Selasa, 14 April 2015







.. " Yang Bijak Yang Meninggalkan Jejak " ..

" sing sabar bae, Gusti Allah ngono ora sare, mengko bakal ono wayahe dewe dewe ... "
 ( bersabar sajalah, Tuhan  Maha Tahu, kelak akan ada saatnya sendiri sendiri .... ) , itu salah satu nasehat yang saya ingat dari almarhum AM, kakak tercinta, yang wafat di Yogya
pada tanggal 06 April yl.
 kepergiannya yang sangat mendadak tanpa firasat, menyisakan duka yang dalam. dan dalam perjalanan sekitar 500km kekediaman almarhum,
 sebuah penggalan video kehidupan dan detik detik bersama almarhum, terputar disepanjang jalan tanpa dapat dibantah.
 dimanapun kami sempat bertemu, Jakarta, Yogya, Semarang, Malang, Bali, dll selalu saja penuh dengan canda dan petuah sebab entah darimana saja almarhum mengoleksinya,
setiap kebersamaan dipenuhi dengan " banyolan banyolan " yang membuat pendengarnya
menangis terkekeh kekeh .. 
tapi kalau soal petuah, waa, bisa2 side A side B sebab riwayat panjang perjalanan hidup dan karirnya memang dapat menginspirasi yang lain dan yang lebih yunior ..
salah satu ingatan bersama almarhum itu menyeret saya ke tahun 1979, saat saya 
( ala backpacker masa kini  cuma bedanya saat itu saya menenteng koper kecil hehe sebab tas punggung belum model ) diundang menengok " istana " nya di Batam ! 


ups .. jangan membayangkan Batam masa kini yang sudah mirip Jakarta, tetapi saat itu Batam masih padat belantara dan saya menyeberang dari Singapura dengan kapal kecil 
yang terombang ambing gelombang ! 
di " pelabuhan " Batam yang ternyata hanya terdiri dari beberapa batang besi
dan beton penahan ombak, saya dijemput dengan lambaian tangan seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya diterjang ombak " Oiiiii ... siniiii .... ",
 saya gembira melihatnya sekaligus melongo melihat betapa " primitifnya " pelabuhan nya ...
 selanjutnya, dengan jeep yang sudah berusia lanjut, kami melewati hutan hutan menuju 
" rumah dinasnya " yang konon disanalah almarhum saat itu ditugaskan sejak beberapa tahun .. 
" waduh pating gronjal yo rek " kata saya meringis menahan sakit pantat yang terombang ambing bebatuan yang kadang segede tahi gajah hehe .. 
 almarhum tersenyum dan berkata 
" kamu hebat, satu2nya saudara, perempuan lagi, yang pernah nengok aku ke hutan " ... 
lho hutan, lha kan rumah dinas to, batin saya ? 
dan e ... setelah sampai di " rumah binas" nya sayapun melongo untuk yang ke 3 kalinya, yaitu tampilan " rudin" nya yang terdiri dari papan2 kayu dan dikelilingi hutan lebat plus hanya ada 1 staf pria ( Maluku ? ) yang bertugas melakukan komunikasi lewat radio dengan wilayah2 lain
 ( jaman itu belum ada internet !! ) ... !
jangan mencoba bertanya tentang pusat pusat perbelanjaan atau tempat tempat wisata, Batam masih perawan dan belum tersentuh " peradaban modern " meski hanya bertetangga 10 menit dari Singapur yang saat itu sudah mulai bangkit menuju Negara Maju !
 beberapa hari ditengah belantara Batam dan diperkenalkan kepada staf staf lainnya, saya mulai sadar bahwa selama ini bayangan saya sama sekali salah !
 contoh, kadang saat ber teleponan Malang - Batam, saya sering bilang begini 
" Sam ( panggilan saya pada almarhum ) , ojok lali lho yo kalo ke Malang bawain coklat sing guede2 iku lho yoo ... " ... dan selalu diiyakan.
dan .. oalaaa, ternyata untuk sebatang coklat saja almarhum harus menempuh belantara 
dan ombak ganas, menuju Singapur, 
karena di Batam jangankan toko yang menjual coklat batangan gede2, lha wong supermie saja
 saat itu masih sulit dan mahal setengah mati ... ! 
saya merasa bersalah, rupanya almarhum tidak pernah membagi kesulitan2nya dirantauan...


 maka ketika akhirnya saya yang harus merantau berbelas tahun jauh dari almarhum diseberang benua, saya bawa spirit ini diam diam kedalam kehidupan saya bahwa 
" This is my life, and I must survive ! " .....
dan ketika akhirnya karir almarhum merangkak kearah puncak, sayapun tidak terlampau heran, karena semuanya telah dimulainya benar benar dari bawah dan bukan sebuah karbitan atau hadiah atau karena warisan jabatan.
 almarhum adalah seorang pekerja keras.
" sekul liwetipun taksih anget jenggg .... " , lamunan saya dibubarkan oleh tawaran makan pagi di Solo dengan Nasi Liwet yang ada dipinggir jalan Solo - Yogya .
 saya menyerah pada suara alam dari perut yang mulai crang  cring, maklum berangkat dari Malang sejak jam 00 tanpa sebutir bekalpun saking bingungnya. 
Yogya masih sekitar sejam lagi, dan rencana pemakaman almarhum adalah setelah sholat dhuhur, saya masih cukup waktu sebab semalam jalur Pujon - Ngantang bisa ditempuh rekatif cepat,
 karena jalanan memang masih  senyap, sepi serta gelap ...
 sang motivator saya kini sudah pergi, 
dan mewariskan banyak nilai nilai yang tidak saya temui di bangku sekolah, kuliah maupun kantor kantor . nilai nilai kesabaran dan kekuatan ditengah badai kehidupan,
 nilai nilai tata krama ditengah kelonggaran susila dll dll ..
 Selamat Jalan dan Beristirahat Dikeabadian,
Semoga engkau diijinkanNYA di sisiNYA pada tempatNYA yang terbaik,
 aminnnn .... 
( th )


( photos by : th, Pemakaman di nJetis, Yogya, 07 April 2015 )

01. kembali kepadaNYA ..
02. segenap duka mengiringi keperistirahatan terakhir ..
03. diantara sekian banyak bunga duka ..
04. putra/i almarhum ditanah yang masih basah ..
05. gadis kecil diantara pelayat ..










Tidak ada komentar: