Sabtu, 09 April 2016







.. " Seberapa perlu Delivery Service ? " ..

 jaman sudah berubah . 
duluuuu , jaman saya sekolah dan kuliah , yang namanya pengiriman makanan kerumah itu hanya 
kalau kita berlangganan rantangan atau istilah kerennya catering . namanya saja anak kos ,
 rantangannya juga kelas anak kos . biasanya terdiri atas 2 susun rantang , 
yaitu nasi dan lauk pada rantang pertama dan  rantang kedua adalah kuahnya , sudah itu saja . 
hanya sesekali kalau pihak catering " berlebih rejeki dan berbaik hati " maka ada sedikit tambahan yaitu buah atau kue , tapi itu tidak mesti sebulan sekali hehehe ... 
mengapa tidak masak sendiri saja yang mungkin lebih hemat ? 
kebetulan tempat kos saya itu tidak berdapur , tetapi hanya ada semacam meja kecil dan disitu hanya 
ada satu kompor yang bisa dipakai beramai ramai untuk 6 orang anak kos . 
kami ber 6 ini kebetulan berbeda jurusan . 
ada yang di Hukum , Biologi , Ekonomi , Sastra , Kedokteran Gigi dan saya sendiri di Psikologi . 
lha lucunya yang paling sering memakai kompor itu adalah teman yang di Kedokteran Gigi / KG yaitu 
untuk menggodok contoh gigi hahaha ...
 maka sering terjadi " protes " dari yang lain yang juga ingin memakai kompor , 
yang ternyata harus menunggu sampai contoh gigi itu " matang " hehehe ...
 naaa , pada jaman yang sudah serba instant sekarang ini , 
sayapun mengamati betapa anak anak kos saat ini hidup dalam Jaman Serba Berkecukupan 
bukan saja finansiil tetapi juga moril . 
lha bagaimana tidak sebab segala sesuatunya sudah sangat dimudahkan oleh
 berbagai layanan yang tersedia 24 jam dan supercepat . 
kalau misalnya secara mendadak ketamuan kerabat atau teman dan tidak sempat menjamu diluar , 
ataupun sedang malas untuk makan diluar , cukup memilih salah satu makanan favorit , 
menelpon DS dan kurang dari 15 atau selambatnya 30 menit makanan favorit sudah 
datang dirumah pemesan . apalagi kalau cuaca kurang bersahabat , 
hujan petir atau panas terik dan malas untuk keluar ataupun memasak , tinggal kringggg .......
 tetapi apakah Delivery Service ini selalu lebih hemat ? 
tidak juga , sebab tentu ada tambahan ongkos pengantaran . 
tetapi dalam situasi " kepepet " misal tanggal tua dan mendadak harus menjamu tamu diluar rencana ,
 cara delivery ini mungkin bisa lebih hemat karena tidak memberi peluang kepada si tamu untuk
 memilih menu yang sesuai keinginan , dan kita bisa memilihkan pahe atau 
paket hemat yang cukup untuk jumlah tamu , misal 4 atau 6 orang dst . 
sekaligus cara ini dapat menghindarkan kita dari tempat tempat makan / minum yang mahal ,
 karena kalau menjamu tamu diluar rumah biasanya kita akan memilihkan tempat yang cukup " layak " kecuali kalau tamunya yang memang meminta ke tempat2 hemat / murah 
dengan alasan bernostalgi , 
contoh " saya ingin bernostalgi ke Pecel Kawi " 
( itu masih mending daripada " saya ingin bernostalgi ke Djati Djoglo " hehehe ... ) . 
tentu saja tulisan saya ini tidak berlaku untuk mereka yang tidak mengenal tanggal tua alias Teddy Bear atau beruang , tetapi ini memang lebih untuk pembaca yang bernasib seperti saya dan 
mengenal tanggal tanggal tertentu sebagai red - light hehehe .. 
pemilihan jenis makanan melalui DS inipun perlu dicermati sebab 
tidak semua DS memiliki Time - Limit .
pernah saya memesan Nasi Goreng yang datangnya sejam lebih disaat perut sudah tidak lagi lapar
 alias sudah masuk angin . maka jenis2 seperti pizza misalnya , 
umumnya mereka komit pada Time Limit yang kalau mereka langgar kita akan mendapat kompensasi 
berupa ekstra pizza ukuran tertentu dll 
( maka kita boleh saja berharap mereka akan datang terlambat , 
supaya kita mendapat bonusnya hehehe .. ) 
naa , selamat ber delivery - ria ..
 ( th )


 ( photos by : th , PHD , April 2016 )






Tidak ada komentar: