Kamis, 17 November 2016







 .. " Waroeng Daoen Yang Kaya Daoen " ..

berdiri sejak beberapa tahun terakhir ,
 warung yang satu ini memang menambah semarak jagad kuliner Malang Raya . 
pertama karena lokasinya yang " nylempit " dan seolah " singitan " jauh dari keramaian , kedua penataannya
 yang memang mak nyes dihati dan  ketiga ragam menu dan rasa masakannya yang juga kaya di lidah ! 
bagi yang datang dari arah Surabaya ke Malang atau Lawang ,
 setelah melewati Kebun Raya Purwadadi , ada belokan jalan kecil ke kiri . disitu ada petunjuk 
" Waroeng Daoen " 500 meter masuk . naa ikuti saja petunjuknya dan setelahnya masih ada lagi jalan kecil mirip gang gang kampung , sekitar 150 meter barulah kita bertemu dengan warung yang dimaksud . 
disambut dengan sebuah kolam yang luas dan gazebo gazebo , 
jalan masuk warung ini memang sudah mulai mengundang selera . lebih masuk lagi kita akan dihadapkan
 pada pilihan lokasi duduk yang disesuaikan selera .
 lesehan atau pakai meja kursi normal , itu terserah saja .
 ada beberapa bangunan lain disebelah dalam yang juga menawarkan nuansa berbeda beda ,
 maka sebelum menentukan tempat duduk tidak ada salahnya 
kita berkeliling dulu untuk memilih selera yang pas ! 
tetapi disaat pengunjung padat seperti saat saya kesana ,
 memang terpaksa harus menerima tempat duduk " dimanapun " ! 
suasana alami yang dicoba untuk dimunculkan disitu mungkin akan lebih berhasil kalau Tidak Ada Musik Live yang saat itu cukup keras dan berisik sehingga mengganggu keinginan menikmati Suara Alam !
 mungkin pada saat lain ada suara gending lamat lamat atau musik instrumentalia yang romantis ,
saya harap begitu !
 naa sekarang bicara soal menu menunya , 
warung ini memang punya deretan menu dengan range yang cukup lebar mulai ayam2an , ikan2an , daging2an , sayur2an dll . digoreng , dibakar , ditumis , dikare , di sambel , dipenyet dll semuanya ada ! 
 tapi kalau perut sudah lapar saat masuk warung ini ,
sebaiknya memilih menu yang Cepat Jadi kalau tidak ingin 
" kaliren " ! lamanya memasak dan menghidangkannya diatas meja mungkin masih menjadi PR terbesarnya
 meski dengan alasan " banyaknya tamu dan sedikitnya tukang masak atau pramusaji " ! 
alasan apapun bagi pengunjung adalah masalah internal WD yang tidak harus " dibebankan " pada tamu melainkan menjadi tantangan manajemen untuk meningkatkan layanan kedepannya . 
soal rasa ada pada 6,5 pada skala 1 - 10 dan soal harga juga sama karena memang relatif . 
tetapi untuk sebuah " pelarian dari kejenuhan kota " bolehlah sesekali dicoba dan kalau ingin lebih tenang atau santai sebaiknya tidak pada week end ! penasaran ? 
tapi ojo lali nyoba Nasi Timbel nya lo , salah satu ikon mereka! 
 yukkkkk .....
 ( th )
( photos by TH , Waroeng Daoen , Lawang , November 2016 )

01 . mak plong ....
02 . kentongan
03 . makara , penjaga gerbang
04 . atmosfer
05 . cendela
06 . arah kebun , sudut lain
07 . cap cai
08 . salah satu ikon WD , Nasi Timbel !
09 . tukang kebun yang setia mengabdi meski honor minim , katanya
10 . daftar menu , komplit  














 

Tidak ada komentar: