Kamis, 12 Agustus 2010

HOT CWI MIE yang bikin " sumuk " ...






Siapa yang tidak kenal masakan khas China Hot Cwi Mie ? Yang dari luar Malang silahkan saja langsung mencari depotnya di jalan Kawi Atas, ruko, bersebelahan dengan ruko Planet Surf yang menjual pakaian. Sesuai nama depotnya, Hot Cwi Mie, yang menjadi ikon disini ya memang Cwi Mie nya. 

Mie yang dihidangkan diatas " piring tepung " ini memang tampilannya mengundang selera sebab warna merah dari sambalnya kontras dengan warna kuning mienya plus sayurnya yang hijau. Rasanya? Sedikit pedas sesuai nama menunya, tetapi " kapok lombok " alias tidak pernah kapok untuk mencicipinya lagi dan lagi.

Memang diera 60an, Malang terkenal dengan antara lain masakan cwimienya yang dijalan Kahuripan, terus juga ada mie Kayutangan disamping yang lain lain. Tetapi ketika jaman berubah, nampaknya ada penyesuaian " tampilan " dimana bentuk ruko mendominasi dan depot depot yang melegenda kemudian banyak yang hijrah ke ruko ruko serta ditata sesuai jamannya.

Yang bertahan dalam wajah jadul juga masih banyak, dan nyatanya tidak merubah fansnya untuk tetap menikmati tampilan warung dan dekorasinya yang jadul, contoh ; toko OEN jalan Kayutangan atau sekarang jalan Basuki Rahmat.

Nah .. penasaran mencoba panas dan pedasnya Cwi Mie? Yuk ke Hot Cwi Mie ... !!

( Photo by : TH )


CATATAN RAMADHAN ( 3 )




Dalam shalat tarawih kemarin malam, Kamis 12 Agustus dan ceramah subuh hari ini, Jum'at 13 Agustus, ada poin poin menarik yang ingin saya bagikan. Seharusnya memang demikian, sebab bila sebuah ceramah religi kurang/tidak menarik, maka yang dihasilkan hanyalah : mengantuk.

Kemarin ustadz mengatakan bahwa untuk sampai pada sebuah sikap & perilaku yang BENAR, benar menurut kaidah agama, diperlukan sebuah keyakinan dan pembenaran atas apa yang kita yakini sebagai sebuah tuntunan agama. Lha kalau sudah tidak yakin dalam hatinya tentang kebenaran sesuatu, otomatis dilahirnya atau diluarnya juga akan mencerminkan sikap yang sama. Tetapi lanjutnya, bisa saja seseorang itu bersikap pura pura, yaitu dalam dan luarnya berbeda.

Misal : agar dilihat orang lain dia seorang yang patuh pada agamanya maka seseorang tersebut berperi laku seperti orang yang benar benar patuh lahir bathin pada keyakinannya.
Maka sangatlah perlu Ramadhan ini dipakai sebagai sebuah kesempatan belajar, belajar untuk MENSIKRONKAN antara bathin dan lahir kita. Misal melakukan ibadah dengan rasa iklas karena yakin akan kebenaran ibadah yang dilakoninya, bukan karena terpaksa.

Dan pagi tadi, ustadz yang lain yang kebetulan seorang dosen, membahas soal gejala tumbuh suburnya berbagai organisasi atau aliran dalam Islam yang terkadang menyesatkan serta menghimbau untuk umat kembali kepada basic, yaitu Al Qur'an agar tidak dapat dipecah belah dan diombang ambingkan berbagai pengaruh/aliran yang menyesatkan. 

Basic ini sangatlah penting sebab ia menjadi sumber segala kebenaran serta menunjukkan kepada umat akan hal hal yang tidak dibenarkan/ dilarang/ diharamkan agama. Bila umat Islam tetap konsisten berpegang teguh pada ajaran dalam Al Qur'an dan bukan yang lain lain, Insya Allah tidak akan ada sesuatu halpun yang mampu menggoyahkan keimanan seseorang.

Lho, tiba tiba saja saya teringat bisikan seorang ibu tetangga saya pada saat tarawih tadi malam: " Bu Titiek, sudah dengar kah bahwa tetangga kita , ibu X, sekarang sudah memeluk agama X ? "
Waduh, saya terkejut bukan main karena dua alasan : pertama, saya saat itu sedang asyik mendengarkan ceramah pak ustadz, kedua berita yang dibisikkan kepada saya sudah pasti bukan berita sederhana. 

Tetapi saya mendadak dalam konflik batin antara merespon bisikan si ibu atau mendiamkannya saja yang pasti akan mengecewakan ibu ybs. Aduh, bagaimana sebaiknya, pikir saya dengan cepat. Akhirnya demi " pertetanggaan " tetapi juga untuk menjaga
qolbu dari bergosip ria, saya ambil jalan tengah dan saya menjawab begini :
" O .. begitu ya, moga moga ibu X segera kembali ke basic yakni Al Qur'an, apalagi ini Ramadhan
jadi akan banyak diskon ampunan .... " . Alhamdullilah ibu tetangga ybs cukup puas dengan jawaban saya dan kembali tekun mendengarkan ceramah pak ustadz he he he ...

Demikian banyak godaan godaan kecil Ramadhan, tetapi sekaligus dapat dijadikan cermin betapa keyakinan akan sebuah kebenaran apalagi kebenaranNYA memang harus diperjuangkan dengan konsisten dan sungguh sungguh agar tidak mudah ber paling paling kepada keyakinan lain yang merisaukan. Dan diam diam saya sungguh sungguh mendoakan agar ibu X yang dimaksud, senantiasa tetap dalam lindungan dan ampunanNYA,amien ...

( Foto Masjid Hajjah Fatimah, Singapura, dari google.co.id )

MUSEUM SATWA, Batu - Malang, perjumpaan dengan Dino















Satu lagi perbendaharaan tujuan wisata di kota Malang khususnya di Batu, 18 km dari Malang arah ke BNS ( Batu Night Spectaculer ) , yakni hadirnya Museum Satwa di area yang cukup luas dan berdekatan dengan hotel fenomenal, Hotel Pohon. Hotel ini akan dibahas pada bagian tersendiri, dan kali ini kita akan mengitari museumnya dulu.

Mengambil gaya arsitektur mirip bangunan kuno Yunani, Acropolis, museum yang satu ini punya keunikan tersendiri sebagai sebuah ensiklopedi hidup terutama buat anak anak. Sebagai bagian dari Jatim Park 2 ( Jatim Park 1 terletak sekitar 5km dari tempat ini ) museum satwa ( MS ) ini rasanya memang wajib dikunjungi terutama oleh para siswa sebab disini banyak pengetahuan fauna Indonesia dan luar yang bisa dipelajari.

Memasuki gerbang utama, langsung saja kita disambut oleh atmosfir purba jaman dinosaurus. Mahluk mahluk purba yang berukuran luar biasa ini memenuhi seluruh hall utama dan lukisan di langit langit atapnya memberikan kesan suasana petang atau menjelang fajar ( ? ) , sehingga
ketika jeprat jeprat saya edit malam harinya, tampak langit membiru indah diatas mahluk mahluk purba ini. Hall berikutnya, kita dibawa ke alam beruang es lengkap dengan asesorisnya yang seolah membuat kita berada dilembah lembah gunung es berdampingan dengan para beruang.

Masih di jaman purba, kita juga akan melihat kerangka ( atau repronya? ) dari ikan ikan purba berukuran raksasa. Sementara itu, bila melewati lorong lorong museum, kita akan disuguh pemandangan diorama yang nyaris menampilkan ukuran asli dari fauna . Sebut saja :
jaguar, banteng, zebra, harimau dll. Koleksi serangga juga menarik, sebab menampilkan kekayaan alam serangga Indonesia yang ternyata tidak kalah dengan koleksi serangga negara negara lain yang dipajang disitu. Kupu kupu, kalajengking, dll dipamerkan sangat menarik.

Bagi yang punya waktu cukup, dapat menonton pemutaran video diruangan khusus. Fauna darat, laut dan udara yang ada di MS ini memang mengesankan karena didukung oleh design & interior bangunan yang menarik serta penataan lighting dan audio-visual yang canggih.

Tiket masuk Rp. 25.000,- akan terasa impas dengan pengetahuan dan pengalaman menelusuri
jaman demi jaman dari alam fauna dunia kita khususnya Indonesia. Diujung luar MS telah menunggu toko souvenir mungil untuk oleh oleh yang khas MS mulai dari T -Shirt, key-holder, boneka satwa dll.

Nah .. ayo bergegas ke museum dengan adik adik dan anak anak kita agar kecintaan pada museum tumbuh dan berkembang menjadi sebuah budaya cinta museum yang sekaligus
berarti mencintai ilmu pengetahuan dan SDA Indonesia !!

( Photos by : TH )

Keterangan foto dari atas kebawah :

01. Patung gajah didepan Museum Satwa, Batu, Malang.
02. Batu Secret Zoo.
03. Museum Satwa.
04. Museum Satwa dari kejauhan.
05. Dunia serangga.
06. Dunia Dino.
07. Kepala Dino.
08. Koleksi serangga berbagai negara.
09. Harimau, diorama.
10. Banteng.


Rabu, 11 Agustus 2010



Berselancar ke pantai steak MALIBU







Di Malang ada dua restoran Malibu, satu di jalan Kawi Atas dan lainnya di jalan Pahlawan Trip. Sebagai salah satu " raja steak " di Malang, Malibu memang menjadi favorit banyak kalangan. Kali ini saya ajak pembaca ke jalan Pahlawan Trip yakni melewati Ijen Boulevard. Kalau dari arah jalan Kawi maka kita harus belok ke kiri. Restoran Malibu yang disini memang masih terbilang baru dengan konsep sedikit berbeda dengan yang lama yang ada di jalan Kawi atas.

Sengaja saya memilih tempat duduk yang ditaman luar, karena saya ingin menikmati suasana udara terbuka. Tatanan minimalis dipadu dengan tata lighting yang pas, atmosfir di taman luar yang terletak disebelah belakang ini memang amat nyaman untuk ber hangout bersama kerabat atau kolega. Melihat daftar menunya memang ada perbedaan dengan restoran Malibu yang lama, disana sini ada penambahan menu yang khas.

Menu khas Malibu Steak sengaja saya pilih karena mengusung nama restorannya. Kebetulan datangnya ber 4 jadi dipilihlah menu menu baru yang berbeda agar bisa saling tahu dan " mengintip " menu yang ditawarkan. Deretan minumanpun tidak kalah variasi rasa dan tampilannya. Sebuah petualangan cita rasa yang lumayan terutama bagi yang ingin menjamu kerabat atau teman dari luar Malang bolehlah dicoba .. !

( Photos by : TH )

Keterangan foto dari atas kebawah :
01. Malibu, Steak and Pizza.
02. Malibu Steak.

 Masak bakso sendiri yukk .... !









Di " Bakso Gun " jalan Kawi , Malang, kita dapat mengatur sendiri selera memasak bakso. Dengan sebuah kompor dan kuali di masing masing meja pengunjung depot, maka kita dapat memanaskan apa saja yang kita pilih, mulai dari sayuran seperti sawi atau jamur, bakso, tahu, mie, dan lain lain sesuai selera. 

Dengan cara ini, tidak perlu lagi pengunjung komplain akibat kuah bakso yang sering dianggap kurang panas atau bahkan kelewat panas. Yang juga menggoda adalah deretan pilihan dari bakso bakso gorengannya mulai yang isi udang, ayam, dan banyak lagi. Rasa ? Itu selera, tapi buat saya cukup " yummyyyyyy ..... " ...

Soal harga memang relatip, tetapi dibanding rasanya, maka harga bakso disini memang terbilang
murah. Dengan berteman lontong atau nasi, jajanan bakso di Bakso Gun ini sudah dapat menggantikan menu makan siang atau malam. Pengunjung dari luar kota Malang akan sangat mudah menemukan lokasinya karena terletak diarea kota yang berdekatan dengan Ijen Boulevard atau jalan Panderman ( tepatnya berhadapan dengan BCA Kawi, Malang ) . Ada satu cabangnya di Jl. Basuki Rahmat, tengah kota Malang.

Nah .. tunggu apa lagi?

( Photos by : TH )

Keterangan foto dari atas kebawah :

01. Goreng gorengan ala " Bakso GUN ".
02. Silahkan memasak sendiri bakso pilihan Anda !
03. Jangan cuma bakso, tapi perbanyak juga makan sayurannya ... !

CATATAN RAMADHAN ( 2 )




Dalam ceramah shalat tarawih semalam dan shalat subuh pagi tadi yang merupakan ramadhan hari ke II, tersurat dan tersirat satu benang merah yang senada meski penceramahnya berbeda, yakni : bagaimana cara kita " menghitung " dosa serta memahami tanda tanda menjelang " kunjungan malaikat Isroil " kepada kita. Wah .. siapa manusia yang mampu menghitung dosanya?

Maka sebagai perumpaan, kisah nabi Adam AS menjadi cermin yang luar biasa. Ustadz berkata:
" Lha kalau hanya karena satu dosa saja yakni memakan buah kuldi yang dilarangNYA, Nabi Adam menerima sanksi diusir dari sorga 40 tahun serta tercerai berai dari Siti Hawa, bagaimana dengan kita kita ini yang dosanya sudah sangat tidak terhitung lagi?" . Demikian " kuis " sang ustadz yang mengajak kita berpikir dan berhitung tentang dosa dosa kita serta sanksi sanksinya dihadapanNYA.

Lalu tentang tanda tanda akan semakin dekatnya perjumpaan dengan malaikat Isroil yang bertugas mencabut nyawa, ustadz yang lain pada ceramah subuh menyebutkan ada 3 :

Satu, tumbuhnya uban ( tentu yang alami dan bukan karena rusaknya pigmen akibat seringnya terkena berbagai zat kimiawi ) . 

Dua, tanggalnya gigi yang dimulai dengan satu demi satu.

Tiga, bila bangkit dari duduk terlebih duduk dilantai/ dikarpet seperti saat shalat atau pengajian dll, muncul suara " kretek .. kretek " alias tulang tulang mulai kehilangan masanya, ini juga pertanda semakin dekatnya perjumpaan dengan Isroil .... he he .. terdengarnya lucu ya tapi ini sungguh tidak lucu melainkan serius ...

Meski para jemaah terdengar haha hihi dengan gurauan gurauan sang penceramah, namun gurauan gurauan ini sungguh bermakna amat dalam. Apalagi dikisahkan betapa pedihnya cara kematian yang penuh azab dari orang orang yang tidak beriman, sebagai kebalikan dari cara cara kematian golongan beriman yang sedemikian mudah dan penuh senyuman, khusnul khotmah. Yang terakhir ini adalah impian dari setiap kita, impian dari setiap umat muslim.

Dalam perjalanan pulang, seorang ibu yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari saya, membisiki: " Jeng, nanti bisa tunggu sebentar ya dirumah saya, saya ada dompet kecil hasil sulaman sendiri yang saya ingin berikan untuk kenang2an.. " . Lho ? Dompet warna coklat dengan diberi aplikasi bunga kuning itu memang bukan sesuatu yang luar biasa, tetapi saya membayangkan ketika dia menyulam dan menghiasinya serta membungkusnya untuk akhirnya diberikan kepada saya, sangatlah luar biasa. Hadiah manis dipagi subuh. " Wah .. matur nuwun lho, boleh saya buka disini? ". Ibu tersebut tampak bersuka cita.

Alhamdullilah bahwa pertemanan antar tetangga itu adalah kebahagiaan tersendiri dijaman yang sudah saling cuek ini. Mensyukuri hal hal kecil adalah nikmat. Apalagi ketika sampai rumah, dompet saya hadiahkan kepada ibu, malah nikmat itu berganda sebab beliau ternyata suka dengan warnanya dan sedang " membutuhkan " dompet untuk menyimpan mata uang logam yang sering didapatnya dari tukang sayur .. klop sudah.

Hari ke II Ramadhan ini semoga terlewati dengan selamat, amien ...

( Foto : Masjid Cheng Hoo, diambil dari google.co.id )


Selasa, 10 Agustus 2010

CATATAN RAMADHAN 1431 H ( 1 )





Kemarin malam belum sempat TV menyiarkan pengumuman resmi tentang awal Ramadhan 1431H yang kali ini hilal menampakkan wajahnya tanpa dibantu peralatan alias dapat terlihat dengan mata telanjang, maka di masjid perumahan didekat rumah sudah penuh dengan para jamaah yang siap ber tarawih hari I. Melegakan, karena tahun tahun sebelumnya penampakkan hilal terkadang mengundang perbedaan pendapat dan paham.

Ceramah I shalat tarawih ini mengesankan meski sang ustadz masih belia dibanding 70% jemaahnya yang sudah manula. Inti ceramahnya adalah " Jangan Pernah Berspekulasi Dengan Usia Untuk Menunda Kebaikan " . Dicontohkan : seseorang yang sudah menyiapkan diri untuk mengikuti Ramadhan , ternyata " tidak nutut " ( tidak keburu waktunya ) sebab beberapa hari sebelum Ramadhan sudah meninggal dunia. Contoh ini persis dengan yang saya alami sendiri
pada hari yang sama dan kemarin. Dua kerabat saya ditempat yang berbeda telah wafat secara mendadak, padahal keduanya juga sudah ber siap siap menyambut Ramadhan 1431 H.

Allahu Akbar .... ! Demikian itulah rahasiaNYA. Maka sesungguhnya tidak ada alasan untuk menunda sesuatu kebaikan sekecil apapun sebab manusia tidak mampu mengetahui saat nya maut menjemput. Dan lanjut sang ustadz, bagi yang masih diberikan kesempatan mengikuti
puasa, hendaknya memanfaatkannya dengan maksimal agar sebulan ini betul betul dibanjiri dengan pahala dan ridhoNYA.

Sebagai yang lebih tua bahkan jauh lebih tua, beberapa hari terakhir sebelum puasa, saya tidak risih dengan meminta maaf melalui sms, email dan FB kepada segenap teman, kerabat dan handai-taulan yang jauh lebih muda disamping juga kepada yang sebaya atau lebih tua dari saya. Jawaban yang saya terima umumnya menggembirakan meskipun beberapa diantaranya " cuek " alias tidak merespon.

Saya tercenung. Dari yahoomail ataupun inbox di facebook atau sms bisa saya cek bahwa pesan maaf saya sudah mereka terima, jadi pastinya sudah terbaca ( semoga .. ) . Lalu mengapa ada yang cuek dan tidak peduli ? Saya tidak ingin ter buru buru " menghakimi " . Ada beberapa alasan mungkin :
* mereka sibuk dan belum sempat membuka email atau fb meski obrolan mereka dengan teman
temannya masih terus berlangsung dan dapat terlacak di fb.
* sudah dibaca, tapi sedang dipertimbangkan perlu tidaknya membalas pesan maaf saya.
* luka hati, tersinggung, marah, dendam kepada saya atas sesuatu yang saya tidak sadari?
* saya dianggap tidak selevel dengan mereka dalam berbagai aspek, sehingga mengundang rasa
malas untuk berkomunikasi ( mereka VVIP, jauh lebih muda/tua, dsb )
* dll alasan yang saya tidak tahu

Namun buru buru saya hilangkan berbagai prasangka ini dari lubuk hati, karena takut membatalkan puasa dan saya akan sia sia berhaus lapar. Saya sadar saya sedang dalam pertempuran besar melawan diri saya sendiri dan EGO saya, yang kadang tidak logis.
Saya ingin seperti kata pak ustadz saat tarawih tadi bahwa " jangan pernah menunda kebaikan meskipun engkau masih berusia belia, apalagi kalau sudah manula " tersebab manusia yang tidak berkemampuan mengetahui saat akhir hayatnya. Jauh lebih baik adalah mendoakan para
" pen cuek pesan " tadi agar mereka digolongkan kepada orang orang yang tidak menunda nunda laku kebajikan, amien .. Sesungguhnya mendoakan semacam itu jauh lebih baik daripada
berburuk sangka ..

Lalu pagi tadi setelah sahur, saya bergegas ( lagi ) mengejar sholat dan ceramah subuh di masjid yang sama. Ternyata masjid perumahan kami masih sama penuhnya dengan kemarin malam,
alhamdullilah. Sang ustadz berkisah tentang salah seorang siswa disekolahnya yang mengalami kecelakaan dan tewas, padahal sehari sebelumnya mereka masih bersendau gurau bersama.

 Sebuah renungan lain bahwa kesiapan untuk dipanggil menghadapNYA haruslah setiap saat dimiliki yang ber arti kita senantiasa dituntut untuk menebar kebajikan kepada sesama sebagaimana diperintahkanNYA. Disisi lain, kita juga di tuntut untuk mengupayakan sebuah kehidupan duniawi yang layak dan positip serta dijalanNYA agar bermanfaat bagi sesamanya melalui kerjakeras dan kesungguhan hati seolah olah kita akan hidup 1000 tahun lagi.

Ketika saya akan menulis ini, ada beberapa pesan masuk yang menjawab permintaan maaf saya kemarin, alhamdullilah, karena ALLAH SWT nampaknya telah menggerakkan hati mereka dan
sudah pasti bukan karena kemampuan saya yang menggerakkannya, Maha Besar Allah ....

Ramadhan sungguh menyimpan segudang misteri dan keajaiban2 spiritual bagi yang meyakini bahwa IA memang berkehendak atas segala sesuatu, termasuk menggugah nurani manusia ..
Amien .. ( Malang, Rabo 11 Agustus 2010 )

( Keterangan : foto masjid Kubah Emas, Depok, Jakarta, diambil dari google.co.id )