulah yang paling utama karena isi Al Qur'an bukan buatan manusia.

Tetapi meyakini " tanpa bukti " membuat sebagian orang justru kemudian ingkar karena ketidakpuasannya. Maka salah satu ujian keimanan seseorang adalah seberapa dalam keyakinan
nya akan hal hal yang belum dialami atau terjadi sebagaimana halnya kematian dan hari akhir. Pengingkaran akan kebenaran kebenaran yang " belum terjadi " ini memiliki konsekwensi dunia dan akherat yang azabnya sungguh amat pedih sebagaimana digambarkan didalam Al Qur'an.

Dan entah bagaimana, kok ternyata saat ceramah subuh tema yang dipilih seolah merupakan sambungan dari ceramah tarawih, yakni masih seputar masalah yakin meyakini ini meskipun dengan pembicara yang berbeda. Bagi mereka yang lebih mengandalkan ratio daripada keyakinan, sebenarnya Al Qur'an sarat dengan hal hal yang logis. 

Contoh : tinjauan berpuasa selama sekitar 14 jam/ hari selama sebulan per tahunnya, adalah merupakan " pembersihan " dari berbagai macam zat yang dapat mengganggu kesehatan, sehingga puasa justru menyehatkan tubuh secara jasmani dan rokhani. Pembuktian secara medis ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai pakar, apalagi pendapat yang mengatakan bahwa orang dapat mati karena berpuasa amatlah tidak benar.

( Foto diambil dari google )


Minggu, 15 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 6 )





Tidak terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke 6. Shalat tarawih malam ini tadi ada yang lucu dimana anak anak kecil " pating kemriyek " di teras luar masjid sehingga sebelum memulai shalat, imam meminta para jemaah untuk menempatkan putra/i nya disamping ibu/bapaknya masing masing supaya mereka tidak membentuk " gang " diteras masjid. 

Maka ada pemandangan yang tidak biasa yaitu anak anak kecil " ditangkapi " para jemaah dan dimasukkan masjid untuk dicarikan ortunya masing masing dan anak anak ini harus ikut shalat disisi ortunya supaya tidak membuat kegaduhan hehe ( namanya saja anak anak, meskipun sudah dikembalikan ke ortu masing masing ternyata juga masih saling ledek di punggung ortunya hehe.. ) .

Bahasan ceramah sore tadi menarik karena membahas hikmah puasa Ramadhan dari sisi medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama Ramadhan, orang akan jauh lebih sehat karena " seluruh cadangan dibawah kulit manusia " dipaksa keluar termasuk zat zat yang beracun, sehingga diakhir Ramadhan kita akan merasa sangat enak dan sehat. 

Keluhan2 yang biasanya muncul justru hilang selama puasa. Demikian ini sesungguhnya membuktikan kebesaranNYA sebagai Grand Designer dalam mengatur siklus kesehatan manusia yang sayangnya tidak selalu disadari oleh kita dan banyak yang memandang puasa justru sebagai sebuah beban.

Dan pada ceramah subuh hari ini, Senin, 16 Agustus 2010, diuraikan seputar rukun Islam serta kemampuan kita mengaplikasikannya. 

Rukun I, Membaca Syahadat, ternyata masih banyak yang tidak mempraktekkan ucapan syahadatnya, terutama mereka yang menyekutukan Allah dengan hal hal lain misal : mengaku Islam tetapi ke dukun. 

Kedua, Shalat. Banyak yang masih lalai menjalankannya.Misal : sering tidak tepat waktu secara sengaja, tidak khusuk, dll. 

Ketiga adalah Puasa. Bagi yang mampu yakni sehat jasmani rokhani adalah wajib, tetapi kenyataannya meski sehat jasmani rokhani banyak yang lalai dan dengan sengaja mengabaikan meskipun mereka mengetahui sanksinya terutama dikelak kemudian hari di akherat. 

Keempat, Zakat. Masih banyak orang merasa sayang mengeluarkan zakat karena takut berkurang hartanya atau bahkan jatuh miskin. Mereka ini tidak meyakini kebenaran janji Allah bahwa tidak ada orang jatuh melarat karena membayar zakat, melainkankan semakin bertambah harta dan rizkinya.

Kelima, Naik Haji. Juga masih banyak mereka yang belum menunaikan ibadah haji walau sebetulnya mampu secara finansiil dan fisik maupun mental padahal diwajibkan. Kelima rukun ini masing masing memiliki sanksi yang berbeda beda di akherat sebagaimana digambarkan dalam kitab suci Al Qur'an. Maka sebelum saat itu tiba kepada kita, marilah saling mengoreksi apakah kita sendiri sudah menjalankan ke lima limanya dengan baik dan sempurna? 

Hari demi hari adalah kesempatan untuk selalu meningkatkan kwalitas ibadah kita dan sebaiknya tidak men sia siakannya.

( Foto diambil dari google )






Sabtu, 14 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 5 )





Malam minggu, 14 Agustus 2010. Alhamdullilah ternyata masjid di komplek perumahan masih tetap penuh hingga ke teras luarnya, kecuali jumlah anak anak kecil yang agak berkurang dan tidak seramai kemarin. Ceramah shalat tarawih hari ke 5 ini membahas tentang kwalitas puasa.

Bahwa berpuasa itu ada dua macam : puasa lahir, yakni sekedar menahan lapar dan haus yang berujung hanya pada kelelahan dan ke sia sia an tersebab lapar dan hausnya. Yang kedua adalah puasa lahir dan bathin alias puasa yang dilandasi sebuah keyakinan akan kebenaran makna puasa dan berakhir dengan ketaqwaan serta peningkatan kwalitas keimanan. Nah, pilih yang mana?

Yang berpahala sudahlah tentu yang disebut terakhir, karena menjalani puasa sesungguhnya adalah implementasi dari keyakinan terhadap kebenaran kebenaran NYA sebagaimana tersebut dalam rukun Islam yang ke 3 : P U A S A. Maka bila seseorang berpuasa tidak dilandasi dengan
keyakinan atas kebenaran ajaranNYA, dapatlah diumpamakan bahwa seseorang tersebut telah melakukan kesia siaan belaka atau kata orang Jawa " tiwas ngelak lan luwe tok , gak oleh opo opo " ( cuma mendapat rasa lapar dan haus dan tidak memperoleh apapun ) . Percuma, sia sia.

Maka untuk memperoleh kwalitas puasa yang berpahala dan diperhitungkanNYA, kita perlu memenuhi beberapa syarat tertentu dalam berpuasa. Pertama, NIAT, tanpa niat ini yang terjadi adalah ke pura2an, merasa terpaksa atau tidak iklas. Dua, ingin meraih tingkatan keimanan yang lebih baik melalui kepatuhan selama berpuasa serta keinginan meraih ridhoNYA diakhir Ramadhan sehingga akan mampu mencapai fitrahnya bak bayi yang baru dilahirkan. Maka apabila " diperas " , sebenarnya berpuasa akan bermuara disatu titik : TAQWA.

Selanjutnya, dalam ceramah subuh pagi tadi, Minggu 15 Agustus 2010, pembicaranya sekaligus adalah juga seorang penulis. Konon beliau baru saja ber safari ke Jabar & Jateng untuk memperkenalkan buku barunya yang mengupas masalah Waktu Subuh di Indonesia. Koreksi waktu subuh ini mirip dengan koreksi arah kiblat dimana ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan oleh para ulama untuk mengoreksi berbagai hal yang selama ini terlanjur " salah kaprah " di tengah masyarakat misalnya arah kiblat.

Konon meski dikatakan arah kiblat di Indonesia harus bergeser sekitar 18-20 derajat kearah barat, dalam realitanya adalah sekitar 1000an km atau nyaris sepanjang pulau Jawa !! Jadi memang tidak sederhana. Tentu tidak lalu sertamerta masjid masjid harus dibongkar, tapi bagi masjid yang sedang dibangun memang perlu menyesuaikan arah kiblatnya.

Masjid lama bagaimana? Tidak perlu dibongkar tapi cukup arah kiblat didalamnya disesuaikan dan digeser. Beliau juga menyinggung masalah Waktu Subuh Di Indonesia serta menjelaskan dari sisi keilmiahannya. Menariknya, jemaah juga diijinkan untuk mengajukan tanya jawab, sehingga suasana pertemuan menjadi lebih hidup.

Photo by : Philip Perfect, " Blue Mosque ", from google.co.id

Jumat, 13 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN ( 4 )





Jum'at tanggal 13 bagi sebagian orang dipercaya sebagai hari " angker " hingga sebuah serial film barat membuat khusus " Friday the 13th " yang bermuatan horor. Tapi kita tidak membahas itu, karena dalam keyakinan kita semua hari adalah baik serta diciptakanNYA untuk kita isi dengan nilai nilai kebajikan. Bila mana terjadi sesuatu, entah musibah atau hal hal yang tidak menyenangkan pada hari hari atau tanggal tertentu, ini juga bukan karena angka 13 atau Jum'at Kliwon dan semacamnya, tetapi memang sudah suratanNYA serta tidak lepas dari kelalaian manusianya sendiri. Contoh : kecelakaan tergulingnya KA, yang ternyata akibat hilangnya bagian tertentu dari rel yang tercuri.

Melihat deretan jemaah yang hadir pada saat tarawih di hari ke 4, rasanya masih melegakan karena setidaknya didalam masjid perumahan kami masih terlihat padat. Alhamdullilah. Ceramahnya adalah tentang gaya leadership dari para sahabat Nabi Muhammad SAW yang masing masing memiliki ke khas an. 

Peran para sahabat ini sangatlah penting dalam sejarah perkembangan agama Islam, karena sebagai pen siar dan penerus ajaran Islam didunia mereka ini telah ikut menegakkan pilar pilar ke Islam an yang akhirnya menyebar keseluruh penjuru dunia. Banyak teladan yang bisa diambil dari para sahabat Rosul kita terkasih Nabi Muhammad SAW ini, terutama dalam interaksinya dengan Rosul sendiri maupun pengikut pengikutnya.

Konsistensi, kejujuran, keberanian, kesabaran, dan banyak lagi nilai nilai yang dapat diambil dari mereka yang teriwayatkan dalam Qur'an maupun Hadist. Dan ternyata ceramah ini bagaikan " nyambung " dengan ceramah subuh pagi tadi yang khusus membahas tentang nilai kejujuran sebagai basic terpenting pada akidah seseorang. Dikisahkan oleh sipenceramah begini :

" Di Sunan Ampel, salah satu pegawai saya, pekerjaannya tukang rumput, bergaji hanya sekitar 200 ribuan. Satu saat dia menyerahkan kalung emas seberat 100 ( seratus ) gram yang ditemukannya di jalan, ke kantor saya untuk dibuatkan pengumuman bagi yang merasa kehilangan.

 Mungkin kalau dia tidak jujur dapat saja kalung tersebut dianggapnya sebagai " rizki " NYA dan disimpannya sendiri, nyatanya tidak dilakukannya walaupun tidak ada yang mengetahuinya. Inilah contoh dari sebuah kejujuran dan rasa malu dihadapanNYA, dan bukan rasa malu dihadapan manusia " .

Diam diam terbayang betapa para koruptor negeri ini yang sudah " makan uang rakyat " ber puluh bahkan ratus ratus Milyar ternyata  masih bisa senyum senyum tanpa rasa bersalah dilayar kaca dan mungkin juga masih bisa tidur nyenyak.

Akhlak malu dihadapan ALLAH SWT inilah yang harus terus menerus kita pelihara meskipun tidak ada manusia lain yang mengawasinya sebab hal ini akan menyelamatkan kita dari setiap
tindakan jahat atau maksiat.

Dalam perjalanan pulang ke rumah saya yang hanya berjarak sekitar tiga menit dari masjid perumahan, seorang ibu tetangga yang bergerak dibisnis catering berjalan beriringan dengan saya. Beliau mengeluhkan dapur rumahnya yang terasa mulai menyempit akibat perkembangan bisnis nya yang pesat. Saya langsung antusias memberikan tips bahwa sebaiknya dikembangkan keatas alias membuat lantai II, III dst. 

Ternyata malah saya keliru, sebab katanya : " O anu, saya mau buka cabang di Batu saja untuk lebih mendekati konsumen yang di Batu " ... nah, alhamdullilah, ternyata malah beliau punya jalan keluar lebih dahsyat ! Saya ikut senang sebab kalau bisnisnya berkembang makin hebat, pasti sebagai tetangga saya bisa ber siap siap untuk satu saat kalau nanti " mantu " bisa dapat diskon catering hehe ...

Sampai rumah saya lanjutkan dengan rutinitas harian, menyapu luar dan dalam rumah, mengepel, merapihkan ini itu, belanja untuk nanti sore berbuka dan ada waktu yang tersisih sekitar 1 jam untuk nulis nulis blog ini, sebelum masuk ke agenda lainnya hari ini.

Sungguh saya tidak tahu malu kepada NYA kalau ternyata nikmat seperti ini tidak saya syukuri, dimana saya tidak perlu lagi seperti dulu mengukur jalan tol setiap hari antara Malang - Sby
selama beberapa tahun demi kelangsungan study anak anak saya. Bila masih banyak mereka yang berkekurangan setiap saat bahkan lahir maupun bathin, maka patutlah saya bersyukur se dalam2nya bahwa ternyata saya masih dilimpahi kemudahan dan kenikmatan yang meskipun dalam kacamata manusia itu masih " tidak seberapa " . Alhamdullilah.

Nah ... bagaimana menurut Anda? ( Lho kalimat penutup ini kok seperti meniru gaya pakar marketing Hermawan Kertajaya ya hehe..maaf pak Her... )

Photo : Faisal Mosque, by : M. Rizwan Rofique, dari google.co.id.

MX MALL, new hangout spot ...










Satu mall lagi telah hadir di kota Malang. Tepat disebelah kanan dari MATOS, Malang Town Square. Tetapi yang satu ini agak berbeda. Bukan karena bentuk fisiknya, tetapi konsep yang diusung juga beda. Meski saat ini belum 100% dihuni oleh para pemilik usaha, mall ini sudah menampakkan ciri khasnya, salah satunya adalah menjadi pusat hangout yang menawan.

Sengaja datang disaat MX Mall belum pada jam buka, agar bisa leluasa melakukan jeprat jepret diantara pilar pilar dan lighting-systemnya yang cantik. Jadi tujuan utama ke mall ini memang bukan untuk jalan jalan atau hangout, namun lebih karena ingin mengabadikan sudut sudut uniknya.

Seminggu sebelumnya bahkan saya mendengar informasi ada klub fotografer yang terdiri dari mahasiswa pecinta fotografi se indonesia yang memilih mall ini sebagai lokasi hunting nya. Nah, jadi jalan jalan kita kali ini memang bukan untuk shopping tapi untuk jeprat jepret yang beberapa diantara hasilnya saya coba bagi disini.

Tapi karena saya bukan fotografer, cuma seorang yang suka jeprat jepret, jadi tolong tidak dilihat karya foto ini sebagai sebuah karya fotografer melainkan sekedar sebagai penghobi jeprat jepret saja yang pastinya tidak profesional dan bisa dimaklumi keterbatasan kemampuannya.

Apakah pembaca juga suka jeprat jepret seperti saya? Silahkan mencoba ke MX Mall ...
( percayalah bahwa hasil foto foto Anda akan jauh lebih dahsyat dari saya karena saya belum pernah secara formal belajar fotografi dan hanya punya bekal feeling yang kadang juga meleset hehe... )

Lagipula pada dasarnya saya adalah penyuka obyek alam bebas, dan mall mall adalah " musuh besar " alam bebas karena kehadirannya banyak menambah polusi dan mengurangi paru paru kota. Jadi apa yang harus dibanggakan dari sebuah monster yang mengancam kelestarian alam seperti halnya MX Mall ini ?

( Photos by :  TH )

PIZZA HUT







Memang namanya sudah mendunia dan tidak khas Malang, tapi karena " sudah terlanjur " masuk di Malang sejak sekian tahun lewat maka mau tak mau Pizza Hut atau PH ini masuk menjadi salah satu tempat hangout ter favorit di Malang. Ada beberapa outlet di Malang. Pertama di jalan Semeru atau tepatnya di pojok antara jalan Semeru dan jalan Bromo, dan yang kedua di pusat belanja MATOS ( Malang Town Square ) di lantai bawah didepan Hypermarkt dan satu lagi di jalan S.Parman, pojok.

Disamping menu menu andalannya yang sudah terkenal , PH juga menawarkan menu menu pilihan bagi para penyuka sayap ayam atau sosis sapi goreng misalnya. Dua yang disebut terakhir ini dapat melengkapi citarasa ataupun sebagai selingan citarasa pizza, karena rasa dan saosnya yang khas. Deretan pilihan minuman yang ada akan lebih menyempurnakan saat saat kebersamaan dengan keluarga, teman ataupun kerabat dan kolega di PH. Mungkin yang tak tertulis disini juga ada yaitu menu menu baru yang munculnya bisa tiap saat. Siap ke Itali? Yukkk ...

( Photos by : TH )