Sabtu, 19 Mei 2018



 .. " Dipreteli " di Bulan Ramadhan ? " ..
saat selesai berbuka kemarin dan menjelang shalat tarawih
 yang masih sekitar 30 menit lagi ,
 saya mendapat telepon surprise dari seorang kerabat luar pulau . 
sudah tentu sangat senang , sebab cukup lama kami tidak bertemu .
 dari obrolan ringan tentang keluarga dll akhirnya
 menyerempet tentang pekerjaan dimana saat ini kerabat
 tersebut sedang " naik daun " dalam karirnya . 
saya ikut bersyukur sebab itu berarti tidaklah sia sia semua hal
 yang pernah diperjuangkannya . tetapi agaknya ada sesuatu
 yang ingin dibaginya dengan saya meskipun diawal seperti 
ragu ragu sebab umumnya pada bulan Ramadhan orang 
cenderung " lebih mengendalikan diri " termasuk curhat2 yang 
bersifat pribadi tetapi menyangkut orang lain . 
sayapun tidak memaksanya untuk bercerita meskipun saya tahu 
telpon nya kali ini juga bermaksud untuk curhat . 
dengan becanda saya berkata " silahkan lo , 
ini kan sudah waktunya berbuka , boleh saja kalau mau sharing ... " .
 ternyata pancingan ini lumayan berhasil dan saya 
mendapat sedikit gambaran tentang " permasalahan " yang terjadi .
 " nggak serius kok mbak . biasalah , dikantor kan selalu saja
 ada pro kontra . cuma saya agak sebel karena ada yang 
sepertinya secara sengaja ingin mempreteli saya secara detil ! " .
 wahh , mempreteli gimana ya , saya agak bertanya tanya . 
" saya ngerasa banget bahwa semua hal yang saya kuasai itu 
sedang diteropong dan dicarikan tandingannya supaya 
segala kemampuan  soft maupun hardskill saya itu terlihat 
seolah tidak berarti atau dibawah tokoh tandingan yang 
dengan sengaja dicari dan dipamerkan kepada saya " .
 lho , nggak mudheng aku , batin saya . 
saya minta dia lebih konkrit menjabarkannya . 
" misalnya mbak , saya khan kebetulan bisa 4 bahasa asing ,
 lalu mereka cari orang orang yang juga menguasai
 beberapa bahasa asing dan diperkenalkan atau seolah 
dipamerkan kepada saya
mungkin dengan harapan supaya saya sebel .
juga saya kan kebetulan lulusan Jerman , e .. mereka kenalkan 
pada saya lulusan luar yang juga pakar IT .
 lalu karena saya banyak bikin journal dan buku , 
mereka bawa kedepan saya seorang penulis dan peneliti . 
lalu saya yang juga suka traveling , mereka pamerkan pada saya
 seorang travel writer . pokoknya maksud mereka itu supaya 
saya ini merasa " tidak ada apa apanya " ! " .
waduh , saya jadi penasaran dengan bertanya " mereka itu siapa " ? 
ini jawabnya : " mereka adalah beberapa orang dikantor yang 
sangat tidak menyukai kelebihan2 saya dan
 dengan cara itu mereka ingin membuat saya menjadi Zero " .
 oooo ... gitu , saya agak mudheng . 
setelah sejenak saya berpikir untuk meresponnya , 
saya memberinya sedikit tips begini : 
" suka dan tidak suka itu ada dimana mana . 
mungkin selama ini mereka melihatmu sebagai sebuah 
" ancaman " bagi karir mereka dengan kelebihan2mu itu . 
bayangkan , mereka harus dengan susah payah 
mencari Beberapa Orang untuk menandingi kelebihanmu yang
 seabreg abreg itu , mulai yang pakar bahasa , travel writer , 
peneliti , pakar IT dan belum lagi bakat bakat mu 
bermain piano dll dll untuk menandingi Seorang Kamu ! 
bukankah itu 1 orang banding 10 orang ?
 maka apa yang kamu cemaskan ?
kalau perusahaan memilihmu , ya sudah jelas karena 
kamu dapat menggantikan 10 orang yang mereka pamerkan 
kepadamu sekaligus..... !! hebat bukan ? 
tidak ada alasan bagimu untuk sebel atau jengkel meski kamu tahu
 itu sebuah Kesengajaan dari Jiwa Jiwa Yang Kerdil untuk
 Meng Zero kanmu ! yang penting adalah : 
" tetaplah rendah hati dengan kelebihan2 itu , 
rangkulah mereka dengan tulus sebagai 
Team Work dikantor dan diluar kantor sebagai saudara .
 mereka juga manusia sepertimu , 
mereka butuh pengakuan juga yang mungkin selama ini 
agak " tertutupi " oleh mataharimu yang 
menyilaukan CEO perusahaanmu . 
justru berbagilah dengan mereka dalam hal knowledge dll 
sehingga mereka merasa kamu adalah bagian penting 
dan sebaliknya . tidak ada orang bisa sukses sendirian , 
dalam proses menuju sukses itu banyak pihak yang kita butuhkan ,
 jadi sebaiknya tetap membumi meski kamu dapat 
menghitam putihkan perusahaan dengan wewenangnmu .
 cemburu , iri , dengki adalah milik manusia ,
 tetapi kita dikaruniai akal untuk mengendalikan dan 
mengubahnya menjadi enerji yang positif !
ini mumpung Ramadhan , saatnya introspeksi dan mawas diri ,
bahwa Bersabar dan Memaafkan itu Lebih Baik dari pada 
berdendam hati dan marah . 
maka istilahmu bahwa kamu merasa sedang " dipreteli " itu
menurutku salah . justru sebenarnya , 
mereka sedang menyusun mozaik mu menjadi sebuah 
kamu yang indah dari keping keping yang 
mereka kumpulkan dan mereka anggap 
sebagai " pesaing2mu " diatas . 
jadi mereka juga salah .
maka , syukuri saja kelebihan2mu yang membuat orang lain 
" kelabakan dan sibuk mencarikan tandinganmu "
 dengan cara yang lebih cerdas yaitu :
 bersabar & memaafkan " . 
pembicaraan telepon harus berakhir karena sudah memasuki
 saat untuk berangkat  tarawih . saya mendapat " hadiah " 
undangan untuk berlibur ke tempatnya dengan janji 
akan dikirim tiket online gratis , wow ..
 ( ongkos " konsultasi " ? hehehe ... ) .
 saya tidak tahu apakah saran saya tadi disukainya atau tidak ,
 tetapi saya sangat ingin menutup tulisan ini dengan 
mengutip beberapa ayat Al Qur'an dan berharap 
kerabat tadi juga sempat membacanya : 
Surat Ar - Ra'd ayat 22 : 
" Dan orang2 yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya , 
mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki
 yang Kami berikan kepada mereka ,
 secara sembunyi atau terang2an
 serta menolak kejahatan dengan kebaikan , 
orang2 itulah yang mendapat kesudahan ( yang baik ) " .
Surat Al - Furqan ayat 75 :
" Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat
 yang tinggi ( dalam surga ) karena kesabaran mereka 
dan mereka disambut dengan penghormatan 
dan ucapan selamat didalamnya " . 
Surat Al - Baqarah ayat 153 :
" Hai orang2 yang beriman , 
jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu , 
sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar "  
Bulan Ramadhan 1439H memang baru menginjak hari ke 3 , 
mungkin saja akan muncul berbagai ujian didalamnya
 termasuk ujian kesabaran . 
Tidak ada hal yang harus dicemaskan , 
bahkan menghadapi mereka2 yang tidak menyukai . 
Sungguh Allah Maha Mengetahui apa apa yang tersembunyi
 bahkan dibagian tergelap hati manusia , 
maka marilah kita berserah diri kepadaNYA dan
 mendoakan mereka2 yang tidak menyukai agar
 mereka diberikan kemudahan dalam
 urusan2nya dan diampuni kesalahan2nya ,amin ..
( Titiek Hariati , 19 Mei 2018 )
keterangan foto : 
01 . salah satu masjid terindah dunia ,
 dari google .
02 . kenangan umroh 2015 di Jabal Sur ,
bersama sebagian dari anggota rombongan kami .
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar: