Jumat, 27 Oktober 2017








 .. " Menyapa Soekarno di Bima Shakti " ..
dalam kisah kisahnya , Presiden I kita , Soekarno , ketika menyongsong event2 penting
 pidato2nya menjadi tonggak tonggak sejarah bangsa yang berpengaruh besar ,
 ia hampir selalu " menyepi " ketempat tempat tenang untuk mencari inspirasi .
 catat diantaranya , Istana Bogor , Istana Tapaksiring Bali dll .
 ada satu lagi yang juga mencatat kehadiran Soekarno selama beberapa waktu disana ,
 yaitu villa atau wisma Bima Shakti atau aslinya disebut Villa Brandarice
yang ada dikawasan Taman Rekreasi Selecta , Batu , Malang , Jatim.
pada jaman pendudukan Jepang 1942 ,
 Soekarno dan beberapa tokoh lain berada di villa ini untuk selama 15 hari .
 kemudian pada sekitar tahun 1956 Dwi Tunggal Soekarno Hatta kembali 
berada di villa ini untuk menghadiri konferensi KNIP saat itu . 
 beberapa pemikiran pentingnya lahir ditempat ini dan
 Indonesia mencatat berbagai kristal pemikiran besar mereka  yang lebih populer
dikelak kemudian sebagai " Ajaran Ajaran Bung Karno" ataupun 
Bung Hatta yang terkenal dengan ajaran " Ekonomi Kerakyatan " nya ! 
maka ketika saya sudah berada dikawasan Selecta , Batu , Malang ,
 saya pun tak ingin melewatkan kesempatan menelusuri jejak kedua bapak bangsa
 yang kharismatik ini dengan secara khusus mencari villa Bima Sakti .
 hanya berjarak beberapa puluh meter dari gerbang masuk taman rekreasi Selecta ,
 villa Bima Shakti tampak berdiri kokoh dan gagah diatas sebuah
 bukit kecil atau tepatnya tanah tinggi disebuah tikungan yang bertebing tinggi .
 saya masuk lewat jalan setapak yang menanjak dan 
dengan diantar seorang staf villa Bima Shakti , saya diajak berkeliling dan 
secara khusus kekamar dimana Soekarno pernah tinggal 
beberapa waktu dan beberapa kali .
kamar no 47 adalah tempat dimana Soekarno ( mungkin ) melakukan 
perenungan bagi naskah pidato2nya yang terkenal itu ,
 dimana saya bisa melihat pemandangan indah dari arah cendela dan terasnya
 seolah saya sedang akan mewawancarai Soekarno secara imajiner .
( S/ saya ) : Bung , apakah yang sedang terpikirkan oleh Bung ditempat 
sesunyi dan seindah ini menjelang kemunculan Bung didepan rakyat Bung 
terutama generasi muda atau para pemudanya ? 
( B / Bung ) : saya hanya ingin pemuda pemuda kita bangkit dan bersatu padu
 membangun sebuah Indonesia yang baru , berdaulat , bermartabat serta
 membebaskan diri dari kebodohan dan keterbelakangan agar 
Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa bangsa maju lainnya didunia !
( S ) : apakah Bung cukup optimis dengan masa depan para pemuda kita ?
( B ) : sangat optimis ! 
mereka adalah pewaris nilai nilai luhur sebuah bangsa yang besar dan 
nilai nilai ini justru tidak dimiliki oleh bangsa bangsa dari negara negara maju 
yang hanya mementingkan kecerdasan otak tanpa kecerdasan iman dan spiritual .
 saya sangat optimis!
( S ) : Bung .... ( tiba tiba saya ditepuk bahu oleh kerabat yang tadi bersama sama saya
 dan seluruh wawancara imajiner saya menjadi berantakan ... )
" mbak , ayo .. katanya mau foto foto disini " ... ,
 saya manut dan saya tinggalkan teras kamar 47 tempat dimana 
saya tadi " bersua " dan mewawancarai  Soekarno !
 saya lalu menjepret tiap titik penting yang ada disekitarnya .
 dimulai dari teras tadi , cendela , tempat tidur , bufet , lemari , kursi , lukisan ,
 foto foto dll yang semuanya terkait dengan Soekarno . 
" ini lemari , bufet , tempat tidur dll asli sejak Soekarno disini " , jelas staf villa .
 " lo apakah kamar ini juga boleh dihuni tamu ? " ..
 konon boleh , meskipun saya lebih suka andai kamar 47 ini dijadikan
" museum villa " saja untuk mengenang sejarahnya , 
tetapi agaknya bisnis tetap bisnis ! 
kerabat saya bertanya " mbak tadi di teras melamun ya ? " , 
saya nyengir2 dan  tentu tidak saya kisahkan yang sebenarnya kuatir dia 
berpikir macam2 .. saya tinggalkan Bima Shakti dengan berbagai adukan emosi .
 villa yang hanya terdiri dari 10 kamar ini memang telah mengalami sedikit
 renovasi atau perubahan yang tidak berarti sebab 90% masih menampakkan
 wajah aslinya terutama di kamar 47 tadi . 
 hari itu kebetulan sepi , sama sekali tidak ada tamu ,
 sehingga saya leluasa jeprat jepret . kalau diantara pembaca ada 
yang ingin " melanjutkan wawancara imajiner " tadi , 
mungkin anda harus " napak tilas " kesana ! 
tempat tempat bersejarah hanyalah sebuah persinggahan takdir untuk 
memberi pengingat pada yang masih ada bahwa
 " Jangan Lupakan Sejarah Sebab Belajar Dari Sejarah Adalah
 Tonggak Pengaman Masa Depan
Yang Menghindarkan Kita Dari Kesalahan / Kegagalan/ Kejatuhan 
Yang Sama " ! semoga.
 ( Titiek Hariati )
( Writing & Photos by : Titiek Hariati , October 2017 )

01 . kokoh , diatas bukit kecil
02 . sungkem ibunda , tanda bhakti
03 . kenang kenangan 1955 singgah di Malang
04 . kamar no 47 , villa Brandarice / Bima Shakti
05 . dari cendela kamar itu ..
06 . disini BK beristirahat
07 . meja kursi dan foto asli seperti semula
08 . kursi disamping tempat tidur
09 . Bima Shakti













 

Tidak ada komentar: