Senin, 20 Oktober 2014






.. " Balada Pupur Gincu " ..
( The Lost Poems )

 catatan :
 seorang isteri yang teraniaya secara batin , 
datang mengeluh  suaminya jatuh dalam pelukan gelap malam dan penari kelab . 
gambaran tentang si penari dan derita batin si isteri , saya coba tuangkan 
dalam sebuah coretan pendek dibawah ini .
semoga peristiwa ini menjadi cermin kita semua bahwa
 kenikmatan kenikmatan semu tiada pernah bertahan kecuali 
kenikmatan sejuknya air wudhu dan saat bersujud dihadapanNYA .

 " akulah ratu, digelap remang,
saat gincu dan pupurku,
menipu matamu,
dan 
lantai lantai menjadi singgasanaku,
karena aku penguasa syahwatmu,
yang kuikat dalam gerak tariku,
hingga engkau jatuh dalam belengguku
dan
tak lagi kuasa mengingatMU ..
wahai,
siapakah lawanku ?
tak seorang, 
karena engkau telah dalam  cengkeramku ... "
( aku , si penari liar )
__________________________________________________

 bedug  subuh bertalu,
gemercik air wudhu,
jilbab  kuyup di kucuran bambu,
pun air mata :
" ya Allah, kuatkanlah, 
lelakiku terbenam dalam pelukannya,
 tak lagi mendengar panggilan MU,
dan tak juga pulang kepadaku,
bau menyengat dibajunya,
pertanda ia tenteram dalam durhakanya,
 sukacita  dalam temaram bisik bisik dusta ..
ya Allah,
kehendakMU saja lah jawabannya,
jangan kembalikan ia padaku 
bila hanya pembawa petaka,
pun saat mulutnya masih berparfum vodka,
mungkin,
pupur dan gincu memang takdirnya ...
dan aku,
ijinkan menemu tenteram di bahuMU ..... "
( aku , isteri yang terdhzolimi )
 ( malang, 21 oktober 2014 , th , gambar2 dari google )

































Tidak ada komentar: