Kamis, 25 Oktober 2018









.. " Tamu Tamu Tanah Haram " ..
( sebuah perjalanan spiritual penuh luh ) 
 01. Al Quran terbesar dunia di 
Museum Al Quran ,
 Madinah.
02. Ka'bah
03 .  Alam Saudi yang ber gunung2 dan
 terowongan yang banyak
04 . rombongan kami saat di Arafah

 27 / dua puluh tujuh hari berada di sebuah negara yang
 kaya dengan gurun pasir dan minyak adalah sebuah pengalaman
 fisik mental yang tidak ternilai . 
bukan karena cuaca nya yang ekstrem dimana terik siangnya
 bisa mencapai 47C dan saat malam hari turun drastis ,
 tetapi lebih dari itu adalah karena ini merupakan pemenuhan
 kewajiban atau rukun ke 5 atau terakhir dari
 kelima rukun yang ada dalam Islam . 
dan bukan seperti rukun pertama hingga ke 4 yang dapat dilakukan
 dimana saja , ditanah sendiri maupun di negeri asing ,
 maka rukun yang terakhir atau ke 5 ini memang membutuhkan
 persiapan khusus baik moril maupun materiil dan ia harus
 dilaksanakan di Tanah Suci , Tanah Haram , Mekah ,
 lalu Mina dan Arafah . 
setiap tahun jutaan umat Islam dari segenap sudut dunia memadati 
Mekah , Mina , Arafah dan Madinah sebagai kota terakhir 
sebelum kembali ketanah air .
 dan Indonesia dengan jumlah penduduk muslimnya
 yang diatas 200 juta orang , umat muslimnya
harus rela mengantri untuk bisa datang di tanah suci antara
 5 - 30 tahun lamanya karena quota yang terbatas 
dari pemerintah Saudi !
 dan kalau 2018 merupakan takdir saya untuk datang dirumahNYA , 
adalah sebuah anugerah dan saya ingin menuliskan
 pengalaman luar biasa itu di blog ini meskipun bagi
 sebagian orang yang lain mungkin 
" tidak ada hal hal yang luar biasa " . 
sungguh pengalaman bathin merupakan hasil olah pikir 
dan spiritual yang dari orang ke orang berbeda ,
 tidak ada perdebatan yang perlu disitu ,
 sederhananya : just take it as it is ...
bahkan bagi mereka yang sudah berbelas atau berpuluh tahun 
merantau dan menetap ditanah suci , 
pengalaman berhaji dari tahun ke tahun yang berbeda ternyata
memberikan mereka kesan yang tidak sama meskipun
 tempat beribadah dan aturan waktunya tidak berubah .
05 . berhubung berangkat dari Jakarta ,
 maka doa keluarga besar Jakarta menjadi yang penting
06 .  sebagian dari  " emak emak " keluarga besar Jakarta
07 . " ustadz " Amin Suhadi memimpin doa ,  
dan mall adalah tempat paling fair untuk semua domisili yang 
saling berjauhan
08 . selamat tinggal Indonesia ..

.. " Ya Allah ..
aku datang memenuhi panggilanMU " ..
 14 Agustus 2018 adalah tanggal keberangkatan rombongan kami ,
 43 orang , setelah hampir 5 tahun menunggu.
 selama masa persiapan , saya mengikuti program manasik 
di Malang sehingga saya belum begitu mengenal jamaah lainnya
 yang selama ini mengikuti program manasiknya di Jakarta .
 tetapi tidak ada halangan untuk itu sebab
 sebentar lagi kami semua akan menjadi 
saudara " senasib sepenanggungan " selama hampir sebulan .
 akhirnya pada pukul 14.50 Oman Air membawa rombongan
 kami menuju Muscat dan selanjutnya Jeddah .
 selama perjalanan , suasana mulai terasa akrab dan disana sini 
bermunculan " para stand-up comedy dadakan " sehingga
 tidak menjemukan . mendarat di Jeddah pada pukul 23.50 dan
 langsung menuju Rumah Singgah . 
Rumah Singgah ini lebih mirip seperti apartemen dimana
 rombongan akan tinggal selama sekitar seminggu sebelum
 tiba nya Idul Adha . disini kami dibagi atas 
kamar kamar , ada yang berdua , bertiga dan berempat . 
atmosfernya yang mirip " dirumah sendiri " membuat kami bebas
 untuk cuci cuci bahkan memasak kalau perlu ,
tetapi hampir tidak ada yang perlu kedapur sebab
 seluruh keperluan mamin tersedia 3X sehari dengan
 menu menu ala Indonesia ataupun " semi timur tengah " .
pada subuh  15 Agustus 2018 , 
kami sudah harus melaksanakan Umrah sesuai
 ketentuan Haji Tamattu dimana Miqad nya
 sudah dilaksanakan kemarin . 
rombongan naik bus menuju Masjidil Haram di
Mekah yang sudah sangat kami rindukan
 bertahun tahun ... !
 didalam bus dan sepanjang
 pelaksanaan Umroh , doa tiada henti dilantunkan
 dan matapun  menghangat .. 
Ka'bah ada dihadapan kami , seolah mimpi bahwa
 penantian bertahun tahun menjadi kenyataan ...
 alhamdulillah ya Allah ....
tawaf , sa'i dan tahalul semuanya terlaksana dengan lancar ,
 agenda pertama sudah selesai ,
 meski ini baru awal dari seluruh rukun yang ada .
hari hari di Rumah Singgah diisi dengan pemantapan manasik
 dan ibadah rutin ke masjid yang hanya beberapa
 puluh meter dari penginapan kami .
 udara terik sangat menguntungkan untuk cucian2 yang hanya
 dalam bilangan menit sudah kering meski
 pada saat menjemurnya kami harus super cepat 
dikarenakan terik surya di Saudi yang menggigit . 
pembimbing rombongan pernah berkata 
" di Rumah Singgah inilah kita bisa ber akrab akrab ,
 sebab nanti kalau sudah pindah ke hotel berbintang ,
 sudah tidak bisa berkumpul kumpul seperti disini lagi
 dan biasanya lebih individuil .. "
saya belum mengiyakan karena belum masuk di hotel .
 saat saat makan adalah saat menyenangkan karena biasanya
 kami ber ganti ganti kelompok ngobrol dari hari ke hari 
dan kami semakin mengenal satu dengan yang lain
 serta asal kampung halaman masing2 . 
ada Betawi , Riau , Bogor , Aceh , Jakarta , Bandung ,
Jogya , Malang , Denpasar dll sehingga warna warni ini
 justru menjadi bumbu canda ... !    
09 . komplek Rumah2 Singgah didekat Mekah
10 . jemuran yang super cepat keringnya 
11. saat makan
12 . saya ber 4 sekamar
13 . rumah keluarga Saudi 
didekat Rumah Singgah rombongan kami
14 . rumah singgah diantara bukit2 cadas
15 . pemantapan manasik 

16 . badai pasir di Mina ( gambar dari Google )
.. " Mina ... IA Menyapa Dengan Badai " ..
H-H akhirnya tiba ...
 membayangkan betapa ditanah air disaat yang sama 
disibukkan dengan persiapan  Idul Adha dan
 pemotongan hewan qurban .
 selesai sarapan , kami semua mengenakan baju ihram dan
 berniat untuk Haji dan berangkat menuju Mina untuk
mabit sesuai sunnah Nabi .
 Mina juga dikenal sebagai Kota Tenda sebab tenda tenda
 disini adalah permanen dan tidak dibongkar untuk 
tahun dan tahun yang berikutnya ,
 berbeda dengan tenda tenda di Arafah . 
terletak di lembah antara kota Mekah dan Muzdalifah dan
 menempati area yang cukup luas yang dapat 
menampung sekitar 2juta lebih jamaah .
 pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijah jamaah akan " tumplek blek "
 disini sebelum wukuf di Arafah dan akan kembali lagi 
ke Mina untuk melempar Jumrah .
 jadi bisalah dibayangkan bagaimana arus jamaah 
pergi dan kembali lagi ke Mina .... ! 
 selama dalam perjalanan , kami memperbanyak bacaan talbiah .
 dan jamaah terbagi atas matab2 dimana masing masing tenda
 dapat menampung sekitar 200 orang bahkan lebih .
 adalah sebuah keberuntungan bahwa
 rombongan lain dalam
 tenda kami  baru
baru  akan datang pada malam hari sehingga 
untuk sementara kami leluasa memilih tempat dalam tenda.
fasiltas yang disediakan antara lain , kasur , selimut , serta AC 
yang jujur saja masih sangat kurang dibanding teriknya matahari 
yang saat itu bahkan mendekati 57 Celcius ... !
 disini kami melaksanakan sholat fardhu secara qasar 
( tidak dijamak ) .
menjelang sholat maghrib , tiba tiba kami semua dikejutkan dengan 
munculnya angin kencang disertai pasir yang masuk ke dalam
 tenda2 , koper2  , kasur dll bahkan
 beberapa bagian tenda mulai berjatuhan besinya ....
 ini masih ditambah padamnya listrik yang untung saja segera teratasi . 
karena menjelang maghrib dan makan malam juga maka 
otomatis bagian dapur mendadak sibuk dengan mematikan kompor2 
dan menyelamatkan makanan2 dari angin kencang dan pasir .
 suasana mulai heboh , karena menurut Ustadz  ini adalah
 peristiwa pertama yang pernah dialaminya dan kami
 dihimbau  untuk tidak keluar tenda
 karena semakin tidak aman . 
kami berdoa bersama memohon keselamatan ..
 suasana sangat mencekam untuk beberapa saat .
 ya Allah .. sungguh kami adalah mahluk mahluk lemah
 yang tiada daya ,
hanya kepadaMU lah kami berlindung dan mohon pertolongan .. 
dan ketika akhirnya badai berangsur reda , 
tiba tiba saja saya merasa begitu tenteram , lega dan haru ... 
betapa tidak ?
 kita semua adalah tamu tamu NYA , dan cara IA menyapa
 dan menyambut tamu tamu NYA adalah dengan 
menunjukkan salah satu dari
 milyaran kuasa NYA yang tidak terhitung yaitu : BADAI ... ! 
 dengan cara itu , IA ingin kita , para jamaah yang hadir di rumahNYA ,
menjadi lebih dekat , lebih khusu' , lebih patuh , lebih bersyukur dan
 lebih bersuka cita bahwa IA hadir sedemikian dekatnya 
dengan para jamaah ..
 bagaimana kita tidak mensyukurinya ?
badai tadi adalah semisal angin semilir yang menyejukkan , 
dan dalam kuasaNYA tidak ada hal yang mustahil ,
sehingga pengalaman yang disebut oleh pihak biro travel
 sebagai " yang pertama kali dialami " sesungguhnya adalah
 sebuah keniscayaan bagi Allah  yang tidak perlu dicari cari alasannya ,
 sungguh IA Maha Berkehendak, Kun fayakun ... 
badai lewat , kami dengan haru membersihkan pasir2 dari kasur dll 
dan semuanya kembali berjalan sebagaimana harusnya
 meskipun dari tanah air banyak WA masuk tersebab
 munculnya berita badai tsb di TV TV ditanah air ..
keihklasan menerima apapun yang menjadi kehendakNYA
 adalah penenteram jiwa , 
sungguh IA mencintai mereka2 yang sabar dan ikhlas ..
 17 . suasana dalam tenda , semangatttt .... !
18 . keakraban dalam tenda , berbagi apa saja yang ada
19 . kota tenda , Mina ..
.. " Arafah .. Arafah ... Haji adalah Arafah " ..  
tepat sebelum fajar , rombongan kami berangkat menuju
 pada Arafah .. inilah saat yang sudah sangat dinanti nantikan
 oleh segenap umat muslim yang berada di tanah suci .. 
ya Allah , sungguh kami bersyukur bahwa
 kami Engkau berikan kesempatan ini dan
 kuatkanlah 
hati dan badan kami agar kami dapat melaksanakan
 rukun rukun dan kewajiban haji kami dengan sempurna
dan hanya Engkau lah yang 
Maha Pelindung dan Pengampun .
dipadang Arafah ini kami masuk ditenda tenda yang tersedia
 dan tenda tenda ini tidak permanen , beda dengan tenda tenda di Mina .
disamping AC juga ada tambahan Mist Fan karena
 cuaca memang cukup panas . setelah sholat dhuhur dan ashar 
secara jamak qasar dan berjamaah ,
kemudian dilanjutkan dengan khutbah Arafah .
 saat khutbah inilah rombongan kami digabung dengan 
rombongan2 lainnya yang satu tenda dengan kami .
 memang tenda tenda disini berukuran besar
 dan dapat menampung hingga sekitar 200 an jamaah 
bahkan lebih .
20 .  tanda batas padang Arafah
21 . salah satu bukit
22 . pohon yang ada di hampir tiap tenda itu memang
 berasal dari taman
yang ketika musim haji berakhir dan tenda2 dibongkar,
 maka taman akan kembali normal .
23 . tenda2 Arafah yang tidak permanen

.. " Dari Muzdalifah ke Masjidil Haram " ..

menunggu saat mabit di Muzdalifah adalah saat saat
 yang tidak di sia siakan untuk berdoa , berdoa dan berdoa
 karena ini adalah rangkaian penting dalam ibadah haji
 disamping rasa haru disertai harapan untuk kelak
yang entah kapan , mungkin bisa kembali lagi ke padang Arafah
 yang menjadi inti dari ibadah haji .. 
meninggalkan Arafah menuju Mekah untuk melaksanakan
 tawaf Ifadah adalah sebuah sebuah kerinduan lain
untuk melihat Ka'bah .. ada campur aduk emosi saat bus
 kami semakin jauh dari padang Arafah ,
 sedih namun juga sukacita untuk kembali ke Mekah setelah
 umroh 2015 yang lalu .
padatnya kota Mekah dan
 arus jamaah menuju Masjidil Haram tidak terelakkan ,
 dan selama pelaksanaan tawaf yang memerlukan
 ketahanan fisik serta kesabaran menghadapi 
bermacam karakter manusia dalam kepadatan tawaf adalah
 ujian tersendiri untuk bersikap ikhlas .... 
Ka'bah berdiri tegak dihadapan mata , serasa bermimpi , 
dan setelah tawaf kemudian sholat sunnah didepannya ,
 adalah menyesakkan dada ,
 ya Allah sungguh kami berada dirumahMU ...
 setelahnya kami lalu melaksanakan Sa'i diantara
dua bukit Shafa dan Marwah . sesudah itu , 
kami saling bertolongan untuk melakukan
pemotongan rambut sebagai simbol telah usainya 
pelaksanaan rukun haji .
sebagian besar bapak bapak
jamaah bahkan menginginkan rambutnya di gundul .
sesudah itu rombongan kembali ke tenda tenda di Mina dan
 mempersiapkan diri untuk ibadah melontar jumroh Aqobah
 dan menunggu saat mabit di Mina . 
selanjutnya pada tanggal 11 Dzulhijah kami melakukan
 lempar jumroh 3 Jamarat dan pada tanggal 12 Dzulhijah ,
 setelah mabit di Mina , kami melakukan 
lempar jumroh yang terakhir . 
dari tenda ke lokasi lempar jumroh , kami berjalan kaki sekitar
 4km pp atau mungkin lebih , dibawah terik matahari yang
 saya yakin diatas 50 derajat Celcius . 
di sepanjang jalan yang tidak beratap itu , banyak para askar
 atau petugas Saudi yang menyemprotkan air ke wajah wajah
 para jamaah . banyak diantara jamaah yang juga
 membawa sendiri semprotan tetapi rasanya terik surya
 tidak cukup dihadapi dengan semprotan2 mini ... 
setelah tragedi Mina sekian tahun lewat , 
pemerintah Saudi telah membangun area lempar jumroh ini
 jauh lebih nyaman dan aman sehingga kami tidak perlu
 berdesakan apalagi berlawanan arah dengan
 para pelempar yang lain . semuanya searah sehingga
 tidak ada lagi jamaah yang bertumbukan .
 alhamdulillah ..
Mina kami tinggalkan dengan bermacam emosi , 
bagaimana tidak , karena disitulah kami beserta sekian
 juta jamaah lainnya selama beberapa hari telah
 bersama sama " berjuang " melawan diri kami sendiri
 untuk mengendalikan emosi serta mempertebal 
kesabaran baik menghadapi 
cuaca , karakter2 serta berbagai hal ekstrem yang muncul
 ... ya Allah semoga Engkau ampuni kami ..
mengantri ke WC  atau mengantri makanan diterik surya ,
 menu makanan yang tidak selalu pas dengan selera ,
 berdesakan di tenda , dll adalah hal hal yang 
dapat memancing emosi , tetapi  alhamdulillah Allah
 menjaga hati kita dari ketidaksabaran ...
 bagaimanapun semoga pemerintah Saudi kedepan 
bisa memberi fasilitas kamar mandi yang lebih memadai
 baik kwantias maupun kwalitas sebab 
rasanya sangat kurang mencukupi untuk jumlah jamaah 
yang ada sehingga harus selalu ada
 antrean yang mengular dan terkadang persediaan
 airnya terlambat sehingga jamaah harus
 memakai botol2 mineral untuk
sekedar berbasuh ataupun berwudhu .. 
selanjutnya , pada tanggal 13 Dzulhijah ,
 rombongan kami kembali bermalam semalam di
 Rumah Singgah sebelum esoknya check - in 
di salah satu hotel di Grand Zam Zam .
 24 . menara kembar di Masjidil Haram
25 . salah satu sudut Masjidil haram
26 . sebelah dalam Masjidil Haram
27 . Grand Zam2 malam hari
28 . Grand Zam2 siang hari
29 . lantai teratas Masjidil Haram 
30 . Grand Zam2 dilihat dari seberang Ka'bah
( diambil dari Google ) 
31 . area arah lempar jumroh yang lapang

.. " Blusukan di Grand Zam Zam " ..
( sebuah simbol tanda tanda kiamat ? )
selama di Mekah , rombongan kami ditempatkan di kompleks
 Grand Zam Zam selama seminggu . ada 3 hotel digedung
 yang menjulang ke langit itu ,
 yaitu Raffles Makkah Palace , Pullman , dan  Swissotel . 
konon hotel2 disitu sekelas bintang tujuh ! 
kami mendapat lantai 15 di Swissotel atau Swiss Al Maqom .
 dari cendela kamar saya tampak Ka'bah dikejauhan
 serta arus jutaan jamaah yang datang dan pergi ke
 Masjidil Haram bak semut semut yang tiada henti bergerak . 
tidak nampak lagi bekas perbukitan yang mungkin
 dijaman nenek moyang saya dulu berhaji dengan naik
 kapal laut selama berbulan bulan , 
area Masjidil Haram dengan Ka'bahnya pastilah dikelilingi
 perbukitan yang khas dengan saharanya yang luas .
 kemana pemandangan itu sekarang ?
 Masjidil Haram telah dikepung gedung2 pencakar langit , 
pusat bisnis serta wisata dimana para jamaah terutama
 pada musim haji dapat beribadah sekaligus shopping 
bermacam barang yang berlimpah disitu . 
ada komplek pertokoan , juga ada mall mall dengan pusat2 
belanjanya yang supermewah ... untuk sekedar mengenal
 bangunan tertinggi di Mekah dan kedua didunia setelah 
Dubai dengan Burj Khalifa nya  , 
mari kita menahan nafas membaca datanya . 
 bangunan menjulang yang mendominasi pemandangan 
disekitar Ka'bah ini dibangun pada tahun 2004 dan selesai 2012 .
 dan menara setinggi 601 meter yang menopang jam raksasa
selebar 40 meter  ( konon 3x besar Big Ben di London )
dikenal dengan nama Makkah Royal Clock Tower yang
 merupakan salah satu bagian dari bangunan hotel Fairmont .
 dua juta lampu LED dibawah jam ini akan menyala
 pada saat saat sholat wajib dan cahayanya bahkan bisa
 dilihat dari jarak 28 km ! jam di menara ini pada malam
 hari cahaya nya berwarna hijau dan bisa dilihat 
dari jarak 17 km dan 12km pada siang hari . 
pada semua sisi bawah  dari jam ini ( 4 sisi ) terdapat 
kaligrafi cantik dan diatapnya ada tulisan arab
 yang berbunyi " ALLAH " ...
 sebagai pelaksana pembangunannya adalah grup
 Saudi Binladin Group ( jangan salah ! nama marga 
memang bisa siapa saja ) dengan jumlah kamar hotelnya 
3000/ tiga ribu kamar , 20 lantai pusat belanja 
dan lahan parkir cukup untuk sekitar 1000 mobil ! 
berlantai 120 dengan jumlah lift 96 dan biaya
 15 miliar dollar amerika , maka tujuan idealnya adalah agar
 pada musim haji , kota Mekkah mampu menampung 
jutaan tamu2nya ! ( saat ini Mekah baru mampu
 menampung sebanyak 3 juta jamaah dan
 pada tahun 2018 ini jumlah jamaah yang datang di Mekah
 adalah 2 juta lebih sedikit ) .
( data dari Wiki Pedia )
 banyak kritikan diawal rencana pembangunannya 
yang oleh banyak kalangan Islam sendiri diluar Saudi
 dipandang sebagai " akhir dari kesucian Mekah " yang
 sudah dikepung oleh kepentingan bisnis diatas 
kepentingan spiritual umat Islam dunia . 
menjulang tinggi jauh melampui Ka'bah dimana 
tanah haram disekitarnya merupakan simbol 
kerendahan dan kesederhanaan manusia
 dihadapan penciptaNya ,
 maka dengan menjamurnya gedung2 pencakar langit
 yang serba mewah seolah menjadi simbol 
arogansi manusia dihadapanNya .... 
sedih . pemerintah Turki bahkan diawal pembangunannya 
menentang keras karena pemerintah Saudi menggusur
 Benteng Ajyad yang bersejarah yang dibangun oleh
 kerajaan Turki Usmani pada tahun 1781 .
 padahal keberadaan benteng ini adalah untuk 
melindungi Ka'bah dari serangan pihak luar sehingga 
pembangunan gedung menjulang ini dianggap
 oleh banyak kalangan sebagai Anti Sejarah .
bahkan baginda Nabi Muhammad sendiri
pernah bersabda
" Tidak akan datang hari kiamat hingga manusia
 berlomba lomba meninggikan bangunan " . 
 termasuk diantaranya bahwa manusia saling berlomba
 meninggikan rumah rumahnya serta berbangga bangga
 dengan kemewahan satu dengan yang lain , 
 demikian menurut ulama hadits 
Ibnu Hajar .
selama seminggu saya blusukan ke berbagai sudutnya .
 di tiap hotel mereka memiliki fasilitas mall yang 
tidak saja sebagai pusat2 belanja , pusat2 kuliner , 
dan pusat2 kebugaran dll .
jarak dengan Masjidil Haram hanyalah berbilang menit
 dengan berjalan kaki sehingga terkesan bahwa 
" daya juang " kami2 ini jauh dibawah saudara2 kami
 Haji Reguler yang harus datang ke 
Masjidil Haram lebih awal karena jarak tempuh yang
 harus mereka lalui yaitu sekitar 6-7 km ( pp sekitar 12-14 km ) ..
 Subhanallah ...
 di GZZ ini juga ada masjid dilantai 19 yang masih 
masuk wilayah Tanah Haram . 
bagi jamaah yang sakit
 atau tidak sanggup berdesakan masuk Masjidil Haram 
, masjid ini menjadi alternatif karena 
cukup lapangdan tidak berdesakan meskipun bagi
 sebagian besar jamaah
 sholat di masjid GZZ ini dinilai sebagai 
" kurang afdol dan nilainya dibawah Masjidil Haram " ..
wallahualam ..
 aktivitas rutin kami adalah 5X sehari ke Masjidil Haram
 dan Tawaf Sunnah , apalagi dengan " iming iming " NYA 
kelipatan pahala 100.000 X untuk setiap sholatnya , 
siapa yang tidak ingin meraihnya ? 
untuk mendapatkan tempat sholat yang didekat Ka'bah
 bukanlah barang mudah . selain harus berangkat jauh lebih awal 
 dan bila perlu tidak meninggalkan masjid hingga sholat Isya' , 
juga harus bisa menahan ke WC ...
 aktivitas rutin kami adalah 5X sehari ke Masjidil Haram
 dan Tawaf Sunnah , apalagi dengan " iming iming " NYA 
kelipatan pahala 100.000 X untuk setiap sholatnya , 
siapa yang tidak ingin meraihnya ?
! tidak ada jaminan bahwa meski hanya 5 menit kita 
meninggalkan tempat , yakinlah bahwa orang lain
juga merasa berhak menempatinya 
dan tidak ada perdebatan karenanya ...
. biasanya kalau di lantai2 bawah sudah penuh saya menuju
 kearah rooftop yang lebih leluasa 
dan terbuka meskipun Ka'bah tidak nampak .
 yang tidak boleh dilupakan untuk dibawa dari hotel setiap
 hotel adalah botol2 kosong bekas air mineral
 untuk nantinya di masjid diisi dengan air zam zam
 yang kran krannya melimpah ruah 
disekitar dan didalam masjid !
32 . kenangan antri mengambil jatah makan di Mina
dibawah 57 derajat Celcius .
33 . antri untuk ke kamar kecil . mandi ? 
nanti dulu , lebih baik tengah malam saat 
antrian agak sepi ( sepi = sekitar hanya 15-25 orang ) 
 .. " Musim Haji Musim Sodaqoh " ..
jangan heran kalau disaat musim haji , 
dimana mana kita akan disodori orang  makanan minuman . 
selain mereka yang adalah penduduk lokal ,
 juga sesama jamaah saling " mengobral " sodaqoh mamin .
 yang sering saya lihat yaitu ketika bubaran sholat subuh 
dari Masjidil Haram , ber bondong2 jamaah membeli
 atau memesan mamin di kedai kedai yang ada disepanjang
 jalan disekitar masjid , sekaligus mempercayakan kepada petugas
 kedai untuk nantinya membagikannya kepada
 orang orang yang sudah mengantri dan mengular 
didepan kedai kedai itu . 
  kebanyakan para pengantri itu adalah musafir yang datang 
dari Bangladesh , Pakistan , Afghanistan dll yang juga
 melaksanakan ibadah haji ala " backpacker " . 
mereka ini tidur di emper2 toko , diluar luar masjid dll dan
sewaktu di Mina dan Arafah mereka bergeletakan di jalan jalan .
umumnya mereka datang ke Saudi lewat jalan darat 
secara berombongan . saya dan teman2 sekamar
 ( kami 4 orang ) pun tergugah untuk berbagi dengan
 saudara2 kita ini , dan disebuah kedai kebab kami memesan
 paket mamin untuk sekitar 50 musafir ,
 walaupun di awal awal sempat ragu bahwa
" mengapa di Saudi tidak tampak kaum duafa apalagi
 pengemis yang lebih layak diberi sodaqoh " ?
 sodaqoh memang tidak selamanya berbentuk materi atau barang ,
 sebab banyak hal yang juga bisa dilakukan yang
 bisa membuat orang lain senang atau bahagia 
misalnya keramahan , senyuman , membantu tenaga , dll .
 oya .. tiba2 saya juga punya kebiasaan baru yakni usai 
sholat subuh tidak langsung ke hotel , tetapi " nongkrong "
 sekitar sejam di depan kedai2 mamin yang sejak sebelum subuh
 sudah buka dan melayani jamaah2 yang ingin ngopi dll .
 mengamati dan mengobrol dengan jamaah lain dari 
berbagai negara sangat mengasyikkan . 
saya bertemu banyak teman baru dari berbagai bangsa 
bahkan kadang obrolan tidak nyambung karena mereka tidak
berbahasa Inggris dan saya juga tidak 
paham bahasa mereka hehehe ..
 tetapi persaudaraan menjadi indah ketika bahasa isyarat 
mampu mengundang gelak tawa dipagi yang masih sejuk ..
 oya ..sodaqoh berupa kitab suci Al Quran juga cukup banyak , 
saya bahkan sempat mendapat Al Quran berbahasa Inggris
 saat berada di bandara Madinah menjelang pulang .
34 . usai sholat subuh , 
banyak jamaah yang bersantai untuk ngopi dll
35 . antrian para musafir untuk mamin gratis 
dari para pemberi sodaqoh
36 . saya dan teman sekamar nongkrong
 didepan kedai2 seusai subuhan
37 . sebelum masuk ruang makan , ada pemeriksaan ID Card
38 . bertemu teman dari Malaysia 
39 . dining room

 .. " Mengenal Sedikit Kota Mekah " ..
Mekah , Mekkah atau Makkah al Mukarramah 
didirikan oleh Nabi Ismail , putra dari Nabi Ibrahim .
 merupakan kota suci umat Islam karena beberapa alasan utama .
 selain merupakan kota kelahiran Nabi Muhammad ,
 juga terdapat bangunan Ka'bah dan Masjidil Haram yang
 menjadi jujugan umat muslim sedunia terutama pada musim haji .
sejak 1924 Mekah menjadi bagian dari Arab Saudi dan
 dalam Al Qur'an kota ini memiliki 11 nama yang berbeda .
 berjarak sekitar 600 km dari Madinah dan 
sekitar 200km sebelah timur laut kota Jeddah .
 dikenal sebagai kota dagang yang bertitik berat pada
 pertanian dan peternakan serta pelayanan jasa 
 untuk haji terutama perhotelan dan penginapan
sejenis Rumah Singgah .
 data hingga 2005 di Mekah terdapat 532 sekolah
 umum dan swasta untuk pria dan 681 untuk wanita . 
( data dari Wikipedia Bahasa Indonesia ) . 
universitas2 terkenal juga ada disini terutama yang
  berkaitan dengan ilmu agama Islam dengan siswa/
 mahasiswanya yang datang dari 
seluruh penjuru dunia .
dalam kurun beberapa dekade belakangan , 
Mekah telah melakukan pembangunan kota secara fisik
 dengan sangat signifikan sehingga kita sering merasa
 seolah tidak berada ditengah gurun yang panas karena
 kota Mekah juga sangat memperhatikan  keasrian lingkungan .
 jalan jalan yang mulus dan lebar , gedung2 yang menjulang
 serta tanaman dan taman taman yang serba hijau ,
 membuat kita seolah berada di negara yang memiliki
musim penghujan atau bermusim 4 .
sangat sering saya mendengar orang lokal berkisah tentang
Pohon Soekarno dan hampir tiap pohon dikatakan 
 sebagai Pohon Soekarno , tetapi sungguh
 aslinya saya tidak tanyakan .
  bangunan2 disini seolah muncul dari dinding2 bukit tandus
 yang berbatu batu , sebab gedung2 disini disebagian sisinya
 umumnya berdempetan dengan bukit atau gunung yang
 entah dengan pertimbangan apa mereka 
seolah dengan sengaja " membiarkan " bukit / gunung 
 itu menempel . apakah untuk alasan 
kestabilan gedung ? entahlah ..
di super2maket kita sudah bisa temukan segala jenis sayuran
 atau buah2an , sehingga sepintas seperti tidak ada beda
 dengan supermaket di Indonesia . yang unik ,
setiap pembeli di toko2 yang tidak mencantumkan harga
 di barang2nya , disarankan harus " pandai menawar " 
sebab rata2 penjual di Mekah itu 
" tidak memakai patokan harga " alias semaugue " .
 jadi bisa terjadi untuk jenis barang yang sama , 
dijual dengan harga yang sangat mencolok perbedaannya ... !
 transpotasi utama di Mekah adalah taxi untuk kota2 maupun
 luar kota . saat saya kesana , kurs untuk mata uang mereka
 adalah berkisar di 4050,- rupiah per Riyal dan
 sebagai perbandingan untuk segelas jus jeruk saya
 membayar 5 sampai 7 Riyal . 
barang2 ex China juga sangat banyak bahkan sejenis
 sajadah dll yang khas muslim itu buatan China , 
disamping Turki dan India .
 saya bertemu dengan banyak sekali saudara2 kita dari Indonesia
 yang bekerja di Mekah sebagai petugas haji ,
 cleaning service di Masjidil Haram , karyawan hotel ,
 asisten rumah tangga dan para penjual pernak pernik dll
juga mahasiswa 2 . di masjid GZZ dibagian penitipan sepatu , 
saya bertemu dengan wanita dari Indonesia
 yang sempat curhat begini 
" kadang orang2 disini memandang rendah bu pada
 pekerjaan seperti saya " ... saya tercenung .
 bagi saya , mereka2 ini adalah pejuang2 yang hebat ,
 jauh dari keluarga dan tanah air dan mendapat banyak
 tantangan di rantauan, sungguh saya salut !
 entah bagaimana perkembangan Mekah kedepannya ,
 meski saya sempat cemas bahwa modernisasi Mekah justru
 akan mengurangi nilai sakralnya karena jejak jejak sejarah 
akan dikalahkan oleh gerusan mesin2 penghancur bukit 
atau gunung yang memiliki banyak riwayat besar
 dimasa lalunya .. 
40 . mekah yang hijau .. 
41 . mobil mobil patroli polisi
42 . komplek " tanah abang " nya yang populer ( 01 )
43 . komplek " tanah abang " nya yang populer ( 02 )
44 . " blasteran " Surabaya - Mekah yang belum pernah
 menginjak Surabaya sejak lahirnya tetapi
 medhok Suroboyoannya , sebagai penjual sovenir
45 . bapak2 dari rombongan saya saat dijamu
 " polda " nya Masjidil Haram dikediamannya di Mekah ,
makan bersama alias kembul adalah keramahan
 khas bangsa Arab
46 . " KFC " nya Saudi yang terkenal ,
tetapi jauh lebih yummyyy dan halalll ...
47 . Ka'bah dari cendela hotel saya dilantai 15
48 . teras masjid di menara GZZ arah Ka'bah
49 . sholat bersama teman2 sekamar di masjid GZZ
 yang masih masuk Tanah Haram
50 . pemandangan dari cendel kamar  hotel saya saat 
bubaran sholat dhuhur dari Masjidil Haram
51 . pemandangan dari cendela yang sama 
saat bubaran sholat Isya '

.. " Selamat Tinggal Tanah Haram " ..
akhirnya tiba juga saat kami harus meninggalkan
 Mekah menuju Madinah . sedih , rindu , bersyukur ,
 haru dan bermacam rasa menjadi satu 
saat kami melaksanakan Tawaf Wada di Ka'bah yang disana sini 
penuh isak tangis karena tidak seorang pun dari jutaan umat
 yang mengitari Ka'bah sebagai salam perpisahan ini tahu
 apakah kami kami masih akan diberikan kesempatan lagi 
untuk melihatnya dimasa depan ataukah ini
 merupakan penglihatan Ka'bah yang terakhir kali
 bagi kami kami ? 
ya Allah .. terimakasih bahwa Engkau telah membukakan
 pintu pintu rumahMU bagi doa doa kami di tanah haram ini ,
 semoga Engkau terima segala doa dan 
harapan harapan kami , harapan harapan
 kerabat kerabat , saudara , orangtua , tetangga ,
 teman , dan orang orang yang
 tiada kami kenal yang datang bersama kami dari 
segenap sudut bumi , 
dan juga Engkau ampuni dosa dan kesalahan2 kami , 
dosa dan kesalahan orangtua dan saudara2 serta kerabat2 dan
 tetangga2 juga teman2 kami dan orang2 yang
 tiada kami kenal dan patuh kepadaMU ..
 semoga tiada sia sia perjalanan ini dan tiada hal hal yang
 menghalangi ke absahan haji kami , aamiin ..
 hanya Engkaulah Yang Maha Mengampuni dan
 Maha Penyayang , dan Engkaulah Yang Maha Teliti
 atas segala sesuatu kami .. 
perlahan bus meninggalkan Mekah kearah Madinah
 sebagai kota terakhir sebelum nantinya kembali ketanah air ..
 perjalanan ditempuh sekitar 5 jam .
 52 . Tawaf Wada , diambil dari google ,
 karena tidak mungkin menjepret sendiri ditengah kepadatan jamaah
53 . melewati padang Arafah yang mulai dibersihakan
 dan dibongkar tenda2nya
54 . kantong2 sampah dipadang Arafah

.. " Madinah , Madinah " ..

01 September 2018 rombongan tiba di Madinah dan
 langsung masuk di Hotel Grand Mercure yang hanya
 berjarak dekat dengan Masjid Nabawi .
dengan masih tersisa kelelahan2 selama di tanah suci , kami lebih
 banyak beristirahat dikamar masing2 pada jam jam pertama
 setelah melakukan sholat di Masjid Nabawi sebagaimana 
yang dianjurkan bagi pendatang . 
kota yang satu ini memiliki banyak keistimewaan dan
 sebutan sebagai Madinah al Munawwarah atau 
" kota yang bercahaya " . sebagai kota suci kedua bagi 
umat Islam , karena disini terdapat
 makam Nabi Muhammad SAW  didalam Masjid Nabawi yang 
disebut dengan Raudhah , juga makam
dari beberapa sahabat beliau .
kota ini masuk dalam provinsi al Madinah dengan 
luas kotanya sekitar 589km2 . dalam riwayat disebutkan 
bahwa Madinah adalah  tujuan Nabi Muhammad saat 
melakukan hijrah dari Mekah . 
saat Islam mulai berkembang , Madinah menjadi pusat dari
 kekuatan Islam dan hingga kini universitas2 Islam terkemuka
 terdapat disini . berdasar aturan dari pemerintah Arab Saudi ,
 maka non muslim tidak diperkenankan memasuki
 wilayah suci Madinah . 
sama halnya dengan Mekah dan tempat2 lainnya ,
 Madinah juga dikelilingi oleh bukit2 dan gunung2 cadas dan
 beriklim gurun yang dapat mencapai 50 derajat Celcius lebih saat kami berada disana . kurma menjadi andalan Madinah 
dengan kebun kebunnya yang lebat di hampir setiap rumah .
 ada puluhan keistimewaan Madinah 
yang kalau disebutkan akan sangat panjang antara lain
 01 ) tempat yang diprioritaskan penyebutannya dalam Al Quran, 
 02 ) Allah menjadikan Madinah sebagai tanah haram ( suci ) ,
 03 ) pengharaman pemburuan dan buruan di Madinah 
04 ) larangan memotong , mencabut dan memungut
 apapun yang jatuh dari pohon2 , 
05 ) kota yang dibersihkan dari Syirik
, 06 ) kota yang dipilih Allah sebagai 
makam Nabi Muhammad .
dan masih banyak lagi keistimewaan lainnya
 ( sumber Wiki Pedia Indonesia ) .
 selain itu , makam para Syuhada juga terdapat disini 
termasuk keluarga Nabi Muhammad sendiri . 
di Madinah banyak terdapat tempat tempat maupun
 masjid2 bersejarah yang selama awal perkembangan 
agama Islam banyak mengaitkan Nabi Muhammad maupun
 sahabat2 dan pengikut2 setia nya dalam pembangunan 
maupun riwayat dari masjid masjid ini .
 sebut diantaranya adalah Masjid Quba , Masjid Qiblatain , 
Masjid Tujuh ( terkait dengan perang Khandaq ) , Masjid Jum'at ,
 Masjid Bilal , Jabal Uhud , Museum Al Quran dll . 
saat ini bahkan Nabawi masih terus dalam proses perluasan
 yang dapat dilihat dari banyaknya alat alat berat
untuk pembangunan dan parataan bukit bukit disekitarnya .
salah satu Ustadz kami memberi saran bahwa kalau mencari
 oleh2 sebaiknya di Madinah sebab dibanding Mekah
 harga2 di Madinah jauh lebih murah .
 saya yang kebetulan sudah mempersiapkan oleh oleh 
justru sebelum berangkat alias saya beli di toko2 pusat oleh2
 Haji dan Umroh di Malang , merasa bahwa
 memang cara itu lebih praktis daripada membawanya
 jauh2 dari tanah suci yang justru banyak yang 
buatan Indonesia juga hehehe ..
tetapi buatan negara2 seperti Turki dan India ternyata
  menjadi perburuan oleh oleh bagi sebagian besar jamaah 
dikarenakan ke khas an dari produknya yang berbeda 
 bagaimana dengan oleh2 buatan China ? 
cukup banyak , dan memerlukan kejelian sebab produk China ini 
juga banyak ditemukan di tanah air mulai sajadah dll .
 bak memasuki pasar Klewer atau Beringharjo ,
 pembeli harus pandai2 menawar dan tidak sungkan2 menawar 1/3 
dari yang ditawarkan sebab tidak ada patokah harga 
untuk barang yang sama !
 contoh , untuk barang yang sama di Mekah adalah 40 Riyal 
melalui proses penawaran , dan di Madinah
ternyata hanya 15 Riyal ! 
pesan lain dari Ustadz adalah
 " sebaiknya ibu2 atau gadis2 kalau jalan2 atau ke toko2
 jangan sendirian dan minta kawalan bapak2
atau pria sesama jamaah dan jangan senyam senyum
seperti ditanah air karena keramahan wanita bisa 
ditafsirkan lain di Saudi " ..
 saran ini ternyata manjur sebab sudah beberapa teman 
wanita mengalami kejadian lucu atau konyol ketika
 tidak mendapat kawalan muhrimnya ternyata " dilamar " 
oleh si penjaga toko hehehe .. 
lain padang lain ilalang kata pepatah .. 
dihotel Madinah ini , memang tidak sebesar hotel kami 
di Mekah dengan level bintang yang juga berbeda ,
 kami akan tinggal selama seminggu 
hingga saat pulang nanti .  
55 . Masjid Nabawi yang cantik ( 01 )
56 . Masjid Nabawi yang cantik ( 02 )
57 . gerbang2 masuk Masjid Nabawi yang cukup banyak
58 . perluasan Masjid Nabawi hingga ke daerah2 belakang masjid .
59 . tiang2 di lorong sekitar masjid kearah museum2 .
60 . lorong2 pertokoan
61 . salah satu baliho dan pintu masuk museum dekat masjid
62 . alat tulis manual  Al Quran
63 . bubaran sholat dari Masjid Nabawi
.. " Rhaudah , Serasa Ada Diantara Kami " ..
Rhaudah adalah sebuah tempat istimewa dalam 
Masjid Nabawi dimana manusia pilihanNYA , 
Nabi Muhammad SAW dimakamkan disana dibawah
 sebuah kubah hijau sebagai pertanda lokasinya .
ini adalah tempat yang menjadi alasan utama jamaah untuk 
datang di Masjid Nabawi dengan harapan dapat berdoa dan
 sholat sunnah disana . karpet hijau yang memiliki ukuran tidak
 terlalu luas , hanya sekitar 144m2 yang mendapat 
sebutan sebagai " sekeping taman surga " itu menjadi tempat 
rebutan jutaan jamaah untuk bisa ber lama2 disana
 sambil berdoa karena dipercaya sebagai salah satu
 tempat yang paling dijabah dan memiliki kelipatan 
1000 X pahalanya . 
bagi jamaah wanita untuk bisa masuk ke area ini lumayan menguji
 kesabaran karena saat mengantrenya yang lama dan panjang
 bersama ribuan jamaah lain dari berbagai
negara dan bangsa . lagipula jamaah wanita dibatasi hanya
 bisa masuk pada selepas subuh , dhuhur dan Isya' saja .
 area ini dalam riwayatnya adalah merupakan kediaman
 atau rumah Nabi Muhammad pada jamannya dan
 disana pula kita bisa melihat mimbar tempat Nabi 
memberikan ajarannya . juga ada enam tiang bersejarah
 yang terbuat dari batang pohon kurma yang sampai saat ini
 masih terawat  dan berada di area Rhaudah yaitu 
01 ) Al Usthuwaanah al Mukhalqah
 02 ) Al Usthuwaanah al Qur'ah atau Usthuwaanah Aisyiah 
03 ) Usthuwaanah at Taubah / Usthuwaanah Abu Lubabah 
04 ) Usthuwaanah As Sarir
 05 ) Usthuwaanah Al Haras 
06 ) Usthuwaanah al Wufud .
( data dari WikiPedia )
 konon , kelak ke 6 tiang ini akan menjadi tiang tiang di surga!
  rombongan kami terbagi pria dan wanita .
 setelah mengantre sekitar hampir 3 jam , barulah kami 
berkesempatan menginjak karpet hijau Rhaudah .
 sudah tentu kesempatan berharga ini tidak kami sia2 kan dan 
dengan dada sesak karena rasa syukur , haru , bahagia , 
dan entah apa lagi , kami bahkan bisa melakukan sholat sunnah
 beberapa kali , ya Allah alhamdulillah ..
air mengalir deras dari pelupuk mata , bahwa manusia
 ter mulia itu terbaring hanya beberapa meter saja dari
 tempat kami sholat .. kehidupan pribadinya yang sangat 
bersahaja bahkan dalam replika yang bisa dilihat di internet , 
muncul rasa jengah dan malu teringat betapa
 sederhananya seorang Muhammad semasa hidupnya .
 konon  ketika salah satu sahabatnya merasa iba dan menangis
 melihat rumah dan isinya dari kediaman
 Nabi Muhammad ini , Nabi bertanya 
" wahai sahabatku , mengapa engkau menangis ?
 tidakkah engkau ikhlas bahwa kemegahan dan 
kemewahan yang mereka miliki itu hanya kemegahan dunia ,
 sedangkan kemegahan kita adalah nanti di akherat ? "
  maka Nabi Muhammad adalah sungguh sebuah
 pribadi yang sangat layak diteladani .
pada kesempatan lain , saya bersama beberapa teman masih
 mengulang lagi datang dan berdoa sepuasnya di Rhaudah
 karena kami tidak ingin kehilangan 
momen penting di Madinah ..
 ya Allah tempatkanlah
 Muhammad ditempat terbaikMU seperti yang
 sudah Engkau janjikan , sesungguhnya Engkau
 adalah zat yang menepati janji .. aamiin ..
64 . kesederhanaan isi rumah nabi Muhammad , replika .
( diambil dari google )
65 . suasana di Rhaudah , saya tidak leluasa
 menjepretnya karena ketatnya penjagaan .
66 . rumah Nabi Muhammad dari luar , replika .
 atap2nya dari daun pohon kurma ( diambil dari google )
67 . sepulang dari Rhaudah berfoto bersama .

.. " Ziarah Menguak Sejarah " ..
 hari hari di Madinah juga kami manfaatkan untuk mengunjungi
 tempat tempat bersejarah yang penting dalam perjuangan
 menegakkan Islam pada jamannya .
 juga kami dibawa mengunjungi kebun kurma .
 ditiap masjid bersejarah kami melakukan sholat sunnah
 dan rasanya masih ingin berlama lama di Madinah .
 ada Jabal Uhud yang terkenal dengan perang Uhud nya
 dan Masjid Qiblatain yang juga dikenal dengan Masjid Dua Kiblat .
 saat saat ziarah selalu menyenangkan karena kami
 dapat melihat langsung tempat tempat yang ditanah air 
hanya bisa dibaca di buku2 atau internet . 
terasa betapa luar biasanya perjuangan Nabi Muhammad 
bersama para sahabat dan pengikut2nya dimasa itu , 
karena keadaan alam nya yang keras yakni bukit dan gunung
 yang berbatu2 serta gurun yang panas ,
 dan dijaman itu kuda dan onta adalah satu2nya alat
 transpotasi yang menghubungkan tempat2 bersejarah ini , 
sehingga dapat dibayangkan bagaimana beratnya 
ujian fisik dan mental mereka dihadapanNYA .
rasa malu menyergap ketika membayangkan bahwa 
dijaman yang sudah sangat maju dan kenyamanan sudah
 jauh lebih besar ini , masihkah kita mengeluh bahwa
 AC diruangan atau di hotel kita kurang dingin ,
 makanan kita kurang pas ,
 pesawat atau bus kita kurang nyaman , dsb dsb
 padahal kita tidak diwajibkan untuk berperang melawan 
musuh Islam seperti dijaman Nabi ??
 musuh terbesar kita saat ini sebenarnya adalah justru 
Diri Kita Sendiri yang masih saja sering mengeluhkan
 ini dan itu padahal kita telah diberikan kenyamanan
 yang luar biasa tanpa harus naik onta 
menyeberangi gurun antara Mekah dan Madinah
 atau antara Mekah dan Mina atau
 antara Mina dan Arafah ? 
sungguh kita adalah mahluk mahluk yang kurang bersyukur
 andai saja seluruh limpahan rahmat ini tidak kita sadari
 .. ya Allah , semoga Engkau ampuni ...
68 . 3/ tiga foto rombongan saat ziarah
69 . ustadz dalam bus ( saat ber ihram )
70 . makam Syuhada dan keluarga Nabi Muhammad
71 . burung2 merpati di gurun
72 .salah satu masjid bersejarah
73 . Jabal Rahmah , tempat bertemunya
 Adam & Hawa setelah berpisah 400 tahun 

.. " Selamat Tinggal Madinah ..
 Selamat Tinggal Tanah Haram " ..
waktu adalah satu2nya yang manusia tidak dapat hentikan .
 akhirnya saat harus kembali ketanah air pun tiba . 
7 September 2018 rombongan kami sudah siap di 
bandara Madinah untuk terbang ke Muscat dan transit 
alias ganti pesawat menuju Jakarta . 
kesan pertama bandara Madinah ini di pintu masuk seperti 
" biasa2 saja " kecuali unik bahwa atapnya 
dari sejenis " terpal putih " . ternyata disebelah dalamnya 
sangat luas dan kami terbang masih dengan maskapai
 yang sama , Oman Air .
 meninggalkan Madinah adalah saat2 yang sentimental , 
dan sejauh mata memandang menuju bandara ,
selain tampak gedung2 dan bangunan modern juga
 bukit dan gunung berbatu batu serta gurun yang
 menghanyutkan imajinasi pada jaman2 Rasullulah ..
 kapan lagi melihat Madinah , barangkali ini adalah 
pertanyaan dari setiap jamaah ..
 saya lihat banyak koper2 yang " beranak pinak " menjadi
 3 - 4 bahkan 5 . tidak heran sebab oleh oleh menambah
 beban .  jatah per jamaah adalah 43 kg dan untuk oleh2 air Zam2 
sebanyak 5 liter tidak dihitung alias gratis baik
 airnya maupun beratnya .
saya dengan beberapa teman sekamar memang sengaja
meninggalkan barang 2 tertentu di Mekah sehingga koper2
 kami tidak ada yang overweight .
di Muscat ternyata kami harus menunggu pesawat ke Jakarta 
cukup lama dan berangkat ke Jakarta pada
 jam 2.15 tengah malam . rasa kantuk yang menyergap
 tidak bisa dilanjutkan sebab tidak ada tempat yang 
bisa untuk " leyeh 2 " .. bandara Muscat cukup cantik ,
 tetapi karena tengah malam , 
kami tidak bisa " ngapa2in " dan hanya mengobrol 
sana sini dan sekedar menaruh badan dengan posisi
 yang seadanya .  
dalam jadwalnya , kami akan tiba di Cengkareng
 pada hari berikutnya jam 13.20 siang .
 74 . lobby bandara Madinah
75 . transit ( 01 ) 
76 . transit ( 02 )
77 . transit ( 03 )
78 . selamat tinggal ....... ( diatas Muscat ) ...
 .. " Catatan Tercecer " ..
kembali ketanah air , bukanlah sebuah hal yang ringan
 setelah menunaikan ibadah haji .
 predikat " haji atau hajjah " adalah sesuatu yang menuntut 
sebuah tanggung jawab dunia wal akherat . 
 disitu ada kewajiban2 yang harus dipenuhi sebagai seorang
 manusia yang tidak sempurna . jujur saja saya merasa 
masih sangat banyak yang harus saya perbaiki baik
 menyangkut fisik maupun mental . fisik adalah termasuk
 tampilan yang mungkin selama ini saya masih sering
 " menawar " bahwa hijab itu bisa saya gantikan dengan
 yang lain misalnya topi . 
ataupun blus pendek dan celana panjang yang menurut saya
 " yang penting sopan " . disisi mental ,
 saya juga masih harus koreksi misal bagaimana
 sebaiknya memenej rasa jengkel , marah atau tidak suka . 
sungguh tidak mudah .
 hal lain adalah kedalaman ilmu agama yang saya merasa
 masih sedemikian dangkal karena saya baru 
memulainyadengan lebih serius pada 
dua setengah tahun terakhir .
 adakah usia saya akan dicukupkan untuk menamatkan kandungan
 Al Qur'an yang saya ingin pahami secara rinci dan detil ?
 dengan ter seok2 saya dalam 2 1/2 tahun ini masih sampai 
di juz 5 dari 30 juz yang ada , apakah Allah akan
 memberikan waktu bagi saya hingga saya menamatkan 30 juz ?
 mempreteli huruf demi huruf , kata demi kata dalam 
Al Quran untuk usia saya barangkali tidak semudah mereka
 yang masih belia , terlebih karena Al Quran memiliki
 bahasa indah sebagai sebuah Maha Karya ...
 apakah saya sudah berani mengatakan bahwa saya lebih
 paham Al Quran daripada orang lain ?
 saya sama sekali belum layak ,
 dan hajian yang lalu adalah laksana masuk kedalam 
sebuah mesin cuci raksasa yang memutar balikkan
 fisik dan mental saya agar saya bisa keluar dari mesin cuci
 raksasa ini laksana baju yang lebih layak dipakai
 karena lebih bersih ..
 sungguh saya lebih kecil dari sebutir debu ,
 saya merasa menjalani sebuah sisa usia yang menuntut
 tanggung jawab dunia wal akherat lebih besar dari sebelumnya ..
 kapan batas akhir perjanjian saya dengan yang menciptakan saya ?
 hanya Allah Yang Maha Tahu ..
karenanya , kepada segenap pembaca blog ini , 
perkenankan saya mohon maaf se besar2nya bila selama ini
 atau juga dalam tulisan ini , ada hal hal atau bagian2 
tertentu yang kurang berkenan dihati pembaca ..
 tentu sebagai manusia biasa saya juga pernah merasakan
 kecewa , terluka atau bahkan sedih dan tidak berdaya
 ketika dihadang ujian2 kehidupan terlebih fitnah fitnah keji
 yang tidak jelas sumbernya ..
 apakah saya berhak marah ? tentu .
 tetapi apakah itu satu2nya pilihan ? ternyata tidak .
 meminta maaf dan memberi maaf mungkin tidak mudah ,
 tetapi diatas rasa kecewa , marah dan luka ,
 memaafkan ternyata menenteramkan .
ya Allah .. semoga perjalanan hamba di rumahMU yl
 tiada sia sia dan peliharalah hati hamba 
senantiasa dalam kesabaran ..
 aamiin ..
79 . melihat Ka'bah dari cendela lantai 15
80 . burung yang saya jepret diteras masjid GZZ , Mekah 
( penulis & foto2 : titiek hariati , 
dan beberapa teman yang menjepret saya dalam foto , 
serta beberapa foto lain diambil dari google )
Malang , 28 Oktober 2018







 










 








































































 

Tidak ada komentar: