Kamis, 08 November 2018



 .. " BOHEMIAN RHAPSODY , 
Misteri Gelap Dari Seorang Freddie " ..
bukan tanpa alasan saya sampai nonton film 
Bohemian Rhapsody dua kali . mengapa ? karena saya
 mencoba mencari secuil jawaban yang mungkin saya lewati 
pada tontonan yang pertama . maka kali keduanya , 
sebetulnya lebih pada " kecermatan " daripada melihatnya
 dengan mata . sia sia .
 tetap saja saya tidak menemukan jawabnya . 
barangkali bahkan itu lebih baik karena rahasia itu agaknya 
hanya Freddie Mercury yang paling tahu hingga akhir hayatnya .
  lahir pada " abad " yang hampir sama dengan
 munculnya grup Queen , tidak perlu heran bahwa saya
 menjadi salah satu penggemarnya tersebab keunikan 
dari musiknya dan tentu saja vocalistnya yang bernama asli
 Farroukh Bulsara ini .
 lahir di Zanzibar 05 September 1946 dan meninggal
 24 Nopember 1991 diusia 45 , Farroukh atau kemudian
 dia mengubahnya menjadi Freddie Mercury / FM 
 ini melewati masa kecil , remaja dan puncak karir di
 3 negara berbeda , Parsi , India dan Inggris .
 pada usia 7 tahun di India , ia belajar piano .
 pendidikan terakhirnya adalah Art & Graphic Design di
 Isleworth Polytechnic di Westlondon . sebagai remaja ia pernah
 ber pindah2 kelompok band sebelum  mempertemukannya 
dengan kelompok musik SMILE yang kelak berubah
 menjadi Queen . 
 lewat perjalanan panjang berliku , dimana Queen tidak
 selalu mendapat dukungan produser dengan warna musiknya
 yang dianggap " kurang menjual " , maka perjumpaan
 FM dengan seorang DJ Radio , Kenny Everett pada tahun 1974 ,
 membuka jalan bagi lagu fenomenal Bohemian Rhapsody 
untuk dikenal luas didunia . lagu berdurasi lebih dari
 6 menit ini memang diprediksi bakal ditolak oleh radio2 
saking panjangnya , 
tetapi agaknya takdir berbicara lain .
 dijaman belum ada internet saat itu , radio masih sangat
 berperan penting dalam memperkenalkan lagu2 maupun
 album2 baru para musisi dan program2 semacam 
Top40 dll selalu mendapat perhatian utama . 
 mengapa FM dan Queen " ngotot " mempertahankan BR
 sebagai lagu ikonik mereka yang bertentangan dengan 
kehendak produser ? Brian May selaku gitarist nya 
sangat menyukai orisinalitasnya serta merasa sangat
 mampu memberikan sentuhan rock pada patahan2 lagu BR
 yang juga sarat dengan sentuhan musik opera ini .
 drummernya , Roger Taylor juga sukses " dipaksa "
 oleh FM untuk meneriakkan " Galileo .. Galileo " hingga
 mencapai ketinggian yang bahkan hampir
 diluar kemampuannya ! 
bagaimana dengan FM sendiri ? jangan mencoba
 mendefinisikan jenis suaranya , sebab seorang FM lebih 
mirip " kutu loncat " dalam olah vocalnya yang sulit ditebak . 
meski sebetulnya dasar suaranya baritone , 
FM dalam sebagian besar lagu2nya ternyata lebih lari 
ke tenor-range , dan pencapaian nada rendah ke 
nada melengking tinggi sangat mencengangkan bahkan 
bisa mencapai 4 oktav ! dengan seenak " udhelnya "
 seorang FM bisa menaik turunkan vocalnya untuk
 mengiringi aksi panggungnya yang terkesan extravagant 
atau flamboyan atau terserah mau dinamakan apa .. !
 dan kemampuannya mengendalikan ratusan ribu 
penonton yang tunduk patuh mengikuti instruksinya adalah
 sebuah anugerah bakat yang luar biasa !
 tetapi diakuinya bahwa diluar panggung 
" I'm a different man ! " . 
hiruk pikuk penggung dan pesta2 pribadinya yang seolah
 tanpa jeda , tidak mampu mengisi kekosongan hatinya
 yang kehilangan Marry Austin yang pernah dilamarnya 
tetapi meninggalkannya karena pengakuan FM 
sebagai seorang biseksual atau dalam benak Mary 
lebih tepatnya adalah homoseksual . 
hubungan cinta mereka yang aneh , antara kebencian
 dan kerinduan , terjalin hingga akhir hayat FM
 meski peran Mary dalam hidup FM digantikan oleh 
Jim Hutton sebagai pacar homonya ( 1985 - 1991 ) .
 FM memang pernah sempat bersolo karir dengan singlenya 
" There Must Be More to Life Than This " meskipun 
akhirnya  kembali pada Queen menjelang persiapan 
konser akbar " Live Aid " ( 1985 ) untuk membantu para 
penderita kelaparan di Afrika yang diprakasai 
orang Austria , Bob Geldof . 
 Radio GaGa , Somebody to Love , Don't Stop Me Now ,
 Crazy Little Thing Called Love , Love of My Life dan 
We Will Rock You adalah beberapa diantara hits nya 
yang mendunia .
 kesadaran akan sisa hidupnya yang tidak
 lagi lama akibat AIDS , FM yang telah membuat sekitar 
700 konser selama hidupnya ini membuat pengakuan
 dihadapan anggota grup Queen tentang 
sakitnya dan diakhir hidupnya Jim Hutton lah
 satu2nya yang mendampinginya .
 " saya terlahir dengan tambahan 4/empat gigi seri " 
adalah penjelasannya diawal karir tentang " tongos " nya 
yang justru menjadi trade-mark nya dan FM menolak 
dioperasi karena takut akan berpengaruh pada 
kwalitas suaranya . maka sebenarnya
 apa yang bisa ditarik sebagai " pelajaran " dari film biografi ini ? 
tentu saja bukan untuk meneliti arti lirik lagu BR yang 
bagi sebagian orang adalah 
" aneh , ganjil , misterius , gelap , serem , miris , keren
 , fenomenal , luar biasa , tidak jelas , gila , masterpiece dll " itu ,
 melainkan sebuah cermin dari sebuah
 gemerlap kehidupan dunia yang penuh kehampaan .
ternyata materi saja tidak bisa membuat bahagia ,
 karena materi butuh " dibimbing " oleh yang
 namanya perhatian , kepedulian dan cinta agar materi 
menjadi sesuatu yang bermanfaat didunia maupun
 di keabadian dalam bentuk amalan2 bagi 
sesama yang membutuhkan .
pemilihan orientasi seksual juga ikut menentukan kebahagiaan 
dunia dan akherat , sebab hanya berbahagia di dunia
 tetapi diliputi kecemasan akan 
konsekwensi akherat pada gilirannya hanya akan 
memunculkan stres , tekanan , ketakutan dan ketidak tenangan .
 tetapi sebagai cermin sebuah perjuangan keras dan 
panjang meraih sukses , semoga film ini dapat menginspirasi .
 sebuah penghargaan mungkin patut diberikan kepada 
aktor Rami Malek yang sangat berhasil memerankan tokoh FM 
sedemikian mirip dalam olah bahasa tubuh dan 
aksi panggungnya meski untuk itu diakuinya sangat tidak mudah .
 oya , jasad FM dikremasi sesuai keyakinannya
 dan abunya sesuai wasiatnya diserahkan pada 
" cinta abadinya " Mary Austin beserta rumahnya ,
 tetapi Mary Austin tidak bersedia mengatakan dimana 
dia menyimpan atau menebarkannya .. 
maka lagu Love of My Life agaknya memang abadi
 dalam hati keduanya meski diseling 
keganjilan dan keanehan
( Titiek Hariati , Malang , Nopember 2018 )
 gambar2 diambil dari google .  
01 . logo Queen ciptaan Freddie Mercury .
02 . FM saat masih " sehat "
03 . FM semasa bugar
04 . monumen FM sebagai ganti makam
05 . Rami Malek sebagai FM
06 . Rami Malek nyaris persis FM
07 . Rami sebagai FM dan aslinya
08 . Freddie saat masih muda





 

Tidak ada komentar: