Minggu, 06 Mei 2018







.. " Sajen Buat Korban Bullying " ..
 kemarin , sabtu 5 mei 2018 , 
bersama seorang keponakan yang masih ABG , 
saya nonton film horor " SAJEN " . terus terang , 
keponakan ini adalah " spesialis teman nonton horor " sebab
 kebanyakan teman atau kerabat kurang suka horor 
dan kalau wanita umumnya film drama yang 
sampai " mbendhul " mata karena " mewek " sepanjang film .
 naa , keponakan yang satu ini sudah hafal , 
kalau saya ajak nonton pasti horor , kebetulan dia suka , jadi klop !
 sebetulnya kami berangkat ber3 , tapi yang satu masuk
 ke studio lain untuk nonton yang sedang ramai dibincangkan
 yaitu film The Avengers .
memang nonton film itu tidak perlu ada keterpaksaan ,
 sebagaimana memilih pacar atau pasangan hidup , 
bagaimana mungkin dipaksakan hehehe ...
sesuai judulnya yang mistis , Sajen , 
film ini berkisah tentang sesaji atau 
" hidangan mistis untuk mahluk astral " yang biasanya berupa
 kembang dan dupa dan lain lain yang dalam tradisi beberapa 
suku atau keyakinan , ini adalah sebuah keharusan yang 
konon untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan yang
 ditimbulkan oleh " kemarahan "  para mahluk astral tadi . 
 maka sajen ini biasanya lebih ditujukan untuk arwah yang cara 
matinya tidak wajar misal bunuh diri , kecelakaan , bencana alam dll .
 dan  ketika dalam film Sajen ini ada peristiwa bunuh diri 
disebuah sekolah menengah atas yang terkenal ,
 jadilah sajen merupakan pelengkap wajib . 
tetapi diakhir akhir kisah , sesajen ini berhadapan dengan 
doa doa yang terlantun dari ayat ayat suci Al Quran , 
dan muncullah semacam " perlawanan " dari sang mahluk astral 
yang merupakan arwah kesasar akibat mati yang tidak wajar .
 tetapi buat saya ada pesan yang lebih menarik dari sekedar
 seremnya wajah wajah mahluk astral , 
yaitu isu Bullying dalam film ini . 
 tidak disangkal bahwa Bullying atau Perundungan atau dalam
istilah saya sendiri saya pikir adalah 
Penganiayaan Psikis dan Fisik , 
hampir selalu ada dimana mana meski berbeda 
dalam level Perundungannya . disekolah , di kampus , 
bahkan di kantor , di lingkungan masyarakat dll dll  banyak ditemukan .
 ada alasan2 tertentu dari para pelaku Bullying ini untuk
 melakukan kekerasannya yaitu munculnya perasaan 
Superiority baik itu menyangkut faktor 
Senioritas , Materi , Jabatan , Wewenang , Pengaruh , Fisik , dll
 yang membuatnya merasa 
" lebih diatas yang lain dan layak dihormati serta dipatuhi " !
miris bahwa ditanah air terjadi banyak sekali kasus2 bullying ini 
terutama dikalangan siswa dan mahasiswa bahkan hingga 
berakhir dengan hilangnya nyawa ! 
biasanya yang terbanyak adalah saat2 pekan orientasi 
siswa / mahasiswa baru dimana para senior mereka  bertindak
 se wenang2 dibalik slogan  " penggemblengan fisik mental " !
 ancaman2 tertentu membuat banyak kasus bullying ini tidak
 mengemuka karena para pelakunya memiliki akses2 tertentu
 yang membuatnya seolah " kebal hukum " .
 sebaliknya , korbannya juga memilih diam untuk
 alasan alasan tertentu disamping adanya ancaman2 .
 bullying dalam rumah tanggapun cukup banyak , yang mirisnya
pelaku2 bullying adalah justru orang2 terdekatnya 
misal saudara kandung , orangtua kandung dll .
 ketersediaan SDM dari lembaga2 yang menangani isu2 bullying ini
 tidaklah cukup untuk mengawasi sekian ratus ribu sekolah 
atau kampus atau juga KDRT se Indonesia .
 maka dari setiap kita , Anda dan saya ,
 idealnya dapat bertugas menjadi 
" pengawal dan pengawas lingkungan " baik itu tetangga ,
 sekolah , kampus , dll yang berdekatan dengan tempat tinggal kita
 untuk melaporkan hal hal yang bersifat kekerasan fisik & mental
pada pihak yang terkait . 
 
apakah kita akan mendiamkan kekerasan tersebut 
terus berlangsung sementara kita tahu bahwa
hal tersebut membawa korban ?
campur tangan secara langsung tidak selalu harus , 
tetapi minimal kita dapat melaporkannya pada RT / RW atau 
satpam atau pihak2 berwenang dilingkungan dimana 
kekerasan itu terjadi . setiap keluarga pasti mengharapkan
 kesuksesan bagi putra/i nya , dan tidak ada yang menginginkan
 bahwa bullying di sekolah / kampus mereka telah 
mematahkan cita cita putra/i mereka . 
 sikap terlampau memanjakan anak atau sebaliknya , 
kekurang perhatian dan lemahnya pembentukan karakter positip 
pada anak adalah salah satu akar dari tumbuhnya sikap
 Memberontak & Ingin Berkuasa pada anak anak .
 maka marilah kita berikan apa yang menjadi kebutuhan 
moril materiil anak anak kita dengan porsi yang wajar ,
tidak berlebihan namun mampu meng edukasi mereka menjadi 
pribadi2 yang mandiri , berintegritas  & bertanggung jawab , 
dan diatas semuanya , beriman .
so .. let's stop bullying ... !!
( Titiek Hariati , May 2018 )
 ( gambar2 diambil dari google , 
kecuali yang teratas / " SAJEN " yang saya jepret dari
 layar lebar dalam bioskop ) 

Tidak ada komentar: