Kamis, 11 Maret 2010

Be Be Que = Bebek ku ?







Resto yang memilih nama Cafe ' n Resto Be Be Que ( maksudnya : bebek ku? ) ini memang terbilang masih cukup baru di kota Malang. Alamatnya : Jl. Kawi Atas 42, atau bersebelahan dengan KFC di jalan yang sama. Dan " mumpung " masih soft opening dengan harga spesial, begitu kata brosurnya, maka sayapun menyempatkan diri kesana.

Kesan dari luar resto yang satu ini memang cukup menarik, sebab konsep perpaduan antara rumah tinggal dan bisnis tertata lumayan apik. Sesuai namanya, menu menu bebeknyapun cukup mendominasi meskipun daging dan ayam plus ikan juga tersedia. Hongkong style, begitu semboyan yang tertulis di brosur mereka.

Dihalaman rumah yang telah disulap menjadi semacam pendopo mini ini, terasa atmosphere " Jawa " nya dengan ukiran kayu semacam ukiran Jepara yang dipadu dengan perabot kayu yang sederhana namun " chic " . Hiasan lampu lampu nya juga terasa " pas " dengan keseluruhan interior, sehingga kesederhanaan ini justru menjelmakan kesan ekslusif.

Dari daftar menu, yang karena sudah " disepakati " gaya Hongkongnya, maka mudah ditebak bahwa resto yang satu ini memang khusus Chinese Food. Saya mencoba bebek panggang dan cah sawi plus dagingnya. Minuman? Saya pilih lemon untuk " menetralkan " kolesterol akibat bebek haha... ( Lho apa iya lemon bisa? Entahlah.. ) . Rasa masakannya ? Hmmm ... yummyyyyy !!!! ( Saya bahkan mendengar dari seorang teman bahwa kokinya dari Beijing, saya lupa mengkonfirmasinya karena keasyikan menikmati BBQ hehe ... ) .

Sebelumnya, dengan hati hati saya menanyakan pada seorang pegawai disitu apakah dagingnya halal alias tidak bercampur yang lain dan berlemak yang lain? " O.... 105% halal bu! " ( yo wes mbak aku percaya, kalau pun dibohongi ya hitung hitung mbak mengurangi dosa saya hehe.. )

Yang jelas, suasana bersih dan nyaman sudah berhasil diciptakan di resto ini. Harga? Entah nanti setelah bulan promosi, tapi saat saya kesana, saya lihat yang termurah adalah 15 rb sampai dengan 150 rb. Nah ... pecinta bebek dan chinese-cuisine, selamat mencoba!!

( Photos by : Titiek Hariati )

PECEL KAWI




Tidak lengkap kalau kunjungan ke Malang tidak singgah di warung Pecel Kawi, di jalan Kawi, dekat dengan jalan Ijen. Warung yang berdiri sejak 1975 ini dikenal karena pecelnya yang khas, meskipun kita juga bisa menikmati masakan lainnya seperti rawon, kare ayam dll. 

Jangan kecewa bila pada hari hari tertentu terutama liburan, Anda tidak mendapat tempat duduk. Dan satu lagi yang patut dicoba, minuman STMJ nya alias Susu Madu Telor Jahe nya. Mungkin sepulang jogging atau senam pagi mau mencoba? 

( Photos by : TH )

PECEL KAWI, since 1975.









Say that you've been in Malang . But don't say it if you never been in Warung Pecel Kawi, Malang. PECEL is one of the popular local food which is very popular in Java, especially East Java. 

Pecel is a combination between vegetables and peanut-sauce. Of course if you like you can have hot peanut-sauce. This warung was opened since 1975. Weekends or holidays is always " fully booked " and hardly to find a place to sit. 

Beside Pecel, you can have also some other popular cuisine such as chicken-curry , rawon or black-soup etc . Last but not least they offer also a famous drink so called S.T.M.J stand for
Susu Telur Madu Jahe ( Milk, Egg, Honey and Ginger ) which is good for your stamina. 

Now, what else you wait for ? 

( Photos by : TH )

Menjajal Lidah Solo





Bagi yang belum berkesempatan dolan ke Solo, Warung Cowek Pawon Solo di jalan Soekarno Hatta ini mungkin dapat membantu Anda mencicipi cita rasa kuliner Solo. Ruangannya terbagi dua. Pecinta alam mungkin lebih senang diteras luarnya yang non AC. 

Tetapi pada saat udara panas siang hari, bolehlah Anda bersantap di ruang sebelah dalam yang ber AC meskipun ini mempercepat pelebaran lubang ozon kita. Menu menu khas Solo seperti Gudeg, Tengkleng, Brongkos, Tongseng dll dapat diperoleh dengan harga yang sesuai. Disisi kanannya ada toko souvenir yang menjual barang barang khas seperti batik dll. Nah sehabis bersantap Anda bisa mencari oleh oleh disini..... ! Soal rasa, ini memang masalah selera.

 ( Photo by : Titiek Hariati )

Warung Cowek PAWON SOLO.






For you who never been in Solo, Center Java, this restaurant in Jalan Soekarno-Hatta  can be your little adventure to taste Solonese culinary. An air conditioned room will soon welcome you on your hotdays of lunchtime.


Here you will have several very typical Solonese menus such as  Gudeg, Tengkleng, Tongseng or Nasi Liwet etc with reasonable prices. Besides, they have also a little souvenir shop where you can buy Solonese - merchandise like batik etc. 

So, why don't you start your trip to "Solo" ? ( th )


( Photos by : Titiek Hariati )

Warung = small restaurant or traditional restaurant.
Cowek = stone " dish ", a very typical Javanese kitchen similar to a pounder.

Rabu, 03 Maret 2010

Salah Satu Sudut Sejarah : Makam Sukun






Mungkin ketika tulisan ini dibuat, perobahan di salah satu sudut kota Malang ini sedang berlangsung. Makam Sukun. Apa yang menarik dari tempat ini dibanding makam makam lain yang ada di kota Malang? Terletak di daerah Sukun, makam ini berjarak sekitar 2km dari pusat kota Malang arah Kepanjen. Sebelum memasuki komplek makam, lebih dulu kita melewati gedung ber arsitektur kolonial yang saat ini ditempati oleh oleh Dinas Pemakaman Malang.

Jalan masuk ke makam yang terkesan sempit, ternyata langsung disambut oleh luasnya area yang konon hampir sekitar 10ha ( bila data yang saya peroleh mendekati benar ) . Menurut petugas dari dinas makam, mereka yang dimakamkan disini terdiri dari berbagai bangsa. Antara lain ada Jepang, Belanda, Jerman, China, Inggris. Dalam Perang Dunia ke II, dimana Indonesia saat itu juga mengalami dampaknya, para serdadu maupun officer yang gugur di Indonesia dalam membela keyakinan mereka saat itu, telah menghuni makam Sukun ini bahkan ada yang sejak sebelum Indonesia merdeka.

Keluarga keluarga para officer inipun banyak yang dimakamkan disini, terlihat dari puisi atau ukiran kalimat indah yang ada di nisan nisannya. Nisan nisan ini ada yang dibuat dari marmer yang diimpor langsung dari Italy, dengan pahatan khas yang banyak ditemukan di Eropa. Tetapi sayangnya sudah banyak yang tercuri, entah atas pesanan kolektor barang antik atau sekedar dijual marmernya karena lumayan untuk di loakkan.

Saya diantarkan kesebuah sudut makam yang agak terisolir dan bersemak, ternyata disana terbaring sepotong nisan marmer yang beratnya lebih dari 1 ton serta sudah terlepas dari makamnya. Ukiran wanita Eropa diatasnya sangatlah cantik, dalam pose berbaring menekukkan kakinya. " Rupanya pencurinya tidak mampu mengangkat marmer ini, jadi setelah dipotong digeletakkan begitu saja disini... ", begitu kata petugas. Ck ck ck.....

Saya terus melangkah melewati tengah makam yang ternyata memiliki rancangan indah mirip taman taman di Eropa. Pohon pohon besar ditambah bentuk bentuk nisan yang beraneka rupa serta bahasa, membuat makam ini lebih mirip tempat wisata. Ada makam serdadu Jepang, Belanda, dan keluarga keluarga Jerman. Salah satu yang nisannya berbahasa Jerman menuliskan angka kelahiran yang kebetulan sama persis dengan tanggal lahir saya. Sedetik saya merasa aneh tetapi antusias untuk memotretnya.

Jepang dan Korea serta China ternyata mempunyai bentuk makam dan nisan yang berbeda meski sekilas ketiganya seolah sama huruf hurufnya. Menurut petugas dinas makam, memang dimasa datang kompleks ini akan menjadi proyek percontohan dari wisata makam, dimana makam bukan lagi sebuah lokasi menyeramkan tetapi merupakan sebuah area indah yang tertata bak sebuah taman kota.

Disini kita bisa melihat jejak sejarah kota Malang betapa dimasa lampau Malang menjadi salah satu wilayah favorit para bangsa asing untuk menetap hingga akhir hayatnya. Apakah makam makam unik dan khas ini akan hilang tergerus perubahan? Atau pemkot akan mempertahankan serta memugarnya sebagai sebuah ikon pemakaman? Waktu yang akan menjawab .Dan semoga pencurian dan pengrusakan oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab ini segera bisa dihentikan
Disatu sisi, bila makam ini nantinya telah terpugar dengan indah, tentu akan mengundang banyak wisatawan asing untuk mengunjungi dan mengenal sejarah nya, disamping peninggalan peninggalan kolonial lainnya yang masih banyak dijumpai di Malang.


( Photos by : Titiek Hariati )



























































































































































































































































Lokasi Show Srimules Baru : Gedung DPR.







Terima kasih kepada kabarindonesia.com yang hari ini sudah memuat " Lokasi Show Srimules Baru : Gedung DPR " . Yang bersedia untuk menderita mules mules diperut, boleh mengintipnya.

( foto antara/Andika Wahyu/HP/10 )