Sabtu, 25 Oktober 2014







.. " Mesin Waktu di Roemah Moeria " ..

sekitar sebulan yang lalu, saya mengalami pengembaraan kemasa lampau di
 Jalan Muria 28, Malang. 
namanya saja Masa Lampau, bisa menyeret kita ke masa bahkan balita. yah, saya ingat sekali bagaimana saya setiap hari melewati jalan jalan disekitarnya dan berbelok ke 
Jalan Ungaran 3, 
tempat saya menghirup yang namanya ' sekolah atau Taman Kanak Kanak ' disitu. 
berpuluh tahun sesudahnya, dalam kesempatan mudik ke Malang, saya sempatkan menengok kesana dan ternyata Kepala Sekolahnya masih ditempat yang sama, 
Ibu Maria ... !
 wajahnya masih saja cantik diusianya yang hampir kepala 7, 
dengan gaya bicaranya yang lugas tegas dan sangat khas sebagai wanita " produk didikan Belanda " yang disiplin dan penuh etika. 
kami berfoto bersama dikelas saya dulu, dibangku bangku kecilnya dan saya genggam tangan beliau dalam foto tersebut, saya sangat terharu, ternyata beliau masih 
ingat saya : luar biasa ! 
(  ini karena beliau juga menjadi Kepala Sekolah dari SD kami di Jalan Ijen 32, sebelah perpustakaan saat ini , yang dulunya perpustakaan itu merupakan  lapangan kosong tempat
 murid murid SD atau SR kami dijaman itu  berolah raga )


lama saya tidak berkesempatan mudik. 
maklum, jarak ribuan kilometer dengan kesibukan sebagai ibu dari dua balita mungil plus  didera pergantian 4 musim yang menyita waktu,
taklah semudah ditanah air yang dikerubuti keluarga besar dan siap membantu setiap saat. 
maka saat anak anak mulai bisa berlarian, barulah saya bisa mudik lagi dan kali ini saya sempatkan menengok kembali Ibu Maria. 
tetapi ups ! 
saat bel saya pejet, yang keluar ternyata lho ... seorang wanita bule, saya surprise 
" Selamat siang, maaf apakah disini ada yang bernama Ibu Maria? " , 
wanita tersebut kebingungan akan menjawab, maka saya timpali 
" Excuse me, is Ibu Maria still living here ? masih kebingungan, maka saya coba coba dan 
" awur awuran " mengubahnya dalam bahasa lain 
" Entschuldigung, ist Frau Maria zu Hause ? " ....... 
lhooo diluar dugaan wajahnya berubah ceria dan " nerocos " lah jawabannya dalam bahasa yang sama ! oooo .. wong Jerman to , batin saya . maka kamipun tenggelam dalam 
obrolan bersamanya dan dikisahkan bahwa rumah tersebut sudah dialihkan serta 
dirubah menjadi rumah tinggal biasa ....
tetapi, .... Ibu Maria sudah wafat !
 sedih, sudah pasti, saya mencoba menahan air hangat disudut mata.
saya dipersilahkannya masuk dan segenap kenangan ditiap jengkalnya  seolah menyulut kesedihan saya, terutama diruangan dimana terakhir kali saya menggenggam tangan beliau saat kami berfoto bersama. masih segar dalam kenangan betapa senyum beliau yang khas seolah
 masih saya lihat diruangan itu. 


kesedihan ini rupanya  terbaca oleh si nyonya rumah. 
dan setelahnya kami makin sering bertemu terutama karena anak anak kami sebaya. dan bahkan saya sempat mereka undang untuk  membagi info  Sejarah Batik Tradisionil
dihadapan teman temannya yang ex pat disitu.
kontak kami terhenti ketika saya kemudian kembali kedunia industri yang super sibuk hingga terakhir saya dengar mereka sudah kembali ke Jerman. 
( harusnya saya bisa mencarinya kembali lewat FB dll )
maka sungguh bahwa area Jalan Muria ini saya kenal hingga ke lubang lubang aspalnya saat itu dan kehadiran " Roemah Moeria " di Jalan Muria 28, Malang seolah 
 mengungkit nostalgi ini. 
semoga pembaca memakluminya meskipun bisa saja ada yang sebel 
" wong iki karepe opo, koq kuliner nggladrah nang TK barang ? " , 
mungkin ini lah yang disebut sebagai The Journey Of Mind hehe ... 
( disisi lain sebuah blog itu memang mirip Diary, jadi bukan majalah/ koran yang 100% mengutamakan kepentingan pembacanya hehe ...  cuma menjadi Hak Pembaca Blog untuk tidak membuka/ membacanya bila Anda merasa tidak pas, sesederhana itu saja )
__________________________________________________________________________

 

naa .. kembali ke Jalan Muria 28, Malang adalah merupakan " 3 in 1 " karena disatu lokasi sekaligus kita bisa ber Spa ria, makan makan atau bahkan menginap sekalian. 
disitu ada Salon, Cafe dan Guest House !  lengkap to ?
 rumah antik yang bisa masuk sebagai Cagar Budaya ini ternyata sudah disulap menjadi sebuah tempat yang nyaman buat hangout bersama keluarga, kolega kantor,
 temen kampus maupun teman spesial. 
hanya ada satu kata pendek yang bisa diberikan pada Roemah Moeria yaitu :
" C A N T I K " ... !
desain interiornya yang sangat memperhatikan detil, serta pemanfaatan lahan disebelah samping dan belakang yang sangat nyaman dan cerdas plus warna " ke Londo Londo an " dari berbagai meubel, dekorasi, dll nya yang bahkan secara khusus konon 
langsung didatangkan dari Belanda, 
maka klop sudah bahwa Roemah Moeria ini memang pantas saya juluki sebagai
 " Roemah Njonja Koempeni "  ... !
kesan resik dan bersih ini terutama karena didominasi warna putih, dan ini  sangatlah  khas Londo yang terkenal dengan budaya bersihnya hingga ada pepatah Londo berkata 
" kenali kwalitas kebersihan seseorang dari WC nya " , 
dan itu sungguh  sangat tidak salah !
( bayangkan saja kalau bertemu wanita super cuantikkk dengan make up sempurna dan setelah kita masuk WC nya ternyata super juorokkkk, percayakah pembaca pada
" ketulusannya " ? )


naa .. ketika saya masih " tingak tinguk " dan belum memilih tempat duduk sebab 
masih tertarik akan jeprat jepret, ternyata saya malah dipersilahkan untuk 
diajak berkeliling oleh salah seorang manajernya ( maaf saya sungguh lupa nama beliau yang sudah agak sepuh namun sangat ramah ) .
  beliau memperlihatkan hampir setiap sudut yang ada,
mulai dari Guest House dilantai II hingga detil dari dekorasi yang ada. lukisan2, souvenir2, meubel, dll yang khas Belanda sangat kuat mewarnai RM ini .
saya penasaran dan menanyakan alasannya. beliau menjawab 
" duluuu, rumah ini dalam riwayatnya memang pernah menjadi kediaman pejabat Belanda karena memang daerah Ijen dan sekitarnya ini adalah daerah elit mereka , 
dan kami ingin mengembalikan suasana itu agar generasi sekarang dapat mengenali sejarah yang ada yang mungkin tidak ditemukan di buku buku .
 tetapi kalau menu menunya itu khas Jawa atau Indonesia, jadi kombinasi antara Belanda Indonesia atau tepatnya Jawa , Rumah Londo Masakan Jowo ", 
kami tertawa bersama.
 

ooooo ... tentu maksudnya bukan untuk mengembalikan " masa penjajahan " tetapi melestarikan nilai sejarahnya untuk mengenang perjuangan bangsa kita
 melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
terompah kayu khas Belanda juga terdapat dibeberapa sudutnya,
 tak ketinggalan sentuhan gambar atau lukisan Kincir Angin yang khas. 
saya penasaran : " terompah2 nya apa juga untuk dijual pak ? ", beliau menggeleng.
selanjutnya setelah puas " pratpret " saya mulai mengublek daftar menu.
 pilihan jatuh pada dua masakan khas Jawa, Soto Daging dan Rawon supaya bisa ' langsung ' tahu bagaimana kedua menu ini ditangan para chef dari RM. 
dengan dagingnya yang uempuuukkk, maka saya tidak ragu ragu memberi nilai 7 malah plus sebab dihidangkannya  dengan cara yang ber level hotel **** . 
seragam karyawannya yang abu abu untuk pria dan pink untuk wanitanya hari itu 
( saya tidak tahu pada hari lain bagaimana ) , sangat menarik meskipun bisa saja sebenarnya karyawan cowok  diberikan warna lebih " greng " untuk 
mengimbangi pink nya yang cewek2 ( misalnya warna biru langit atau hijau tosca ? ) . dan yang menarik adalah sepatu lukis para karyawan ceweknya, 
benar benar sentuhan detil yang cantik ... !


di barnya yang juga serba putih, saya melihat kursi kursinya yang khas model country Belanda ini sangat kontras dengan warna putih yang mendominasi, sehingga mirip lukisan diatas kanvas putih. 
taman samping dan belakang yang berada dibawah Guest House dilantai II, sangat cocok untuk acara acara ulang tahun  atau reuni keluarga/ sekolah , farewell party dll. secara ringkas, Roemah Moeria memang unggul dalam 3 hal : 
Rasa, Atmosfer dan Harga ... !

diantara boomingnya bisnis kuliner di Malang dua tahun terakhir ini, saya yakin RM akan mampu bertahan lama ditengah pesaing2nya, sebab sayapun memiliki
catatan mereka mereka yang " kelimpungan " tertelan persaingan yang   daftarnya lumayan panjang .

mengalirnya tamu tamu yang hampir tiada putus ke Roemah Moeria ini semoga membuat manajemen dan staf RM tidak mandeg dalam berkreasi agar tidak tersalip oleh pendatang2 baru yang  semakin  kreatip dan inovatif,
semoga ... ! ( th )

( photos by : th, Roemah Moeria, September 2014 )
01. asem asem daging ... yummyyy !
02. pink grey, manis !
03. sepatu lukis  .... cantik !
04. kincir angin
05. Jalan Muria 28, Malang, Jatim
06. taman belakang yang nyaman ..
07. white, white
08. ( saat itu belum banyak, tapi menarik )
09. daftar menu
09. country style khas Belanda
10. soto daging
11. pernik khas Belanda
12. buat meeting dll ..
13. lorong manis
14. kearah taman belakang 
15. sisi bar lainnya ..
16. pilihan cukup banyak
17. ayunan ..

CATATAN pada 21 Oktober 2016 :
entah dengan alasan apa , saat ini " kedai " cantik yang satu ini ternyata
 gugur dalam mempertahankan kehadirannya dijagad kuliner Malang .
 sayang sekali , karena sebetulnya ia memiliki keunikan tersendiri 
yang tidak dimiliki yang lain yakni Furniture Country nya yang
 khas Belanda itu ! 
juga atmosfernya lumayan nyaman meski soal harga atau rasa itu selera ! 
kita tunggu saja kemunculannya lagi yang 
mungkin akan lebih cantik ? 
semoga !
( th ) 















Tidak ada komentar: